Showing posts with label minuman. Show all posts
Showing posts with label minuman. Show all posts

Tuesday, November 24, 2009

It's Mango Season and Time for Ice Cream !!!

Saat ini sedang memasuki puncak musim buah mangga di Surabaya. Mungkin juga dibeberapa kota lain atau bahkan diseluruh Indonesia ( kecuali Papua aku rasa, buah dan sayur sulit tumbuh disana ). Bila memasuki musimnya seperti ini, you can almost find them everywhere and anywhere. Yup, mereka ada dimana mana. Hampir semua orang menyukainya. Bahkan aku ragu bila ada orang yang tidak menyukainya.


Aku dan seluruh keluargaku termasuk penggemar berat buah mangga. Kami bahkan mempunyai pohon mangga sendiri dirumah masing masing. Bahkan ada yang memiliki beberapa varietas berbeda. Bila musimnya tiba, kami bahkan punya tradisi bertukar hasil panen.

Alhamdulillah, pohon mangga didepan rumah kami, tahun ini berbuah lebih banyak dari tahun lalu. Meski tidak serimbun pohon mangga lain, tapi buah yang dihasilkan sudah lebih dari cukup untuk dikonsumsi keluarga kecil kami.

Kami tidak menunggu sampai buah buah tersebut matang benar, karena bila menunggu matang, dikhawatirkan buah buah itu tidak akan selamat karena keburu diserang kelelawar buah ( codot ). Kira kira saat mereka mengkal ( kekuningan tapi masih keras ) kami sudah memetiknya. Kegiatan ini tentu sangat menyenangkan untuk seluruh keluarga. Karena masing masing punya tugas. Ada yang mendapat bagian memetik menggunakan tongkat petik, ada yang kebagian mengarahkan, ada yang kebagian menerima hasil petikan, dan yang paling seru tentu bila buah yang jaraknya cukup jauh sulit terpetik. Biasanya kami malah berteriak teriak seperti orang yang sedang nonton pertandingan sepak bola :D


Setelah dipetik, buah tidak bisa langsung dimakan. Kecuali untuk rujakan, buah yang mengkal memang lebih enak. Untuk buah potong, kita harus menginapkan dulu beberapa hari ( bahkan bisa sampai seminggu lebih ) sampai buah benar benar empuk dan matang. Lalu, diapakan buah sebanyak itu? Ya dimakan begitu saja sebagai buah potong. Tidak perlu takut bila tidak ada yang menghabiskan. Karena dijamin pasti habis oleh kami !

Sebelum dihabiskan, aku menyisihkan dua buah untuk ku olah menjadi es krim. Hmm... menyebut namanya saja, lidah sudah terasa dingin.

Ripe Mango

Ketagihan dengan sorbet stroberi yang aku buat beberapa waktu lalu, aku berencana menggunakan tepung es krim instant yang sama ( merk Haan's ) , tapi sayang aku tidak kunjung menemukan tepung tersebut yang beraroma mangga. Aku pun mencari penggantinya yang bersifat netral ( tidak bearoma khusus ), yaitu Haan's Whippy Cream. Sebenarnya ini bukan tepung es krim instan, melainkan tepung krim kocok. Ya sudahlah dicoba saja dulu...

Hmm, ternyata tidak mengecewakan !

Mango Ice Cream

Mango Ice Cream

2 buah/ 300 gr daging mangga matang , sisihkan 1/4 nya( aku pake mangga gadung )
gula secukupnya tergantung tingkat kemanisan yang diinginkan ( tergantung buahnya juga ) aku pake 4 sdm...
300 ml whipped cream ( aku pake 100 gr whip cream bubuk + 200ml air es )
2 cup ( @80 gr-an ) yoghurt rasa mangga

Cara membuat :
Haluskan/ blender 3/4 bagian daging mangga dan gula hingga menjadi puree, tambahkan yoghurt, sisihkan
potong kecil kecil 1/4 bagian lainnya, untuk sensasi fresh fruit ( komposisi ini bisa dirumah sesuai selera )
kocok whip cream hingga kaku, masukkan puree mangga, kocok lagi hingga tercampur rata. Masukkan potongan buah mangga, aduk rata. Tuang dalam cup atau kotak plastik. Bekukan.

Ternyata texturnya lebih halus dari sorbet stroberi kemarin. Cuma satu yang kurang, kurang asam. Padahal itu bagian yang paling aku suka. Mungkin aku perlu menambahkan sedikit air perasan jeruk nipis ( tips dari mbak Lia ) atau menambahkan jumlah yoghurt-nya. Tapi, ini aja dah enak kok. Patutlah dicoba. Oya satu lagi, es krim yang ini lebih gampang leleh dari yang stroberi kemaren.

So, ice cream anyone ?

Tuesday, November 11, 2008

Onde Onde Tahu Tanpa Isi ( Was Korean Style Tofu Donuts )

Setelah beberapa minggu yang lalu aku memperoleh kejutan dari seorang sahabat mayaku, Teh Ike di Perth, beberapa hari yang lalu aku kembali mendapat kejutan yang sangat special bagi aku. Melalui mbak Lia ( thanks mbak ! ), salah seorang sahabat mayaku, mbak Irma dari Jerman yang saat ini sedang mudik ke Indonesia menitipkan oleh oleh yang dibawa dari Jerman untukku. Danke ! Meski tidak sempat bertemu beliau saat sedang berada di Surabaya, tapi semoga lain waktu kami bisa bertemu.

Oleh oleh dari mbak Irma di Jerman

Ada ekstrak vanilla dan butter vanilla, masing masing sebotol Dried Oregano dan Herbs de Province, sebungkus daun Thyme kering dan sebungkus teh herbal buah yang sempat kukira dried fruit untuk bahan kue. Teh herbal ini sangat unik menurut aku, maklum saja belum pernah kutemukan teh jenis ini di Indonesia. Teh ini terbuat dari buah buahan dan bunga bungaan yang sudah dikeringkan, beraroma segar buah buahan dan berwarna merah tua seperti sirup. Ternyata sangat enak, apalagi bila dinikmati saat sedang santai. Baik wangi dan rasanya memberikan efek menenangkan saat menghirupnya. I felt like I was in Germany, ha ha ha.

[ Dyptich ] Fruit Herbal Tea

Kembali ke Indonesia, dan tersadar dari mimpi, aku teringat salah satu tugas online yang menunggu. MFM #20 dengan tema Tofu sudah dibuka oleh host bulan ini, Mbak Yohana atau yang lebih familiar dengan panggilan MamaJo. Setelah dulu aku pernah mencoba membuat donat tahu, aku penasaran untuk membuat lagi tapi dengan resep yang berbeda. Tapi sepertinya donat tahu belum cukup populer sehingga cukup sulit bagiku menemukan resep alternatif selain yang dulu. Meski begitu, aku menemukan beberapa, meski tidak banyak, resep yang keluar di halaman Google untuk mewakili ' tofu donut recipe ' yang aku cari.

Sebuah resep asal Korea dengan nama Tofu and Sticky Rice Donut, kukira sudah sesuai dengan apa yang sedang aku cari. Apalagi semua bahan dan cara pembuatannya sangat mudah. Tanpa menunggu lama, aku segera berkunjung kedapur kecilku untuk mempraktekan resep yang kuperoleh. Tanpa ragi, tanpa fermentasi, tidak perlu waktu lama untuk membuatnya. Kurang lebih 45 menit, kudapan ini sudah tersaji diatas meja.

Korean Style Tofu Donuts

Betapa terkejutnya saat aku tahu apa yang dinamakan orang Korea dengan donat tahu tepung ketan ini mempunyai rasa yang sangat mirip dengan onde onde di Indonesia. Hanya saja tanpa isi. Apalagi bila kutambahkan wijen sesuai resep aslinya, maka donat ini benar benar akan bertransformasi menjadi onde onde. Jadi, agar tidak mengecoh orang yang membacanya, maka disini donat ini kusebut dengan Onde Onde Tahu Tanpa Isi. Karena bagiku, baik rasa maupun tekstur, donat ini tidak jauh beda dengan onde onde. Hanya ada sedikit rasa tahu.

Korean Style Tofu Donuts

Sayang sekali aku tidak begitu suka onde onde, jadi apa mau dikata aku kurang menyukai donat onde onde ini. Untung saja, ada dua orang pemakan segala yang dipaksa siap melalap donat onde onde ini. Good job darling ! Jadi, satu peer untuk bulan ini sudah tercawang dari daftar peerku. Baru satu, yang lainnya ? Sabar...

Korean Style Tofu And Sticky Rice Donuts
( Taste like Onde Onde in Indonesian )
Source : www.joonsfamily.com

Korean Style Tofu DonutsOriginal recipe :
100 g tofu ( aku pake tahu putih biasa, diperas airnya,.. mae )
80-100 g sticky rice powder ( tepung ketan )
1 egg yolk ( kuning telur )
2 Tbsp sugar
1/4 tsp salt
1 Tbsp black sesame seeds ( ga pake, ga suka,.. mae )







1. Squeeze out excess liquid from tofu. Remember to buy firm tofu, not silky ones, and the recipe calls for 100g of tofu without the liquid. Then crumble up the tofu with your hand or use a sieve to obtain finely crumbled tofu. ( Buang semua air yang terkandung dalam tahu. Gunakan tahu putih biasa bukan tahu sutra. Haluskan dengan tangan atau gunakan saringan kawat untuk hasil yang lebih halus. )

2. Add a yolk to the crushed tofu and mix well. Then incorporate stick rice powder, salt, sugar, and black sesame seeds into the mix and combine thoroughly. After mixing and kneading for a while, form a ball of dough. You may adjust the amount of stick rice powder at this stage, depending on the consistency of the dough. You don’t want the dough too watery or too dry. ( Masukkan kuning telur, lalu tambahkan tepung ketan sedikit demi sedikit, gula, garam dan wijen, aduk hingga rata. Uleni sebentar hingga kalis lalu bentuk menjadi bola. Sesuaikan jumlah tepung, tambahkan bila adonan terlalu lembek dan kurangi bila adonan sudah cukup kering. Sebaiknya sih masukkan 80 gr dulu, baru sisanya menyesuaikan . )

3. Form little balls the size of mini donuts, or roll the dough 1cm-thick with a rolling pin and cut it into square or use cookie cutter to make interesting shapes. ( Bagi bagi adonan lalu bentuk menjadi bola bola kecil atau dapat juga digilas dan di cetak sesuai selera. )
4. Deep-fry the donuts in oil heated to 180 degrees Celsius until they turn golden brown. Make sure to drain oil on paper towel. Coat the donuts in sugar or eat them as they are. The donuts will taste even better when completely cooled. ( Goreng dalam minyak panas dengan api kecil hingga donat mengambang dan matang kecoklatan. Tiriskan. Taburkan donat dengan gula halus atau nikmati begitu saja. )

Friday, January 11, 2008

Es Kelapa Leci

Ini es usguhan waktu acara tunangannya sepupuku, si Anggi yang cuantek.... Sederhana tapi sueger, abis acara aku bontot banyak..... tengkyu yaaaa mamanya Anggie, tante Nanik yang baek...

Kelapa muda + airnya, nata de coco, leci kalengan yang dipotong dadu, jangan lupa sirup leci hijau yang suegeeer..... aku minum ini banyak sampe serasa kembung... seger banget...!!!

Wednesday, October 17, 2007

Es Buah



Yang ini juga telat banget, tapi juga sayang banget kalo gak diposting. Meski Ramadhan baru usai tapi hawa panas masih menyerta ( surabaya puanas buanget bo ! ) yah lumayan buat menyejukkan kerongkongan yang kering, mak gelender...
Ini salah satu produk andalanku waktu jualan takjil kemaren, es buah isinya pepaya, nanas n kolang kaling. Aku lebih suka pake pepaya mengkal, karena nanti kuahnya bisa bening, kalo pake pepaya mateng, pepayanya jadi berserabut dan bikin kuahnya jadi keruh dan lagi kalo mengkal begitu digigit bisa ceprus ceprus... eh tapi tunggu dulu, prosesnya panjang lo, pertama pilih pepaya mengkal yang teksturnya masih keras. Kupas, buang biji lalu potong potong, bisa dikeruk bulat ato dipotong pake piso gerigi sesuai selera, rendam dalam air kapur min 1 jam, cuci bersih, dikukus dulu 10 menit baru dimasak dengan air gula ( buat yang ribet tahap ini bisa ditiadakan ). Panaskan air tambahkan gula sesuai dengan kadar manis yang diinginkan, setelah mendidih masukkan kayu manis sebatang, 2 kuntum cengkeh ( bila suka ), nanas kupas yang sudah dipotong potong, nanas ini aku jadiin 'kaldu'nya es buah, jadi 'tulangnya' nanas juga aku masukkin, tapi pastinya bukan untuk dimakan hanya untuk memperkuat aroma nanas, setelah 5 menit baru aku masukkin pepayanya, didihkan bentar, matikan api tambahkan sedikit citrun. Dinginkan, hidangkan dingin... sueger... Kolang kaling nya aku proses terpisah, yang pasti direbus dulu ( aku sampe 2x ) dibuang airnya. Masukkinnya menjelang dihidangkan. Ini resep turunan dari mamiku, yang sampe sekarang masih menyediakan es buah di menu depotnya. Cuma versi mamiku pake susu n nangka yang dipotong kecil2, 2 taon lalu pernah nyoba jual yang versi aslinya dengan susu, tapi ternyata orang sini lebih suka yang bening tanpa susu.

Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers