Showing posts with label bread. Show all posts
Showing posts with label bread. Show all posts

Wednesday, January 6, 2010

Cheese Cream Banana Nut Bread

Udah luamaaaaaaaaa banget pengen nyoba resep yang satu ini. Setelah berbulan bulan numpuk di tumpukan print out, akhirnya baru hari ini kesampean bikinnya. Dengan komposisi cream cheese didalamnya, this recipe must be so good...

Cream Cheese Banana - Nut Bread

Cream Cheese Banana Nut Bread
Original recipe taken from myrecipes.com. Converted and modified by May Irianti.

( I used a half part of the original recipe, ..mae )

50 gr butter
100 gr creamcheese
175 gr gula pasir
1 butir telur
180 gr tepung terigu
1/4 sdt baking powder
1/4 sdt baking soda
1/4 sdt garam
2 buah pisang matang, haluskan ( aku pake pisang ambon. Klo pengen aroma yang kuat, pake pisang jenis apa saja yang sangat matang dan kulitnya mulai kehitaman, .. mae )
50 gr kacang2an, panggang sebentar ( aku pake kenari cincang, ..mae )
1/2 sdt extract vanilla ( aku pake butter-vanille essence )

Olesi loyang loaf dengan margarin, alasi dengan kertas dan olesi kembali dengan margarin. Panaskan oven hingga mencapai suhu 180 degC. Sisihkan.

Kocok butter dan cream cheese hingga lembut, tambahkan gula sedikit demi sedikit. Kocok terus hingga creamy dan fluffy. Masukkan telur, kocok pelan hanya hingga tercampur rata.

Campur tepung dan bahan kering lainnya, lalu masukkan kedalam kocokan butter+cream cheese. Kocok sebentar dengan speed rendah hingga tercampur rata. Masukkan pisang, kacang kacangan dan vanilla extract, aduk hingga rata. Adonan bertektur sangat kental mirip adonan pisang goreng.

Tuang dalam loyang, panggang selama kurang lebih 45 menit atau hingga permukaan kecoklatan. Cek dengan menggunakan tusukan sate, bila tusukannya kering setelah dimasukkan, tandanya cake sudah matang.

Keluarkan dari loyang dan dinginkan. Hias sesuai selera.

Cream Cheese Banana - Nut Bread

So, hasilnya gimana ? Huendang boook.... pokoknya apapun itu yang bisa bikin aku pengen nambah lagi dan lagi, berarti itu enaaaaak... ( at least menurut ukuranku, hehehe ). Tekstur padat tapi gak seret. Semua aroma baik pisang, butter, vanilla, dan cream cheesenya memang samar, tapi semuanya blending jadi satu dengan sangat manis. Aku paling suka sensasi waktu ketemu sama kenarinya, ah... cakep deh ah !

I recommended this recipe !

Saturday, November 28, 2009

KBB #14 : White Bread


It's KBB timeee !!
Rata Penuh
Time for another challenge !

Time for another experiment !

Time for another rush hour !

*lebay amat sih*

Oki doki. Tantangan KBB bulan ini adalah White Bread. Gampang laaah *sombong*. Eits, tapi bukan KBB kalo gak ada tantangannya. Jadi kali ini kita dituntut tidak hanya meng-uji coba sebuah resep tetapi juga berhitung. Hah ? Berhitung ?? Yup ! Karena resep kali ini bukan berupa jumlah jumlah komposisi bahan tapi persentase bahan atau rumus/ formula. Nah, kita dituntut harus menghitung sendiri jumlah bahan sesuai dengan persentase yang ditentukan. Aduh, kedengerannya kok rumit banget yah. Aku juga bingung kalo disuruh njelasin. Ya udah, langsung kesini aja deh buat jelasnya.

Jadi, setelah mempelajari formulanya *sok jenius* aku mutusin untuk bikin dikit ajah. Cuma 300gr tepung. Jadi masing masing bahan dipersentasikan dari 300gr itu. Kurang lebih gini aku ngitungnya :

(%) x jumlah tepung : 100 = jumlah bahan

dengan perhitungan diatas, aku dapatkan jumlah bahan lainnya seperti ini ( dengan patokan jumlah tepung 300gr ) :

Bread flour - 100% = 300gr
Salt - 1.8% = 5.4gr
Granulated sugar - 7.7% = 23 gr*
Powdered milk (Dried Milk Solid) - 6.2% = 19 gr*
Instant yeast - 1% = 3 gr
Egg, slightly beaten at room temperature - 7.7% = 23 gr* ( kira kira 1/2 butir telur )
Butter, room temperature - 7.7 %= 23 gr*
Water - 62.8% = 189 gr*

*) jumlah ganjil yang dibulatkan

Setelah mendapatkan jumlah jumlah tersebut, barulah kita pergi kedapur, hyuuuk...

KBB #14 : White Breads

Seperti yang kita tahu, roti membawa momok menakutkan bagi beberapa orang yang baru ingin mencobanya. Klo bantet gimana ? Klo keras gimana ? Susah deh kyaknya... Enggak sama sekali ! Bikin roti sendiri dirumah itu mudah kok. Iya tapi kan harus punya mixer khusus dulu... Eh, kata siapa ?? Bahkan manusia bisa bikin roti itu jauuuuuuuuuuh sebelum mixer ditemukan. Sebelumnya ? Ya pake tangan juga kan ! Mending beli deh, gak susah susah nguleni. Percaya deh, klo bisa bikin roti sendiri dirumah, perasaan bangga yang didapat itu yang gak bisa dibeli. Apalagi kalo dapat pujian dari orang orang tercinta dirumah, dijamin Breadt**k aja lewat deh enaknya, hihihi....

Jadi demi asas kebersamaan, aku bikin roti ini pake tangan ( gak 100% pake tangan sih, karena setelah foto foto step by step, adonan kucemplungin mixer, hehe... ). Ini hanya sedikit gambaran kalo mau nguleni pake tangan. Karena menurut aku, emang yang paling menentukan kalis enggaknya adonan nantinya, ya pada saat pengulenan pertama kali atau pada tahap homogenisasi/ penyatuan ( khusus pengulenan dengan tangan ). Semoga step by stepnya jelas ya..


1. Campur semua bahan kering ( kecuali garam ), aduk rata lalu buat kawah ditengahnya.

2. Campur bahan cair ( air & telur ), aduk rata lalu tuang persis ditengah kawah.

3,4,&5. Aduk dengan gerakan memutar menggunakan spatula, sendok atau garpu secara perlahan hingga adonan bagian tengah mengental dan tepung disekelilingnya luruh perlahan. Sembari diaduk, tekan tekan spatula agar tepung tidak terlalu bergerindil. Teruskan mengaduk.

6. Aduk hingga tepung disekelilingnya tercampur. Bila spatula sudah tidak kuat mengaduk, gunakan tangan. Dengan tekanan ringan, uleni adonan dengan gerakan melipat hingga tepung benar benar tercampur rata. Uleni sebentar hingga adonan menyatu/ homogen ( semua bahan sudah saling terikat ).

7. Adonan yang sudah homogen. Bila masih terasa lengket, tambahkan tepung sedikit demi sedikit ( masukkan sesendok demi sesendok ). Sebaliknya, jika terasa padat dan berat, tambahkan air, sesendok demi sesendok sekali masuk.

8,9. Masukkan mentega dan garam dengan mengoleskannya dipermukaan adonan. Uleni kembali dengan gerakan melipat, dorong, lipat kedalam, dorong keluar, mirip gerakan orang mencuci pakaian. Pada tahap ini, tangan akan terasa licin, lengket dan kurang nyaman. Teruskan menguleni karena lama kelamaan adonan akan terasa melunak dan kalis ( tidak menempel ditangan ). Bila adonan masih terasa padat dan berat, tambahkan mentega sedikit, bila terasa terlalu lunak, tambahkan tepung dengan cara menaburkan dipermukaan adonan. Pindahkan ke atas meja, atau kedalam wadah yang permukaannya luas ( talenan, nampan. dll ) untuk memudahkan pengulenan.

Perlu diperhatikan, bila menguleni dengan tangan maka suhu tangan kita akan mempengaruhi proses fermentasi menjadi lebih cepat. Jaga agar pengulenan tidak terlalu lama, karena adonan yang sudah profing saat masih diuleni akan sulit sekali kalis. Tandanya, adonan terus terasa lunak dan lengket padahal sudah ditambahkan tepung yang cukup banyak. Bila terjadi, sudahi pengulenan, taburkan tepung diatas adonan, lalu segera bulatkan dan mulai proses profing.

10. Adonan yang sudah kalis, dan dibulatkan. Istirahatkan selama 60 menit atau hingga mengembang dua kali lipat.

11. Adonan yang sudah mengembang. Kempeskan.

12. Potong potong, timbang dan bulatkan. Selain dengan ditimbang, agar memperoleh ukuran yang sama, gulung adonan memanjang, lalu potong potong dari tengah ke samping ( potong jadi 2, 4, 6, 8, dst ) Diamkan kembali selama 10 - 15 menit. Adonan siap dibentuk.

KBB #14 : White Breads

Kali ini, aku bentuk rotinya sederhana saja, sesuai dengan resepnya. Bentuk buns dan rolls. Finishingnya juga sederhana sekali. Karena bukan golongan roti manis, maka roti jenis ini akan lebih nikmat bila di sajikan gurih. Jadilah, kubuat roti ini menjadi spicy bread, bertabur dry herbs dan di nikmati dengan garlic sauce. A perfect snacks for me and my family.

KBB #14 : White Breads

KBB #14 : White Breads

Teksturnya sendiri, lumayan menurut aku. Tidak terlalu berongga besar, juga tidak terlalu padat, tapi tidak seempuk roti manis. Setelah disimpan 3 hari, agak sedikit keras tapi setelah dipanaskan sebentar di toaster, roti menjadi empuk kembali.

Jadi, tunggu apa lagi, bikin roti sendiri yuuukkk..... !


Friday, April 24, 2009

Donat ( Tepung ) Kentang

Lama sekali tidak membuat donat. Selain karena tidak sempat, juga karena masih sedikit malas untuk bergumul dengan tepung dan ragi. Sampai KoKi edisi terbaru ( awal April 2009 ) terbit dan tiba ditanganku. Edisi dengan bonus booklet " Meraup Untung dengan Donat Bertopping " sebanyak 20 halaman full color berisi 16 resep donut dilengkapi dengan step by step. Foto foto donat dibooklet tersebut langsung membawaku melayang ke dunia donat *halah*



Kreatif dan inovatif. Jempol dua buat KoKi.

Didalam booklet tersebut terdapat empat jenis resep dasar adonan donat yang dikategorikan berdasarkan bahan utamanya. Antara lain donat standar, donat kentang, donat tepung kentang, dan donat telo ( ubi manis ). Mana ya yang belum dicoba ? Donat standar udah, donat telo pernah, donat kentang apalagi. Donat tepung kentang ? Sebenarnya pernah bikin. Dua kali, dengan resep dapat dari cooking demo sebuah produk alat dapur. Tapi gagal dua duanya. Waktu masih adonan, tekturnya halus dan lembuuut banget. Mengembangnya juga bagus. Cakep deh pokoknya. Tapi begitu digoreng, hasilnya liat. Serasa makan daging yang baru setengah matang. Bingung dan tidak tahu dimana letak kesalahannya. Semua proses pembuatan donat sudah sesuai resep. Bahan bahan juga masih fresh. Karena dua kali mengalami hal yang sama dengan tepung kentang, maka aku mengambil kesimpulan, bahwa memang kegagalan terletak pada tepung kentang ini *mencari kambing hitam, hehehe* Sejak itu, agak trauma mau bikin donat jenis ini lagi.



Tapi gagal itu masa lalu *cieee*. Kemarin, kembali membulatkan tekat untuk menaklukan donat tepung kentang ini. Semangat ini semakin berapi api saat si kecil merengek minta dibuatkan donat seperti digambar booklet tersebut. Ok honey, mama bikinin donat ... sabar ya... *sembari berdoa, mudah mudahan gak gagal lagi kali ini*

Donuts with Potato Flour

Donat ( Tepung ) Kentang
Source : Booklet KoKi " Meraup Untung dengan Donat Bertopping " hal. 10 ( Bonus KoKi edisi April 2009 )

Bahan :
400 gr tepung terigu protein tinggi *aku pake protein sedang*
100 gr tepung kentang ( jenis pati/ tepung, bukan yang instant mash potato )
7 gr ragi instan
5 gr bread improver *boleh diskip*
80 gr gula pasir
8 gr garam
2 butir kuning telur
275 ml susu cair
35 gr mentega

Minyak padat untuk menggoreng *aku pake minyak goreng biasa plus 1 sdm margarin*

Cara membuat ( my version ) :
Campurkan semua bahan kering, kecuali garam, aduk rata. Campur telur dan setengah bagian susu caik, aduk rata lalu tuang dalam campuran tepung ( bahan kering ). Uleni hingga menggumpal sambil dituangi sisa susu cair sedikit demi sedikit. Sudahi bila adonan sudah cukup lemas, sebaliknya tambahkan bila adonan masih terasa kering dan berat. Masukkan mentega dan garam, uleni kembali hingga kalis. Istirahatkan adonan selama kurang lebih 30 menit, atau hingga adonan mengembang dua kali besarnya.

Buang gasnya, lalu pipihkan atau gilas setebal kurang lebih 2 cm. Cetak atau bentuk sesuai selera.
Istirahatkan kembali selama kurang lebih 20 menit. Panaskan minyak padat, goreng hingga matang dan kecoklatan. Angkat, dinginkan lalu hias sesuai selera.

Hasil menggoreng donat yang baik, akan menghasilkan cincin putih disekeliling donat, yang menandakan waktu fermentasi donat yang sudah tepat ( tips hal. terakhir ). Untuk uji coba kali ini, bisa dibilang aku kurang sukses dalam menggoreng, karena donatku gak ada cincin putihnya. Tapi rasanya gimana ?

Donuts with Potato Flour

Saatnya uji rasa *drum rooling*. Berhubung pada pengalaman gagal sebelumnya yang menjadi kendala adalah teksturnya yang liat, maka yang pertama aku coba adalah tekstur. Dan hasilnya, lumayan empuk. Rasanya, standar lah hampir sama kyak donat donat pada umunya. Tapi yang jelas, sudah tidak liat lagi. Berarti, berhasil ya naklukin si tepung kentang.

Untuk topping aku tidak membuat banyak variasi, karena disesuaikan dengan bahan bahan yang ada dirumah. Masih ada milk chocolate, meises, kacang remuk, dan selai kacang. Ada susu bubuk coklat yang kupakai juga sebagai taburan.

Sayaaang, ini donatmu 'Nduk...

Donuts with Potato Flour

Wednesday, March 18, 2009

Chicken Cordon Bleu, Pizzas, and Kraft Quick Melt

Sabtu kemarin, aku ikutan Latbar Food Monster. Sebuah komunitas pecinta makan dan makanan di Surabaya. Dalam mengikuti latbar, ada adat membawa potluck, atau buah tangan berupa makanan. Nantinya potluck potluck yang dibawa para peserta yang hadir, diletakkan diatas satu meja lalu dinikmati bersama sama.

Ini merupakan latbar pertamaku. Aku belum mengetahui bahwa membawa potluck juga ada ketentuannya. Ada tema yang ditentukan oleh moderator milis juga pembagian tugasnya. Jadi sehari sebelumnya, aku membuat adonan roti untuk dibuat focacia, yang rencananya akan kubawa sebagai potluck. Setelah adonan jadi, lalu kubekukan didalam freezer agar keesokan harinya bisa kubuat fresh from the oven focacia tanpa harus berlama lama membuat adonan.

Malam hari setelah membuat adonan roti, aku bersantai sambil mengecek email yang masuk diinboxku. Saat membuka email baru dari milis, ternyata tema potluck sudah ditentukan dan aku kebagian membawa minuman. Walaaah, batal bikin focacia kalau begitu. Ya sudah, untung adonan roti bisa tahan dalam keadaan beku selama berhari hari. Jadi aman untuk disimpan untuk kira kira satu bulan kedepan.

Tidak perlu menunggu satu bulan, bahkan satu minggu. Kemarin ( 3 hari sejak adonan dibuat dan dibekukan ), adonan ku keluarkan dari freezer. Kurang lebih dua jam, adonan sudah mulai bereaksi, menunjukan tanda tanda kehidupannya. Adonan lunak dan mengembang. Melanjutkan proses proving yang sempat tertidur selama beberapa hari didalam freezer.

Oya adonan ini kubuat dengan resep roti manis. Bukan dengan resep focacia yang pernah aku posting dulu. Maunya sih bikin focacia yang lebih empuk, manis dan gurih, jadi pake resep roti manis.

Tapi, kok jadi urung bikin focacia karena dikulkas sedang banyak bahan meriah. Ada mix vegetables, mayones, sosis, dan keju jenis baru yang udah nongkrong dikulkas selama hampir tiga minggu. Kraft Quick Melt, varian keju baru dari Kraft. Mudah meleleh mirip mozarella. Hmmm... bikin pizza aja kalau begitu. Kalau yang ini gak ada yang bosen en gak ada yang bakal nolak.

Pizzas - Pre Bake

Sebelum dipanggang...
Keju baru kutaburkan beberapa menit sebelum pizza matang dan dikeluarkan dari oven.


Sausage Pizza With Stuffed Bites Crust

Fresh from the oven...

Topping aku bikin dua macam. Satunya topping salad. Mix vegetables dicampur dengan mayones dan sedikit susu kental manis. Dan lainnya aku topping dengan sosis dan saus tomat. Baru kali ini bikin topping pizza dengan salad dan ternyata, enaaaaak...... *lebay*

Pizza With Salad Topping

Bagi yang ingin mencoba, resep roti manis-nya ada disini. Atau kalo mo pake resep kulit pizza ada disini dan disini. Dan step by step cheesy bites ada disini.

Setelah bereksperimen dengan pizza dan keju leleh-nya, esok harinya aku masih dhinggapi rasa penasaran untuk mengexplorasi keju ini. As my mum's request, aku bikin Chicken Cordon Bleu. Salah satu steik kesukaan mama. Hmmm... sarapan pake steik ??? Dasar orang Indonesia... hihihi...

mae-chickencordonbleu

Chicken Cordon Bleu

Steik :

1 potong fillet dada ayam, belah melebar, dimarinade dalam campuran kecap asin, lada bubuk dan saus inggris secukupnya ( saus marinade juga ada yang instan siap pakai )
beberapa lembar daun bayam yang sudah direndam air panas
beberapa potong keju sesuai selera ( or you may use single cheese / keju lembaran ) *aku pake Quick Melt dipotong korek api*
Tepung bumbu / tepung terigu juga boleh
1 butir telur kocok lepas
tepung panir/ tepung roti secukupnya *aku pake tepung panko*

Saus :

1 buah bawang bombay cincang halus
merica bubuk / lada hitam secukupnya
pala bubuk / pala parut secukupnya
1/2 liter ( kira kira ) air kaldu *paling enak kaldu sapi, aku pake kaldu ayam*
4 sdm saus inggris
1 sdm saus tiram/ teriyaki
1 sdm saus tomat
1 sdm maizena / tapioka, larutkan dengan sedikit air
garam, gula secukupnya. Tastenya harus manis. Sesuaikan takaran gulanya.

Direction :

- Steik : ambil satu lembar fillet dada ayam yang sudah dimarinade, letakkan bayam diatasnya, lalu letakkan keju agak ketepi. Gulung rapi. Gulingkan dalam tepung bumbu / terigu ( kalau takut gulungan terlepas, semat dengan tusuk gigi ). Celupkan dalam kocokan telur, dan gulingkan pada tepung panir sambil sedikit ditekan agar tepung menempel sempurna. Goreng dalam minyak panas, api kecil hingga matang kecoklatan.

- Saus : Tumis bawang bombay dengan mentega hingga harum, lalu tuangkan kaldu ayam dan tunggu hingga mendidih. Masukkan saus saus, dan bumbu bumbu, biarkan mendidih lalu cek rasa. Bila dirasa sudah pas, masukkan larutan tepung maizena sesendok demi sesendok sambil diaduk tiap kali menuangkannya. Tambahkan terus hingga kekentalan yang dikehendaki. Yang gak mau ribets, bisa pake saus steik instan, tapi mahaaal....

Aku bener bener gak sabar waktu motret ini. Karena aku sedang lapaaaar, jadi tak mau membuang buang waktu lama untuk foto, segera saja aku, mama dan Tasya melahap steik itu... *papa gak doyan ayam :P*

Kraft Quick Melt

Testimoninya : Keju ini cukup enak dengan harganya yang ekonomis. Rasanya tidak seasin keju cheddar dan texturnya lebih lembut dari mozarella saat sudah meleleh tanpa memberikan efek molor saat ditarik. Dan aromanya, hmmm.... lembuuut banget. Gak kalah sama mozarella...

Semoga bermanfaat !

Thursday, January 29, 2009

Busy Like A Bee and Rolled Foccaccia

Apa kabarnya blog saya ? Rasanya lama sekali tidak diupdate. Luar biasa. Ini adalah bulan tersibuk kedua yang pernah saya rasakan selama saya menjadi seorang ibu rumah tangga. Bulan tersibuk saya yang pertama adalah bulan dimana saya melangsungkan pernikahan. Bahkan bulan pertama saat saya menjadi ibu, juga tidak sesibuk bulan ini.

Terhitung sejak akhir Desember lalu saat saya ditugasi sebagai host MFM #21, lalu dilanjutkan bulan ini saya kembali mengemban tugas yang hampir sama bahkan lebih berat, yaitu menjadi host KBB #9. Lalu di awal bulan juga, kesibukan saya bertambah dengan mengurusi kasus penyalahgunaan yang, untunglah, sekarang sudah selesai. Belum lagi proyek yang harus segera diselesaikan.

Baru sejenak merasakan santai, suami saya terserang sakit selama beberapa hari, yang mengharuskan saya mengambil alih sebagian tugas beliau. Tapi, syukurlah hari ini beliau sudah bisa beraktivitas kembali. Tapi bukan berarti saya sudah bisa bersantai, karena ada satu tugas lagi yang belum saya selesaikan. Juga tugas round up yang sudah didepan mata. Dan yang cukup menyita pikiran dan tenaga, adalah beberapa tugas kepengurusan milis lain yang saya ikuti. Termasuk kopdar, latbar dan pelatihan.

Bulan Desember lalu, disaat saya masih punya banyak waktu luang, saya sempatkan membuat Foccacia atas permintaan suami. Ya, beliau sangat menyukai makanan jenis ini. Sebagai variasi, saya buatkan lagi versi gulungnya dengan menambahkan sosis dan keju slice didalam gulungannya. Seandainya saja, saya punya mozarella untuk ditaburkan diatasnya saat saya membuat focaccia ini, mungkin saya tidak akan membaginya dengan suami saya. Hmmm...

Rolled Sausage and Cheese Focaccia

Click on the image for recipe.

Sepertinya waktu waktu kedepan, masih akan menjadi waktu yang sibuk buat saya. Tapi semoga, banyak manfaat yang bisa saya ambil dari kesibukan saya.

Thursday, December 25, 2008

Focaccia a.k.a Flatbread

I have been longing for making focaccia about few months ago, but I was able to made it just about a couple of weeks ago. It was first time I made focaccia. But it was totally failed. The dough was not rised at all, though I had rested it for three hours. I suspected the yeast wasn't fresh and didn't worked as it should be. But the more I failed, the more I felt curious. So I made it again last week.

I forgot where exactly I found this recipe. It just bended for a long time in my recipe bundle. But actually, I didn't took a lot of notice at the recipe, since I made a lot of adjustment.

It was quite easy to made a focaccia. It had similar method with made a pizza crust. So if you had made a pizza before, you won't found any difficulties on making this flat style bread. I believe *wink*

Last sunday, my hubby's off duty day, and he enjoyed relaxing at home. Then I made him this focaccia. I started making this after breakfast and finished after lunch. It took time about 3 - 4 hours, from mixed the dough, rested it, rolled it, rested it again, and baked it, until I can served it on our dining table. But it only took a few minutes to emptied the pan, and cleaned the dish. I was only had a slice, my daughter was had a slice too, and my hubby took the rest.

Garlic, Herbs & Tomato Paste Focaccia

Garlic and Dried Herbs Focaccia

Garlic, Herbs & Tomato Paste FocacciaCrust :
3 1/4 cup all purpose fluor
1 cup warm water
1 packet dry yeast ( fermipan or saft instant ) *I used 1 tbs,..mae*
2 tbs olive oil *I used salad oil,..mae*
2 tsp of salt
*note : I made a half of recipe above..., mae

My seasoning :
2 tbs tomato ketchup ( or tomato paste if you wish )
dried herbs I got from my friend in Germany
2 cloves garlics, chopped


In a bowl, combine the flour and salt and mix thoroughly. In separate bowl, combine water and yeast. Let rest for 5 minutes.

Pour the oil into the yeast mixture, stirred well. Make a hole in the center of the fluor, then pour yeast mixture into the hole. Stir to combine well into a sticky mass. Pour this mass out onto a lightly floured surface and begin to knead the dough by working the dough with the heel of the palm of your hand. Add some flour lightly if the dough still sticky, otherwise rub your hand with a litlle bit of oil if your dough too dry. Than continue knead until you have a smooth ball of dough free of stickness.

Place the ball of dough into a clean bowl brushed with oil. Cover with a clean cloth ( or plastic ) and let rise for 1 1/2 hour or until it has doubled in size.

Release the air of the doubled sized dough, and rolling down the dough into the focaccia shape ( commonly square ). Let rise until it has doubled size again.

Dip a tip of your finger into the oil and dimple the dough, then add your seasoning, herbs, tomatoes or olive oil, or any seasoning you like. *I spread tomato ketchup over the dough, pouring chopped garlic and dried herbs. Bake for about 15-20 minutes or until golden brown. Serve warm.

You can make a lot variation of focaccia seasoning/ topping. You may add onion or grated cheese, sliced mozarella, or permesan if you like, or add sun dried tomatoes, or maybe cayenne pepper if you wish it hot, or even pepperoni so it will turn into pizza. Just try it and make your own focaccia in many style!

Garlic, Herbs & Tomato Paste Focaccia

This morning, my hubby asked me to made focaccia again. I made a little different seasoning/ topping. I'll post it later, since I'm feeling a little bit tired right now.

Tuesday, December 9, 2008

Donut With Thick Dough

Dapat resep donat lagi. Kali ini yang bikin aku ngebet pengen nyoba adalah karena adonan donat ini cair atau kental. Jadi gak perlu diuleni. Liat resepnya di Tabloid KoKi terbaru. Kalo soal ide, menurut aku, KoKi selalu top deh *nah lo kok pake bawa bawa nama brand, iklan kali...*

Jadi minggu pagi, saat yang tepat, untuk membuat donat sebagai sarapan. Actually, I didn't make it that day. Aku bikin adonannya hari sabtu malam, sekitar jam delapan-an. Trus adonan aku simpan di kulkas ( bukan freezer ) semaleman. Keesokan paginya, adonan siap digoreng. Sreng.. sreng.. donat hangat siap disantap bersama secangkir kopi susu. Aih nikmatnya tiada tara.... *lebayy mode on*

Let's see how I made it.

Donut with thick dough

Donut With Thick Dough
( Resep Asli : Donat Cair )
Sumber : Tabloid KoKi edisi 00137 / Desember 2008

Recipe* :

300 gr tepung terigu

1 sdm susu bubuk
2 butir telur ayam
100 gr gula
7 gr ( 1 sdm ) ragi instan
50 gr mentega, lelehkan
325 ml air hangat ( aku pake air suhu biasa,.. mae )

Direction :

Ayak terigu dan susu bubuk, sisihkan. Kocok telur dan gula pasir hingga mengembang. Tuang air hangat, tambahkan ragi instan. Lalu masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit. Aduk perlahan hingga rata.

Diamkan adonan selama kurleb 45 menit ( aku masukkan kulkas semalaman,.. mae ). Masukkan mentega cair, aduk kembali hingga rata. Masukkan kedalam plastik segitiga.

adonan donat setelah didiamkan

Panaskan minyak, celupkan cetakan donat, angkat lalu semprotkan adonan donat dalam cetakan. Goreng hingga matang. Angkat, tiriskan dan dinginkan.
Hias sesuai selera. Sajikan.


Aku beli cetakan donat ini mungkin sekitar dua tahun lalu waktu ada bazar produk Jepang di Plasa Araya Malang. Tanpa pikir panjang, langsung beli, padahal belum tau mo dipake apa. Ternyata memang tidak terpakai sama sekali. Karena tiap kali aku bikin donat ( dengan adonan biasa ) setelah dicetak dan didiamkan, adonan langsung dicemplungin aja kedalam minyak. Sempet mikir, ini ngapain dulu beli ginian. Dan akhirnya cetakan ini aku simpan dirak paling bawah lemariku, hampir tidak tersentuh sejak pertama kali aku beli.


Dan kemarin, akhirnya tuh cetakan ku perawanin juga, hihihi. Kalo gak punya bisa pake loyang tulban kecil yang dipasangin gagang. Baik textur maupun rasa, semua hampir sama seperti donat pada umumnya. Adonannya mirip sekali dengan adonan pisang goreng atau pukis. Saat baru matang, hasilnya agak kering, tapi bila sudah dingin, lumayan empuk kok. Satu satunya kelemahan adonan ini adalah, saat adonan mulai over proofing. Hasil gorengannya tidak bisa mulus dan bulat, melainkan berongga besar dan pipih.


Secara keseluruhan, donat ini tidak lebih istimewa dari pada donat biasa. Tapi lumayan lah kalo lagi pengen donat en males nguli. So, wanna try ?

*) separuh dari resep asli. Separuh ini aja sudah cukup banyak hasilnya.

Friday, August 29, 2008

Bikin Roti Bareng

Beberapa hari lalu aku diajak ditodong mbak Rachma untuk belajar bikin roti bareng. Hayuk ! Jadi kami putuskan untuk merealisasikannya hari ini.

Jenis roti yang kami buat adalah jenis roti manis. Ya cukuplah buat permulaan kami belajar bikin roti. Meski sempet heboh karena mikser mbak Rahma yang tiba tiba ngambek. Dari yang dijadwalkan mulai jam 8, ternyata molor jam 9. Akhirnya mau ga mau pake tangan juga deh. Setengah kilo bok, ngulenin pake tangan. Aaah... ga seberat yang dibayangkan kok. Pelajaran yang diambil : tanpa mikser tetep bisa bikin roti.

Ada 4 variasi roti manis yang kami buat. Sweet Corn Mayo, Blueberry Cheese ( harusnya bluberi strussel ), isi sosis dengan dua bentuk dan isi keju.


Roti Manis Blueberry Cheese


Roti Manis Isi Sosis dengan dua variasi bentuk


Roti Manis dengan topping Sweet Corn Mayo
Ini semua bikinnya pake tangan looo...

Oya, selain belajar bikin roti bareng, ternyata kita juga belajar yang lain loh ( ++ nya ). Dadakan pula. Tapi nanti aku posting terpisah aja deh.

Karena waktu kami melakukan kegiatan ini adalah bertepatan dengan jam anak anak sekolah, kami sempet bergantian menjemput anak masing masing. Untung aja sekolahnya ga jauh jauh. Trus pas ditinggal mbak Rahma jemput si Putri, aku sempetin ngubrak ngabrik melihat lihat buku buku yang tergeletak disekitar ruangan. Dooooh... ngiler bok. Dasar maniak penggemar buku sejati.


The Golden Book of Chocolate - Ibarat kitab, inilah kitab penggemar cokelat sejati... ( tebelnya loh, ga nguati... )


Cooking With Love - A Tribute to Almh.Bunda Inong ( banyak lagi buku bukunya en kebanyakan impor impor gitu. Wuih, layak pinjem pokoknya, ada juga buku photography. Ssst... mungkin belum semua yang dikeluarkan...)

Meski penuh kehebohan karena mikser ngadat, oven mati pas lagi manggang, belum lagi si Tasya yang gak mo diajak pulang, trus gosong gara gara keasikan ngobrol, tapi seneng banget. Akhirnya baru bisa pulang jam 2 siang ( dari jadwal sebelumnya pulang jam 10.30 ) dengan acara bujuk membujuk Tasya yang udah rewel nian terlebih dahulu.

Makasih banyak ya mbak, udah ngrepotin banget. Saking akunya yang kebanyakan ndak sopan, hehehe... Juga karena Tasya udah bikin 'heboh' seisi rumah. Mohon dimaklumi apabila masih banyak kekurangan disana sini. Sering sering ae mbak ( biar sering juga dioleh olehin bandeng presto ).

Sampe dirumah, Tasya langsung merem diikutin dengan mamanya yang ikutan pules...


Saturday, August 2, 2008

Korean Breads ( MFM #18 : Tepung )


Entah kenapa, hantu roti sedang menclok pagi ini. Setelah lamaaaa sekali libur dari bread making, pagi ini semangat sekali bikin roti. Saking semangatnya sampe sampe ga sempet setor muka dulu kekamar mandi.

Kebetulan aku langganan tabloid Koki. Nah diedisi terbarunya, Koki mengangkat Korean Bread sebagai headline nya. Sekilas sih gak jauh beda sama roti pada umumnya. Tapi coba baca resepnya. Disana disebutkan tepung ketan sebagai salah satu komposisinya. Ha ? Tepung ketan ? Buat roti ? Really ?

Kebetulan lagi, tema MFM bulan ini adalah Tepung yang dihosting oleh Mbak Ienas yang cantik :) Cucok banget deh...

So, let's try this out !

Korean Breads

Korean Breads
Sumber : Tabloid KoKi

Adonan Dasar :

500 gr tepung terigu protein sedang / serbaguna
125 gr gula pasir
1 ( 11 gr ) ragi instan
3 sdm susu bubuk
2 butir telur ayam
225 susu cair
1/2 sdt bread improver ( boleh dilewati bila tak ada...,mae )
1 sdt garam
50 gr mentega ( butter )
1 sdm margarin

Pasta Ketan :

50 gr tepung ketan
50 gr air mendidih

Cara membuat :

Buat pasta ketan terlebih dahulu. Caranya, masukkan air mendidih kedalam tepung ketan lalu aduk dengan segera hingga rata. Sisihkan.

Campur semua bahan kering ( terigu, gula, ragi, improver, dan susu bubuk ) aduk rata.
Campur air dan telur hingga rata, lalau masukkan kedalam campuran bahan kering. Uleni hingga semua bahan tercampur rata dan menyatu ( setengah kalis )
Masukkan mentega, margarin dan garam, uleni sebentar, lalu masukkan pasta tepung ketan, uleni hingga kalis. Bulatkan lalu istirahatkan adonan selama kurleb 20 - 30 menit, atau sampai adonan mengembang.

Kempeskan adonan, timbang / bagi bagi adonan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Untuk roti yang aku buat ini, hanya kutimbang kira kira seberat 20gr atau sebesar bola bekel. Bila ingin membuat roti sebesar roti roti di BreadTalk, 50 gr cukup lah untuk tiap potongnya. Bulatkan kembali lalu diamkan 15 menit saja. Adonan siap dibentuk atau diisi sesuai selera.

Setelah dibentuk / diisi, istirahatkan kembali selama kurleb 60 - 90 menit ato sampe double sized. Silahkan mandi pada tahap ini jika memang belum sempat mandi sebelumnya...,mae.

Kali ini aku tertarik membuat bentuk roll in the cup. Mirip cinnamon rolls gitu. Karena mendadak dan bahan terbatas ( kebiasaan ! ) rotinya cuma aku isi taburan gula dan bubuk cinnamon ( aku lupa kalo cinamon roll pake kacang :P ), taburan strussels, dan satu lagi ditopping abon. Lumayaaaan.... bikin setengah resep jadi 22 potong.

Oke, hasil akhirnya gimana ? Layaknya roti roti sejenis ( roti taiwan dll ), roti ini lebih mengandalkan variasi isi dan topping ketimbang roti dasarnya. Jadi semakin banyak isi dan variasi topping, maka roti ini semakin enak. Berhubung isi dan variasi rotiku pas - pasan ( pas pengen bikin pas ada bahan ), maka ya gini lah jadinya. Sedangkan untuk rasa 'roti' nya, lumayan lah tapi agak tawar. Kalo mo jujur, tidak lebih enak dari resep roti manis andalanku, dan tidak lebih empuk dari roti teknik sponge dough favoritku. Tapi secara keseluruhan sih sudah layak dipertontonkan dan disuguhkan :D

So, please please have a sit and....grab it !!!

Monday, February 18, 2008

Pizza KBB #3

After Bake Pizza

Ready to Bake Pizza


It's Valentine's Day...

Tiap taon emang ga pernah ngerayain valentine karena emang dari papa dari dulu ga begitu sentimentil sama valentine, sedang aku dari sma tiap valentine selalu ngerayain ( baca : tukeran kado ) sama temen- temen. Tapi taon - taon itu udah lewat lamaaaa.... Dan taon ini sepertinya akan berlalu sama seperti taon2 sebelumnya. Tapi tiba - tiba seorang sahabat lama ku sejak SD( i love you Dhien...) mengirimkan SMS Valentine yang bikin aku terkenang kenang. Udah 2 taon ga ketemu sama dia, en kita saling kangen banget... Waktu itu jam 4 sore dan aku mutusin pengen bikinin sesuatu buat papa meski dia ga begitu attens sama hari kasih sayang ini. 2 hari yang lalu bikin adonan pizza punya KBB sekalian ngamalin KBB challenge yang udah lewat.

Bagi yang belum tahu apa itu KBB, sedikit aku jelasin yah. KBB adalah singkatan dari Klub Berani Baking, sebuah komunitas pecinta baking yang di moderasi oleh mba Arfi . Tiap 2 bulan sekali kami para member harus berani menerima tantangan berupa sebuah resep tanpa foto yang harus dipraktekan dan dipublikasikan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Tidak ada tujuan komersil, apalagi aroma persaingan. Kta berkumpul, berbagi tips satu sama lain, berdiskusi, dan bercanda. Dan yang paling aku banggakan dari KBB ini adalah adanya rasa persamaan, tidak ada yang merasa lebih pintar, lebih pengalaman, semua sama. Sama- sama pemula, sama - sama belajar, sama - sama baking, dan yang pasti sama - sama berani. Berani mencoba, berani gagal, berani berhasil, dan berani berbagi.

Kembali ketopik,karena waktu itu ndadak ada acara jd adonannya kusimpan difreezer. Sebelum dipake dikeluarin dulu sekitar 2jam ato sampe adonan ada tanda2 'aktif' kembali.Trus karena tergoda sama pizza-nya mba Ellen yang cheesy bites itu, jadi pengen nyoba. Tapi karena gak ada step by step nya akhirnya aku mikir keras gimana caranya. Alhamdulillah jadi mesti masih berantakan disana sini. Ditambah dengan bahan2 yang minim banget. Namanya juga dadakan....

Tantangan KBB#3: Pizza
Source: The Perfect Cookbook. David Herbert. Viking. Victoria,
Australia. 2003



Pizza base:

1 sachet (@ 7g = 1/4 oz = 2 tsp) dry yeast
1 tsp sugar
2 ½ cups bread flour (high-grade flour, tepung cakra kembar)
salt
2 Tbs olive oil

Dissolve the yeast and sugar in a small bowl with 200ml (6 ½ fl oz) of tepid water. Stir well and set aside for 10 minutes, or until the mixture froths.

Place the flour and a pinch of salt in a large mixing bowl. Make a well in the centre and add the yeast mixture and olive oil. Mix until a firm dough forms.

Knead on a lightly floured surface for 5-7 minutes, or until smooth and elastic. Place in a clean, lightly oiled bowl, cover with a cloth or plastic wrap and leave in a warm place for 1-1 ½ hours, or until the dough has doubled in size.

Preheat the oven to 210C (415F, Gas Mark 6-7).

Punch down the dough with your fist to release the air. Divide into two or three equal portions and roll out or press to a thickness of 4-5mm (¼ in). Transfer to lightly oiled pizza trays.

Top with your choice of toppings and cook for 15 minutes. Then slide the pizza off the tray onto the oven shelf and cook for a further 3-4 minutes, to crisp up the base.
----------------------------------------------------------

Versi Bahasa Indonesia:

Untuk adonan dasar Pizza:

1 sachet (@ 7g = 1/4 oz = 2 sdt) ragi (Misalnya: Fermipan atau merek lainnya)
1 sdt gula pasir
2 ½ cups tepung protein tinggi (tepung cakra kembar) (kurang lebih 350 gr)
garam
2 sdm minyak zaitun

Cara mengolahnya:

Larutkan ragi dan gula di mangkuk kecil dengan 200ml air hangat. Aduk rata dan sisihkan selama 10 menit, atau hingga campuran raginya berbuih.

Campur tepung dan sejumput garam di mangkuk besar. Buatlah lubang di tengah2 campuran tepung dan masukkan ragi dan olive oil. Campur hingga menjadi adonan.

Taburi meja kerja dengan sedikit tepung, lalu uleni adonan selama 5-7 menit, atau hingga lembut dan elastic (ciri-cirinya di tangan dan di meja kerja ga lengket lagi dan adonan kelihatan mengkilat ”arfi) .
Tempatkan adonan di dalam mangkuk yang sudah diolesi dengan minyak, tutup dengan serbet lembab atau plastik dan biarkan di tempat yang hangat selama 1 - 1 ½ jam, atau hingga adonannya membengkak berlipat ganda.

Panaskan oven suhu 210C (415F, Gas Mark 6-7).

Tinju adonan untuk mengeluarkan gelembung udara. Bagi adonan menjadi 2-3 bagian yang sama dan gilas atau tekan-tekan seukuran 4-5mm (¼ inci). Pindahkan ke loyang pizza (kalau ada). (Alternatif lain menggunakan loyang biskuit dan adonannya dibentuk bulatan lalu gilas ”arfi).

Tutup dengan pilihan topping kesukaan masing-masing dan panggang selama 15 menit. Lalu pindahkan pizza ke atas rak oven dan panggang lagi selama 3-4 menit, hingga lebih garing di bagian bawahnya.

Aku sertakan step by step cheesy bites-nya ya! Sayang lagi ga punya mozarella jadi pake cheddar parut. Toppingnya standar, sosis, saus tomat, oregano, keju parut, hihi... minimalis abis !

1. setelah ditipiskan, pindahkan keatas loyang. Letakkan isian yang kamu suka didekat tepian pizza crust-nya, bisa mozarella, cheddar, sosis, ato apapun yang kamu suka, mungkin yang mo bikin pizza manis bisa naruh coklat blok disitu. Lipat kedalam dan beri tekanan agar tepiannya melekat dengan dasar pizza crust-nya, ngelipetnya sama agak didorong kedalam dikit isiannya biar padat dan gak mleber keluar. Rapikan bentuk.

2. Sayat tepiannya secara simetris, mudahnya potong arah jam 12, 3, 6,dan 9. Dari 4 bagian itu sayat lagi masing2 2 sayatan sama rata. Jadi arah jam lengkap jam 12 - jam 24.

3. Angkat salah satu potongan bites-nya, putar lalu balik kearah dalam ( kearah kita ), lakukan hal yang sama pada semua bites. Setelah semua bites selesai rapatkan bagian dalam agar isian tidah mudah keluar. Diamkan sampe adonan bengkak, taburi topping. Panggang dalam oven panas dengan suhu k/l 250 d C selama 5 - 10 menit tergantung ukuran pizzamu, atau sampe permukaannya coklat ( bukan gosong ya... ) yang punya oven api atas boleh dinyalain selama 3 menit pertama, yang pake oven konvensional bisa memindah2kan loyang dari rak tengah keatas atau kebawah tergantung bagian mana yang ingin kamu "garing'kan.
Semoga bermanfaat !

Rasanya ( kali ini aku fokus ke pizza crust-nya ) enaaaak, guriiih, empuuuk gak kayak pizza yang pernah aku buat sebelumnya, yang itu masih ada keras2nya, kalo yang ini empuuuuk...!!!
Oya ngomong2 soal pizza aku banyak dapat masukan waktu mampir ke blog jeng Heidi, komen2 nya juga sangat informatif. Aku rangkumin aja yah yang aku tangkep dari teknik pizza nya 101cookbooks ini.

1. pizza yang baik dan enak adalah pizza yang di'melar'kan bukan ditipiskan dengan rolling pin. Caranya bisa seperti orang bikin kulit martabak, atau diputar diatas kepalan tangan ( aku nyoba teknik ini, agak susah sih tapi kudu dicoba )

2. pizza akan lebih enak bila dipanggang diatas baking stone, aku gak tau pasti bentuknya mungkin mirip grill stone-nya resto Grill Stone yg di Jkt itu ya ( tau dari wisata kuliner ). Tapi kata Heidi bila gak punya baking stone bisa pake punggung-nya baking sheet. Jadi dibalik gitu, ini juga aku coba.

3. gunakan suhu yang sangat panas saat memanggang pizza, tapi jangan terlalu lama manggangnya ( k/l 5 - 10 menit tergantung besar pizzamu ), kalo pake baking stone harus dipanaskan lebih dulu oven dengan baking stone dirak paling bawah, tapi kalo pake baking sheet, ovennya tetep dipanasin tapi baking sheet-nya ga usah.

4. kalo ini tips dari aku, hehe... kalo mo bikin cheesy bites, sebaiknya ' cheesy bites' nya dibentuk waktu crust-nya udah ditaruh diatas baking sheet-nya. Kalo bikinnya masih diatas meja kerja, waktu mindahin ke loyangnya, cheesy bitesnya pasti berantakan lagi.
Aduh kayaknya postingannya panjang banget deh! Yang baca jadi bosan yah ? Tapi semoga yang kusampein disini berguna yah !

Friday, February 8, 2008

Flour Tortilla


Laper…
Tiba tiba gourmet wrapnya Mc. D melintas dikepalaku…
Pengeeeeen….
Mc.D terdekat jaraknya jauh dri rumah …
( googling… ) tortilla recipe, how to make tortilla...
Ada beberapa resep yang sama / mirip dari beberapa sumber, jadi aku pake resep itu. Hehe nyari suara terbanyak…
Akhirnya hari waktu experiment jatuh pada pagi hari libur Imlek, hujan rintik2, dan persediaan roti tawar habis… emang ga direncanain sih, tapi karena stock roti buat sarapan papa habis, ditambah semua bahannya ada, ya udah langsung praktek. Termasuk cepet loh, aku hanya menghabiskan waktu 30 menit mulai dari preparing, sampe disajikan kepiring. Dan harus cepet dimakan, karena klo udah dingin, ga enak. Keras bow !

Flour Tortilla
Adaptasi dari beberapa resep

4 cups all purpose fluor
2 tbs vegetable shortening
4 tsp baking powder
2 tsp salt
1 ½ cups warm to hot water


1. Campur tepung, garam dan baking powder, aduk rata
2. Masukkan shortening ( aku pake margarine ) aduk aduk / campur sampe berbutir butir.
3. Tuang air sedikit sedikit sambil diaduk sampe menyatu. Sesuaikan pemakaian air, sudahi bila adonan sudah cukup lemas tapi tidak lengket. Uleni sebentar sampai adonan kalis, tidak perlu sampai halus, karena setelah digiling adonan akan halus sendiri. Bila punya cukup waktu istirahatkan adonan selama 15 menit ( aku cuma diemin 5 menit )
4. adonan, bulatkan.
5. Panaskan wajan, pan, gridlle, skillet apapunlah istilahnya yang penting permukaan rata dan lebar. Oya diresep aslinya, satu resep ini dibuat untuk 4 lembar, jadi tortilla buesar2. Aku Cuma bikin setengah resep dan kubagi jadi 4. Jadi tortilla mini gitu lah…
6. Taburi tepung diprmukaan untuk mengiling, giling adonan setipis tipisnya, stipis yang bisa dibuat, aduh shapeku ga karu2an, ga bisa bulet bagus gitu. Abis waktu dibuletin diawal tadi udah berantakan, jadi setelah digiling tambah berantakan…

Segera letakkan lembaran ini diatas panggangan ( aku pake pan buat bikin crepe ) stelah muncul gelembung2 udara dan tepian kering, segera balik ( k/l 2-3 menitan ) sembari nunggu, bisa nyelesaikan lembaran berikut. Oya sebaiknya lembaran tortilla langsung dipanggang sgera setelah selesai ditipiskan.
Begitu jadi langsung cepet2 di isi, harus cepat keburu tortillanya dingin. Kalo masih panas gini masih renyah. Sebenarnya ga papa sih kalo udah dingin, tinggal dipanasin aja nanti bisa renyah lagi. Tapi cuma 4 lembar ini, ga nunggu sampe dingin dah tandas…

Ternyata tasya sukaaa sekali, 1 lembar diabisin sendiri ( tanpa isi ) sambil dicolekin kesaus tomat. Protes karena papanya dikasi kok dia enggak, secara punya papanya pedes, jadi minta jatah sendiri tapi yang ga pedes. Adek lucu, bangun tidur dah makan roti ‘kering’.

Related page with illustration is here

Semoga Bermanfaat !

Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers