Friday, February 8, 2008

Kue Thok / Kue Ku


Kebetulan papa suka kue ini, tapi tiap kali nyoba bikin selalu gagal, terlalu kenyal, lengket lengket waktu dimakan, pokoknya gagal deh! Tapi tidak boleh putus asa, harus nyoba lagi ! Kbetulan di KOKI terbaru ada booklet aneka snack special menyambut valentine, ada kue thok yang dibentuk bunga, cantik deh… Jadi tergugah untuk mencoba lagi, dibuat dengan sepenuh hati dan penuh cinta, untukmu papa ku sayang..

Kue Thok / Kue Ku / Kue Bugis
Source : Booklet Tabloid KOKI edisi 114 / 2008

Kulit :
100 gr tepung ketan
50 gr ubi manis putih, kukus haluskan
50 – 75 ml santan panas
¼ sdt garam
Pewarna makanan merah dan hijau secukupnya
Daun pisang secukupnya untuk alas
filling kacang ijo yang udah dipulung


Isi :
150 gr kacang hijau kupas, rendam min 1 jam, kukus, haluskan
125 gr gula pasir
½ sdt vanilli bubuk
75 ml santan dari ¼ butir kelapa


1. campur semua bahan isi, aduk rata. Masak diatas api kecil sambil terus diaduk hingga adonan dapat dipulung. Masak sampe menggumpal dan kalis, saat panas adonan akan sedikit lengket dan basah tapi bila sudah agak dingin adonan bisa dipulung, buat bola2 kecil. ( sabar ya, bagian ini agak lama )
2. campur semua bahan kulit kecuali pewarna makanan, aduk hingga rata, uleni hingga kalis dan tidak melekat ditangan. Lakukan penyesuaian, bila adonan terlalu basah tambahkan tepung sedikit, bila terlalu kering tambahkan santan sedikit.
siapkan dan panaskan panci pengukus.
3. ambil 1/3 bagian kulit, beri pewarna hijau. Campur sisa adonan dengan pewarna merah. Ambil adonan warna merah secukupnya, pipihkan lalu isi dengan kacang hijau, bulatkan. Cetak atau bentuk sesuai selera. Lakukan hingga adonan habis. ( aku pake cetakan bentuk buah2an )
potong potong daun pisang sesuai dengan ukuran kue, lebihkan sedikit ukurannya karena kue akan mengembang sedikit setelah matang. Olesi permukaannya dengan minyak goreng. Letakkan tiap kue diatas daun pisang. ( aku ga punya daun pisang jadi pake plastic hijau yang biasa buat bugkus lemper )
4. kukus hingga matang k/l 25 menit. Selama mengukus sering seringlah membuka tutup panci agar bentuk kue tetap bagus. Setelah matang olesi permukaan kue dengan minyak goreng, selain agar tidak lengket saat dipegang juga kue keliatan lebih cantik.

Terakhir bikin ini kyaknya udah setaon yg lalu, lebih kali… karena trauma gagal jadi lama ga nyoba bikin lagi. Oya ubinya abis dikukus aku halusinnya pake saringan kawat sambil ditekan tekan pake entong, biar halutz dan serat2nya gak ikutan. Jadi aku udah beli cetakan kue thok dah lama, tapi ga pernah kepake, jadi ini pertama kali aku merawanin tuh cetakan. Di penyet penyet, diisi ditutup adonan lagi, dipenyet2 lagi, thok..thok…thok.. diketuk, tuing ! Waaaaaah…. Senangnya !!! Serasa kya bikin prakarya plastisin, saking girangnya sampe aku teriak teriak, dan tasya dengan tatapan bingung ( dia ikut nemenin waktu bikin ini ) nanya,
“ lho kenapa ma kok teriak teriak ? “
“ mama seneng dek, kuenya jadi ! “
Sgitu senengnya padahal rasanya belum menjamin…
Trus dikukus… karena kurang teliti baca resep, kuenya cuma aku kukus 15 menit ( diresep 25 menit ), langsung diangkat aja… tapi kok masik lengket lengket ya ? aku baca lagi resepnya, ealaaaah… kurang lama to ngukusnya, akhirnya dikukus lagi 15 menit. Udah dingin, aku simpan dikulkas. Besok paginya dikukus lagi buat bento papa…
Rasanya? Wah, udah mirip kyak yang dijual dipasar… udah ga kelet – kelet lagi… ( kelet = lengket, jawa )


Ini aku scan dari booklet KOKI yang resepnya aku posting disini.

1 comment:

upiek said...

Ass. salam kenal..
kue thoknya imut..lgsg mupeng beli cetakan yang sama..tapi kue thok yang kubuat kok 'mbleber' pas dikukus, lengket lagi di daun..kenapa ya mbak? padahal udah ngikutin resepnya..coba ngukus pake cetakan, hasil lebih bagusan, tp kan jd butuh cetakan extra.. ato krn ga dikasih air kapur? minta sarannya dong mbak..tq

Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers