Monday, December 14, 2009

LatBar Foodmonster Desember 2009

Alhamdulillah, hari Minggu kemarin 13 Desember 2009 saya sempat hadir di LatBar komunitas Food Monster Surabaya. Setelah berbulan bulan absen dari kegiatan ini, semua rasa rindu bertemu dengan kawan kawan yang gila, centil, narsis, en r***s terobati sudah. Ditambah dengan tema latbar yang sungguh.. aduhai... menggoda sekali yaitu PASTA.

This time, ibu mods mengangkat materi membuat home made pasta dan olahannya. Yang dipraktekan kemarin antara lain cara membuat pasta berbahan dasar tepung terigu, kemudian mengolahnya menjadi ravioli dan lasagna. Plus extra menu karena banyaknya permintaan, yaitu Meat Lover Pizza !

LatBar sendiri digelar dikediaman mbak Indah didaerah Simo Mulyo Surabaya. Dipayungi awan mendung dan diantar oleh supir yang *ehem* saya pun meluncur ke lokasi. Saya tiba kira kira pukul 11.30, sedikit terlambat 2 jam dari waktu yang ditentukan yaitu pukul 09.00. Ketika saya tiba, kegiatan sudah berlangsung hampir separuh jalan. Mbak Ceyza dan mbak Hermin sedang sibuk menggiling adonan pasta, sedang mbak Lia dan mbak Nana selaku ibu kepala koki sedang sibuk didapur membuat Bechamel Sauce. Setelah meletakkan potluck yang saya bawa, saya segera bergabung dengan mereka.

Mbak Lia memberi instruksi

pembagian hasil latbar ( mbak Ary en mbak Rachmah )

Potluck yang saya bawa adalah Bread Pudding dan Risoles isi Makaroni. Bagi yang belum tahu, potluck adalah istilah 'buah tangan' berupa makanan atau minuman yang bisa dibuat sendiri atau dibeli ditoko kue/ warung dsb. Potluck ini dikumpulkan bersama potluck lain untuk kemudian dimakan bersama sama. Suasana icip mengicip potluck ini menjadi salah satu bagian yang paling kurindukan saat latbar. Tentu selain suasana canda gurau bersama member lain yang hadir yang teramat selalu memiliki kesan tersendiri di tiap pertemuan.


Potlucks diawal acara ( tambahannya ada punya mbak Desi, mbak Raras en mbak Rachmah lupa kepoto )

Sempat terjadi kehebohan saat mobil mbak Desi tergelincir diselokan, lalu hujan deras yang turun disusul dengan listrik yang padam, pun tak menyurutkan semangat kami untuk meneruskan acara kami. Bahkan suasana menjadi makin ramai dengan kehadiran mbak Raras dan mbak Rachmah sebagai kloter terakhir yang datang paling buncit.

Hari pun menjelang sore. Sekitar pukul 15.00, si supir *ehem* sudah menjemput saya untuk pulang. Berat sebenarnya karena acara belum sepenuhnya berakhir, apalagi saya akhirnya tidak sempat mengikuti sesi terakhir yang menjadi puncak acara, yaitu FoKel alias Foto Keluarga. Meski begitu, saya pulang membawa hati senang, kawan baru, pengalaman baru dan yang pasti hasil latbar yang juga baru.... matang !

Meat Lover Pizza...

Lasagna...

See you guys in the next LatBar. Just can't wait until that time, hope I won't miss the day when all the crapy monster awake !!!

Monday, December 7, 2009

dapurMae : Barbie Theme Rich Chocolate Cake

Cake ini dipesan oleh Mbak Ratih di Rungkut buat ultah putri tercinta Aldila Primanti Rahmi. Basenya cake coklat ukuran 22cm dengan frosting heavy ganache. Dekorasinya pake gumpaste flower kecil kecil.

Barbie Theme Birthday Chocolate Cake

Sempet bingung waktu denger requestnya minta cake coklat semua dengan tema Barbie / princess. Karena biasanya cake coklat dekorasinya kan simpel simpel. Tapi namanya rikwes ya wajib dikerjain selama mampu. Hehehe...

Barbie Theme Birthday Chocolate Cake

Awalnya mo beli topper princess mainan, tapi kok gak ada yang bagus. Kalaupun ada mahal banget. Mo bikin figurine kok gak nutut waktunya soalnya pesennya agak mepet. Sempet aku tawarin edible image tapi gak bersedia. Pusing juga mikir dekorasi. Detik detik terakhir baru terlintas ide memanfaatkan stiker untuk dijadikan elemen dekorasi. Voila... this is it ! Barbie Theme Rich Chocolate Cake ala dapurMae *Farah Quinn mode on :D*

Monday, November 30, 2009

Curhat : My Up and Down ...

Kyaknya blog ini akan kembali ke fungsi awalnya, sebagai tempat curhat. Hihihi...

Manusia hidup ada naik turunnya. Ups and downs. Kadang diatas kadang dibawah. Aku juga manusia - yang teramat - biasa saja. Mudah naik dan mudah turun. Bahkan kadang kadang saat sedang turun, susah untuk naik kembali.

Memasuki bulan terakhir ditahun ini, ingin sekedar merenungi apa yang sudah kuperoleh sepanjang tahun ini. Suka duka. Sedih senang. Marah bahagia. Semua harmonika dan dinamika kehidupanku. Semua yang kulewati sepanjang tahun ini, yang benar benar menjadi pelajaran berharga buatku...

Aku ingat sekali awal tahun ini kubuka dengan kopdar dan serangkaian kegiatan dibulan Januari itu. Aku juga ingat betapa sibuknya aku saat itu karena tiap akhir pekan selalu diisi dengan acara diluar rumah. Menjadi host event virtual. Dan berbagai kesibukan khas ibu rumah tangga lainnya.

Bulan bulan berikutnya masih cukup sibuk dengan berbagai kegiatan komunitas. Yang masak masak bareng, hunting foto bareng, atau sekedar kumpul kumpul. Selain itu, aku juga diserahi sebuah tanggung jawab baru. Sebuah tanggung jawab -yang pada akhirnya- kuakui bahwa aku belum sanggup menjalankannya dengan baik. Meski begitu, aku mendapatkan sebuah pengalaman dan pelajaran besar di dalamnya, yang aku harap kelak dapat kujadikan motivasi untuk bisa berdiri lebih tegar lagi.

Tak terasa bulan demi bulan berlalu dengan cepat. Ramadhan tahun ini kuisi dengan berjualan kue kering. Lumayan menyita waktu, tapi aku menjalaninya dengan penuh semangat dan ikhlas. Alhamdulillah.... Memasuki trimester akhir tahun ini, aku didera dengan berbagai cobaan. Baik dari segi mental dan materi. Mulai dari perbedaan pendapat dengan 'pacar', pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai, wirausaha yang sedang butuh perhatian lebih, dan -yang terberat- melepaskan tanggung jawab yang telah diberikan untukku. Semua yang menguras tenaga, waktu, dan pikiran datang bersamaan dibulan yang penuh arti untukku. September tahun ini, bukan September ceria untukku... It's been a very hard September for me, but it's been a very meaningful September for me also...

Selalu ada pelangi setelah hujan. Ada terang sesudah gelap. Ada solusi untuk setiap masalah. Dan selalu ada hikmah dari tiap kejadian. Alhamdulillah, Allah telah menunjukkan jalan untukku, untuk melalui semua ujian ujian 'kecil' yang diberikanNya. Ibarat murid SD, memasuki tahun keenam adalah tahun penuh ujian agar mereka bisa melanjutkan pendidikan kejenjang selanjutnya. Atau ibarat anak kecil, memasuki tahun ke enam, adalah masa dimana mereka harus mengejar semua ke-bisa-an untuk mempersiapkan diri memasuki gerbang pendidikan SD, dimana anak anak dituntut harus memikul tanggung jawab lebih dari sebelumnya. Mungkin kamipun begitu. Mungkin ini hanya sebuah ujian agar kami bisa lebih kuat dari sebelumnya. Aku berusaha melewati semua dengan ikhlas, dan tak disangka sangka, hikmahnya sungguh luar biasa ! *apa hikmahnya cukup aku aja yang tahu ya.. hihi*

And this is the end of the 2009's journey. Masih ada 1 bulan lagi, semoga bulan penutup ini membawa berkah yang lebih bagiku dan keluargaku ( amin ). Aku merasa telah di 'refresh'. Semangatku kembali, semangat belajar yang selalu ke elu elu kan selama ini. Ya Allah, masih banyak hal yang ingin ku pelajari. Aku ingin belajar. Aku ingin terus belajar !! Selama ini aku terlalu manja untuk tidak peka melihat segala kesempatan yang telah Kau berikan. Semoga semangat ini tidak akan luntur, bahkan hingga akhir nafasku..

Ngomong ngomong soal belajar, aku mendapat kesempatan istimewa untuk belajar satu ilmu baru lagi dalam cake decorating. It is fondant decorating. Padahal sebelumnya sempet anti mau belajar yang satu ini. Ternyata it's so much fun ! Meski begitu, kyaknya harus bersabar untuk bisa menguasai teknik dekorasi fondant ini, karena tools pendukungnya mahal mahaaal. Harus nabung lebih giat nih. Tapi santai aja lah, peralatan bukan penghalang kreatifitas. Sementara pake benda benda yang ada dulu. Sedikit sedikit baru deh mulai ngoleksi pernak pernik yang 'mewah' itu.

Udah ah. Omongannya dah mulai ngelantur. Tidak ada konektivitasnya sama tema dan judul, hehehe... pokoke, semangat !!!

Saturday, November 28, 2009

KBB #14 : White Bread


It's KBB timeee !!
Rata Penuh
Time for another challenge !

Time for another experiment !

Time for another rush hour !

*lebay amat sih*

Oki doki. Tantangan KBB bulan ini adalah White Bread. Gampang laaah *sombong*. Eits, tapi bukan KBB kalo gak ada tantangannya. Jadi kali ini kita dituntut tidak hanya meng-uji coba sebuah resep tetapi juga berhitung. Hah ? Berhitung ?? Yup ! Karena resep kali ini bukan berupa jumlah jumlah komposisi bahan tapi persentase bahan atau rumus/ formula. Nah, kita dituntut harus menghitung sendiri jumlah bahan sesuai dengan persentase yang ditentukan. Aduh, kedengerannya kok rumit banget yah. Aku juga bingung kalo disuruh njelasin. Ya udah, langsung kesini aja deh buat jelasnya.

Jadi, setelah mempelajari formulanya *sok jenius* aku mutusin untuk bikin dikit ajah. Cuma 300gr tepung. Jadi masing masing bahan dipersentasikan dari 300gr itu. Kurang lebih gini aku ngitungnya :

(%) x jumlah tepung : 100 = jumlah bahan

dengan perhitungan diatas, aku dapatkan jumlah bahan lainnya seperti ini ( dengan patokan jumlah tepung 300gr ) :

Bread flour - 100% = 300gr
Salt - 1.8% = 5.4gr
Granulated sugar - 7.7% = 23 gr*
Powdered milk (Dried Milk Solid) - 6.2% = 19 gr*
Instant yeast - 1% = 3 gr
Egg, slightly beaten at room temperature - 7.7% = 23 gr* ( kira kira 1/2 butir telur )
Butter, room temperature - 7.7 %= 23 gr*
Water - 62.8% = 189 gr*

*) jumlah ganjil yang dibulatkan

Setelah mendapatkan jumlah jumlah tersebut, barulah kita pergi kedapur, hyuuuk...

KBB #14 : White Breads

Seperti yang kita tahu, roti membawa momok menakutkan bagi beberapa orang yang baru ingin mencobanya. Klo bantet gimana ? Klo keras gimana ? Susah deh kyaknya... Enggak sama sekali ! Bikin roti sendiri dirumah itu mudah kok. Iya tapi kan harus punya mixer khusus dulu... Eh, kata siapa ?? Bahkan manusia bisa bikin roti itu jauuuuuuuuuuh sebelum mixer ditemukan. Sebelumnya ? Ya pake tangan juga kan ! Mending beli deh, gak susah susah nguleni. Percaya deh, klo bisa bikin roti sendiri dirumah, perasaan bangga yang didapat itu yang gak bisa dibeli. Apalagi kalo dapat pujian dari orang orang tercinta dirumah, dijamin Breadt**k aja lewat deh enaknya, hihihi....

Jadi demi asas kebersamaan, aku bikin roti ini pake tangan ( gak 100% pake tangan sih, karena setelah foto foto step by step, adonan kucemplungin mixer, hehe... ). Ini hanya sedikit gambaran kalo mau nguleni pake tangan. Karena menurut aku, emang yang paling menentukan kalis enggaknya adonan nantinya, ya pada saat pengulenan pertama kali atau pada tahap homogenisasi/ penyatuan ( khusus pengulenan dengan tangan ). Semoga step by stepnya jelas ya..


1. Campur semua bahan kering ( kecuali garam ), aduk rata lalu buat kawah ditengahnya.

2. Campur bahan cair ( air & telur ), aduk rata lalu tuang persis ditengah kawah.

3,4,&5. Aduk dengan gerakan memutar menggunakan spatula, sendok atau garpu secara perlahan hingga adonan bagian tengah mengental dan tepung disekelilingnya luruh perlahan. Sembari diaduk, tekan tekan spatula agar tepung tidak terlalu bergerindil. Teruskan mengaduk.

6. Aduk hingga tepung disekelilingnya tercampur. Bila spatula sudah tidak kuat mengaduk, gunakan tangan. Dengan tekanan ringan, uleni adonan dengan gerakan melipat hingga tepung benar benar tercampur rata. Uleni sebentar hingga adonan menyatu/ homogen ( semua bahan sudah saling terikat ).

7. Adonan yang sudah homogen. Bila masih terasa lengket, tambahkan tepung sedikit demi sedikit ( masukkan sesendok demi sesendok ). Sebaliknya, jika terasa padat dan berat, tambahkan air, sesendok demi sesendok sekali masuk.

8,9. Masukkan mentega dan garam dengan mengoleskannya dipermukaan adonan. Uleni kembali dengan gerakan melipat, dorong, lipat kedalam, dorong keluar, mirip gerakan orang mencuci pakaian. Pada tahap ini, tangan akan terasa licin, lengket dan kurang nyaman. Teruskan menguleni karena lama kelamaan adonan akan terasa melunak dan kalis ( tidak menempel ditangan ). Bila adonan masih terasa padat dan berat, tambahkan mentega sedikit, bila terasa terlalu lunak, tambahkan tepung dengan cara menaburkan dipermukaan adonan. Pindahkan ke atas meja, atau kedalam wadah yang permukaannya luas ( talenan, nampan. dll ) untuk memudahkan pengulenan.

Perlu diperhatikan, bila menguleni dengan tangan maka suhu tangan kita akan mempengaruhi proses fermentasi menjadi lebih cepat. Jaga agar pengulenan tidak terlalu lama, karena adonan yang sudah profing saat masih diuleni akan sulit sekali kalis. Tandanya, adonan terus terasa lunak dan lengket padahal sudah ditambahkan tepung yang cukup banyak. Bila terjadi, sudahi pengulenan, taburkan tepung diatas adonan, lalu segera bulatkan dan mulai proses profing.

10. Adonan yang sudah kalis, dan dibulatkan. Istirahatkan selama 60 menit atau hingga mengembang dua kali lipat.

11. Adonan yang sudah mengembang. Kempeskan.

12. Potong potong, timbang dan bulatkan. Selain dengan ditimbang, agar memperoleh ukuran yang sama, gulung adonan memanjang, lalu potong potong dari tengah ke samping ( potong jadi 2, 4, 6, 8, dst ) Diamkan kembali selama 10 - 15 menit. Adonan siap dibentuk.

KBB #14 : White Breads

Kali ini, aku bentuk rotinya sederhana saja, sesuai dengan resepnya. Bentuk buns dan rolls. Finishingnya juga sederhana sekali. Karena bukan golongan roti manis, maka roti jenis ini akan lebih nikmat bila di sajikan gurih. Jadilah, kubuat roti ini menjadi spicy bread, bertabur dry herbs dan di nikmati dengan garlic sauce. A perfect snacks for me and my family.

KBB #14 : White Breads

KBB #14 : White Breads

Teksturnya sendiri, lumayan menurut aku. Tidak terlalu berongga besar, juga tidak terlalu padat, tapi tidak seempuk roti manis. Setelah disimpan 3 hari, agak sedikit keras tapi setelah dipanaskan sebentar di toaster, roti menjadi empuk kembali.

Jadi, tunggu apa lagi, bikin roti sendiri yuuukkk..... !


Tuesday, November 24, 2009

It's Mango Season and Time for Ice Cream !!!

Saat ini sedang memasuki puncak musim buah mangga di Surabaya. Mungkin juga dibeberapa kota lain atau bahkan diseluruh Indonesia ( kecuali Papua aku rasa, buah dan sayur sulit tumbuh disana ). Bila memasuki musimnya seperti ini, you can almost find them everywhere and anywhere. Yup, mereka ada dimana mana. Hampir semua orang menyukainya. Bahkan aku ragu bila ada orang yang tidak menyukainya.


Aku dan seluruh keluargaku termasuk penggemar berat buah mangga. Kami bahkan mempunyai pohon mangga sendiri dirumah masing masing. Bahkan ada yang memiliki beberapa varietas berbeda. Bila musimnya tiba, kami bahkan punya tradisi bertukar hasil panen.

Alhamdulillah, pohon mangga didepan rumah kami, tahun ini berbuah lebih banyak dari tahun lalu. Meski tidak serimbun pohon mangga lain, tapi buah yang dihasilkan sudah lebih dari cukup untuk dikonsumsi keluarga kecil kami.

Kami tidak menunggu sampai buah buah tersebut matang benar, karena bila menunggu matang, dikhawatirkan buah buah itu tidak akan selamat karena keburu diserang kelelawar buah ( codot ). Kira kira saat mereka mengkal ( kekuningan tapi masih keras ) kami sudah memetiknya. Kegiatan ini tentu sangat menyenangkan untuk seluruh keluarga. Karena masing masing punya tugas. Ada yang mendapat bagian memetik menggunakan tongkat petik, ada yang kebagian mengarahkan, ada yang kebagian menerima hasil petikan, dan yang paling seru tentu bila buah yang jaraknya cukup jauh sulit terpetik. Biasanya kami malah berteriak teriak seperti orang yang sedang nonton pertandingan sepak bola :D


Setelah dipetik, buah tidak bisa langsung dimakan. Kecuali untuk rujakan, buah yang mengkal memang lebih enak. Untuk buah potong, kita harus menginapkan dulu beberapa hari ( bahkan bisa sampai seminggu lebih ) sampai buah benar benar empuk dan matang. Lalu, diapakan buah sebanyak itu? Ya dimakan begitu saja sebagai buah potong. Tidak perlu takut bila tidak ada yang menghabiskan. Karena dijamin pasti habis oleh kami !

Sebelum dihabiskan, aku menyisihkan dua buah untuk ku olah menjadi es krim. Hmm... menyebut namanya saja, lidah sudah terasa dingin.

Ripe Mango

Ketagihan dengan sorbet stroberi yang aku buat beberapa waktu lalu, aku berencana menggunakan tepung es krim instant yang sama ( merk Haan's ) , tapi sayang aku tidak kunjung menemukan tepung tersebut yang beraroma mangga. Aku pun mencari penggantinya yang bersifat netral ( tidak bearoma khusus ), yaitu Haan's Whippy Cream. Sebenarnya ini bukan tepung es krim instan, melainkan tepung krim kocok. Ya sudahlah dicoba saja dulu...

Hmm, ternyata tidak mengecewakan !

Mango Ice Cream

Mango Ice Cream

2 buah/ 300 gr daging mangga matang , sisihkan 1/4 nya( aku pake mangga gadung )
gula secukupnya tergantung tingkat kemanisan yang diinginkan ( tergantung buahnya juga ) aku pake 4 sdm...
300 ml whipped cream ( aku pake 100 gr whip cream bubuk + 200ml air es )
2 cup ( @80 gr-an ) yoghurt rasa mangga

Cara membuat :
Haluskan/ blender 3/4 bagian daging mangga dan gula hingga menjadi puree, tambahkan yoghurt, sisihkan
potong kecil kecil 1/4 bagian lainnya, untuk sensasi fresh fruit ( komposisi ini bisa dirumah sesuai selera )
kocok whip cream hingga kaku, masukkan puree mangga, kocok lagi hingga tercampur rata. Masukkan potongan buah mangga, aduk rata. Tuang dalam cup atau kotak plastik. Bekukan.

Ternyata texturnya lebih halus dari sorbet stroberi kemarin. Cuma satu yang kurang, kurang asam. Padahal itu bagian yang paling aku suka. Mungkin aku perlu menambahkan sedikit air perasan jeruk nipis ( tips dari mbak Lia ) atau menambahkan jumlah yoghurt-nya. Tapi, ini aja dah enak kok. Patutlah dicoba. Oya satu lagi, es krim yang ini lebih gampang leleh dari yang stroberi kemaren.

So, ice cream anyone ?

Monday, November 9, 2009

Obrolan : Sate... Sate... Satenya Dek !


Sate. Denger namanya ada pasti udah kebayang aromanya. Daging, ayam, atau kambing yang dipotong kecil, dibakar dan dihidangkan dengan bumbu kacang+kecap... Hmmm tak heran, kuliner satu ini jadi favorit semua orang, semua kalangan dan semua umur.

Sate juga menjadi salah satu makanan yang sangat mudah di jumpai. Bahkan hampir selalu ada dalam menu rumah makan khas Indonesia. Sate padang, sate ponorogo, sate madura apapun jenisnya ( you name it ! ), semua mempunyai penikmat masing masing. Saya yakin, anda pun menyukainya dan mempunyai tukang sate langganan kesukaan keluarga anda. Tidak terkecuali saya. Dan tukang sate pilihan saya adalah tukang sate yang selalu memisahkan wadah sate mentah dengan sate matang. Bingung ? Yuk, saya jelaskan dikit deh...

Seperti yang kita tahu - banyak diulas berulang ulang, di TV, majalah, internet, dan media informasi lainnya - bahwa daging mentah mengandung banyak kuman. Kuman tersebut hanya bisa dimusnahkan dengan cara memanaskan daging hingga suhu tertentu. Dalam hal ini, mematangkan daging dengan cara dibakar hingga matang. Untuk menghindari kuman ini berpindah tempat terutama pada makanan yang siap disantap, maka kita dianjurkan untuk memisahkan wadah bekas daging mentah ( dan benda benda yang kontak langsung ) agar tidak digunakan lagi pada makanan yang sudah matang/ siap santap. Tapi terkadang, hal ini tidak berlaku bagi beberapa tukang sate... ( I said beberapa lo ya... gak semua :D )


Saya sudah pernah menjajal beberapa tukang sate yang tersebar di daerah tempat saya tinggal. 80% ( menurut survey kecil kecilan saya ) meletakkan sate yang selesai dibakar pada piring tempat mencampurkan daging mentah dan bumbu sebelum dibakar. Yup, mereka menggunakan wadah yang sama untuk sate mentah dan sate yang selesai bakar ( untuk kemudian dihidangkan ). Well, they are ( absolutely ) out of my list :D


Pilihanku, adalah tukang sate yang menyiapkan dua piring disamping mereka. Satu untuk sate mentah siap bakar, dan satu lagi untuk meletakkan sate yang telah dibakar. Selain itu mereka ( yes, they are a spouse ) selalu menjaga 'meja kerja' mereka selalu bersih. Dan lagi, tukang sate langgananku ini punya rasa sate yang paling enak diantara yang lain ( promosi ). Well, sebuah kebetulan yang menyenangkan bukan ? What about yours ?

Semoga bermanfaat !

Friday, November 6, 2009

Madu Mongso

Saat saya pertama kali memosting foto dan resep cake madu mongso, beberapa kawan menanyakan pada saya, apa itu madu mongso ? Seperti apa bentuk dan rasanya ? Terbuat dari apa ? Saya cukup terkejut mendengarnya. Karena selama ini saya mengira madu mongso adalah kudapan/ jajanan yang sudah cukup di kenal di Indonesia. Akhirnya saya tergelitik untuk menulis sedikit mengenai madu mongso, sekedar perkenalan bagi yang belum tahu, tapi sebatas pengetahuan saya saja ya...

Madu Mongso / Fermented Sweet Tidbits

" Madu mongso adalah makanan yang terbuat dari ketan hitam yang difermentasi selama 3 hari dan setelah itu dimasak dengan santan dalam kuali sampai lekat " ( dikutip dari Wikipedia ).

Singkatnya madu mongso adalah olahan berbahan dasar tape ketan hitam atau yang biasa dikenal juga dengan sebutan peyeum ( Sunda ). Tape ini kemudian diproses lagi dengan dimasak dengan santan kental yang cukup banyak, ditambahkan gula jawa ( gula merah ) dan dimasak dalam waktu yang cukup lama hingga menjadi seperti pasta ( jenang ) yang manis, dan legit. Rasanya, tidak jauh beda dengan jenang pada umumnya. Hanya tidak sehalus dan selembut jenang karena butiran butiran biji ketan masih bisa dirasakan pada madu mongso. Setelah matang dan dingin, madu mongso kemudian dibungkus dengan kertas roti aneka warna yang menyerupai permen.

Madu Mongso / Fermented Sweet Tidbits

Biasanya madu mongso menjadi salah satu suguhan wajib saat Lebaran. Tapi saat ini madu mongso hampir dapat selalu ditemukan di beberapa daerah terutama di kota kota di Jawa Timur - Jawa Tengah sebagai oleh oleh ataupun bingkisan khas kota tersebut. Mengenai asal muasal kenapa di namakan Madu Mongso, saya sendiri belum menemukan jawabannya ( sudah coba cari di Google tapi tidak ketemu ). Saya juga belum menemukan resep yang sesuai untuk saya share disini. Masih belum pernah membuatnya sendiri. Apabila sudah, tentu akan saya share disini.

Hanya ini yang saya tahu tentang madu mongso. Semoga sekelumit informasi ini dapat memuaskan rasa ingin tahu teman teman yang sebelumnya memang masih asing dengan jajanan satu ini.

Semoga bermanfaat !

Wednesday, November 4, 2009

Cake Madu Mongso / Sweet Fermented Tidbits Cake

Belakangan ini mood ku sedang sangat baik. Hampir semua yang kukerjakan, kulakukan dengan semangat. Alhamdulillah... Tidak terkecuali mood bereksperimen didapur. Bawaannya pengen nyobain resep resep yang aku browse di Google. Banana cake, bread pudding, es krim, sorbet, dan masih banyak lagi lainnya. Semua resep yang aku kumpulkan dalam bentuk print out dari internet. Semakin hari semakin menumpuk. Menunjukkan banyak sekali yang ingin segera kupraktekan.

Sayangnya, udara benar benar sedang tidak mendukungku. Hawa panas dan kering yang mendera kota Surabaya 3 bulan terakhir ini sungguh - akhirnya- benar benar membuat aku bertekuk lutut tak berdaya di dapur. Seperti yang sering kuceritakan sebelumnya, dapurku terletak dibagian paling belakang, semi outdoor. Pada siang hari, dapur adalah bagian yang paling kuat terpapar sinar matahari dibanding bagian lain dirumah. Inilah yang akhirnya membuat aktivitas didapur pada siang hari sedikit kurang nyaman karena 'hangat'nya suhu ruangan.

Alhasil waktuku di siang hari banyak terbuang dengan hanya berdiam diri di kamar. Temperatur a/c yang sudah ku set di titik terendah 18 derajat pun hanya terasa seperti hembusan kipas angin yang - sedikit- sejuk. Padahal biasanya pada titik temperatur 24 saja tubuh ku sudah tidak kuat menahan hawa 'dinginnya'. Tapi mau gimana lagi, mengeluh juga rasanya kurang bersyukur... Karena diluar sana masih banyak orang yang menggantungkan hidupnya dengan bekerja dibawah terik matahari.

Minggu lalu saat berkunjung ke rumah keluargaku di Gresik, nenekku sedang membuat sewajan besar madu mongso. Tentu saja, saat akan kembali ke Surabaya, beliau tidak mengijinkan ku pulang tanpa membawa semangkuk besar madu mongso. Karena tak ingin membuat beliau kecewa, kuterima saja. Bisa ditebak, sesampai dirumah aku bingung sendiri bagaimana menghabiskan madu mongso sebanyak ini...

Dyptich - Madu Mongso

Teringat salah satu edisi tabloid KoKi yang pernah memuat aneka resep berbahan dasar madu mongso. Langsung saja ku bongkar tumpukan tabloid - yang biasanya hanya kubuka buka tanpa membaca isinya - dibawah meja. Edisi demi edisi kuamati untuk mencari di edisi mana aku pernah menemukan kumpulan resep itu. Ha ha, memoriku berfungsi baik saat itu ( aku adalah seorang pengidap penyakit lupa yang cukup akut ).

Dapat ! Resep aneka modifikasi madu mongso itu dimuat disalah satu edisi. Ada 4 resep yang dimuat disana. Aku memilih salah satu yang paling mudah dan yang semua bahannya ada dirumah. Yup, pilihanku jatuh pada Roll Gulung Madu Mongso. Roll ??? Umm ... lihat saja nanti lah...

Siang hari kemarin - sama seperti siang siang sebelumnya - cuaca sangat 'cerah' dengan matahari yang bersinar menyilaukan. Cucian yang baru saja kujemur kering dalam waktu satu jam saja. Hmm... bagaimana dengan kita ? Semangat yang sudah ku himpun sejak pagi untuk bereksperimen di dapur, tiba tiba saja menciut sepulangnya aku dari menjemput putriku dan kemudian masuk ke dapur. Ya ampun, bahkan untuk bertahan 5 menit saja aku rasanya tak tahan... Jadilah, alih alih masuk dapur, aku - pada akhirnya - masuk kamar lagi.

Setelah menidurkan putriku, aku kembali membuka lembar demi lembar tabloid yang tergeletak diatas meja kamarku. Kembali ku baca resep yang sudah aku tandai. Kemudian berfikir sejenak. Tit ! Udahlah, bodo amat ama cuaca. Masih syukur dapurku ada atapnya. Sesaat kemudian aku sudah berdiri didapur, menyiapkan kitchen scale, mixer, bowl, tepung, telur dan bahan bahan kue lainnya, dalam keadaan - tentu saja - basah berkeringat !

Aku berusaha menyelesaikan resep ini dengan cepat. Maksudnya agar tidak berlama lama berada di luar ( dapur termasuk area 'luar' bagiku ). Sekitar 45 menit, cake sudah matang. Hmmm... mencium aromanya, seketika hawa panas dan gerah tidak lagi kurasakan. Lega rasanya bila sudah menyalurkan 'hasrat' untuk bereksperimen.

Jadilah ini, hasil perjuangan ku melawan panasnya cuaca.

Cake Madu Mongso / Fermented Sweet Tidbits Cake

Cake Madu Mongso

( Sumber : Tabloid KoKi dengan sedikit modifikasi )

Bahan :

5 butir telur utuh
50 gr gula pasir ( resep asli : 75 gr )
1 sdt SP

100 gr tepung terigu
1 sdm susu bubuk
1 sdm tepung maizena
1/2 sdt garam

100 gr madu mongso / tape ketan hitam ( resep asli : 50 gr )
75 gr mentega /margarin, lelehkan

Direction :

Siapkan loyang 22 x 22 x 4 cm, olesi mentega dan alasi dengan kertas roti, olesi lagi dengan mentega, sisihkan. Atau bila ingin dibuat roll, bisa menggunakan loyang 27 x 27 x 3 cm. ( Karena ragu ragu dibuat roll, aku memutuskan dibuat cake potong aja. Lebih aman, hehehe.... mae )

Panaskan oven hingga kurang lebih bersuhu 180 degC.

Campur semua bahan kecuali mentega dan madu mongso. Kocok dengan mixer kecepatan tinggi hingga kaku dan pucat. Masukkan madu mongso, kocok sebentar hingga rata. Terakhir tuangkan mentega lalu aduk perlahan - dengan gerakan melipat - hingga rata. Tuang dalam loyang dan oven hingga matang ( kurang lebih 15 menit di suhu 160 derajat celcius )

Dyptich - Madu Mongso

Hasilnya ternyata tidak mengecewakan. Textur sedikit padat, lebih mirip butter-type cake timbang sponge-type cake. Mado mongsonya tidak terlalu berasa karena disamarkan oleh aroma butter yang lebih menonjol. Hmmm... sangat cocok di makan sebagai pendamping teh di pagi atau sore hari. Ohya, madu mongso dalam cake ini bisa diganti tape ketan hitam kalo mau. Karena berasal dari bahan dasar yang sama, aku rasa cocok cocok aja, bahkan mungkin akan lebih kuat aromanya bila menggunakan tape ketan hitam.

Jadi, kalau kebetulan dirumah punya persediaan madu mongso dan bingung mau diapakan, coba resep ini aja. Sekarang aku mo mikir lagi nih, gimana ngabisin sisa madu mongso yang - tetep aja - masih banyaaaak.....

Monday, October 26, 2009

Strawberry Sorbet made of Haan's Instant Ice Cream Powder

Siapapun yang tinggal diwilayah Surabaya dan sekitarnya, pasti mengeluh akan panasnya cuaca di dua bulan terakhir ini. Tidak terkecuali saya. Memang, cuaca Surabaya sedang ganas ganasnya. Tak heran bila rasa haus sering melanda.

Bila ada yang kenal dekat dengan saya, pasti tahu bahwa saya adalah orang yang tidak terlalu banyak minum. Hanya kalau benar benar haus baru minum. Dan hausnya juga termasuk tidak terlalu sering. Tapi belakangan ini, stok es batu difreezer saya selalu penuh. Botol botol air dikulkas jangan sampai kosong. Dan anggaran belanja gula pasir juga mengalami peningkatan. Apalagi kalau bukan untuk menyediakan aneka es manis segar untuk menemani aktivitas siang hari dirumah. Atau sebagai bekal suami bekerja.

Minggu lalu saat sedang berbelanja disebuah swalayan midi di dekat rumah. Saya menemukan produk instant ice cream powder. Awalnya sih tidak tertarik untuk membeli. Tapi mengingat satu kotak strawberry segar yang sudah ngendon seminggu dikulkas, muncul niatan saya untuk mencoba 'mengawinkan' strawberry segar saya dirumah dengan bubuk es krim instan rasa stroberi ini.

Saya tidak begitu suka stroberi segar karena tidak tahan dengan rasa kecutnya. Jadi stroberi tersebut saya cincang dan kemudian dimasak dengan air gula yang lumayan pekat. Jadi seperti manisan stroberi gitu. Manisan ini kemudian saya simpan dikulkas.



Keesokan harinya, saya coba membuat es krim dengan bubuk instan tadi. Tambahkan air dingin sesuai takaran lalu kocok selama beberapa menit hingga kental dan sedikit kaku. Saya tambahkan satu cup yoghurt strawberry untuk menambah kesegaran. Lalu saya masukkan manisan strawberry yang sudah disaring ( air gulanya bisa dibuat punch ). Aduk aduk dan diamkan dikulkas selama kurang lebih 8 jam atau hingga beku. Dari satu sachet bubuk es krim instan ini, bisa menghasilkan satu liter es krim siap santap.

Strawberry Sorbet

Hasil akhirnya memang ( sudah bisa dipastikan ) tidak akan selembut es krim buatan pabrik. Apalagi saya tidak menggunakan mesin khusus es krim dalam membuatnya. Teksturnya kasar karena terjadi pengkristalan meski tidak sampai keras. Lebih mirip dengan sorbet kalau menurut saya. Jadilah saya namakan ini Sorbet Stroberi.

Tapi bagi saya, es krim jenis ini jauuuuh lebih memenuhi selera saya timbang es krim buatan pabrik yang lembut. Ya, mereka memang enak tapi tidak cukup enak untuk membuat saya menghabiskan 1 liter es krim dalam satu hari, seperti yang saya lakukan pada sorbet ini. Manisan strawberry yang saya tambahkan benar benar memberi sensasi tersendiri saat masuk kemulut. Butir butir biji strawberry masih terasa kasar saat digigit. Belum lagi sensasi kecut dari yoghurt, alamaaaak.... bikin hari yang panas itu menjadi terasa sejuk. Beruntungnya lagi, semua orang dirumah menolak sorbet ini, hmmm... sebuah keberuntungan atau sebuah kegagalan ?


Strawberry Sorbet

Thursday, October 22, 2009

Brownies Kukus Pisang ( Banana Steamed Brownie )

Beberapa minggu lalu, sepulang mudik dari Pulau Bangka, kakak iparku mampir kerumah membawakan beberapa oleh oleh. Salah satunya sesisir pisang kepok mentah yang masih sangat hijau. Pisangnya akhirnya kusimpan digudang dapur, sembari berpikir akan dijadikan apa nanti bila matang. Selain pisang goreng tentunya. Tapi pikiran tersebut ku abaikan saja karena kupikir, ah matengnya paling maish beberapa hari lagi. Santai santai aja lah...

Keesokan paginya, saat aku masuk kegudang dapur, aku terkejut melihat pisang yang malam sebelumnya berwarna hijau dan keras, sekarang berubah menjadi kuning dan lunak. Hah ?? Gak nyangka aja bisa matang dalam satu malam saja. Tapi karena belum ada ide mau diapain, jadi hari itu pisangnya tidak ku sentuh.

Memang sejak beberapa waktu lalu penasaran banget pengen berexperimen dengan pisang. Tapi diapain ? Dewa Google kayaknya menjadi satu satu nya tempat untuk mencari inspirasi. Siang itu, aku menyempatkan diri mencari berbagai resep resep cake berbahan dasar pisang. Banyak memang, tapi aku memilih beberapa diantaranya yang hasil akhirnya kira kira ( kubayangkan ) cocok dengan seleraku.

Dan ini lah hasil experimenku dengan pisang. Resepnya aku dapat dari dapurVeo , tapi aku modifikasi lagi.

Steamed Banana Brownies

Brownies Kukus Pisang

3 butir telur
50 gr gula pasir
1/4 sdt garam
1/2 sdt emulsifer
75 gr tepung protein sedang
15 gr coklat bubuk
75 gr dark cooking coklat, potong-potong, lelehkan
150 gr pisang ambon, haluskan ( aku pake pisang kepok matang, .. mae )
40 ml minyak goreng
1/2 sdt mocca pasta

Cara :
Siapkan loyang 20x20, olesi margarin dan alasi dengan kertas kue. Panaskan kukusan. Campur coklat leleh dan minyak, aduk rata. Campur tepung terigu dan coklat bubuk, aduk rata, sisihkan semuanya.
Kocok telur, gula, garam dan emulsifier hingga lembut dan mengembang. Masukkan pisang, kocok lagi. Tambahkan campurang tepung, aduk rata. Tuang pasta, aduk rata. Lalu tuang campuran coklat leleh, aduh hingga benar benar rata. Tuang dalam loyang, kukus kurang lebih 20 - 25 menit. Angkat, dinginkan dan hias sesuai selera.

Note : Kalo bener bener pengen kuat rasa pisangnya, bagi 2 adonan. Kukus 1/2 adonan pertama selama 10 menit, tata pisang yang diiris tipis memanjang ( or keju if you like, or both ! ) lalu tuang 1/2 adonan kedua, kukus hingga matang.

Hasilnya cocok sama seleraku. Aroma pisang tersamarkan dengan aroma coklat. Secara aku ga begitu suka pisang yang diolah jadi kue kue, apalagi yang aromanya strong banget. Teksturnya sedikit padat tapi tetep empuk. Ratingnya : 4 stars.

WisKul : Pecel Bratang Surabaya

Pecel sepertinya ada dimana saja disetiap bagian negeri ini. Mungkin suatu saat bisa jadi salah satu masakan khas Indonesia. Di Surabaya sendiri, nasi pecel hampir bisa ditemukan dimana saja. Di warung warung pinggir jalan, sampai direstoran restoran besar. Mulai dari harga kaki lima sampai harga bintang lima. Tapi tetap saja, masing masing nasi pecel punya ciri khas masing masing. Biasanya sih, ciri khas tertentu dibawa dari daerah tertentu, misal Madiun, Ponorogo, Kediri, dll. Salah satu pecel khas daerah yang paling populer di Indonesia adalah pecel Madiun. Meski dari satu daerah, pecel Madiun juga memiliki citarasa berbeda beda di setiap warung/ depot/ resto yang tersebar dalam kota.

Salah satu nasi pecel Madiun yang paling aku ( dan keluargaku ) gemari adalah Nasi Pecel Madiun Bratang. Diberi embel embel Bratang, karena lokasi warung kecilnya memang berada ditepi jalan Bratang Surabaya. Bersebelahan dengan pasar bunga.



Konon warung ini sudah buka sejak suamiku masih berusia SD. Sekitar tahun 1989. Dan sudah menjadi favorit keluarga suami sejak dulu. Aku sendiri pertama kali mencicipi pecel disini sekitar tahun 2001-an, dan kebetulan juga cocok. Jadi tradisi keluarga suami diteruskan ke aku, hehehe.

Lalu apa sih yang menjadikan pecel diwarung sederhana ini istimewa ? Hmm... masalah selera sih... Menu yang disediakan cukup standar yaitu, bali tahu telur, serundeng daging, tempe goreng, telur ceplok, sambel tumpang dan tak lupa peyeknya yang super renyah. Bumbunya kental, dan tidak eneg. Yang pasti, antrian pelanggan yang memenuhi warung kecil yang tutup tiap hari senin ini cukup menjadi bukti bahwa pecel disini memang istimewa. Bahasa kerennya, eksis deh... :D Dulu, warung ini dikelola oleh ibu pemilik warung, tapi sejak beberapa tahun lalu, pengelolaanya diteruskan pada anak anaknya.


Jadi, kalau kapan kapan kebetulan lewat daerah sini, boleh deh mampir. Bukanya pagi - siang hari saja. Hari Senin warungnya tutup. Happy food hunting !!

Monday, October 5, 2009

KBB #13 : 2nd Anniversary - Merah Putih !

[KBB#13+logo-320pxls.jpg]

Last minute lagiiii... huaaaaa !!!

Oke oke, tarik napas dulu... hembuskan... lalu...

" Met Ulang Taon Klub Berani Baking ! "
Semoga tetep eksis, tetep kreatif, en so pasti tetep berani !

Sama seperti tahun lalu, tantangan bulan September - Oktober yang bertepatan dengan ultah KBB, maka tantangannya diganti jadi lomba. Ada juri dan hadiahnya. Dan yang pasti temanya gak kalah menantang dengan tahun lalu.

Tema yang diangkat di ulang tahun yang ke dua ini adalah MERAH PUTIH. Hmmm... kedengaran sangat nasionalis sekali ya. Tapi justru kita harus bangga, karena ditengah banyak cobaan yang menimpa bangsa kita, kita bangsa Indonesia tetap harus jadi satu dari Sabang sampe Merauke.

Menyinggung tentang cobaan dan musibah yang menimpa saudara kita saat ini, mari kita heningkan cipta sejenak dan mendoakan saudara saudara kita yang telah menjadi korban. Semoga mereka diberikan tempat yang layak disisi Nya, dan diangkat semua dosa dosanya. Al Fatihah...

Kembali ke laptop...

Berhubung bulan ini juga bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, sudah pasti kesibukan selalu mewarnai sejak awal hingga akhir bulan. Niat mengerjakan peer KBB jadi terpaksa ditunda hingga kesibukan sedikit berkurang. Eits. tapi tidak ada alasan untuk tidak ngerjain peer lo...

Tidak ada persiapan khusus untuk menyelesaikan peer kali ini. Ternyata menyisihkan waktu ditengah jadwal kegiatan yang cukup padat sangat membutuhkan perjuangan *lebay*. But I'll do my best. Meskipun hasilnya kurang maksimal - I know- tapi semua kukerjakan dengan niat tulus dari hati.

So, untuk KBB tersayang, inilah persembahanku...

1. Cake Decorating

Beberapa hari setelah lebaran, Alhamdulillah ada yang memberi sekotak brownies kukus. Tanpa pikir panjang, bro-kus ini langsung kujadikan salah satu 'bahan' penunjang untuk menyelesaikan peerku. Niatnya pengen bikin dekorasi yang clean n simple. Semua cover serba putih, swirl kecil dan bunga gum paste kecil. Tapi apa daya, karena terburu buru dikejar pekerjaan lain yang sudah menunggu, hasilnya jauh dari apa yang ku bayangkan. Mungkin akan lebih rapi kalau pake fondant, tapi.... megang fondant aja belum pernah.

Cake icing menggunakan buttercream yang dilelehkan.

KBB13



My entry for cake decorating competition, kalau liat kategori penilaian yang ada disini, duh rasanya gak masuk semua deh dalam penilaian... *pasrah*

KBB13A

2. Food Photography

Apa ya ? Gak ada ide sama sekali ! Hiks... Ini idenya dapat dari praline. Tapi yaa gini deh hasilnya, hihihi...

KBB13B
My entry for Food Photography Competition...

Yah, apapun hasilnya aku tetep bangga bisa ikut ngeramein ultah KBB tahun ini. KBB, Teruslah berani !

Wednesday, August 5, 2009

Pasta Panggang Cup

Sebulanan ini rajin banget masuk dapur. Bukan karena kerajinan sih, tapi emang lagi banyak acara, baik acara keluarga, acara ulang tahun, maupun acara bersama teman teman yang mengharuskan aku masuk dapur untuk sekedar membuat buah tangan.

Kira kira beberapa minggu yang lalu, mama minta dibuatkan bekal buat dibawa latihan tennis yang rencananya akan dibagi bagikan bersama rekan rekan mama. Karena mendadak, jadi aku sesuaikan dengan bahan yang ada dirumah. Ada macaroni, dan daging cincang. Ah cocok nih kalo diolah jadi macaroni panggang. Setelah melengkapi bahan dengan telur, susu dan bahan lainnya, mulai deh uplek uplek didapur. Macaroni panggangnya pake resep ini, cuma pengen dimodifikasi dengan memisahkan sausnya dari pasta dan hanya menuang diatas macaroninya nanti.

Setelah macaroni matang, dan siap dipanggang, tiba tiba mata ini tertuju pada bumbu kare instant yang sedang tergeletak tidak jauh dari kompor. Hmmm, tiba tiba terlintas ide bagaimana bila bumbu kare ini dimasukkan dalam saus ? Jadi macaroni panggang saus kare ? Gimana rasanya ya ? Beberapa menit kemudian tanpa berpikir panjang, satu sendok bumbu kare aku tambahkan kedalam saus bolognaise yang hampir jadi. Untung saja oregano belum aku masukkan, karena bila ikut dimasukkan juga maka rasa karenya akan berantakan karena bersaing dengan aroma oregano.

Setelah menuang saus dalam setiap cup dan menaburkan Kraft Quick Melt parut, macaroni pun siap dipanggang. Dan hasilnya ternyata tidak mengecewakan. Dan inilah hasil experimenku hari itu, Macaroni Panggang Saus Kare.

Baked Macaroni Cup
Macaroni Panggang Saus Kare

Bersyukur karena masih ada lebihan dari yang akan dibawa mama. Lebihan ini kemudian kujadikan buah tangan saat kopdar bersama mbak Elsye yang kebetulan sedang dinas ke Surabaya. Wah senangnya bukan main. Soalnya dari dulu cuma bisa berangan angan, kapan ya bisa ketemuan sama ibu cantik yang pinter motret ini. Eh ternyata waktu berangan angan, sedang ada malaikat lewat, dan hari itu duduklah aku berhadap hadapan langsung dengan mbak Elsye. Orangnya ramah, kalem dan cantik. Rasanya kurang waktu itu karena cuma sempet ngobrol kurang lebih satu jam. Ah, semoga suatu saat nanti bisa bertemu lagi dan melanjutkan obrolan kita yang kemarin ya mbak. It was a very pleasure moment to met you around.


Oke lanjut lagi ya ceritanya, mumpung lagi gak males ngetik, hihihi.

Masih tentang pasta panggang. Weekend kemarin suami berencana mengadakan acara piknik bareng bersama kawan kawan semasa sma dulu. Sekalian reunian gitu. Karena ini merupakan acara kekeluargaan ( maksudnya semua kawannya membawa keluarga ) rasanya kurang pantas kalo aku tidak membawa apa apa sebagai buah tangan. Berhubung tema nya piknik, outdoor pula jadi sebaiknya bekal yang dibawa yang praktis praktis aja tapi mengenyangkan. Maunya sih bikin macaroni pangggang saus kare lagi, tapi persediaan macaroni dan bumbu kare sudah habis. Belanja di minimart terdekat kok ya pada gak jual macaroni. Adanya spaghetti instan. Ya udah lah, gak ada rotan akarpun jadi. Karena ingat masih punya stok jamur kancing dirumah, jadi aku memilih spaghetti saus jamur untuk dibeli. Wah experimen lagi. Kok jadi ketagihan ya.

Hampir tidak ada perbedaan dengan cara membuat macaroni panggang saus kare kemarin. Masih dengan resep yang ini ( udah kadung cocok ). Sausnya tetap aku pisahin dari spaghettinya. Dan saus jamur yang disertakan dalam kemasan spaghetti instan, aku tambahkan pada saus bolognaisenya. Kali ini kutambahkan oregano dan dry herbs. Wah lupa beli kejunya. Eh tapi masih nyimpen parmesan yang dikasi tetangga kemaren ( makasih jeng R ), ya udah atasnya ditaburin parmesan parut ajah. Bikin rasanya makin gurih. En, taraaa... ini lah Spaghetti Panggang saus Jamur ala chef Mae ( Farah Quinn mode on :D ).

Baked Spaghetti Cups

Baked Spaghetti Cups
Spaghetti Panggang Saus Jamur

Sebagai pendamping spaghetti panggang ini, aku buatkan sus vla dan petit four ( dari olahan rhumballs ). Semua bekal sudah siap, and we were ready to had a picnik.

10 menit menjelang berangkat, kami mendapat kabar bahwa piknik dibatalkan karena banyak yang berhalangan hadir dengan alasan kesehatan. Oalaah... ya wis gak papa, ni kue jadi rejekinya para tetangga deh kalo gitu.

Friday, July 31, 2009

KBB #12 : ( Cheesy ) Savoury Souffle


*Hua... huaa.. huaaa chiuuuuuw* Ya ampun, dah lama bener ya nih blog ku terlantarkan, sampe berdebu gini. Ck.. ck.. ck...

Ya wis lah. Yang penting sekarang dah ku update kaaan.

Oke seperti biasa, 2 bulan sekali, it's KBB timeeee !! Kloneng kloneng *ya ampun sekalinya muncul kok jadi lebay gini yah*

Tema bulan ini cukup menantang dan sekalipun belum pernah aku coba. Kalo denger dan liat penampakannya dimajalah majalah sih dah sering. Eh malah jadi tantangan KBB bulan ini. Yup, tantangan bulan ini adalah Savoury Souffle. Hmmm... konon sih berasal dari Le France alias negara Perancis, lengkapnya nih ada disini. Wuiiih... gimana rasanya ya ?? Ya makanya ini mau dicoba.

Cheese Souffles
Sumber: The Perfect Cookbook by David Herbert. Penguin Books Australia Ltd 2003.

Ingredients/Bahan-bahan:
  • 100g unsalted butter / mentega tawar
  • ½ cup plain (all-purpose) flour / tepung terigu
  • 300ml milk / susu
  • 1 cup grated cheddar / cheddar parut
  • 2 Tbs / sdM freshly grated parmesan / parmesan parut
  • ½ tsp Dijon mustard / mustard Dijon ( pake mustard biasa, ..mae )
  • pinch / sejumput cayenne pepper ( skip, ga punya, ..mae )
  • 4 eggs / telur, separated / pisahkan
Directions/Cara Pembuatan:

Preheat the oven to 190C (375F, Gas Mark 5). Grease and lightly flour six ½-cup-capacity souffle dishes.
Panaskan oven suhu 190C (375F, Gas Mark 5). Minyaki/olesi mentega dan taburkan tepung loyang souffle dengan kapasitas ½ cup sebanyak 6 buah.

Melt butter in a small saucepan over low heat. Add the flour and cook, stirring constantly, for 1 minute. Gradually add the milk and whisk continuously over medium heat until the mixture is smooth, thickens and comes to the boil. Allow to cool for 5 minutes.



Lelehkan mentega di panci kecil dengan api kecil. Tambahkan tepung lalu masak sambil diaduk-aduk selama 1 menit. Tambahkan susu sedikit demi sedikit dan whisk terus menerus dengan api sedang hingga adonan lembut, mengental dan mendidih. Biarkan dingin sejenak selama 5 menit.



Transfer the mixture to a bowl and stir in the cheddar, parmesan, mustard and cayenne pepper. Mix well.

Pindahkan adonan ke dalam mangkuk dan masukkan keju cheddar, parmesan, mustard dan cayenne pepper. Aduk rata.

Lightly beat the egg yolks and add these to the cheese mixture. Mix well.

Kocok ringan kuning telur dan masukkan ke dalam adonan keju. Aduk rata.

With an electric mixer, whisk the egg whites in a clean bowl until firm peaks form. Fold a quarter of the whites through the cheese mixture to slacken it slightly, then gently fold through the remaining whites.

Kocok putih telur menggunakan electric mixer hingga mencapai firm peak. Masukkan seperempat adonan putih telur ke dalam adonan keju untuk sedikit 'melemaskan' adonan, lalu masukkan sisanya perlahan.

Spoon the mixture into the prepared dishes and bake for 20-25 minutes, or until risen and golden. Don't be tempted to open the oven until the souffles have risen. Serve immediately.

Sendokkan adonan ke dalam loyang yang sudah disiapkan lalu panggang selama 20-25 menit, atau hingga mengembang naik dan kecoklatan. Jangan tergoda untuk membuka oven sebelum souffles betul-betul sudah mengembang/naik. Hidangkan segera.

Review :

Aku bikin setengah resep ajah. Stepnya ikutin sesuai resep, cuma ada yang kelewatan. Mustardnya lupa dimasukin ! Huaaaa... padahal ntu yang bikin huendang bok. Tapi ya wis lah, ya begini ini klo lagi banyak cucian kerjaan, pikirannya suka kemana mana, gak fokus sama yang dikerjain *ngeles*

Ngovennya pake suhu 200 degC, selama hampir 25 - 30 menit. Jadinya pas 3 cup. Untung aja deh cangkir dirumah oven safe, jadi bisa diberdayakan. Mo beli ramekin kok ya gak nemu nemu, klo pake alufoil kurang cakep ah. Bisa ilang deh kesan 'glamour'nya.

KBB #12 : Cheesy Savoury Souffle

Paling seru waktu motret. Kejar kejaran sama waktu. Soalnya hanya dalam waktu beberapa detik saja, permukaanya yang membumbung tinggi itu langsung ciuuuut, kempes. Kalo dah ciut, gantian ngambil cup berikutnya yang masih seger didalam oven. Makanya settingnya cuma satu, mo nyoba beberapa setting ya gak keburu.

KBB #12 : Cheesy Savoury Souffle

Waktunya incip incip. Sendokan pertama, yang terasa adalah..... PANAS !!! Main pede aja langsung masukin mulut, abis itu langsung melet melet. Setelah menunggu beberapa menit sampai panasnya berkurang, akhirnya Souffle siap masuk mulut lagi, dan rasanya, hmmm... ternyata enaaak ! *ini gak lebay loh ya* Bagi yang belum pernah ngicipin, tektur luar nya agak mirip kulit sus tapi dalemnya lebih lembut dan gurih. Aaaah, kebayang deh klo ada cincangan seledri, jamur dan ayam didalamnya. Pasti lebih maknyuss. Patut dicoba lagi.

Horeeeee lulus !

Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers