Showing posts with label uji resep. Show all posts
Showing posts with label uji resep. Show all posts

Thursday, September 4, 2014

Macaron ( Swiss Technique )

Setelah rentetan kegagalan yang menyisakan trauma mendalam *ugh* , kali ini aku memberanikan diri untuk mencoba membuat kembali Macaron yang entah untuk yang kesekian kalinya ( miscount saking banyaknya ha ha ha ).

Untuk resep, aku memutuskan menggunakan salah satu resep dari buku Primarasa Aneka Macaron. Tapi kali ini aku buat plain, tanpa tambahan flavouring apapun kecuali pewarna. Entar kalo sudah mahir baru deh nyoba bikin yang pake rasa rasa. Dari tiga teknik yang dipaparkan dalam buku ini, French, Swiss dan Italian, pilihanku jatuh pada teknik Swiss, yaitu dengan memanaskan putih telur dan gula hingga larut. Sengaja tidak memilih teknik French karena kegagalan kegagalan sebelumnya terjadi dengan menggunakan teknik ini. Dan rasanya masih trauma. Sementara teknik Italian memerlukan candy thermometer, dan aku belum punya.


Berikut resep yang aku praktekkan.

Macaron ( Swiss Technique )
( taken from Primarasa Aneka Macaron )

Bahan :

100 gr almond bubuk
100 gr gula bubuk ( aku pake Haan Fiesta icing sugar )

80 gr putih telur ( kira kira dari 2 butir telur )
100 gr gula pasir berbutir halus ( castor )

2 tetes pewarna makanan cair *optional*
flavouring *optional*


Cara membuat :

Campurkan almond bubuk dan gula bubuk, aduk rata. Giling menggunakan dry mill blender/ grinder/ chopper hingga halus. Ayak. * punyaku tidak diayak, males. Ha ha ha - jangan ditiru ya* Sisihkan.

Panaskan air dalam panci kecil dan didihkan lalu kecilkan apinya. Campur putih telur dan gula pasir dalam wadah tahan panas. Letakkan diatas panci tersebut. Ini proses au bain marie/ double boiler. Aduk putih telur menggunakan whisker hingga gula larut dan hangat. Jaga agar putih telur tidak sampai matang. Cukup hingga gula larut dan hangat. Angkat dari panci.

Kocok larutan putih telur dan gula menggunakan mixer hingga adonan menjadi putih dan mengental. Teruskan mengocok hingga mencapai konsistensi soft peak. Jangan sampai over mix atau terlalu kaku. Ciri - cirinya adonan akan sedikit berat, berjejak, dan jika diangkat akan muncul jambul jambul tajam diujung adonan. Dan bila baskom dibalik, adonan tidak akan menetes/ tumpah.

Masukkan pewarna dan flavouring, aduk beberapa kali putaran hingga sedikit rata. Masukkan campuran almond bubuk dan gula bubuk, aduk perlahan menggunakan spatula dengan gerakan memutar/ melipat. Teruskan mengaduk hingga adonan mulai sedikit mengental dan bila di angkat, adonan akan mengalir pelan.

Masukkan kedalam piping bag dan potong ujungnya. Siapkan loyang beralas kertas roti anti lengket atau silicon sheet bila punya. Semprotkan dengan diameter sekitar 3cm dan beri jarak secukupnya. Bila saat disemprot, adonan masih menyisakan jambul jambul kecil, haluskan menggunakan punggung sendok. Semprotkan hingga adonan habis,

Ketuk - ketuk dengan keras bagian bawah loyang untuk mengeluarkan udara yang mungkin terperangkap saat kita menyemprot adonan. Hal ini juga agar permukaan macaron lebih rata dan halus. Diamkan macaron yang telah dicetak selama kurang lebih 15 - 30 menit tergantung kelembaban udara. Atau diamkan dalam ruangan ber A/C. Perhatikan permukaan macaron, apabila sudah tidak mengkilap dan bila disentuh tidak melekat di jari, maka macaron siap dipanggang.

Panaskan oven hingga mencapai suhu 150 derajat Celcius. Panggang macaron selama kurang lebih 10 - 15 menit sambil terus diawasi pada menit ke 10. Bila sudah terlihat kering maka macaron siap diangkat. Untuk memastikan, cobalah melepas salah satu macaron dari loyang, bila sudah terlepas dengan mudah maka macaron telah matang. Angkat dan keluarkan dari oven. Dinginkan dan macaron siap di-filling.



Dan..... inilah saat yang ditunggu tunggu, 5 menit setelah macaron dimasukkan kedalam oven, aku pun mulai gelisah. Dengan tidak sabar aku mengintip dari balik jendela oven dan aku pun lonjak lonjak kegirangan. Horeeee.... macaronku berkaki !!! Akhirnyaaaa.......

Sekarang aku mau pameeeer kalo aku sudah berhasil menaklukan macaron * nyengir lebar*

Setelah aku perhatikan, berikut rangkumanku agar macaron sukses berkaki :

- pastikan almond bubuk dalam kondisi kering. Tidak lembab dan menggumpal. Almond bubuk yang akan digunakan untuk membuat macaronsebaiknya tidak disimpan dikulkas karena akan menyebabkan almond menjadi lembab.

- gunakan gula bubuk yang benar benar halus

- pengocokan putih telur sangat penting untuk diperhatikan. Putih telur tidak boleh dikocok terlalu lama tapi tidak juga terlalu sebentar. Cukup hingga soft peak.

- pengadukan sebaiknya dilakukan dengan gerakan memutar atau melipat untuk mempertahankan udara dalam adonan agar tidak mudah cair.

- gunakan peralatan yang benar benar steril dari lemak, minyak dan air.

- baca doa, baca mantra, baca jampi jampi :)

Untuk fillingnya, aku menggunakan selai coklat karena males mau nyoba bikin filling sendiri hahaha. Tolong ya, malesnya ini jangan ditiru. Maybe next time kali sudah ada waktu dan mood, boleh deh nyoba bikin variasi filling lain.

Well, ternyata membuat macaron tidak terlalu sulit. Hanya butuh sedikit kesabaran aja. Bagi yang ingin mencoba, jangan ragu dan jangan kapok ya. Siapkan mentalmu dan Semoga sukses !!!

Thursday, March 27, 2014

Recipe : M&M Giant Chocolate Chip Cookies

Jenuh dengan perkerjaan hari ini, saya mencoba 'menghibur' diri dengan baking sesuatu yang beda. Kali ini pilihan jatuh pada cookies. Hehehe 'pelarian'nya milih yang gampang - gampang aja biar ga makin stress.

Oke, jadi aku follow salah satu account menarik di Instagram. Namanya @koendanai owner dari @lildambakery. Owner cakep nan cantik dengan karya yang selalu menggiurkan. Salah satunya yang sedang sering dibuatnya adalah M&M cookies. Lucu juga, jadi penasaran. Langsunglah nyari di Google resep giant choco chip. Resultnya, BUANYAK ! Dibaca satu - satu, dan aku milih resep yang ini.


Ga pake lama, langsung nimbang bahan - bahan, aduk - aduk , cetak - cetak, oven, dan 15 menit kemudian matang. Wow, hasilnya sungguh sesuai yang aku harapkan. Selama ini aku juga pernah beberapa kali nyari - nyoba resep choco chip cookies. Tapi belum ada yang cocok. Yang ini, aku cocok. Baik teksturnya yang crispy, maupun rasanya. Cuma yang agak mengganggu adalah manisnya. Padahal sudah ngurangin jumlah gula tp masih kemanisan. Next time musti ngurangi lagi. Buat yang pengen nyoba dan ingin mengurangi jumlah gula, silahkan.


Ya sut, tanpa berlama - lama.This is it, the recipe.

Giant MnM/ Chocolate Chip Cookies
( adapted from http://www.taste.com.au/recipes/6682/giant+chocolate+chip+cookies with a little modification by me )

Bahan :

120 gr butter
100 gr gula palem
50 gr gula halus

1 butir kuning telur

150 gr tepung terigu
1/2 sdt soda kue
1/2 sdt vanili bubuk

100 gr mnm atau permen coklat warna warni
50 gr choco chip


Cara membuat :

- Campur mentega dan gula. Aduk dengan menggunakan spatula bila butternya dalam kondisi suhu ruang atau kocok dengan menggunakan hand mixer bila butternya dingin (keras). Aduk / kocok hingga lembut.  Tidak dibutuhkan terlalu mengembang. Masukkan kuning telur. Aduk rata.

- Masukkan tepung, soda kue dan vanili bubuk. Aduk hingga rata dan menjadi bola adonan. Scoop dengan menggunakan ice cream scoop atau sendok keatas loyang. Lalu tekan dengan menggunakan punggung sendok hingga melebar. Masukkan kedalam kulkas selama kurang lebih 15 - 30 menit. Lalu panggang dalam oven yang telah dipanaskan sebelumnya. Panggang dalam oven bersuhu 180 derajat selama 15 menit atau hingga matang kecoklatan.



M&M disini bisa diganti chocolate chip atau aneka kacang - kacangan atau bahkan cincangan coklat blok. Selamat mencoba ! Semoga bermanfaat :)

Monday, September 10, 2012

Sushi Experiment Pt. 2

Sebelumnya, jangan diketawain ya. *apa memangnya*

Bagi yang sering berkunjung ke blog saya, terutama duluuuu banget waktu masih awal awal nulis, mungkin pernah baca postingan ndeso saya saat berkunjung ke Sushi Tei. Asli norak banget kalau ingat masa itu. Karena waktu itu, lidah dan perut saya masih merasa sushi itu makanan alien alias asing. Yang bikin muneg muneg dan pengen muntah. Tapi itu dulu yaaa... :D

Sekarang sih teteuuup *ealah kirain* Sushi masih terasa asing dilidah saya. Lha trus ngapain bikin sushi lagi ? Kurang kerjaan ya ? Hehehe.

Saya orangnya mudah penasaran. Apalagi setelah sushi pertama buatan saya gagal masuk perut.

Dan minggu lalu saya terserang wabah penasaran membuat sushi. Bukan tanpa angin, sebelumnya memang karena saya mendengar heboh sushi homemade yang dibuat salah satu kawan saya , Mbak Nana, yang konon katanya *sayangnya belum pernah ngicip langsung* enak. Ternyata kuncinya ada pada nasi. Dan saya juga baru tahu kalo untuk membuat sushi, perlu nasi yang diolah khusus. Dan saya pun mulai penasaran. Eeee... barangkali lidah ini mau nerima kalau sudah tahu cara buatnya yang benar. Masalah citarasa, kan bisa disesuaikan dengan citarasa Indonesia.

Jujur, saya tertarik dengan sushi bukan hanya karena salah satu makanan populer. Lebih dari itu, saya tertarik karena unsur emosionalnya. Seperti yang sering kita lihat di drama Jepang atau Korea *haduh pliss deh*, sushi atau di Korea serupa dengan kimbap adalah makanan yang biasa dibuat dengan penuh cinta *pliiiisss deh*. Oke, cukup deh melankolisnya. Kita balik lagi ke topik. Akhir cerita, saya pun membuat sushi. Lagi.

Bahan yang saya pakai :

- Nasi sushi / sushi rice*
- Timun ( saya pake yang made in dalam negeri alias lokal ), kupas, buang bijinya, iris memanjang.
- Tamagoyaki (dadar gulung ) yang saya iris memanjang
- Crabstick ( saya cincang dan campur mayones )
- Abon ikan cakalang ( jadi pengganti furikake maksudnya )
- Nori

*Making Sushi Rice :
Tidak ada resep khusus. Saya pakai komposisi yang diajarkan mbak Nana, 3 bagian beras putih dan 1 bagian beras ketan ( 3:1 ). Kemarin saya buat :

3/4 cup beras putih
1/4 cup beras ketan

dicuci bersih dan masak dengan rice cooker seperti biasa. Sementara menunggu nasi matang, kita buat larutan :

1 sdm cuka putih / lemon juice
1 sdm gula
1/2 sdt garam

aduk hingga larut.

Begitu nasi matang, pindahkan dalam wadah, tuang larutan tadi, dan aduk panas panas hingga rata. Mengaduknya jangan dengan gerakan menekan ya, tapi aduk dengan gerakan mengiris dan melipat. Sisihkan sambil ditutup serbet agar tidak cepat dingin. Katanya kalau sudah dingin, nasi jadi lengket dan susah dibentuk.

Kali ini saya ingin coba membuat Californian Roll, dimana nasi terletak disini luar dan nori didalam. Now, let's roll !

a). sushi rice, b). abon ikan, c). crabstick cincang, d). tamagoyaki iris, e). makisu, f). nori, g). timun.

- Siapkan semua bahan dan alat . Dan siapkan 1 baskom berisi air matang dan serbet bersih disekitar kita.
- Bungkus makisu ( rolling bamboo mat ) dengan plastik wrap. Ini agar nasi tidak melekat pada makisu. Letakan 1 lembar nori berukuran sedang diatas makisu.
- Basahi/ celupkan tangan pada baskom berisi air tadi, ambil sedikit nasi ( kurang lebih 1 kepalan ) lalu letakkan dan sebarkan diatas nori. Taburkan abon ikan atau wijen putih bila punya/ suka.
- Dengan kedua tangan, balik nori sehingga nasi terletak dibawah nori. Letakkan isian sushi, lalu mulai menggulung dari tepi, remas remas untuk memadatkan, dan lanjutkan menggulung hingga selesai.
- Pindahkan gulungan sushi pada telenan, potong potong sesuai selera. Tata pada piring saji.
- Nikmati dengan saus favorit ( me, pake saus teriyaki saori + mayones wasabi )

Itadakimaaaasu !!!

Saturday, February 4, 2012

Trial : Cake Pops

Ini sebenernya udah saya buat Oktober tahun lalu. Tapi baru sempet posting laporannya sekarang *kebangeten yah*

Cakepops!

Cake pops ini saya buat untuk memenuhi rasa penasaran saya, karena sebelumnya saya sudah pernah diajari membuat cake balls oleh seorang kawan. Dan kali ini pengen nyoba dalam bentuk pops.

Bahannya cukup mudah diperoleh atau dibuat sendiri. Untuk cake dasar, bisa pake cake jenis apa aja ya. Bisa buttercake, mudcake, brownies, brownies kukus, rvc, apa aja deh. Tapi untuk jenis cake yang spongy mungkin kurang cocok ya.

Kebetulan saat itu punya sisa Red Velvet Cake, jadi langsung diolah aja. Bikinnya cukup mudah, cake kita hancurkan, campurkan dengan frosting apa saja ( butter-based, jangan yang mengandung whipped cream ), bisa juga dicampur selai, buttercream, atau ganache. Saya tidak menggunakan perbandingan atau takaran tertentu. Asal cake sudah bisa dipulung dan tidak remah, maka sudah cukup.



Bulatkan 'adonan' cake tersebut menjadi bola bola kecil, lalu diamkan dalam kulkas kurang lebih 1 jam atau hingga cake balls mengeras.

Sementara itu lelehkan cooking chocolate ( saya pake dark compound ). Keluarkan cake balls dari dalam kulkas. Siapkan stik loli, celupkan ujungnya, lalu tusukkan pada salah satu cake ball. Ulangi hingga semua cake balls habis. Sisihkan.

Untuk coating, bisa pake coklat apa aja ya. Boleh yang putih, pink, milk, dark, coating, etc. Mau coklat yang sudah diwarnain sendiri pun oke. Sebaiknya coklat di-temper dulu ya. Maksudnya setelah leleh dibiarkan sebentar sambil diaduk sesekali hingga mencapai suhu ruang ( tidak panas tapi masih bisa mengalir ). Ini agar lapisan cake ballsnya nnt mulus dan tidak terlalu tipis. Untuk mengecek suhu yang pas, celupkan jari kelingking ke dalam coklat. Bila sudah tidak terasa panas, maka coklat sudah pas untuk coating.

Ambil salah satu cake balls yang sudah diberi stik, celupkan perlahan dalam coklat, angkat, putar hingga lelehannya berhenti menetes. Tusukkan pada gabus dalam posisi berdiri. Biarkan hingga coating mengeras. Hias sesuai selera.

Cakepops too!

Berhubung ini pertama kalinya membuat cake pops, hiasannya sederhana banget. Cuma sprinkle dan drizzle disana sini. Tapi sudah cukup untuk memuaskan rasa penasaran saya.

Jadi, buat yang penasaran, coba yuuuuuk :)

Sunday, July 24, 2011

Uji Resep : Red Velvet Cookies

Kemarin pagi entah kenapa tiba tiba pengen eksperimen bikin red velvet kukis. Penasaran aja gimana rasanya klo red velvet yang tersohor itu dihadirkan dalam format kukis. Lalu, saya memutuskan mencoba resep ini, karena resep resep lain yang saya temukan rata rata menggunakan pre-mix yang kyaknya memang ga ada di Indonesia.

IMG_7182-1

Saya ikutin semua intruksi di resep. Semua measurement juga menggunakan ukuran 'cup' sesuai resep. Untuk uji awal sih memang saya ingin plek sama resep biar bisa mengira ngira, mana saja yang harus dimodifikasi bila mengulang nanti. Kecuali gula dan coklat bubuk yang komposisinya saya kurangi separuh. Ini menjadi ciri khas resep resep dari luar, dimana jumlah gula dan coklat bubuk, seringkali diluar toleransi lidah Indonesia.

IMG_7184-1

Untuk pewarna merah, saya tambahkan sepucuk sendok teh Bakery Craft Super Red. Tapi nampaknnya warnanya tidak sebegitu keluarnya dibandingnya pemakaian dalam pembuatan Red Velvet Cake. Ga masalah deh, kan cuma buat cuba cuba. Next time klo mo lebih merah, bisa ditambahin pewarna merah bubuk aja.

IMG_7186-1

Untuk ukuran juga, saya ikuti plek seperti resep, yaitu menggunakan scoop eskrim. Itu ukurannya segede telapak tangan saya, hehehe. 1 batch ini, jadi 12 buah.

IMG_7188-1

Hmmmmm.... It's done. Tapi hasilnya belum sesuai harapanku. Masih terlalu ke-barat barat-an karena texturnya chewy, yah memang diresepnya dikatakan begitu. Rasanya, kurang maniiiis, next time kudu ngasih gula sesuai resep kali. Oiya tapi chocochipnya lumayan membantu menambah rasa manis dikue. Next time, kasi yang banyaaaaak.

Well, untuk first trial ini, lumayan lah. Kuenya enak, tetep bisa dinikmati meski belum sesuai harapan. Tapi sudah ketemu semua apa apa saja yang perlu di modifikasi kalo bikin lagi. Untuk resep aslinya, bisa langsung kesini ya. Have it a try !

Tuesday, January 18, 2011

KBB #21 : Creme Brulee



Ga mau ketelatan lagi kali ini. Alhamdulillah bulan ini bisa ngerjain peer lebih awal. Sebenernya banyak hal yang ingin kulengkapi dulu sebelum bikin peer ini. Beli ramekins, blowtorch, vanilla pods, tapi pepatah mengatakan, terlalu lama menunda maka bakal gak kelakooon... ( terlaksana ).

Dan pepatah itu benar adanya. Ini bikinnya ga pake rencana sama sekali. Jadi bangun subuh, bingung mo ngapain. Punya peer mo bikin experimen lo cal cake buat penderita diabet, langsung buka kompie, ngeprint resep en nguplek deh didapur. Alhamdulillah, ga sampe 15 menit, adonan udah masuk oven. Hening sejenak, sampe akhirnya mendadak mutusin bikin brulee. Bahan bahan sih udah ready di kulkas karena sebagian besar bahan bahan untuk bikin kue jualan.

Sembari nunggu lo cal cakenya mateng, langsung nyiapin bahan si bule ga pake lama. Beneran aja bikinnya cepeeet banget. Begitu cake keluar oven, udah bisa langsung masukin si bule, jadi ga pake nganggur tuh oven, xixixixi....

Creme Brulee
Source: Jamie Oliver: The Naked Chef 2

Serves 6

300g fresh rhubarb (apa itu Rhubarb bisa check disindang) *skipped,.. mae*
3 Tbs caster sugar *skipped,.. mae*
2 vanilla pods *skipped,.. mae*
300ml double cream *pake Rich,..mae*
200ml full fat milk *pake Ultra plain,..mae*
8 egg yolks
80 gr sugar *too... sweeet, mae*

Preheat the oven to 140C/275F/Gas 1. Roughly slice up the rhubarb and place it in a pan with the caster sugar and 5 tablespoons of water. Simmer until tender, divide between 6 small serving dishes which your brulee will be cooked in, then set aside.

Score the vanilla pods lengthwise and run the knife up the pod to remove the vanilla seeds. Scrape these into the pan with the pods, cream and milk and slowly bring to the boil.
Meanwhile beat together the yolks and the sugar in a bowl until light and fluffy. When the cream and milk are just boiling, remove the vanilla pods and add little by little to the egg mixture, whisking continuously. I like to remove any bubbles or froth from the mixture before dividing it into the serving dishes, on top of the rhubarb.
Stand these in an appropriately sized roasting tray filled with water half way up the containers, and bake in the pre-heated oven for around 25 minutes until the custard mixture has set but is still slightly wobbly in the centre.

Allow to cool to room temperature then place in the fridge until ready to serve. Sprinkle with sugar and caramelize under a very hot grill or using a kitchen blowtorch. Lovely.




Waktu masih adonan, bulenya ga berbuih, bersih dan halus gitu, tp pas udah mateng, lha kok jadi banyak buihnya. Udah gitu mungkin karena kelamaan manggangnya *ditinggal mandi euy* tuh bule udah brownie aja atasnya. Hiakakakak.... ya udah deh malah enak ga pake di blowtorch, wekekek...

Tapi tetep kutaburin gula dan dioven api atas bentar sebagai finishing touch. Soalnya brulee gak apdol klo belom di bakar permukaannya.

Untuk rasanya, muaniiiiiiisssss buanget. Gak ukuran deh manisnya. Kalo mo nyoba sebaiknya dikurangin deh gulanya. Dan aku lupa klo Rich yg aku pake udah manis, jd ampyun deh, makan 2 sendok udah berasa 'full' .Tapi enyaaaaak kok. Mungkin lebih enak lagi klo ada buah buah asem untuk nyeimbangin rasa manisnya.

KBB #21 Creme Brulee

So, ga pake ramekin, ga pake blow torch, ga pake vanilla pods, en ga pake lama ! This is it, my Creme Brulee .... !

Friday, December 3, 2010

KBB #20 : Indonesian Traditional Biscuits - Bangket Susu


Haduuuh.... telat posting.... padahal dah dibelain bikin sebelum deadline, kok malah postingnya telat. Maap ya ibu ibu mods....

Tantangan kali ini lumayan mudah, yaitu buscuit khas Indonesia. Kue Bangket. Untuk tantangan kali ini aku nyoba resep Bangket Susu yang dapet dari mbak Lina Hidayat. Tengkyuuu mbaaak....

Bangket Susu

500 gr tepung sagu *sangrai dengan daun pandan hingga wangi*
150 gr gula halus
100 gr margarin
75 gr susu kental manis

KBB #20 : Bangket Susu

Direction :

- Campur semua bahan hingga beremah. Cetak dengan cetakan kue satu. Ditekan tekan hingga padat, lalu ketukkan diatas loyang. Panggang dengan api kecil 140degC selama 10 - 15 menit.

Gampang kaaaaan....

KBB #20 : Bangket Susu

Aku bikin setengah resep aja, jadi cuma skitar 39 buah atau satu toples kecil. Padahal nyetaknya penuh perjuangan sampe jempol kapalan *hahaha L.E.B.A.Y*

KBB #20 : Bangket Susu

Monday, May 31, 2010

KBB #17 : Savoury Lattice Pie



KBB bulan ini ngangkat materi Lattice Pie untuk kategori Savoury Bake. Dan aku baru ngerjain di hari terakhir deadline. Huhuhuhu... kok ya mesti toh :(

Okelah, ini laporanku ya....

KBB #17 : Savoury Lattice Pie

Untuk kulit aku pake ready-to-use frozen pastry dough ( ini yang bikin segalanya jadi mudah, hehehe.... )

Filling :

1 bh bawang bombay ukuran sedang
1 bh beef rolade, potong jadi 4 dan iris tipis ( bisa diganti olahan sapi lainnya )
Kurleb 50 gr fillet ayam, potong dadu
1 batang bawang perai
seledri, cincang halus
garam, gula dan merica sebagai penyedap, secukupnya

50 gr keju cheddar, parut

Untuk saus, aku pake:

1 bungkus bubuk krim instant
100 ml air

Beef & Corn Lattice Pastry - Collage

Cara membuat :

Tumis bawang bombay dan bawang perai dengan margarin hingga layu dan harum, masukkan daging ayam dan aduk hingga berubah warna. Masukkan beef rolade, aduk rata. Tambahkan bumbu, beri sedikit air untuk melarutkan. Aduk hingga kesat, taburi seledri, aduk rata. Sisihkan.

Saus :

Campur 1 bungkus bubuk krim dengan air. Aduk hingga gumpalannya larut. Panaskan hingga mendidih ( meletup letup ).

Tuang ke dalam tumisan, lalu tambahkan keju parut, aduk rata. Sisihkan.
Beef & Corn Lattice Pastry - Collage

Penyelesaian :

Cetak pastry dough dengan ukuran lebih besar dari cetakan yang akan digunakan. Segera pindahkan kedalam loyang yang sudah bersemir margarin agak tebal. Pipihkan tepiannya.

Tuang filling tumisan tadi, ratakan.

Lattice : Pengen bikin yang pola anyaman tapi takut doughnya gak cukup. Jadi aku cetak bulat lagi *itupun sebagiannya udah kepotong, hihihi* trus digurat gurat. Untuk guratannya aku pake pasta cutter yang dijejakkan secara berselang seling ditiap barisnya *aduh susah njelasinnya*
Setela pola terbentuk, rentangkan hingga jejak guratannya membentuk lubang lubang, lalu letakkan diatas pie. Rapikan.

Beef & Corn Lattice Pastry

Sayang ternyata guratanku kurang dalam, hingga saat direnggangkan lubangnya rapet rapet huhuhu. Udah gitu saking seriusnya ngurusin si lattice, sampe lupa motret penampakan akhir sebelum dipanggang.

Beef & Corn Lattice Pastry

Inti dari task kali ini adalah membuat lattice. Lattice pada umumnya berpola anyaman yang ditumpuk secara berselang seling. Namun saat ini, pola lattice sangat bervariasi. Ada yang menggunakan guratan yang dibut secara manual dengan pisau, menggunakan roller khusus berpola, bahkan menggunakan cutter beraneka bentuk. Tinggal pilih mau seperti apa latticenya. Semua terserah kreasi kita.

Beef & Corn Lattice Pastry

Bagaimana dengan rasanya ? Gak kalah kok dengan filled pastry buatan restoran, buktinya sekarang tinggal 1/4 loyang, orang rumah kedoyanan :D


Thursday, March 25, 2010

KBB #16 : Chiffon Cake ( Indonesian Recipe )

Wuih, gak kerasa KBB dah masuk putaran ke 16 ya... Eh eh logo barunya keren yaaaaa :D



Bulan ini temanya Chiffon Cake. Pasti dah langsung ngebayangin cake menul menul kempus kempus yang bolong ditengah itu deh. Yup, bener sekali. Beda dengan tantangan sebelumnya dimana admin membagikan resep untuk dipraktekan, putaran bulan ini justru admin memberi kebebasan bagi anggota untuk menentukan resep apa yang mau dipake alias terserah !. Eits.... tapi ada syaratnya, yaitu resep harus perkuliner Indonesia.

Untuk menyelesaikan peer kali ini, aku menjatuhkan pilihanku pada resep Yasaboga yang diambil dari buku mereka " Terampil Membuat Cake & Pastry ". Aku memilih resep Chocolate Chiffon Cake untuk ku ujicoba-kan.

Dan inilah hasilnyaaaa......

Choco Chiffon Cake

Chocolate Chiffon Cake
Originally by Yasaboga, modified by me *I only used half of the original recipe*

A :
75 gr gula pasir
85 gr tepung terigu
12 gr cokelat bubuk
1/4 sdt soda kue

B :
2 kuning telur
50 ml minyak goreng

75 ml susu cair

C :
3 putih telur
50 gr gula caster

Cara membuat :

Campur semua bahan A, aduk hingga rata. Buat lubang ( kawah ) ditengahnya. Campur bahan B kecuali susu cair, lalu tuang ditengah lubang ( bahan A ), aduk perlahan dengan gerakan melingkar sambil dituangi susu cair hingga tercampur dan adonan licin, sisihkan.

Kocok bahan C hingga kaku ( soft peak is ok ), ambil 1/3 bagian dan masukkan kedalam adonan A+B, aduk perlahan hingga rata. Tambahkan dan aduk sisa putih telur hingga habis dan adonan menyatu dengan baik.

compile1-wm

Tuang ke dalam loyang chiffon diameter dasar 18 - 20cm, panggang selama kurang lebih 45 menit, lalu naikkan suhunya menjadi 180 derajat C selama 15 menit atau hingga permukaan kecoklataan dan kering. Keluarkan dari oven lalu segera balikkan diatas tutup botol ( jika loyang tidak mempunyai kaki ). Biarkan hingga benar benar dingin, gunakan pisau untuk mengeluarkan cake dari loyang. Hias sesuai selera, potong potong dan sajikan.

chiffon5

Berhubung ini adalah pengalaman pertamaku membuat chiffon, awalnya agak sedikit takut hasilnya tidak sempurna. Tapi Alhamdulillah, meski tepiannya agak sedikit lengket diloyang, baik tekstur maupun rasanya tidak mengecewakan. Untuk menambah citarasa, aku menambahkan kenari cincang dan lelehan coklat pekat sebagai toppingnya. Tapi berhubung cakenya lumayan tebel, akhirnya ku belah dua cake-nya, dan kuberi topping lagi untuk belahannya. Abis klo dimakan gitu aja tanpa topping, rasanya kurang nendang.

Choco Chiffon Cake

Akhirnya, aku merasa cukup puas dengan pengalamanku kali ini. Dulu dalam bayanganku bikin chiffon cake tuh susah, dan rasanya gitu gitu aja, ternyata... bikin chiffon cake itu menyenangkan dan penuh tantangan, karena banyak sekali variasi yang bisa dibuat dengan chiffon cake ! Beberapa hari berikutnya, aku buat lagi dengan bahan dasar pisang. Aku post terpisah ya nanti.

So, wanna try ???



Eikeh luluuuuus bok !

Friday, February 26, 2010

Bread Pudding

I'm really on the crush with bread pudding right now !! Semenjak ngerasain bread pudding-nya BreadStory, tiba tiba tergila gila pada dessert yang satu ini. Padahal sebelumnya, ngincip aja emoooh.... gak tau kenapa, tapi dulu paling gak doyan ama puding roti. Cium baunya aja dah eneg. Lha trus kok bisa sampe nyicipin puding rotinya si BS ? Hehe, itu karena terpaksa..*ada deh pokoknya*

Bread Pudding

Eniwe baswe, semenjak penasaran ama yang namanya Bread Pudding, aku lalu nyoba beberapa resep yang cukup banyak tersebar di foodie blogs. But, so far, resep ini yang paling bikin aku jatuh hati. Resep ini rekomendasi dari mbak Shanti di DenHaag. A bit I can tell about her is, that she is a very talented photograper. She has her own style in her every photographs. I'm one of her big fan *jok ge er lo mbak :D*

Yuk, balik ke resep nya. Ini aku salinkan resep yang sudah ku konversi dan ku modifikasi dari resep aslinya. Kebetulan ada sisa roti tawar yang gak kunjung habis, plus punya fresh cream yang gagal kaku waktu dikocok. Ya udah di olah aja.

Bread Pudding

Bread Pudding
Original recipe by iVillage.co.uk

4 lembar roti tawar/ Roti Perancis/ Brioche/ Croissant /Hakkaido Bun *suka suka*, potong kecil atau iris iris, oles dengan butter. Sisihkan. ( Paling enak pake baguet ( roti perancis ) or hokaido bun. Itu loh roti gede bunder dengan topping butter-gula yang ada di Breadtalk/ Breadstory )

Custard *ini yang penting* :
1 kuning telur
1 butir telur
25 gr gula pasir
250 ml freshcream/ krim kocok
50 ml susu cair
Vanilla extract *atau pengaroma lain yg kamu suka*

Kismis, secukupnya
Gula palm, untuk taburan
Bubuk kayu manis, untuk taburan *bila suka*

Bread Pudding

Direction :

Siapkan pinggan tahan panas, atau alumunium foil/ cup ( biasa pake yang kotak uk. 20cm ), oles dengan butter. Tata roti di dalamnya, taburi kismis. Sisihkan.

Kocok semua telur dan gula hingga berbuih dan kental. Masukkan fresh cream, susu cair dan vanilla extract, kocok sebentar hanya hingga rata. Tuang perlahan keatas roti yang sudah ditata diatas pinggan. Tekan tekan roti agar terendam. Rendam selama kurang lebih 15-30 menit.

Sementara itu, panaskan oven, masukkan loyang besar berisi air untuk rendaman.

Menjelang dipanggang, taburi pudding dengan gula palem dan kayu manis bubuk. Panggang dengan cara au bain marie* selama kurang lebih 40 menit dengan suhu kurang lebih 180 degC. Setelah matang, dinginkan lalu simpan dalam kulkas.

*) Au bain marie dimaksudkan agar custard tidak overheating yang bisa mengakibatkan tektur pudding menjadi padat.

Bread Pudding

Jadi deh, bread pudding yang rasanya gak kalah sama yang di gerai gerai roti di mall. Pokoknya aku recomended banget resep ini deh ! Satu lagi, permukaannya yang crispy bikin sensasi tersendiri saat dimakan. Yummy !

Saturday, January 30, 2010

KBB # 15 : Mud Cookie Cake Sandwich

KBB pertama ditahun 2010, dengan tantangan Mud Cookies Cake Sandwich. Hihihi, kebayang gak gimana penampakannya ? Denger judulnya ada udah bingung kan. Sama ! Soalnya masing masing komponen katanya biasa berdiri sendiri. Cake, cookies dan sandwich. 3 jenis kudapan yang sangat berbeda jenisnya. Tapi memang belum bisa dibayangkan kalo belum mencobanya.

Actually, agak malu nih karena di putaran kali ini aku tidak menyelesaikan peernya dengan baik. Maaf sebesar besarnya ya ibu ibu host dan ibu kepala suku, aku ngaku lalai kali ini. Hiks !

Mungkin laporanku kali ini singkat saja, karena dari semua steps aku hanya sempat membuat mud cake-nya. Nih laporannya...

Resep KBB#15: Mud Cake Cookie Sandwiches

Source: The Australian Women's Weekly: cupcakes, cheesecake, cookies. ACP Magazine Ltd. 2008

Makes 24

250g butter, softened
330g firmly packed brown sugar
2 eggs
450g plain flour
75g self-raising flour
50g cocoa powder
2 Tbs cocoa powder, extra

Chocolate Mud Cake
150g butter, chopped
100g dark eating chocolate, chopped coarsely
220g caster sugar
125ml water
2 Tbs coffee liqueur
150g plain flour
2 Tbs cocoa powder
2 egg yolks

Combine butter, chocolate, sugar, the water and liqueur in small saucepan. Stir over low heat until smooth. Place mixture in medium bowl; cool 10 minutes. Whisk in sifted flour and cocoa, then egg yolks. Bake about 25 minutes. Cool cakes in pans. Using 6.5cm round cutter, cut 12 rounds from each cake.

Chocolate Ganache
80ml cream
200g dark eating chocolate, chopped coarsely

Bring cream to a boil in small saucepan; remove from heat. Add chocolate; stir until smooth. Refrigerate until spreadable.


  1. Preheat oven to 170C/150C fan-forced. Grease two 20cm x 30cm lamington pans; line with a strip of baking paper, extending paper 2cm above edges of pans.
  2. Make chocolate mud cake.
  3. Make chocolate ganache.
  4. Beat butter, sugar and eggs in small bowl with electric mixer until combined. Transfer mixture to large bowl; stir in sifted flours and cocoa, in two batches. Knead dough on floured surface until smooth; divide in half, roll each portion between sheets of baking paper until 5mm thick. Cover; refrigerate 30 minutes.
  5. Preheat oven to 180C/160C fan-forced. Grease oven trays; line with baking paper.
  6. Using 6.5cm round cutter, cut 48 rounds from dough. Place about 3cm apart on oven trays. Bake about 12 minutes. Cool on wire racks.
  7. Spread ganache onto underside of cookies; sandwich a mud cake round between two cookies.
  8. Using heart template, dust cookies with extra cocoa.


Ummm.... cake nya padeeeeeeeet banget, mirip kyak cake bantat gitu tapi nyoklat banget. Rasanya mirip mirip brownies tapi lebih padat lagi. Bikinnya gak sulit juga. Waktu pertama baca resepnya yang puanjang, pikirku tantangan kali ini bakalan susaaah. Tapi setelah dibaca dan dipelajari, ternyata gak terlalu sulit kok, hanya emang sih proses nya agak panjang.


Hanya ini yang bisa kulaporkan, udah gak tuntas, telat lagi postingnya. Hiks, muaap yaaaa.... siap deh dapet hukuman :(

Wednesday, January 6, 2010

Cheese Cream Banana Nut Bread

Udah luamaaaaaaaaa banget pengen nyoba resep yang satu ini. Setelah berbulan bulan numpuk di tumpukan print out, akhirnya baru hari ini kesampean bikinnya. Dengan komposisi cream cheese didalamnya, this recipe must be so good...

Cream Cheese Banana - Nut Bread

Cream Cheese Banana Nut Bread
Original recipe taken from myrecipes.com. Converted and modified by May Irianti.

( I used a half part of the original recipe, ..mae )

50 gr butter
100 gr creamcheese
175 gr gula pasir
1 butir telur
180 gr tepung terigu
1/4 sdt baking powder
1/4 sdt baking soda
1/4 sdt garam
2 buah pisang matang, haluskan ( aku pake pisang ambon. Klo pengen aroma yang kuat, pake pisang jenis apa saja yang sangat matang dan kulitnya mulai kehitaman, .. mae )
50 gr kacang2an, panggang sebentar ( aku pake kenari cincang, ..mae )
1/2 sdt extract vanilla ( aku pake butter-vanille essence )

Olesi loyang loaf dengan margarin, alasi dengan kertas dan olesi kembali dengan margarin. Panaskan oven hingga mencapai suhu 180 degC. Sisihkan.

Kocok butter dan cream cheese hingga lembut, tambahkan gula sedikit demi sedikit. Kocok terus hingga creamy dan fluffy. Masukkan telur, kocok pelan hanya hingga tercampur rata.

Campur tepung dan bahan kering lainnya, lalu masukkan kedalam kocokan butter+cream cheese. Kocok sebentar dengan speed rendah hingga tercampur rata. Masukkan pisang, kacang kacangan dan vanilla extract, aduk hingga rata. Adonan bertektur sangat kental mirip adonan pisang goreng.

Tuang dalam loyang, panggang selama kurang lebih 45 menit atau hingga permukaan kecoklatan. Cek dengan menggunakan tusukan sate, bila tusukannya kering setelah dimasukkan, tandanya cake sudah matang.

Keluarkan dari loyang dan dinginkan. Hias sesuai selera.

Cream Cheese Banana - Nut Bread

So, hasilnya gimana ? Huendang boook.... pokoknya apapun itu yang bisa bikin aku pengen nambah lagi dan lagi, berarti itu enaaaaak... ( at least menurut ukuranku, hehehe ). Tekstur padat tapi gak seret. Semua aroma baik pisang, butter, vanilla, dan cream cheesenya memang samar, tapi semuanya blending jadi satu dengan sangat manis. Aku paling suka sensasi waktu ketemu sama kenarinya, ah... cakep deh ah !

I recommended this recipe !

Saturday, November 28, 2009

KBB #14 : White Bread


It's KBB timeee !!
Rata Penuh
Time for another challenge !

Time for another experiment !

Time for another rush hour !

*lebay amat sih*

Oki doki. Tantangan KBB bulan ini adalah White Bread. Gampang laaah *sombong*. Eits, tapi bukan KBB kalo gak ada tantangannya. Jadi kali ini kita dituntut tidak hanya meng-uji coba sebuah resep tetapi juga berhitung. Hah ? Berhitung ?? Yup ! Karena resep kali ini bukan berupa jumlah jumlah komposisi bahan tapi persentase bahan atau rumus/ formula. Nah, kita dituntut harus menghitung sendiri jumlah bahan sesuai dengan persentase yang ditentukan. Aduh, kedengerannya kok rumit banget yah. Aku juga bingung kalo disuruh njelasin. Ya udah, langsung kesini aja deh buat jelasnya.

Jadi, setelah mempelajari formulanya *sok jenius* aku mutusin untuk bikin dikit ajah. Cuma 300gr tepung. Jadi masing masing bahan dipersentasikan dari 300gr itu. Kurang lebih gini aku ngitungnya :

(%) x jumlah tepung : 100 = jumlah bahan

dengan perhitungan diatas, aku dapatkan jumlah bahan lainnya seperti ini ( dengan patokan jumlah tepung 300gr ) :

Bread flour - 100% = 300gr
Salt - 1.8% = 5.4gr
Granulated sugar - 7.7% = 23 gr*
Powdered milk (Dried Milk Solid) - 6.2% = 19 gr*
Instant yeast - 1% = 3 gr
Egg, slightly beaten at room temperature - 7.7% = 23 gr* ( kira kira 1/2 butir telur )
Butter, room temperature - 7.7 %= 23 gr*
Water - 62.8% = 189 gr*

*) jumlah ganjil yang dibulatkan

Setelah mendapatkan jumlah jumlah tersebut, barulah kita pergi kedapur, hyuuuk...

KBB #14 : White Breads

Seperti yang kita tahu, roti membawa momok menakutkan bagi beberapa orang yang baru ingin mencobanya. Klo bantet gimana ? Klo keras gimana ? Susah deh kyaknya... Enggak sama sekali ! Bikin roti sendiri dirumah itu mudah kok. Iya tapi kan harus punya mixer khusus dulu... Eh, kata siapa ?? Bahkan manusia bisa bikin roti itu jauuuuuuuuuuh sebelum mixer ditemukan. Sebelumnya ? Ya pake tangan juga kan ! Mending beli deh, gak susah susah nguleni. Percaya deh, klo bisa bikin roti sendiri dirumah, perasaan bangga yang didapat itu yang gak bisa dibeli. Apalagi kalo dapat pujian dari orang orang tercinta dirumah, dijamin Breadt**k aja lewat deh enaknya, hihihi....

Jadi demi asas kebersamaan, aku bikin roti ini pake tangan ( gak 100% pake tangan sih, karena setelah foto foto step by step, adonan kucemplungin mixer, hehe... ). Ini hanya sedikit gambaran kalo mau nguleni pake tangan. Karena menurut aku, emang yang paling menentukan kalis enggaknya adonan nantinya, ya pada saat pengulenan pertama kali atau pada tahap homogenisasi/ penyatuan ( khusus pengulenan dengan tangan ). Semoga step by stepnya jelas ya..


1. Campur semua bahan kering ( kecuali garam ), aduk rata lalu buat kawah ditengahnya.

2. Campur bahan cair ( air & telur ), aduk rata lalu tuang persis ditengah kawah.

3,4,&5. Aduk dengan gerakan memutar menggunakan spatula, sendok atau garpu secara perlahan hingga adonan bagian tengah mengental dan tepung disekelilingnya luruh perlahan. Sembari diaduk, tekan tekan spatula agar tepung tidak terlalu bergerindil. Teruskan mengaduk.

6. Aduk hingga tepung disekelilingnya tercampur. Bila spatula sudah tidak kuat mengaduk, gunakan tangan. Dengan tekanan ringan, uleni adonan dengan gerakan melipat hingga tepung benar benar tercampur rata. Uleni sebentar hingga adonan menyatu/ homogen ( semua bahan sudah saling terikat ).

7. Adonan yang sudah homogen. Bila masih terasa lengket, tambahkan tepung sedikit demi sedikit ( masukkan sesendok demi sesendok ). Sebaliknya, jika terasa padat dan berat, tambahkan air, sesendok demi sesendok sekali masuk.

8,9. Masukkan mentega dan garam dengan mengoleskannya dipermukaan adonan. Uleni kembali dengan gerakan melipat, dorong, lipat kedalam, dorong keluar, mirip gerakan orang mencuci pakaian. Pada tahap ini, tangan akan terasa licin, lengket dan kurang nyaman. Teruskan menguleni karena lama kelamaan adonan akan terasa melunak dan kalis ( tidak menempel ditangan ). Bila adonan masih terasa padat dan berat, tambahkan mentega sedikit, bila terasa terlalu lunak, tambahkan tepung dengan cara menaburkan dipermukaan adonan. Pindahkan ke atas meja, atau kedalam wadah yang permukaannya luas ( talenan, nampan. dll ) untuk memudahkan pengulenan.

Perlu diperhatikan, bila menguleni dengan tangan maka suhu tangan kita akan mempengaruhi proses fermentasi menjadi lebih cepat. Jaga agar pengulenan tidak terlalu lama, karena adonan yang sudah profing saat masih diuleni akan sulit sekali kalis. Tandanya, adonan terus terasa lunak dan lengket padahal sudah ditambahkan tepung yang cukup banyak. Bila terjadi, sudahi pengulenan, taburkan tepung diatas adonan, lalu segera bulatkan dan mulai proses profing.

10. Adonan yang sudah kalis, dan dibulatkan. Istirahatkan selama 60 menit atau hingga mengembang dua kali lipat.

11. Adonan yang sudah mengembang. Kempeskan.

12. Potong potong, timbang dan bulatkan. Selain dengan ditimbang, agar memperoleh ukuran yang sama, gulung adonan memanjang, lalu potong potong dari tengah ke samping ( potong jadi 2, 4, 6, 8, dst ) Diamkan kembali selama 10 - 15 menit. Adonan siap dibentuk.

KBB #14 : White Breads

Kali ini, aku bentuk rotinya sederhana saja, sesuai dengan resepnya. Bentuk buns dan rolls. Finishingnya juga sederhana sekali. Karena bukan golongan roti manis, maka roti jenis ini akan lebih nikmat bila di sajikan gurih. Jadilah, kubuat roti ini menjadi spicy bread, bertabur dry herbs dan di nikmati dengan garlic sauce. A perfect snacks for me and my family.

KBB #14 : White Breads

KBB #14 : White Breads

Teksturnya sendiri, lumayan menurut aku. Tidak terlalu berongga besar, juga tidak terlalu padat, tapi tidak seempuk roti manis. Setelah disimpan 3 hari, agak sedikit keras tapi setelah dipanaskan sebentar di toaster, roti menjadi empuk kembali.

Jadi, tunggu apa lagi, bikin roti sendiri yuuukkk..... !


Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers