Showing posts with label dessert. Show all posts
Showing posts with label dessert. Show all posts

Friday, February 26, 2010

Bread Pudding

I'm really on the crush with bread pudding right now !! Semenjak ngerasain bread pudding-nya BreadStory, tiba tiba tergila gila pada dessert yang satu ini. Padahal sebelumnya, ngincip aja emoooh.... gak tau kenapa, tapi dulu paling gak doyan ama puding roti. Cium baunya aja dah eneg. Lha trus kok bisa sampe nyicipin puding rotinya si BS ? Hehe, itu karena terpaksa..*ada deh pokoknya*

Bread Pudding

Eniwe baswe, semenjak penasaran ama yang namanya Bread Pudding, aku lalu nyoba beberapa resep yang cukup banyak tersebar di foodie blogs. But, so far, resep ini yang paling bikin aku jatuh hati. Resep ini rekomendasi dari mbak Shanti di DenHaag. A bit I can tell about her is, that she is a very talented photograper. She has her own style in her every photographs. I'm one of her big fan *jok ge er lo mbak :D*

Yuk, balik ke resep nya. Ini aku salinkan resep yang sudah ku konversi dan ku modifikasi dari resep aslinya. Kebetulan ada sisa roti tawar yang gak kunjung habis, plus punya fresh cream yang gagal kaku waktu dikocok. Ya udah di olah aja.

Bread Pudding

Bread Pudding
Original recipe by iVillage.co.uk

4 lembar roti tawar/ Roti Perancis/ Brioche/ Croissant /Hakkaido Bun *suka suka*, potong kecil atau iris iris, oles dengan butter. Sisihkan. ( Paling enak pake baguet ( roti perancis ) or hokaido bun. Itu loh roti gede bunder dengan topping butter-gula yang ada di Breadtalk/ Breadstory )

Custard *ini yang penting* :
1 kuning telur
1 butir telur
25 gr gula pasir
250 ml freshcream/ krim kocok
50 ml susu cair
Vanilla extract *atau pengaroma lain yg kamu suka*

Kismis, secukupnya
Gula palm, untuk taburan
Bubuk kayu manis, untuk taburan *bila suka*

Bread Pudding

Direction :

Siapkan pinggan tahan panas, atau alumunium foil/ cup ( biasa pake yang kotak uk. 20cm ), oles dengan butter. Tata roti di dalamnya, taburi kismis. Sisihkan.

Kocok semua telur dan gula hingga berbuih dan kental. Masukkan fresh cream, susu cair dan vanilla extract, kocok sebentar hanya hingga rata. Tuang perlahan keatas roti yang sudah ditata diatas pinggan. Tekan tekan roti agar terendam. Rendam selama kurang lebih 15-30 menit.

Sementara itu, panaskan oven, masukkan loyang besar berisi air untuk rendaman.

Menjelang dipanggang, taburi pudding dengan gula palem dan kayu manis bubuk. Panggang dengan cara au bain marie* selama kurang lebih 40 menit dengan suhu kurang lebih 180 degC. Setelah matang, dinginkan lalu simpan dalam kulkas.

*) Au bain marie dimaksudkan agar custard tidak overheating yang bisa mengakibatkan tektur pudding menjadi padat.

Bread Pudding

Jadi deh, bread pudding yang rasanya gak kalah sama yang di gerai gerai roti di mall. Pokoknya aku recomended banget resep ini deh ! Satu lagi, permukaannya yang crispy bikin sensasi tersendiri saat dimakan. Yummy !

Tuesday, November 24, 2009

It's Mango Season and Time for Ice Cream !!!

Saat ini sedang memasuki puncak musim buah mangga di Surabaya. Mungkin juga dibeberapa kota lain atau bahkan diseluruh Indonesia ( kecuali Papua aku rasa, buah dan sayur sulit tumbuh disana ). Bila memasuki musimnya seperti ini, you can almost find them everywhere and anywhere. Yup, mereka ada dimana mana. Hampir semua orang menyukainya. Bahkan aku ragu bila ada orang yang tidak menyukainya.


Aku dan seluruh keluargaku termasuk penggemar berat buah mangga. Kami bahkan mempunyai pohon mangga sendiri dirumah masing masing. Bahkan ada yang memiliki beberapa varietas berbeda. Bila musimnya tiba, kami bahkan punya tradisi bertukar hasil panen.

Alhamdulillah, pohon mangga didepan rumah kami, tahun ini berbuah lebih banyak dari tahun lalu. Meski tidak serimbun pohon mangga lain, tapi buah yang dihasilkan sudah lebih dari cukup untuk dikonsumsi keluarga kecil kami.

Kami tidak menunggu sampai buah buah tersebut matang benar, karena bila menunggu matang, dikhawatirkan buah buah itu tidak akan selamat karena keburu diserang kelelawar buah ( codot ). Kira kira saat mereka mengkal ( kekuningan tapi masih keras ) kami sudah memetiknya. Kegiatan ini tentu sangat menyenangkan untuk seluruh keluarga. Karena masing masing punya tugas. Ada yang mendapat bagian memetik menggunakan tongkat petik, ada yang kebagian mengarahkan, ada yang kebagian menerima hasil petikan, dan yang paling seru tentu bila buah yang jaraknya cukup jauh sulit terpetik. Biasanya kami malah berteriak teriak seperti orang yang sedang nonton pertandingan sepak bola :D


Setelah dipetik, buah tidak bisa langsung dimakan. Kecuali untuk rujakan, buah yang mengkal memang lebih enak. Untuk buah potong, kita harus menginapkan dulu beberapa hari ( bahkan bisa sampai seminggu lebih ) sampai buah benar benar empuk dan matang. Lalu, diapakan buah sebanyak itu? Ya dimakan begitu saja sebagai buah potong. Tidak perlu takut bila tidak ada yang menghabiskan. Karena dijamin pasti habis oleh kami !

Sebelum dihabiskan, aku menyisihkan dua buah untuk ku olah menjadi es krim. Hmm... menyebut namanya saja, lidah sudah terasa dingin.

Ripe Mango

Ketagihan dengan sorbet stroberi yang aku buat beberapa waktu lalu, aku berencana menggunakan tepung es krim instant yang sama ( merk Haan's ) , tapi sayang aku tidak kunjung menemukan tepung tersebut yang beraroma mangga. Aku pun mencari penggantinya yang bersifat netral ( tidak bearoma khusus ), yaitu Haan's Whippy Cream. Sebenarnya ini bukan tepung es krim instan, melainkan tepung krim kocok. Ya sudahlah dicoba saja dulu...

Hmm, ternyata tidak mengecewakan !

Mango Ice Cream

Mango Ice Cream

2 buah/ 300 gr daging mangga matang , sisihkan 1/4 nya( aku pake mangga gadung )
gula secukupnya tergantung tingkat kemanisan yang diinginkan ( tergantung buahnya juga ) aku pake 4 sdm...
300 ml whipped cream ( aku pake 100 gr whip cream bubuk + 200ml air es )
2 cup ( @80 gr-an ) yoghurt rasa mangga

Cara membuat :
Haluskan/ blender 3/4 bagian daging mangga dan gula hingga menjadi puree, tambahkan yoghurt, sisihkan
potong kecil kecil 1/4 bagian lainnya, untuk sensasi fresh fruit ( komposisi ini bisa dirumah sesuai selera )
kocok whip cream hingga kaku, masukkan puree mangga, kocok lagi hingga tercampur rata. Masukkan potongan buah mangga, aduk rata. Tuang dalam cup atau kotak plastik. Bekukan.

Ternyata texturnya lebih halus dari sorbet stroberi kemarin. Cuma satu yang kurang, kurang asam. Padahal itu bagian yang paling aku suka. Mungkin aku perlu menambahkan sedikit air perasan jeruk nipis ( tips dari mbak Lia ) atau menambahkan jumlah yoghurt-nya. Tapi, ini aja dah enak kok. Patutlah dicoba. Oya satu lagi, es krim yang ini lebih gampang leleh dari yang stroberi kemaren.

So, ice cream anyone ?

Thursday, April 30, 2009

MasBar : ( Bukan Bubur ) Gempol


( Haduh maksa pulak judulnya ! )

Senengnya, akhirnya kesampean juga ikutan Masak Bareng yang di prakarsai oleh Ayin, Deetha dan Shinta. Secara dah dari duluuuuu banget pengen ikut, tapi apa daya suka telat karena lupa.

Bulan ini hampirrr aja lupa, untung diniatin bener bener jangan sampe lupa, meski akhirnya last minute juga :D

Trus, bikin apa neh ? Hehe, denger kata jajan dari beras langsung inget sama jajanan jaman kecil dulu. Jajanan ini juga belum pernah aku temukan didaerah lain. Namanya Gempol. Bulatan sebesar bola bekel yang dibuat dari tepung beras dan disajikan dengan kuah santan encer mirip kuah dawet. Sampai sebesar ini, jajanan ini hanya aku temukan di Gresik, kota kelahiranku.

Waktu searching di Google, ternyata ada juga bubur yang bernama sama. Sekilas tampak sama, tapi setelah dicermati, perbedaan terletak pada 'kuah'. Bubur gempol disajikan secara bubur. Tepung beras yang diolah dan dibentuk sebesar kelereng itu, disajikan dengan bubur gula merah kental dengan saus santan, atau sebaliknya, disajikan dengan bubur santan kental dengan saus gula merah.

Sejenak ingin bernostalgia, aku tiba tiba pengen banget bikin gempol ini. Sayaaaang, waktu tanya ke nenekku yang udah seperti gudang resep buat aku, ternyata nenek juga gak tahu resepnya. Huwaaaa... piyeee ??? Tak mau patah semangat, aku coba lagi searching tentang si Gempol ini, dan balik lagi resultnya ya mengarah ke bubur gempol. Ya udah, gak ada salahnya dicoba...

Dan, taraaaa ini Gempolku.

Gempol

Resepnya disadur dari sini, dengan sedikit modifikasi terutama di kuah dan saus. Aku tidak menggunakan keduanya, melainkan kuganti dengan kuah santan encer.

Gempol

Bahan A :

125 gr tepung beras , perciki dengan air hingga lembab, kukus 15 menit
100 gr kelapa parut, setengah tua
20 gr tepung kanji ( hati hati jangan sampe kelebihan )
100 ml air pandan suji yang diblender, aku pake air biasa + esens pandan
1 sdt garam halus

Kuah :

500 ml air
2 bungkus santan instan kemasan kecil ( segitiga )
50 gr gula merah, bisa dikurangi kalo dirasa kemanisan
25 gr gula pasir
1/4 sdt garam
2 lembar daun pandan, simpulkan

Cara membuat :

Campur bahan A hingga tercampur rata, lalu bulatkan sebesar kelereng ( punyaku sebesar bola bekel ). Panaskan air hingga mendidih, lalu rebus hingga bola bola mengapung, angat, tiriskan dan sisihkan.

Kuah :

Panaskan air , daun pandan dan gula, lalu didihkan hingga gula larut. Masukkan santan, dan aduk cepat lalu matikan api.

Sajikan gempol dengan kuahnya.

Hasilnya, jauuuuuuuuh dari yang kupikirkan. Sama sekali tidak mirip dengan gempol yang biasa aku makan di Gresik. Beda, tapi tetep enak. Cuma kayaknya aku masukin tepung kanjinya kebanyakan, jadi kenyal banget. Satu lagi, warnanya kecoklatan, gempol yang biasa aku makan warnanya putih bersih. Mungkin emang lebih bagus ikut resep asli, dengan menambahkan daun suji.

Saturday, March 28, 2009

KBB #10 : Caramel Pots with Minted Shortbread Stick


Tak terasa, KBB sudah memasuki tantangan ke sepuluh yang merupakan tantangan ke tujuh untukku. Setelah panik didera pastry pada tantangan lalu, kali ini tantangannya termasuk dalam kategori dessert.

Resep yang dipilih adalah Caramel Pots with Minted Shortbread Sticks, oleh Chef Fred Wiesehutter, Heritage Christchurch, ( Foodtown Magazine ). Hmmm model dessert seperti apa ini ya...

Berikut laporanku...

Caramel Pots with Minted Shortbread Sticks

Caramel Pots with Minted Shortbread Sticks
( Click here for recipe )

Yang pertama dibuat adalah shortbread. Pembuatannya hampir tanpa kendala karena prosesnya sama seperti membuat kukis. Campur campur, giling giling, potong potong, lalu dipanggang. Beres. Rasanya, kres kres kres, renyah banget. Butter nya juga kerasa banget. Satu satunya yang sedikit agak mengganggu bagiku adalah aroma mint-nya. Hmmm, jujur, aku kurang begitu suka aromanya. Sayang aja aroma butter ketutup sama aroma mint-nya. Tapi a task is a task. Meski begitu, setengah toples habis dalam waktu kurang dari seminggu. Cepet cepet diungsiin keburu diabisin.


Selanjutnya bikin caramel pots. Jedanya dari waktu bikin shortbreadnya lumayan lamaaa. Hehe moods kedapur lagi ngilang entah kemana. Akhirnya baru sempet bikin pada minggu terakhir jelang deadline. Daaan seperti yang sudah dibahas di milis, karamelku sukses mengkristal. Padahal cuma bikin 2/3 resep, tapi ngabisin waktu sekitar hampir 2 jam. Oooh, prustasi, stress dan migren langsung kambuh. Udah gitu, jadinya bukan golden malah brownie karena kelamaan.

Hasilnya, muanissss bangeeetsss. Tapi enak en lembuuut. Kalo dimakan gitu ajah sih jelas bikin sakit gigi, tapi kalo dimakan sama shortbreadnya, baru deh agak terminimalisir manisnya. Pas pokoknya. Emang sengaja dijodohin ya caramel potsnya sama shortbreadnya.

Akan tetapi....

Menjelang pengumpulan tugas, aku diberi musibah. Laptop tempat aku menyimpan semua data data KBB tiba tiba rusak. Gak bisa nyala. Hanya beberapa data yang masih bisa tertolong ( yang tertinggal di SDcard ). Termasuk semua foto foto hasil akhir *huaaaaaaa.... nangis guling guling*. Sekarang masih diusahakan suami ke tukang laptop *hiks hiks* Semoga data datanya gak ilang.

Jadi mohon maaf ya bu Host, kali ini laporanku sederhana sekali. Sampai hari ini kalau inget data dataku yang disana, masih pengen nangis rasanya...

Wednesday, December 31, 2008

MFM #21 : Pancake Santan Saus Kinca



Baru pertama kali jadi host event baking/ cooking di dunia maya. Gak begitu sulit sih. Tapi jadi host saat kita sedang ditimbun segudang kerjaan dan aktivitas, rasanya gak sulit lagi, tapi suliiiiiiiiiiiiitttt....... Apalagi kalau sudah mendekati akhir masa tugas, mengumpulkan entry entry peserta, dan merangkumnya dalam sebuah round up.

Seperti yang aku lakukan beberapa saat lalu, sampai aku tersadar bahwa aku sendiri belum ngerjain tugas ! O-M-G *nepuk dahi*

Selama beberapa detik aku terserang amnesia *lebay*, beberapa menit kemudian yang kupikirkan hanya, apa yang bisa aku buat dalam waktu kurang dari satu jam, karena lebih dari itu, pekerjaan lain masih menunggu.

Sejenak otakku berpikir keras, sembari mengerutkan dahi dan mempertemukan kedua alis mataku dalam satu garis. That's it ! Bikin itu sajalah. Kudapan favorit cepat saji. Pancake.

Resepnya pake resep yang biasa aku pake sejak bertahun tahun yang lalu. Hanya komposisi susu cair aku ganti dengan santan cair ( /sedang ).

Pancake Santan Saus Kinca

Pancake Santan Saus Kinca


200 gr tepung terigu serbaguna
50 gr gula halus
60 gr susu bubuk
1 sdt baking powder ( double acting is better )
50 gr margarin / butter, lelehkan
250 ml santan sedang/ cair ( bila menggunakan susu cair, cukup 200 ml saja,..mae )
2 butir telur

Saus Kinca :

2 balok kecil / 100 gr gula merah
25 ml air

Direction :

Pancake :
Campur semua bahan, aduk hingga rata. Istirahatkan kurang lebih 10 menit. Panaskan wajan datar anti lengket, bila sudah cukup panas, kecilkan api. Tuangkan sesendok sayur adonan, tunggu hingga tepian/ permukaan adonan berlubang, lalu balik pancake dan biarkan hingga matang.

Kinca :
Masak semua bahan hingga mendidih dan kental. Saring dan tuang saat masih hangat keatas pancake yang ditumpuk. Sajikan hangat.

Monday, September 22, 2008

KBB #7 : Ultah KBB Warna Warni ( Baking Entry ) - Double Chocolate Mousse Cake



Akhirnya, selesai juga peer utamaku bulan ini. Inilah challenge of the month, KBB #7 : Ultah KBB Warna Warni. Putaran ini, tidak ada resep tertentu yang harus dipraktekan, melainkan semua anggota bebas menentukan apa yang mau dibuat. Mudah bukan ? Oh, tentu tidak karena tetep aja bingung mau bikin apa. Selain itu, putaran kali ini sedikit berbeda karena tantangannya juga dilombakan. Ini untuk memeriahkan ultah KBB yang pertama. Ada lomba cooking, baking, and food photography-ing. So, I decided to put my entries to baking and food photography contest.

Ditengah kebingunganku *karena ingin membuat sesuatu yang spesial* aku teringat sebuah resep yang sudah sejak lama ingin kupraktekan. Resep itu adalah Chocolate Mousse Cake, tantangan KBB #2, dimana saat itu aku belum menjadi anggotanya. Dengan alasan ingin ikut mengamalkan salah satu resep tantangan KBB, akhirnya kuputuskan untuk membuat resep ini.

Namun dipertengahan, aku mengalami kebimbangan lagi - tepatnya tergoda - setelah melihat Chocolate Coffee Mousse Cake milik mbak Ine yang dipraktekan mbak Arfi. Yang membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan meneteskan air liur dan tidak bisa berkata kata ( ini adalah pengalaman orang orang yang sudah mencobanya, oh really ? )

Jadi mana yang harus kucoba ?

Kuputuskan, dua duanya !

Sebenarnya bukan keduanya, tapi aku menggabungkan keduanya dalam satu resep. Cake coklat pake resep mbak Ine, dan mousse coklatnya pake punya KBB. Sebenernya pengen nyoba punya mbak Ine semua, tapi agak sedikit ragu ragu dengan penggunaan gelatin, meski pun bisa disubtitusi dengan jelly. Jadilah ini kusebut Double Chocolate Mousse Cake, yang kupersembahkan khusus untuk ultah KBB yang pertama.

Double Chocolate Mousse Cake

Double Chocolate Mousse Cake
Source : Gabungan antara resep mbak Ine dan arsip KBB #2

Bahasa version :

Chocolate sponge cake:
Versi mbak Ine

5 Kuning telur
2 putih telur
40 gr gula
30 gr terigu
10 gr maizena
15 gr coklat bubuk
65 gr margarine
1/4 sdt baking powder

loyang 20X20X4 cm

Kocok gula dan telur hingga mengembang dan mengental. Campur jadi satu, tepung terigu, maizena, coklat bubuk dan baking powder, ayak. Masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit sambil di aduk dengan spatula. Masukkan margarine yang sudah di cairkan, aduk rata. Tuang dalam loyang ukuran 20X20X4 cm yang sudah di alasi kertas roti, panggang dalam suhu 200 derajat selama 15 menit. Belah cake menjadi dua, sisihkan.

Mousse :
Versi KBB

250g dark cooking chocolate,
6 kuning telur,
250g mentega suhu ruang,
6 putih telur ( bisa diganti 250 gr thickened cream, kocok kaku )
*aku tambahin sedikit esens kopi mocca,... mae*


Tim coklat hingga leleh. Kocok kuning telur lalu campurkan dengan coklat, aduk rata. Tambahkan mentega sambil dikocok. Kocok putih telur hingga kaku. Masukkan adonan putih telur ke dalam adonan coklat. Tuang adonan ini ke atas cake. Tutup dan dinginkan selama 4 jam atau semalaman.

(Jika menggunakan thickened cream, pakai 250g lalu kocok dan campurkan ke dalam adonan coklat).

English Version :

Chocolate sponge cake :

5 egg yolks
2 egg whites
40 gr sugar
30 gr plain flour
10 gr corn flour
15 gr cocoa powder
65 gr margarine, melted
1/4 tsp baking powder

20X20X4 cm square cake tin

Beat the eggs and sugar until fluffy and thick. Sift together flour, cornflour, milk powder, cocoa powder and baking powder. Fold into the eggs mixture. Add in the melted margarine, mix gently. Pour into the prepared cake tin and bake on a preheated oven 200C for 15 minutes. Split the cake and set aside.

Chocolate Mousse:

250g cooking chocolate,
6 egg yolks,
250g soft butter,
6 egg whites
*I added few drops of coffe mocca flavouring essence,...mae*

Melt the chocolate over hot water. Beat the egg yolks and blend with the chocolate to mix well.
Beat in the softened butter. Beat the eggwhites stiff to the stiff peak stage.
Fold the stiffly beaten eggwhites into the chocolate mixture. Pour the chocolate mixture over thecake. Cover and refrigerate for 4 hours or overnight.

Waktu bikin sponge cakenya sih ga ada masalah. Begitu bikin mousse-nya baru deh bingung. Belum pernah bikin en ini baru pertama kalinya. Bisa dilihat kan texturnya kasar sekali. Mousse mulai bergerindil saat campuran coklat leleh dituang kedalam putih telur. Putih telurnya pecah pecah. Apa mungkin karena terlalu kaku dikocok. Aku cuma ikutin resep yang disebutkan bahwa puith telur dikocok hingga kaku.

Tapi rasanya, huenaaak ~~~~~~ Sponge cakenya lembyuut banget. Moussenya legit en nyoklat banget. Cuma sayang ga tahan udara panas. Jadi harus bolak balik masuk kulkas waktu mo difoto.

Double Chocolate Mousse Cake

Mousse-nya berasa es krim kalo masih dingin. Kalau gak di KBB, ga kebayang deh bakal nyoba bikin yang kayak ginian... Tapi penampakan sungguh jauh dari sempurna, belepotan.

Hmmm... tinggal ngurusin lomba foto... *huaaaaa*

Happy Birthday My Dearest KBB ! It's party tiiimeee... !

Saturday, September 13, 2008

Puding Sutra Jeruk ( MFM #19 )



Sebenarnya ini adalah puding gagal yang berhasil. Why ?

Aku lupa kapan persisnya aku pertama kali menikmati puding ini. Yang kuingat waktu itu aku masih kelas satu SMP. Saat itu tepat hari Lebaran dan aku berkunjung kesalah satu rumah sahabat baruku. Disana aku disuguhkan beberapa penganan mewah -menurutku- termasuk puding ini.

Saat itu mataku berbinar binar keenakan, karena puding ini begitu mewah buatku saat itu. Maklum sejak kecil ibu belum pernah membuat puding seperti ini. Sepanjang yang kuingat, ibu cuma pernah membuat satu jenis puding yang disebutnya 'podeng' yaitu puding berbahan santan dan gula merah. Aku sendiri selalu menyebutnya puding kampung.

Langsung saja puding putih bersembur oranye didasarnya, yang dihidangkan dengan koktail buah itu habis dalam sekejap. Mau nambah kok malu. Puding itu adalah Puding Tahu. Bukan tahu yang kita makan sehari hari, tapi puding itu mempunyai guratan seperti tahu dimana dasar puding berwarna oranye karena telah dituangi dengan sirup jeruk squash. Segar dan mewah pokoknya. Saat itu aku langsung minta resepnya kemama sahabatku ( makasih Te.. ). Sampai sekarang ini menjadi salah satu puding favoritku.

Tapi, mengapa gagal ? Karena sejak pertama kali aku mempraktekannya sampai hari ini, aku tetap tidak bisa mendapatkan gurat 'tahu' yang kuinginkan ( Fan, lu harus tanggung jawab nih ! ). Sirup jeruk yang seharusnya menjadi kunci utama agar gurat tahu itu terlihat selalu terpisah dan membentuk lapisan sendiri didasar puding. Tapi meski gagal bagiku, tetap tidak mengurangi keistimewaannya. Jadilah ini kusebut Puding Sutra Jeruk karena lebih mirip Puding Sutra, yang kupersembahkan khusus untuk MFM #19 dengan tema Pudding yang digawangi Ibutio.

Orange Silk Pudding

Puding Sutra Jeruk

Resep : Tante Wati - Mama Fanny - Eyang Nadda

1000 ml susu cair, aku pake 200m or 1/2 klg SKM dilarutkan dengan air hingga 1000ml,..mae
150 - 200 gr gula pasir sesuai selera, jika menggunakan susu cair plain ( hilangkan bila mengunakan SKM )
1 bungkus agar agar putih / bening, larutkan sedikit air ( biasa )
150 ml sirup orange squash, atau sesuai selera
1 kaleng koktail buah / leci kaleng / jeruk mandarin kaleng / variasi buah sesuai selera

Cara membuat :
Panaskan susu ( dan gula ) hingga bergemuruh dan jelang mendidih, masukkan larutan agar agar lalu aduk rata hingga mendidih. Segera matikan api.
Tuang kedalam cetakan / pinggan, dan dinginkan kurang lebih 30 - 45 menit atau sampai permukaan puding membentuk lapisan 'kulit' tapi bagian bawah/ dasar masih cair.
Bila permukaan puding dirasa sudah cukup kokoh, tuangi sirup jeruk dengan menggunakan sendok. Tuang dengan cara melelehkannya ditepian cetakan/ pinggan sesendok demi sesedok. Biarkan sirup meresap dan menerobos melalui celah celah tepian cetakan dan akan mengendap didasar puding. Biarkan hingga keras.
Masukkan kulkas dan hidangkan dengan siraman koktail buah.

Bila sulit membayangkan gurat tahu pada puding ini ( yang sebenarnya ), coba bayangkan puding kampung berbahan santan dan gula merah. Mereka dicampur, dan dimasak bersama sama. Saat sudah dingin, mereka memisahkan diri dan membentuk lapisan putih dan merah. Lapisan putih biasanya berasal dari ( kepala ) santan atau kanil. Dibatas lapisan itu pasti timbul semacam guratan yang menunjukkan tingkat kekentalan santan itu. Kurang lebih seperti itulah guratan yang ( seharusnya ) timbul. Maka puding akan terlihat seperti tahu. Cantik sekali.

Tapi entah apa yang salah dari proses pembuatanku, sehingga si 'stretchmark' ga mau muncul. Yeah, I'll find it out someday... Oya berhubung ga punya stok buah kaleng or buah segar, jadi pudingnya cuma disiram sirup jeruk ( lagi ). Hiks... minimalis banget yah...

Orange Silk Pudding

*Fanny... lu harus nanyain nyokap lu lagi, awas lu ya. Klo enggak gua tangisin tuh Nadda kecil, heu heu heu...*

Monday, July 7, 2008

Trial on Making French Macarons ( Failed )

Beberapa waktu lalu dimilis sempat hangat membahas French Macarons ini. Diawali dengan mbak Dita yang sudah mencoba beberapa kali ( 6x bok ) dan sebanyak itu pula dia gagal *hugs*, lalu dilanjutkan dengan mbak Arfi dan mbak Rita, juga beberapa teman yang ikut tergoda ingin mencoba. Ada yang berhasil tapi lebih banyak yang belum beruntung menaklukan si makarun ini.

Aku salah satu yang kurang beruntung itu, hihihi...

Jadilah beberapa pekan lalu, mbak Arfi mengajak teman teman yang sudah mencoba macaron ini untuk berbagi cerita, baik berhasil ataupun gagal.

Aku terhitung baru dua kali mencoba resep ini, dan gagal semua. Yang pertama aku pake resep macarons-nya Helen of Tartelette.

Sebagian bahan utama untuk macaroon ini adalah almond powder / almon meal yang gak murah *duh* Jadi untuk mensubtitusikannya, almon meal aku ganti dengan mente remuk yang dihalusin sendiri. Toh, pada dasarnya semua jenis kacang kacangan bisa dipake. Katanya....

Mente Giling Oven
Mente giling

Jadilah dengan penuh percaya diri, aku nyobain si makarun ini untuk pertama kalinya. Hasilnya gagal total. Artinya, tidak satupun dari makarun ini yang terselamatkan. Udah gak bisa kering, nempel dikertas rotinya pula. Akhirnya semua berakhir ditempat sampah.


hopeless macarons wannabe...

So, I didn't give up and tried to make the second batch. This time I used Helen's Snicker Macaron recipe. Komposisi kacang tanah aku ganti dengan mente giling yang masih tersisa.. Kali ini komposisi almond meal tetep aku pake.

Dipercobaan kedua ini, putih telur aku kocok dengan standing mixer dan hasil kocokannya bisa kaku tapi tetap lembut ( tidak bertextur seperti spons ). Persis seperti yang digambarkan Helen di artikel makarunnya di Dessert Mag. Senangnya hatiku...




Lalu dengan hati hati, semua kacang kacangan halus aku masukkan dan diaduk sampai rata. Coba ditetesin dipiring dan hasilnya langsung nge-flat. Sampe disini dah seneng banget rasanya. Tapi kok... ? Setelah didiemin selama sejam, tuh makarun malah mleber dan lagi lagi berakhir tragis seperti yang pertama.

Konon katanya, si makarun dibilang berhasil kalau ada 'kaki' ( feet ) yang menyembul dari dasar macaroonya. Texturnya sendiri renyah dan kering diluar tapi tetep moist didalam. Dipadu dengan variasi filling dan aneka aroma dan warna, membuat siapapun yang mencobanya bakal ketagihan...

Mungkin masih banyak kesalahan yang belum aku ketauhi dalam membuat simakarun ini, someday penegn nyoba lagi...

Kapan ya bisa ngarasain french macaroon buatanku sendiri.... *ya kapan kapan*

Thursday, June 19, 2008

Suguhan Arisan #2 : Puding Sutera Almond

Puding almon adalah salah satu materi yang pernah diajarkan waktu aku kursus catering 2 tahun lalu. Entah kenapa, puding yang begitu sederhana ini berkesan mewah kata guruku. Sempet googling untuk mencari resep alternatif. Kebanyakan resep yang aku temukan mirip mirip dengan resep yang aku dapet waktu kursus. Bikinnya gampaaaaang banget. Tapi dijamin semua suka. Seger sih ! Dan, memang, keliatan mewah.



Ini foto puding almon waktu aku kursus 2 tahun lalu. Disajikan dalam cup berkaki dengan topping leci kalengan yang dicoret dengan jeli tulis. Cantik kan ?



Puding Sutra Almond

Puding :
1000 ml susu cair ( plain ),
bisa diganti 1/2 kaleng SKM yang dilarutkan dengan air sampai 1000ml..., mae.

150 gr - 200 gr gula pasir, sesuai tingkat kemanisan yang dikehendaki.
Bila menggunakan SKM, komposisi gula dihilangkan atau tambahkan sedikit saja..., mae.

1 bungkus agar agar putih / bening.

1 sdt esens almon

Kuah :

1 kaleng buah koktail, bisa ditambahkan leci kaleng bila suka. Aku pake ceri..., mae.

Cara membuat :

Campur susu cair, gula, dan agar agar didalam panci, lalu panaskan. Aduk terus sampai mendidih, segera matikan api. Aduk terus adonan agar agar sampai uapnya berkurang. Kurang lebih 5 menitan lah. Tambahkan esens almon. Tuang kedalam cetakan atau cup cup kecil ( berkaki ) untuk ukuran personal. Pake gelas juga bisa. Aku sendiri pake loyang tulban biar nanti gak ribet bawanya. Dinginkan. Sesaat sebelum dihidangkan, guyur puding dengan kuah koktail. Tata buahnya diatasnya. Siap dihidangkan.

Toppingnya ini sebenarnya sesuai selera. Standarnya ya cuma buah kaleng aja. Tapi dibeberapa resep yang aku dapet, banyak juga yang divariasikan dengan stroberi, leci, nanas, mangga dan berbagai macam buah tropis lainnya. Untuk kuah juga ada beberapa variasi. Ada yang diberi kuah jahe dan sirup gula merah. Silahkan berkreasi untuk ini...

Waktu puding ini pertama aku hidangkan di meja arisan , banyak yang udah gak sabar pengen nyomot padahal belum waktunya makan. Sabar dulu yaaa.... Tapi begitu acara makan selesai pudingnya lariiis, habis tak bersisa. Alhamdulillah....

Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers