Showing posts with label non oven. Show all posts
Showing posts with label non oven. Show all posts

Thursday, October 22, 2009

Brownies Kukus Pisang ( Banana Steamed Brownie )

Beberapa minggu lalu, sepulang mudik dari Pulau Bangka, kakak iparku mampir kerumah membawakan beberapa oleh oleh. Salah satunya sesisir pisang kepok mentah yang masih sangat hijau. Pisangnya akhirnya kusimpan digudang dapur, sembari berpikir akan dijadikan apa nanti bila matang. Selain pisang goreng tentunya. Tapi pikiran tersebut ku abaikan saja karena kupikir, ah matengnya paling maish beberapa hari lagi. Santai santai aja lah...

Keesokan paginya, saat aku masuk kegudang dapur, aku terkejut melihat pisang yang malam sebelumnya berwarna hijau dan keras, sekarang berubah menjadi kuning dan lunak. Hah ?? Gak nyangka aja bisa matang dalam satu malam saja. Tapi karena belum ada ide mau diapain, jadi hari itu pisangnya tidak ku sentuh.

Memang sejak beberapa waktu lalu penasaran banget pengen berexperimen dengan pisang. Tapi diapain ? Dewa Google kayaknya menjadi satu satu nya tempat untuk mencari inspirasi. Siang itu, aku menyempatkan diri mencari berbagai resep resep cake berbahan dasar pisang. Banyak memang, tapi aku memilih beberapa diantaranya yang hasil akhirnya kira kira ( kubayangkan ) cocok dengan seleraku.

Dan ini lah hasil experimenku dengan pisang. Resepnya aku dapat dari dapurVeo , tapi aku modifikasi lagi.

Steamed Banana Brownies

Brownies Kukus Pisang

3 butir telur
50 gr gula pasir
1/4 sdt garam
1/2 sdt emulsifer
75 gr tepung protein sedang
15 gr coklat bubuk
75 gr dark cooking coklat, potong-potong, lelehkan
150 gr pisang ambon, haluskan ( aku pake pisang kepok matang, .. mae )
40 ml minyak goreng
1/2 sdt mocca pasta

Cara :
Siapkan loyang 20x20, olesi margarin dan alasi dengan kertas kue. Panaskan kukusan. Campur coklat leleh dan minyak, aduk rata. Campur tepung terigu dan coklat bubuk, aduk rata, sisihkan semuanya.
Kocok telur, gula, garam dan emulsifier hingga lembut dan mengembang. Masukkan pisang, kocok lagi. Tambahkan campurang tepung, aduk rata. Tuang pasta, aduk rata. Lalu tuang campuran coklat leleh, aduh hingga benar benar rata. Tuang dalam loyang, kukus kurang lebih 20 - 25 menit. Angkat, dinginkan dan hias sesuai selera.

Note : Kalo bener bener pengen kuat rasa pisangnya, bagi 2 adonan. Kukus 1/2 adonan pertama selama 10 menit, tata pisang yang diiris tipis memanjang ( or keju if you like, or both ! ) lalu tuang 1/2 adonan kedua, kukus hingga matang.

Hasilnya cocok sama seleraku. Aroma pisang tersamarkan dengan aroma coklat. Secara aku ga begitu suka pisang yang diolah jadi kue kue, apalagi yang aromanya strong banget. Teksturnya sedikit padat tapi tetep empuk. Ratingnya : 4 stars.

Monday, July 6, 2009

Jamur Tiram Goreng Krispi

Lagi lagi, lagi lagi, nyobain resep tetangga. Yah, emang Ibu yang penuh obsesi satu ini punya banyak ide yang bisa dijadikan inspirasi di dapur. Dibilang latah, gak papa deh... *peace mbak R !*
Kali ini nyoba bikin Jamur Goreng Krispi sendiri. Setelah mencicipi Jamur Crispy yang sedang menjadi primadona jajanan khususnya di mall mall, saya baru mengetahui bahwa jamur, khususnya jamur tiram putih bisa diolah menjadi kudapan ringan yang enak sekali. Apalagi saya termasuk salah satu penggemar junk food a la mall.

Pada akhir pekan yang lalu, saya sempatkan mencoba membuatnya sendiri berdasarkan resep yang diposting beliau disini. Makasih banget sharingnya.

Membuatnya ternyata mudah sekali. Asal semua step diikuti dengan benar, maka tidak akan menemui kesulitan dalam membuatnya... Dan ini lah hasil percobaan saya, taraaa....

Udah ? Segini aja postingnya ? Hihihi, iya deh timbang gak di update sama sekali, lama lama ikut jamuran blog tercintaku ini... Thanks for coming !

Thursday, April 30, 2009

MasBar : ( Bukan Bubur ) Gempol


( Haduh maksa pulak judulnya ! )

Senengnya, akhirnya kesampean juga ikutan Masak Bareng yang di prakarsai oleh Ayin, Deetha dan Shinta. Secara dah dari duluuuuu banget pengen ikut, tapi apa daya suka telat karena lupa.

Bulan ini hampirrr aja lupa, untung diniatin bener bener jangan sampe lupa, meski akhirnya last minute juga :D

Trus, bikin apa neh ? Hehe, denger kata jajan dari beras langsung inget sama jajanan jaman kecil dulu. Jajanan ini juga belum pernah aku temukan didaerah lain. Namanya Gempol. Bulatan sebesar bola bekel yang dibuat dari tepung beras dan disajikan dengan kuah santan encer mirip kuah dawet. Sampai sebesar ini, jajanan ini hanya aku temukan di Gresik, kota kelahiranku.

Waktu searching di Google, ternyata ada juga bubur yang bernama sama. Sekilas tampak sama, tapi setelah dicermati, perbedaan terletak pada 'kuah'. Bubur gempol disajikan secara bubur. Tepung beras yang diolah dan dibentuk sebesar kelereng itu, disajikan dengan bubur gula merah kental dengan saus santan, atau sebaliknya, disajikan dengan bubur santan kental dengan saus gula merah.

Sejenak ingin bernostalgia, aku tiba tiba pengen banget bikin gempol ini. Sayaaaang, waktu tanya ke nenekku yang udah seperti gudang resep buat aku, ternyata nenek juga gak tahu resepnya. Huwaaaa... piyeee ??? Tak mau patah semangat, aku coba lagi searching tentang si Gempol ini, dan balik lagi resultnya ya mengarah ke bubur gempol. Ya udah, gak ada salahnya dicoba...

Dan, taraaaa ini Gempolku.

Gempol

Resepnya disadur dari sini, dengan sedikit modifikasi terutama di kuah dan saus. Aku tidak menggunakan keduanya, melainkan kuganti dengan kuah santan encer.

Gempol

Bahan A :

125 gr tepung beras , perciki dengan air hingga lembab, kukus 15 menit
100 gr kelapa parut, setengah tua
20 gr tepung kanji ( hati hati jangan sampe kelebihan )
100 ml air pandan suji yang diblender, aku pake air biasa + esens pandan
1 sdt garam halus

Kuah :

500 ml air
2 bungkus santan instan kemasan kecil ( segitiga )
50 gr gula merah, bisa dikurangi kalo dirasa kemanisan
25 gr gula pasir
1/4 sdt garam
2 lembar daun pandan, simpulkan

Cara membuat :

Campur bahan A hingga tercampur rata, lalu bulatkan sebesar kelereng ( punyaku sebesar bola bekel ). Panaskan air hingga mendidih, lalu rebus hingga bola bola mengapung, angat, tiriskan dan sisihkan.

Kuah :

Panaskan air , daun pandan dan gula, lalu didihkan hingga gula larut. Masukkan santan, dan aduk cepat lalu matikan api.

Sajikan gempol dengan kuahnya.

Hasilnya, jauuuuuuuuh dari yang kupikirkan. Sama sekali tidak mirip dengan gempol yang biasa aku makan di Gresik. Beda, tapi tetep enak. Cuma kayaknya aku masukin tepung kanjinya kebanyakan, jadi kenyal banget. Satu lagi, warnanya kecoklatan, gempol yang biasa aku makan warnanya putih bersih. Mungkin emang lebih bagus ikut resep asli, dengan menambahkan daun suji.

Friday, April 24, 2009

Donat ( Tepung ) Kentang

Lama sekali tidak membuat donat. Selain karena tidak sempat, juga karena masih sedikit malas untuk bergumul dengan tepung dan ragi. Sampai KoKi edisi terbaru ( awal April 2009 ) terbit dan tiba ditanganku. Edisi dengan bonus booklet " Meraup Untung dengan Donat Bertopping " sebanyak 20 halaman full color berisi 16 resep donut dilengkapi dengan step by step. Foto foto donat dibooklet tersebut langsung membawaku melayang ke dunia donat *halah*



Kreatif dan inovatif. Jempol dua buat KoKi.

Didalam booklet tersebut terdapat empat jenis resep dasar adonan donat yang dikategorikan berdasarkan bahan utamanya. Antara lain donat standar, donat kentang, donat tepung kentang, dan donat telo ( ubi manis ). Mana ya yang belum dicoba ? Donat standar udah, donat telo pernah, donat kentang apalagi. Donat tepung kentang ? Sebenarnya pernah bikin. Dua kali, dengan resep dapat dari cooking demo sebuah produk alat dapur. Tapi gagal dua duanya. Waktu masih adonan, tekturnya halus dan lembuuut banget. Mengembangnya juga bagus. Cakep deh pokoknya. Tapi begitu digoreng, hasilnya liat. Serasa makan daging yang baru setengah matang. Bingung dan tidak tahu dimana letak kesalahannya. Semua proses pembuatan donat sudah sesuai resep. Bahan bahan juga masih fresh. Karena dua kali mengalami hal yang sama dengan tepung kentang, maka aku mengambil kesimpulan, bahwa memang kegagalan terletak pada tepung kentang ini *mencari kambing hitam, hehehe* Sejak itu, agak trauma mau bikin donat jenis ini lagi.



Tapi gagal itu masa lalu *cieee*. Kemarin, kembali membulatkan tekat untuk menaklukan donat tepung kentang ini. Semangat ini semakin berapi api saat si kecil merengek minta dibuatkan donat seperti digambar booklet tersebut. Ok honey, mama bikinin donat ... sabar ya... *sembari berdoa, mudah mudahan gak gagal lagi kali ini*

Donuts with Potato Flour

Donat ( Tepung ) Kentang
Source : Booklet KoKi " Meraup Untung dengan Donat Bertopping " hal. 10 ( Bonus KoKi edisi April 2009 )

Bahan :
400 gr tepung terigu protein tinggi *aku pake protein sedang*
100 gr tepung kentang ( jenis pati/ tepung, bukan yang instant mash potato )
7 gr ragi instan
5 gr bread improver *boleh diskip*
80 gr gula pasir
8 gr garam
2 butir kuning telur
275 ml susu cair
35 gr mentega

Minyak padat untuk menggoreng *aku pake minyak goreng biasa plus 1 sdm margarin*

Cara membuat ( my version ) :
Campurkan semua bahan kering, kecuali garam, aduk rata. Campur telur dan setengah bagian susu caik, aduk rata lalu tuang dalam campuran tepung ( bahan kering ). Uleni hingga menggumpal sambil dituangi sisa susu cair sedikit demi sedikit. Sudahi bila adonan sudah cukup lemas, sebaliknya tambahkan bila adonan masih terasa kering dan berat. Masukkan mentega dan garam, uleni kembali hingga kalis. Istirahatkan adonan selama kurang lebih 30 menit, atau hingga adonan mengembang dua kali besarnya.

Buang gasnya, lalu pipihkan atau gilas setebal kurang lebih 2 cm. Cetak atau bentuk sesuai selera.
Istirahatkan kembali selama kurang lebih 20 menit. Panaskan minyak padat, goreng hingga matang dan kecoklatan. Angkat, dinginkan lalu hias sesuai selera.

Hasil menggoreng donat yang baik, akan menghasilkan cincin putih disekeliling donat, yang menandakan waktu fermentasi donat yang sudah tepat ( tips hal. terakhir ). Untuk uji coba kali ini, bisa dibilang aku kurang sukses dalam menggoreng, karena donatku gak ada cincin putihnya. Tapi rasanya gimana ?

Donuts with Potato Flour

Saatnya uji rasa *drum rooling*. Berhubung pada pengalaman gagal sebelumnya yang menjadi kendala adalah teksturnya yang liat, maka yang pertama aku coba adalah tekstur. Dan hasilnya, lumayan empuk. Rasanya, standar lah hampir sama kyak donat donat pada umunya. Tapi yang jelas, sudah tidak liat lagi. Berarti, berhasil ya naklukin si tepung kentang.

Untuk topping aku tidak membuat banyak variasi, karena disesuaikan dengan bahan bahan yang ada dirumah. Masih ada milk chocolate, meises, kacang remuk, dan selai kacang. Ada susu bubuk coklat yang kupakai juga sebagai taburan.

Sayaaang, ini donatmu 'Nduk...

Donuts with Potato Flour

Monday, February 23, 2009

Tahu Telor Surabaya



Postingan ini aku persembahkan buat The Whitty Cute Rurie, one of my blogger buddy, sebagai permohonan maaf karena kemarin tidak sempat mengikuti even luar biasanya : ( Almost ) Forgotten Indonesian Culinary Heritage. Huhuhu... maapkan daku say, karena sampe hari terakhir belum juga nemuin ide, dan akhirnya pasrah gak ikutan *nangis dipojokan kamar mandi*

Tapi ide memang terkadang muncul tanpa diundang *kemana aja kamu !*. Tadi pagi baru terlintas sebuah warisan kuliner yang hampir sudah jarang ditemui di kota tempat tinggalku saat ini, Surabaya.

Tahu Telor Surabaya. Terakhir aku menemukan makanan ini dijual sekitar lima tahun lalu disebuah pujasera didalam sebuah mall kecil. Tapi waktu itu rasanya sangat mengecewakan buat aku. Orang jawa bilang, cemplang. Gak enak sama sekali. Setelah itu hampir tidak pernah lagi kutemukan di Surabaya. Dan tidak mungkin rasanya untuk menjelajah seluruh pelosok Surabaya untuk menemukannya.

Tadi pagi, saat mood masak sedang hilang entah kemana, belanja juga males banget. Buka kulkas hanya ada cambah, tahu dan timun sisa bikin pecel kemaren. Diapain ya ? Saat itulah, ide yang kutunggu tunggu selama berminggu minggu itu baru muncul. Aaaaah.... kok baru muncul siiiih...

Tahu Telor Surabaya

Tahu Telur Surabaya

2 potong tahu putih, potong kecil kecil lalu goreng hingga setengah kering
1 butir telur kocok lepas
garam secukupnya

Pelengkap :
satu mangkuk cambah kacang ijo panjang, masak hingga agak layu ( aslinya pake cambah pendek mentah, tapi gak punya )
Timun muda, buang isinya, potong korek api halus

Sambal / saus :
1 sdm kacang tanah, sangrai
1 sdt petis udang ( aku pake petis racikan )
1 sdm bawang putih goreng
1 bh cabe rawit atau sesuai selera
Garam dan kecap sesuai selera

Direction :
Potong tahu goreng bentuk dadu kecil, campurkan dengan telur kocok, tambahkan garam, aduk rata. Goreng dengan minyak panas yang agak banyak hingga kering. Tiriskan.

Sambal :
Haluskan ( tumbuk ) semua bahan sambal kecuali kecap, hingga halus. Tambahkan kecap hingga menjadi saus kental. kekentalan sesuai selera, bila ingin agak cair, boleh ditambahkan sedikit air panas. Kalo aku suka yang kentel en kecapnya banyaaak...

Penyajian :
Letakkan dadar tahu diatas piring, tuang dengan sambal, lalu taburi dengan cambah dan timun. Sajikan. Nikmat buat sarapan...

Buat Rurie, biar gak ikut di-round up, tapi daku lunas ya saaaay....

*update*

Baru tahu kalo tahu telor di Surabaya aslinya disebut dengan Tahu Tek ( Tahu Gunting ). Meski begitu, saya tetap merasa Tahu Tek dan Tahu Telur itu berbeda. Meski semua bahan yang dipakai adalah sama, tapi secara penyajian berbeda, walaupun perbedaannya tipiiis banget. Tahu Tek sendiri masih banyak dan mudah ditemukan di Surabaya saat ini. Dan menjadi salah satu jajanan kaki lima yang banyak digemari penduduk Surabaya.

Wednesday, December 31, 2008

MFM #21 : Pancake Santan Saus Kinca



Baru pertama kali jadi host event baking/ cooking di dunia maya. Gak begitu sulit sih. Tapi jadi host saat kita sedang ditimbun segudang kerjaan dan aktivitas, rasanya gak sulit lagi, tapi suliiiiiiiiiiiiitttt....... Apalagi kalau sudah mendekati akhir masa tugas, mengumpulkan entry entry peserta, dan merangkumnya dalam sebuah round up.

Seperti yang aku lakukan beberapa saat lalu, sampai aku tersadar bahwa aku sendiri belum ngerjain tugas ! O-M-G *nepuk dahi*

Selama beberapa detik aku terserang amnesia *lebay*, beberapa menit kemudian yang kupikirkan hanya, apa yang bisa aku buat dalam waktu kurang dari satu jam, karena lebih dari itu, pekerjaan lain masih menunggu.

Sejenak otakku berpikir keras, sembari mengerutkan dahi dan mempertemukan kedua alis mataku dalam satu garis. That's it ! Bikin itu sajalah. Kudapan favorit cepat saji. Pancake.

Resepnya pake resep yang biasa aku pake sejak bertahun tahun yang lalu. Hanya komposisi susu cair aku ganti dengan santan cair ( /sedang ).

Pancake Santan Saus Kinca

Pancake Santan Saus Kinca


200 gr tepung terigu serbaguna
50 gr gula halus
60 gr susu bubuk
1 sdt baking powder ( double acting is better )
50 gr margarin / butter, lelehkan
250 ml santan sedang/ cair ( bila menggunakan susu cair, cukup 200 ml saja,..mae )
2 butir telur

Saus Kinca :

2 balok kecil / 100 gr gula merah
25 ml air

Direction :

Pancake :
Campur semua bahan, aduk hingga rata. Istirahatkan kurang lebih 10 menit. Panaskan wajan datar anti lengket, bila sudah cukup panas, kecilkan api. Tuangkan sesendok sayur adonan, tunggu hingga tepian/ permukaan adonan berlubang, lalu balik pancake dan biarkan hingga matang.

Kinca :
Masak semua bahan hingga mendidih dan kental. Saring dan tuang saat masih hangat keatas pancake yang ditumpuk. Sajikan hangat.

Tuesday, December 9, 2008

Donut With Thick Dough

Dapat resep donat lagi. Kali ini yang bikin aku ngebet pengen nyoba adalah karena adonan donat ini cair atau kental. Jadi gak perlu diuleni. Liat resepnya di Tabloid KoKi terbaru. Kalo soal ide, menurut aku, KoKi selalu top deh *nah lo kok pake bawa bawa nama brand, iklan kali...*

Jadi minggu pagi, saat yang tepat, untuk membuat donat sebagai sarapan. Actually, I didn't make it that day. Aku bikin adonannya hari sabtu malam, sekitar jam delapan-an. Trus adonan aku simpan di kulkas ( bukan freezer ) semaleman. Keesokan paginya, adonan siap digoreng. Sreng.. sreng.. donat hangat siap disantap bersama secangkir kopi susu. Aih nikmatnya tiada tara.... *lebayy mode on*

Let's see how I made it.

Donut with thick dough

Donut With Thick Dough
( Resep Asli : Donat Cair )
Sumber : Tabloid KoKi edisi 00137 / Desember 2008

Recipe* :

300 gr tepung terigu

1 sdm susu bubuk
2 butir telur ayam
100 gr gula
7 gr ( 1 sdm ) ragi instan
50 gr mentega, lelehkan
325 ml air hangat ( aku pake air suhu biasa,.. mae )

Direction :

Ayak terigu dan susu bubuk, sisihkan. Kocok telur dan gula pasir hingga mengembang. Tuang air hangat, tambahkan ragi instan. Lalu masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit. Aduk perlahan hingga rata.

Diamkan adonan selama kurleb 45 menit ( aku masukkan kulkas semalaman,.. mae ). Masukkan mentega cair, aduk kembali hingga rata. Masukkan kedalam plastik segitiga.

adonan donat setelah didiamkan

Panaskan minyak, celupkan cetakan donat, angkat lalu semprotkan adonan donat dalam cetakan. Goreng hingga matang. Angkat, tiriskan dan dinginkan.
Hias sesuai selera. Sajikan.


Aku beli cetakan donat ini mungkin sekitar dua tahun lalu waktu ada bazar produk Jepang di Plasa Araya Malang. Tanpa pikir panjang, langsung beli, padahal belum tau mo dipake apa. Ternyata memang tidak terpakai sama sekali. Karena tiap kali aku bikin donat ( dengan adonan biasa ) setelah dicetak dan didiamkan, adonan langsung dicemplungin aja kedalam minyak. Sempet mikir, ini ngapain dulu beli ginian. Dan akhirnya cetakan ini aku simpan dirak paling bawah lemariku, hampir tidak tersentuh sejak pertama kali aku beli.


Dan kemarin, akhirnya tuh cetakan ku perawanin juga, hihihi. Kalo gak punya bisa pake loyang tulban kecil yang dipasangin gagang. Baik textur maupun rasa, semua hampir sama seperti donat pada umumnya. Adonannya mirip sekali dengan adonan pisang goreng atau pukis. Saat baru matang, hasilnya agak kering, tapi bila sudah dingin, lumayan empuk kok. Satu satunya kelemahan adonan ini adalah, saat adonan mulai over proofing. Hasil gorengannya tidak bisa mulus dan bulat, melainkan berongga besar dan pipih.


Secara keseluruhan, donat ini tidak lebih istimewa dari pada donat biasa. Tapi lumayan lah kalo lagi pengen donat en males nguli. So, wanna try ?

*) separuh dari resep asli. Separuh ini aja sudah cukup banyak hasilnya.

Tuesday, November 11, 2008

Onde Onde Tahu Tanpa Isi ( Was Korean Style Tofu Donuts )

Setelah beberapa minggu yang lalu aku memperoleh kejutan dari seorang sahabat mayaku, Teh Ike di Perth, beberapa hari yang lalu aku kembali mendapat kejutan yang sangat special bagi aku. Melalui mbak Lia ( thanks mbak ! ), salah seorang sahabat mayaku, mbak Irma dari Jerman yang saat ini sedang mudik ke Indonesia menitipkan oleh oleh yang dibawa dari Jerman untukku. Danke ! Meski tidak sempat bertemu beliau saat sedang berada di Surabaya, tapi semoga lain waktu kami bisa bertemu.

Oleh oleh dari mbak Irma di Jerman

Ada ekstrak vanilla dan butter vanilla, masing masing sebotol Dried Oregano dan Herbs de Province, sebungkus daun Thyme kering dan sebungkus teh herbal buah yang sempat kukira dried fruit untuk bahan kue. Teh herbal ini sangat unik menurut aku, maklum saja belum pernah kutemukan teh jenis ini di Indonesia. Teh ini terbuat dari buah buahan dan bunga bungaan yang sudah dikeringkan, beraroma segar buah buahan dan berwarna merah tua seperti sirup. Ternyata sangat enak, apalagi bila dinikmati saat sedang santai. Baik wangi dan rasanya memberikan efek menenangkan saat menghirupnya. I felt like I was in Germany, ha ha ha.

[ Dyptich ] Fruit Herbal Tea

Kembali ke Indonesia, dan tersadar dari mimpi, aku teringat salah satu tugas online yang menunggu. MFM #20 dengan tema Tofu sudah dibuka oleh host bulan ini, Mbak Yohana atau yang lebih familiar dengan panggilan MamaJo. Setelah dulu aku pernah mencoba membuat donat tahu, aku penasaran untuk membuat lagi tapi dengan resep yang berbeda. Tapi sepertinya donat tahu belum cukup populer sehingga cukup sulit bagiku menemukan resep alternatif selain yang dulu. Meski begitu, aku menemukan beberapa, meski tidak banyak, resep yang keluar di halaman Google untuk mewakili ' tofu donut recipe ' yang aku cari.

Sebuah resep asal Korea dengan nama Tofu and Sticky Rice Donut, kukira sudah sesuai dengan apa yang sedang aku cari. Apalagi semua bahan dan cara pembuatannya sangat mudah. Tanpa menunggu lama, aku segera berkunjung kedapur kecilku untuk mempraktekan resep yang kuperoleh. Tanpa ragi, tanpa fermentasi, tidak perlu waktu lama untuk membuatnya. Kurang lebih 45 menit, kudapan ini sudah tersaji diatas meja.

Korean Style Tofu Donuts

Betapa terkejutnya saat aku tahu apa yang dinamakan orang Korea dengan donat tahu tepung ketan ini mempunyai rasa yang sangat mirip dengan onde onde di Indonesia. Hanya saja tanpa isi. Apalagi bila kutambahkan wijen sesuai resep aslinya, maka donat ini benar benar akan bertransformasi menjadi onde onde. Jadi, agar tidak mengecoh orang yang membacanya, maka disini donat ini kusebut dengan Onde Onde Tahu Tanpa Isi. Karena bagiku, baik rasa maupun tekstur, donat ini tidak jauh beda dengan onde onde. Hanya ada sedikit rasa tahu.

Korean Style Tofu Donuts

Sayang sekali aku tidak begitu suka onde onde, jadi apa mau dikata aku kurang menyukai donat onde onde ini. Untung saja, ada dua orang pemakan segala yang dipaksa siap melalap donat onde onde ini. Good job darling ! Jadi, satu peer untuk bulan ini sudah tercawang dari daftar peerku. Baru satu, yang lainnya ? Sabar...

Korean Style Tofu And Sticky Rice Donuts
( Taste like Onde Onde in Indonesian )
Source : www.joonsfamily.com

Korean Style Tofu DonutsOriginal recipe :
100 g tofu ( aku pake tahu putih biasa, diperas airnya,.. mae )
80-100 g sticky rice powder ( tepung ketan )
1 egg yolk ( kuning telur )
2 Tbsp sugar
1/4 tsp salt
1 Tbsp black sesame seeds ( ga pake, ga suka,.. mae )







1. Squeeze out excess liquid from tofu. Remember to buy firm tofu, not silky ones, and the recipe calls for 100g of tofu without the liquid. Then crumble up the tofu with your hand or use a sieve to obtain finely crumbled tofu. ( Buang semua air yang terkandung dalam tahu. Gunakan tahu putih biasa bukan tahu sutra. Haluskan dengan tangan atau gunakan saringan kawat untuk hasil yang lebih halus. )

2. Add a yolk to the crushed tofu and mix well. Then incorporate stick rice powder, salt, sugar, and black sesame seeds into the mix and combine thoroughly. After mixing and kneading for a while, form a ball of dough. You may adjust the amount of stick rice powder at this stage, depending on the consistency of the dough. You don’t want the dough too watery or too dry. ( Masukkan kuning telur, lalu tambahkan tepung ketan sedikit demi sedikit, gula, garam dan wijen, aduk hingga rata. Uleni sebentar hingga kalis lalu bentuk menjadi bola. Sesuaikan jumlah tepung, tambahkan bila adonan terlalu lembek dan kurangi bila adonan sudah cukup kering. Sebaiknya sih masukkan 80 gr dulu, baru sisanya menyesuaikan . )

3. Form little balls the size of mini donuts, or roll the dough 1cm-thick with a rolling pin and cut it into square or use cookie cutter to make interesting shapes. ( Bagi bagi adonan lalu bentuk menjadi bola bola kecil atau dapat juga digilas dan di cetak sesuai selera. )
4. Deep-fry the donuts in oil heated to 180 degrees Celsius until they turn golden brown. Make sure to drain oil on paper towel. Coat the donuts in sugar or eat them as they are. The donuts will taste even better when completely cooled. ( Goreng dalam minyak panas dengan api kecil hingga donat mengambang dan matang kecoklatan. Tiriskan. Taburkan donat dengan gula halus atau nikmati begitu saja. )

Monday, November 10, 2008

Fermented Cassava Cup Cake ( Steamed )

Diicip, dirasa, jatuh cinta, lalu dicoba. Begitulah kesan pertamaku waktu mencicipi sepotong Cake Kukus Tape saat mengikuti demo masak bersama bu Sisca Soewitomo beberapa hari lalu. Dasarnya sih sudah suka sama gula merah dan tape. Bertemu jadi satu, sudah pasti cocok sama seleraku. Akhirnya, resep ini masuk dapurku dan kuuji coba.

Fermented Cassava Cup Cake

Cake Kukus Tape Gula Merah
Resep : Sisca Soewitomo dalam Demo Masak Persembahan Nova - Tupperware

Fermented Cassava CakeBahan :
125 gr gula pasir
125 gr gula merah, serut ( pake gula palem juga oke,.. mae )
150 ml air
200 gr tepung terigu
1 butir telur
100 ml minyak goreng
100 gr tape singkong, haluskan
1 sdt baking powder
1 sdt soda kue




Cara Membuat :
1. Campur gula merah dan gula pasir lalu didihkan bersama air hingga gula larut. Saring dan dinginkan.
2. Siapkan cetakan bolu kukus dan alasi dengan paper cup, sisihkan. Siapkan panci pengukus untuk mengukus.
3. Masukkan larutan gula yang telah dingin kedalam tepung terigu, aduk rata. Masukkan secara bertahap, telur, minyak, tape, baking powder dan soda kue dengan selalu diaduk tiap kali memasukkan satu jenis bahan, aduk hingga benar benar rata. Diamkan adonan selama 15 menit, sementara itu panaskan panci pengukus.
4. Sendokkan adonan kedalam cetakan ( bila punya ice cream scoop bisa dipakai untuk memudahkan,.. mae ) lalu kukus selama kurang lebih 20 menit. Sajikan.

Fermented Cassava Cake

Soal rasa, cake ini mempunyai rasa yang sangat familiar di lidah kita orang Indonesia. Coba bayangkan saja kue Mangkok, rasanya hampir sama.

Oya, adonan memang sedikit berat dan sangat kental, tapi hasilnya setelah matang bisa mekar dan teksturnya empuk. Saat demo, bu Sisca juga sempat menyampaikan bahwa komposisi tape bisa juga diganti dengan labu kuning atau ubi yang telah matang dan dihaluskan. Bila ingin mengganti tape dengan bahan lain, jumlah tepung ditambahkan menjadi 250 gram.

Kapan lagi aku pengen nyoba gimana kalo pake gula merah semua, dan komposisi air diganti dengan santan, eneg ga ya ? Soalnya santan, gula merah dan tape, aku suka semuanya !

Friday, September 19, 2008

Bumbu Merah a la Kepiting Dandito

Masih berbau seafood. Setelah kemaren secara tidak sengaja bikin fuyunghai kepiting hanya karena tidak menemukan kepiting segar untuk dimasak ala Kepiting Dandito - Balikpapan. Jadi hari ini, karena masih diliputi rasa penasaran, aku memutuskan untuk mencoba resep tersebut. Tapi tidak dengan kepiting, melainkan dengan udang dan pindang tongkol *yang ini apa termasuk seafood ya ?*. Gak masalah lah, niatnya emang cuma pengen nyoba bumbunya.

Bumbu Merah a la Dandito

Bumbu Merah a la Kepiting Dandito ( Balikpapan )
Source : Tabloid Koki edisi 129/ Agustus 2008 hal. 19 

Bahan :

4 siung bawang putih, iris
4 siung bawang merah, iris
1 buah bawang bombay, iris
2 buah cabe merah besar, buang isinya lalu iris
5 buah cabe merah keriting, iris *gak punya, jadi aku ganti cabe merah besar 3 buah, jadi total 5 buah,...mae*
1 ruas jahe merah, kupas lalu parut *aku pake jahe biasa,...mae*
3 lembar daun jeruk, iris halus
4 batang serai, memarkan
100 - 200 gr gula merah
1 sdt angciu / arak merah *gak pake,...mae*
garam, gula dan penyedap secukupnya

Cara membuat :

Panaskan beberapa sendok makan minyak goreng, lalu tumis semua bawang bawangan dan cabe hingga harum dan layu. Masukkan bahan bahan lain ( kecuali gula merah dan angciu ), lalu tumis sebentar hingga semua bumbu benar benar layu. Angkat dan sisihkan serainya. Haluskan bumbu dengan blender.

Panaskan wajan, lalu tuang angciu hingga aroma menguap. Tumis kembali bumbu yang telah dihaluskan ( serehnya aku masukin lagi ), tambahkan sedikit air lalu masukkan gula merah. Aduk hingga gula merah mencair , tercampur rata dan bumbu kesat/ mengental. Bumbu siap digunakan.


Udang dan Suwir Pindang Tongkol bumbu merah a la Dandito *maksa dot com*

Aromanya, nendang banget. Wangi daun jeruk, jahe dan sereh yang dominan khas banget sama olahan seafood. Enaaaak deh ! Tapi aku yakin yang asli pasti jauuuuh lebih enak dan jauuuh lebih khas. Karena sebagian bahannya ( seperti cabe keriting dan jahe merah ) mungkin lebih mudah diperoleh disana.

Pokoknya cocok deh ! Cuma ada satu yang kurang sreg ... gak ada kepitingnya !

Tuesday, September 16, 2008

Fuyunghai

Kemaren pagi, kami menonton acara kuliner ditelevisi. Waktu itu liputannya tentang seafood. Salah satu hidangannya adalah kepiting saos. Masakan paling digemari suami.

" Wuih, buka ( puasa ) itu kayaknya enak deh. " celetuk suami.
" Heh ? " aku pura pura nggombloi...

Meski begitu, aku gak kepikiran mau masak kepiting. Pasalnya tiap kali aku masak kepiting, hasilnya selalu kurang memuaskan. Jadi males.

Siang siang, iseng buka buka tabloid KOKI edisi lalu. Ada liputan kepiting Dandito khas Balikpapan. Hmmm... looks yummy. Baca baca resepnya spertinya gak terlalu sulit ngolahnya. Lima menit setelah itu aku sudah berada diatas mobil siap menuju supermaket terdekat untuk mencari kepiting. Bersemangat sekali waktu itu. Aku sudah membayangkan ada kepiting saos dimeja makan saat buka nanti. Bukan.. bukan. Aku membayangkan ada kepiting saos - buatanku sendiri - diatas meja makan saat buka nanti.

Ternyata belum rejeki bisa buka pake kepiting saos.

" Kepitingnya lagi kosong bu. " Kata pelayan food counter. Yaaaah...... *bayangan kepiting saos buatan sendiri diatas meja makan saat buka pecah berkeping keping*

Daripada pulang tak membawa hasil, jadi aku putuskan untuk berkeliling aja, siapa tahu ada sesuatu yang enak untuk diolah. Lewat dibagian frozen foods, mataku langsung tertuju pada daging kepiting beku. Ting ! Ga dapat kepitingnya, ya dagingnya ajah.

Yup, aku mo bikin fuyunghai ajah. Ini juga salah satu yang gak bakal ditolak suami.

Jadi aku bikin fuyunghai dengan resep dibawah ini . Tapi bila ada yang punya resep fuyunghai yang lebih sip, boleh deh bagi keaku...

Crabstick Omelette with Sour Sauce

Fuyunghai


Isian :

100 gr daging kepiting beku
1 bh bawang bombay, cincang halus
1 bh wortel ukuran sedang, kupas lalu parut kasar ( optional )
garam, merica sesuai selera

2 bh telur
2 sdm tepung tapioka / kanji

Saus :

1/2 bh bawang bombay
1 siung bawang putih
3 sdm saus tomat
green peas atau wortel potong korek api secukupnya / sesuai selera ( optional )
kurleb 100 ml air
1 sdt tepung kanji larutkan dengan sedikit air
garam, gula secukupnya

Cara membuat :

Panaskan minyak untuk menumis. Masukkan bawang bombay, aduk hingga layu dan harum.
Masukkan daging kepiting, aduk aduk hingga daging terurai dan tumis sebentar hingga daging terlihat agak kering ( mawur ). Tambahkan wortel parut. Masak sebentar hingga rata dan kering. Tambahkan garam dan merica sesuai selera, lalu aduk hingga rata. Sisihkan lalu dinginkan. Sampai tahap ini, isian ini bisa disimpan didalam kulkas selama beberapa hari dalam keadaan tertutup rapat.















Menjelang digoreng, tambahkan tepung kanji kedalam tumisan daging kepiting tersebut. Aduk rata ( diurap ) agar tepung kanji tidak menggumpal. Masukkan telur, aduk rata lalu goreng didalam minyak yang agak banyak dan panas. Hidangkan dengan saosnya.

Saus :

Panaskan margarin ( bisa juga pake BOS/ RBS untuk aroma ) lalu tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum. Masukkan air, saos, garam dan gula. Tunggu hingga mendidih lalu masukkan greenpeas. Masak sebentar. Cek rasa. Setelah dirasa pas, tambahkan larutan tepung kanji sedikit demi sedikit hingga kekentalan yang diinginkan. Bila dirasa kurang kental, tambahkan lagi.

IMG_1041a

Oya, bagi yang tidak bisa makan daging kepiting, bisa juga diganti dengan udang yang sudah dihaluskan atau bahkan daging ayam. Variasi keduanya juga sering aku buat dan gak kalah enak kok. Malah aku juga sering mencampurkan tahu. Jadi fuyunghai tahu. Lumayan praktis dan enak.

Semoga berguna !

*nengok kalender* dah jalan minggu ketiga puasa, blom bikin kuker en pe er *gubraks*

Saturday, September 13, 2008

Puding Sutra Jeruk ( MFM #19 )



Sebenarnya ini adalah puding gagal yang berhasil. Why ?

Aku lupa kapan persisnya aku pertama kali menikmati puding ini. Yang kuingat waktu itu aku masih kelas satu SMP. Saat itu tepat hari Lebaran dan aku berkunjung kesalah satu rumah sahabat baruku. Disana aku disuguhkan beberapa penganan mewah -menurutku- termasuk puding ini.

Saat itu mataku berbinar binar keenakan, karena puding ini begitu mewah buatku saat itu. Maklum sejak kecil ibu belum pernah membuat puding seperti ini. Sepanjang yang kuingat, ibu cuma pernah membuat satu jenis puding yang disebutnya 'podeng' yaitu puding berbahan santan dan gula merah. Aku sendiri selalu menyebutnya puding kampung.

Langsung saja puding putih bersembur oranye didasarnya, yang dihidangkan dengan koktail buah itu habis dalam sekejap. Mau nambah kok malu. Puding itu adalah Puding Tahu. Bukan tahu yang kita makan sehari hari, tapi puding itu mempunyai guratan seperti tahu dimana dasar puding berwarna oranye karena telah dituangi dengan sirup jeruk squash. Segar dan mewah pokoknya. Saat itu aku langsung minta resepnya kemama sahabatku ( makasih Te.. ). Sampai sekarang ini menjadi salah satu puding favoritku.

Tapi, mengapa gagal ? Karena sejak pertama kali aku mempraktekannya sampai hari ini, aku tetap tidak bisa mendapatkan gurat 'tahu' yang kuinginkan ( Fan, lu harus tanggung jawab nih ! ). Sirup jeruk yang seharusnya menjadi kunci utama agar gurat tahu itu terlihat selalu terpisah dan membentuk lapisan sendiri didasar puding. Tapi meski gagal bagiku, tetap tidak mengurangi keistimewaannya. Jadilah ini kusebut Puding Sutra Jeruk karena lebih mirip Puding Sutra, yang kupersembahkan khusus untuk MFM #19 dengan tema Pudding yang digawangi Ibutio.

Orange Silk Pudding

Puding Sutra Jeruk

Resep : Tante Wati - Mama Fanny - Eyang Nadda

1000 ml susu cair, aku pake 200m or 1/2 klg SKM dilarutkan dengan air hingga 1000ml,..mae
150 - 200 gr gula pasir sesuai selera, jika menggunakan susu cair plain ( hilangkan bila mengunakan SKM )
1 bungkus agar agar putih / bening, larutkan sedikit air ( biasa )
150 ml sirup orange squash, atau sesuai selera
1 kaleng koktail buah / leci kaleng / jeruk mandarin kaleng / variasi buah sesuai selera

Cara membuat :
Panaskan susu ( dan gula ) hingga bergemuruh dan jelang mendidih, masukkan larutan agar agar lalu aduk rata hingga mendidih. Segera matikan api.
Tuang kedalam cetakan / pinggan, dan dinginkan kurang lebih 30 - 45 menit atau sampai permukaan puding membentuk lapisan 'kulit' tapi bagian bawah/ dasar masih cair.
Bila permukaan puding dirasa sudah cukup kokoh, tuangi sirup jeruk dengan menggunakan sendok. Tuang dengan cara melelehkannya ditepian cetakan/ pinggan sesendok demi sesedok. Biarkan sirup meresap dan menerobos melalui celah celah tepian cetakan dan akan mengendap didasar puding. Biarkan hingga keras.
Masukkan kulkas dan hidangkan dengan siraman koktail buah.

Bila sulit membayangkan gurat tahu pada puding ini ( yang sebenarnya ), coba bayangkan puding kampung berbahan santan dan gula merah. Mereka dicampur, dan dimasak bersama sama. Saat sudah dingin, mereka memisahkan diri dan membentuk lapisan putih dan merah. Lapisan putih biasanya berasal dari ( kepala ) santan atau kanil. Dibatas lapisan itu pasti timbul semacam guratan yang menunjukkan tingkat kekentalan santan itu. Kurang lebih seperti itulah guratan yang ( seharusnya ) timbul. Maka puding akan terlihat seperti tahu. Cantik sekali.

Tapi entah apa yang salah dari proses pembuatanku, sehingga si 'stretchmark' ga mau muncul. Yeah, I'll find it out someday... Oya berhubung ga punya stok buah kaleng or buah segar, jadi pudingnya cuma disiram sirup jeruk ( lagi ). Hiks... minimalis banget yah...

Orange Silk Pudding

*Fanny... lu harus nanyain nyokap lu lagi, awas lu ya. Klo enggak gua tangisin tuh Nadda kecil, heu heu heu...*

Thursday, September 11, 2008

Chicken Bread Nuggets

Gorengan lagi ?

Chicken Bread Nuggets

Yuuup! Gorengan emang paling cucok sebagai pendamping buka puasa ya. Karena itu, belakangan lagi sering bikin yang digoreng goreng.

Ini bukan pertama kalinya bikin resep ini. Aslinya kan bentuk nya bulet bulet jadi namanya Chicken Bread Crumbs. Sekarang kebetulan pengen bikin yang kotak kotak ya kusebut aja nugget. Lagian sekilas rasanya mirip mirip sama nugget ayam. Bedanya cuma dikasi daging asap en keju. Cucok juga buat bekal anak sekolah. Tasya doyan luar biasa. Tertarik pengen nyoba, resepnya ada disini nih !

Chicken Bread Nuggets

Silahkan mencoba en semoga suka ya...

Happy Fasting !

Wednesday, September 3, 2008

Roti ( Goreng ) Isi Ayam Jagung

Beberapa bulan lalu saat aku mengadakan 'reuni' dengan tiga sahabat sahabatku, salah seorang diantara mereka, Tya, membawa sekotak suguhan untuk dimakan bersama sama. Suguhan itu adalah roti ayam jagung sebagaimana ia biasa menyebutnya. Pertama mencoba aku dah langsung doyan. Tapi meski didesak begitu rupa, dia tetap menolak membocorkan resepnya ( dasar lu Ya' seneng bikin orang penasaran ! )

Tapi, perjuanganku mencari resepnya tidak cukup sampai disitu. Usut punya usut, resep roti tersebut diperoleh dari ( calon ) kakak ipar Tya, mbak Amalia ( atau kak Uli biasa beliau dipanggil ). Dengan murah hati, beliau membagi resep kue tersebut diblognya. Kheu kheu kheu.... akhirnya... ( sekarang gue dah bisa tertawa puas didepan lu Ya', hahahaha )

Setelah tertunda tiga hari ( karena rencana semula mo bikin buat camilan buka puasa hari pertama ), akhirnya hari ini uji resep tersebut terlaksana sudah.

Roti Goreng Isi Ayam Jagung
Resep asli milik mbak Amalia

Bahan isi:

Roti tawar tanpa kulit 1 bungkus (1 roti di potong jadi 4 atau sesuai selera)
150 g jagung pipil (bisa frozen/kalengan), aku pake jagung manis segar...,mae
200 g dada ayam dicacah halus
100 g daun bawang+ seledri, iris halus
2 butir kuning telur
250 ml susu cair
2 siung bawang putih, dicincang halus
50g tepung terigu
merica, gula, garam secukupnya
Tepung panir kasar ( panko )

Cara membuat ( aku modifikasi dikit ) :

Ragout Ayam Jagung

Ragout :
Oles wajan dengan minyak secukupnya ( bandel nih, padahal diresep asli ga usah pake minyak, hehe ), panaskan lalu masukkan bawang putih dan daun bawang, aduk sebentar lalu masukkan ayam dan aduk hingga berubah warna. Campur jadi satu, kuning telur, susu cair dan tepung terigu, aduk rata. Masukkan kedalam tumisan ayam, aduk cepat. Sambil terus diaduk, masukkan jagung dan bumbu lainnya, aduk terus hingga mengental. Bila sudah meletup letup dan licin ( tidak menempel pada wajan ), matikan api. Ragout siap digunakan.

Chicken & Corn Sandwich

Penyelesaian:
Ambil selembar roti, oles dengan bahan isi ( ragout ) kurang lebih satu sendok makan setelah itu celupkan ke putih telur dan gulingkan di tepung panir kasar. Siap di goreng. Apinya kecil aja ya, kecuali emang pengen digosongin kyak punyaku >_<

Roti Isi Ayam Jagung

Kak Uli, makasih ya resepnya !

Sunday, August 17, 2008

Red & White : ( Batik ) Steamed Cup Cakes


It's August right now. And all of Indonesian are celebrating our National Independence Day. At August 17th about 63 years ago, our freedom has been declared. And today, with the spirit of freedom, all people of the country fill this month with lot of celebrating events. To express our happiness of being free.

And in the spirit of celebrating it, some of our friends Dhi, Fitri and Dwi had colaborate to make a food photography contest as a tribute to our beloved country, Indonesia. It Red & White Foodie Photography Events.

I was so exited at the first time I heard about it. So, with the spirit of our Independence Day, I sent this entry as my proud of being an Indonesian.

*****

Demikian pembukaan dari saya, karena bila diperpanjang lagi entah jadi apa otak saya. Karena menulis segitu paragrap aja dalam bahasa Inggris sudah cukup membuat otak saya keriting. Ditambah lagi tangan saya yang sudah agak pegal membuka tutup kamus yang sedari tadi menemani saya selama kurang lebih dua jam, hanya untuk menyusun sembilan baris kalimat saja ! *heu heu heu*

Tapi itulah bentuk kemerdekaan menurut saya. Bebas berekspresi. Bebas berkreasi. Dan yang terpenting bebas mempelajari hal hal baru dikehidupan kita. Menulis, memasak, memotret, dan berkemampuan untuk berbahasa Inggris ( agar dapat dimengerti orang lain dari penjuru dunia ) adalah hal hal yang sedang saya pelajari saat ini. Jadi harap dimaklumi bila banyak kekurangan atau kekeliruan dalam perjalanan saya dalam belajar.
*loh, ga nyambung banget ya tulisannya*

:D :D :D :D :D

Baiklah, stelah pergulatan yang panjang dalam menentukan apa yang akan aku kirim, akhirnya inilah yang aku pilih. Sebenarnya banyaaaak sekali yang menjadi pilihan. Saking banyaknya sampai bingung sendiri. Justru pada akhirnya apa yang aku buat sama sekali tidak ada dalam daftar pilihan .

Aku persembahkan Bolu Kukus Merah Putih untuk Indonesia tercintaku. Ha ? Hanya bolu kukus ?

Steamed Cup Cake ( Edited )

Red & White Steamed Cup Cake
( untuk resep dalam bahasa Indonesia, bisa dilihat disini )

Ingredients :

250 grms all purposed fluor
250 grms sugar
3 eggs
150 ml lemon flavour bicarbonated drinks, I used Sprite....,mae
1 tsp cake emulsifier, I used SP...,mae
1 tsp vanilla extract / vanilla crystals

Strawberry paste for flavouring. Or other flavours as you wish,..mae

Methods :

Combine all ingredients ( exclude the paste ) in a bowl and using electric mixer, beat them together until smooth and fluffy ( took about 10 minutes ). Divide the batter into 2 equal amount. Add about 1 tsp strawberry paste into the first batter, and keep it plain to the other one. Then spoon ( or pipe ) the plain batter followed with strawberry batter to the baking cups lined with paper cup. You can also swirl the batter together into the cup if you wish to.

Steam the cup cakes about 10 minutes until it raised and broke the top of the cake.

Sebenernya bolu kukusnya mo dibikin motif batik. Tapi ga tau apa penampakan sudah cukup untuk disebut 'batik'.

Steamed Cup Cake

Dirgahayu Indonesiaku. Berkibarlah benderaku. Merdeka ! Merdeka !

*makasih banyak buat mbak Dhi, Fitri en Dwi dalam menyelenggarakan event ini. Semoga sukses ya... biar taon depan bisa buat lagi acara kyak gini :)*

Thursday, July 10, 2008

Bakwan / Dadar Jagung

Dulu gak suka banget sama penganan yang satu ini. Aneh aja, ada jagung kok digoreng. Sekarang, jangan ditanya. Dimanapun, kalo liat ini gak bakal nolak deh. Doyaaaaan banget. Orang serumah juga doyan. Tapi males aja klo sering sering bikin. Rada ribet. Nurut aku...

Tapi kalo virus males lagi pergi, sempet sempetin bikin ini. Gak bakal bersisa, yang ada malah rebutan sama orang rumah. Resepnya dapet dari nenekku. Udah top brand deh dikeluargaku :)

Bakwan / Dadar Jagung
( untuk resep aku gak pernah pake takaran, kira kira aja. Jadi resep yang aku kasih disini juga kira kira ya... )


4 bh jagung jawa, bisa diparut, disisir trus diulek, ato pake cara modern, abis disisir masukin food processor. Kalo aku sukanya diparut. Ini nih yang bikin males...

10 udang kecil / 5 udang sedang-besar. Kupas bersih. Haluskan.

Daun bawang, ambil daunnya aja. Iris iris.

I butir telur, kocok lepas. Mo enak lagi, pake kuningnya aja.

Haluskan :

3 siung bawang putih
kira kira 1 ruas temu kunci. Atau sesuai selera. Aku sukanya agak banyakan.
1 buah cabe merah atau cabe keriting juga boleh
3 bonggol daun bawang ( bonggolnya ajah )
garam, gula secukupnya

Campur jagung yang sudah dilumatkan ( kasar ) dengan udang, irisan daun bawang, telur dan bumbu halus. Aduk rata. Goreng dengan minyak panas secukupnya. Tingkat kekeringan sesuai selera. Lha ini, biar satu rumah selera beda beda. Ada yg suka digoreng sampe kering ada yang suka masih lembek lembek gitu. Aku mah dua duanya masuk, hehe... ( doyan pa laper ? )

Bakwan Jagung

Oya parutannya bukan parutan kelapa itu loh, tapi parutan buah. Kalo gak ada pake parutan keju aja juga bisa.


parutan yang aku pake

Dihidangkan bersama sayur bayam bening, dan sambal tomat, klop deh ! Bisa sampe nambah nambah...

Semoga berguna ya, en selamat marut... *esspecially for KBBers*

Sunday, July 6, 2008

Sunday Crepes

Sebulan sudah suamiku menetapkan minggu pagi sebagai hari libur bagi kami sekeluarga. Setelah hampir 10 bulan warnet kami beroperasi, dan hampir selama itulah suamiku hampir kehilangan waktu istirahat dan berkumpul bersama keluarga. Bagaimana tidak, kami, aku dan suamiku dituntut harus standby selama kurang lebih 16 jam sehari selama seminggu penuh. Kami saling bergantian menjalankan usaha kecil kami ini, dan aku juga sekaligus merangkap semua pekerjaan rumah. Capek ? Pasti. Tapi itulah perjuangan.

Padahal warnet disekitar lokasi tempat usaha kami buka rata rata 24 jam / 7 hari. Bisa saja tempat kami menjalankan waktu operasi yang sama bila kami mencari seorang operator. Tapi bagi kami tidak mudah menemukan operator yang cocok dengan ketentuan hati. Jujur dan bertanggung jawab. Jadilah kami memutuskan untuk terjun langsung demi menjalankan usaha kami.

Setelah dipertimbangkan, suami memutuskan bahwa setiap minggu pagi adalah waktu libur bagi beliau. Saat untuk menebus segala waktu yang tersita untuk bersama sama keluarga. Terutama putri kami. Biasanya Papa berangkat pukul 7 pagi, Tasya masih terlelap di tidurnya. Pulang pukul 11 malam dan Tasya pun hampir tak sanggup membuka matanya lebih lama. Bilapun sanggup mungkin tidak lebih dari 1 jam, dan kami sudah bersiap untuk tidur. Begitu setiap harinya.

Well, pagi ini, sama seperti minggu minggu pagi 4 pekan belakangan ini, aku melewati pagi dengan susana yang sangat aku rindukan. Menyiapkan sarapan ringan yang praktis dan cepat, ditemani papa yang duduk dimeja makan near by my kitchen, sambil mendengarkan berita pagi ditelevisi. Sesekali kami berdiskusi mengenai berita berita terkini, gosip ataupun membahas tentang hal hal disekitar kami. Untuk kemudian kami duduk bersama menikmati sarapan yang santai...

Dan saat sarapan adalah saat yang paling istimewa. Sebisa mungkin Tasya sudah bangun. Dia sudah harus cantik dan wangi saat duduk semeja dengan papanya. Meski tak jarang kami menikmati sarapan dengan tubuh masih bau kasur ( iiiih... belum mandi maksudnya ^_^ )

So, pagi ini aku membuatkan crepes buat sarapan. It's something that Pops and I cannot ignore everytime we passed D'crepe's stall in the mall. Buat papa, crepe-nya aku isi chicken teriyaki. Sayang banget, isi kulkasku dah hampir kosong. Yang artinya gak punya stock bahan buat isian. No lettuce, no tomatoes, no cucumbers, and no cheddar >_< melas... Untungnya masih punya kiju lembaran, dah pake aja deh.

Sebagian aku buat kosong, untuk dinikmati bersama saus 'okat. Yang kosong ini lebih renyah texturnya...

Basic Crispy Crepes
Resep : Dimarco

75 gr tepung terigu
25 gr tepung tapioka ( kanji )
100 gr tepung beras
250 ml susu cair ( pake susu Ultra ajah yg kemasan biru,..mae )
1 butir telur, kocok lepas
1 sdm margarin, lelehkan
1 sdt penuh baking powder double acting ( merk Hercules misalnya,..mae )
1 sdt vanilli bubuk

Bila ingin membuat crepes dengan aroma khas  seperti dimall mall, ganti komposisi margarin dengan butter ( mentega ) dan tambahkan pula butter essence 1 sdt ( contoh merk, Diva Cross ). Aromanya bakal semerbak sampe rumah tetangga.



Cara membuatnya, campurkan bahan bahan kering terkebih dahulu dan aduk hingga tercampur rata. Lakukan juga untuk bahan bahan cair. Setelah siap kedua bahan tersebut dicampurkan dan diaduk hingga rata dan licin. Bila masih ada tepung yang bergerindil, saring dulu pake saringan kawat, sambil ditekan tekan semua gerindilannya. Gak mau kan crepe-nya jerawatan.



Crepe ini aku buat dengan pan khusus untuk crepe yang aku aku dapetin sebagai bonus waktu beli mixer dulu. Meski begitu, jangan khawatir bila tidak punya. Resep ini pernah aku praktekan dengan menggunakan wajan teflon biasa. Hasilnya gak kalah kok, cuma pinter pinter aja goyang ala Inul, karena setelah adonan dituang wajan harus diputer puter biar adonannya rata. Nah, sekarang kan banyak tuh teflon yang untuk crepe ( permukaan rata dengan dinding wajan yang rendah ) dipasaran, pake itu juga bisa kok.

Sorry, I didn't have much time to take a good-looking picture for this crepes.


Chicken Teriyaki Crepes, mana isinya ? Hihi ga keliatan...

Untuk isian, silahkan berkreasi sebebas bebasnya. Karena  pada dasarnya crepe ini banyaaaak variasinya. Mulai isian gurih macam burger or hotdog, yang hot sampe yang cool. Bisa pake es krim, saus topping aneka rasa, meisjes, buah buahan, cream, or bahkan saus kinca kalo emang pengen eksperimen dengan variasi baru.


Crepes with Choc Sauce, sausnya pelit... :P


Silahkan mencoba bila berminat, dan semoga resepnya berguna ya... ^_^

Buat yang sedang melewati liburan bersama keluarga, Happy Holiday to All of You ! Semoga liburannya berkesan...

Monday, April 14, 2008

Nugget Tahu


Nugget tahu yang aku buat sendiri untuk ngisi bento papa. Resepnya kira - kira aja alias asal campur.

Nugget Tahu

2 potong tahu putih, remas remas
1 sisi potongan dada ayam, cincang halus ( bs diganti udang )
2 butir telur, kocok lepas
1/2 butir bawang bombay
1 batang bawang pre, buang bagian ijonya, rajang halus
1 batang seledri, cincang halus
garam, gula, merica secukupnya


- Tumis lebih dahulu bawang bombay dan bawang prei hingga harum dan layu. Sisihkan.
- Campur semua bahan lainnya hingga rata, lalu masukkan tumisan bawang. Aduk rata lalu masukkan dalam plastik kecil, kukus selama 1/2 jam. Tusuk - tusuk plastik dengan garpu, lalu teruskan mengukus selama 1/2 jam.
- Dinginkan, potong - potong lalu celupkan kedalam kocokan putih telur. Gulingkan dalam tepung panir, goreng dalam minyak panas api sedang.
Kalo bikin banyak dan mo disimpan difreezer, tidak perlu menggoreng sampai coklat. Goreng sebentar saja, dinginkan lalu masukkan dalam wadah kedap udara, nugget siap disimpan difreezer. Saat akan disantap, goreng lagi sampai kecokelatan. Bisa tahan selama 2 minggu dalam keadaan beku.

Selain dibuat nugget, adonan mentahannya bisa langsung digoreng. Jadinya nanti ya bakwan tahu telur.

Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers