Showing posts with label event. Show all posts
Showing posts with label event. Show all posts

Monday, May 31, 2010

KBB #17 : Savoury Lattice Pie



KBB bulan ini ngangkat materi Lattice Pie untuk kategori Savoury Bake. Dan aku baru ngerjain di hari terakhir deadline. Huhuhuhu... kok ya mesti toh :(

Okelah, ini laporanku ya....

KBB #17 : Savoury Lattice Pie

Untuk kulit aku pake ready-to-use frozen pastry dough ( ini yang bikin segalanya jadi mudah, hehehe.... )

Filling :

1 bh bawang bombay ukuran sedang
1 bh beef rolade, potong jadi 4 dan iris tipis ( bisa diganti olahan sapi lainnya )
Kurleb 50 gr fillet ayam, potong dadu
1 batang bawang perai
seledri, cincang halus
garam, gula dan merica sebagai penyedap, secukupnya

50 gr keju cheddar, parut

Untuk saus, aku pake:

1 bungkus bubuk krim instant
100 ml air

Beef & Corn Lattice Pastry - Collage

Cara membuat :

Tumis bawang bombay dan bawang perai dengan margarin hingga layu dan harum, masukkan daging ayam dan aduk hingga berubah warna. Masukkan beef rolade, aduk rata. Tambahkan bumbu, beri sedikit air untuk melarutkan. Aduk hingga kesat, taburi seledri, aduk rata. Sisihkan.

Saus :

Campur 1 bungkus bubuk krim dengan air. Aduk hingga gumpalannya larut. Panaskan hingga mendidih ( meletup letup ).

Tuang ke dalam tumisan, lalu tambahkan keju parut, aduk rata. Sisihkan.
Beef & Corn Lattice Pastry - Collage

Penyelesaian :

Cetak pastry dough dengan ukuran lebih besar dari cetakan yang akan digunakan. Segera pindahkan kedalam loyang yang sudah bersemir margarin agak tebal. Pipihkan tepiannya.

Tuang filling tumisan tadi, ratakan.

Lattice : Pengen bikin yang pola anyaman tapi takut doughnya gak cukup. Jadi aku cetak bulat lagi *itupun sebagiannya udah kepotong, hihihi* trus digurat gurat. Untuk guratannya aku pake pasta cutter yang dijejakkan secara berselang seling ditiap barisnya *aduh susah njelasinnya*
Setela pola terbentuk, rentangkan hingga jejak guratannya membentuk lubang lubang, lalu letakkan diatas pie. Rapikan.

Beef & Corn Lattice Pastry

Sayang ternyata guratanku kurang dalam, hingga saat direnggangkan lubangnya rapet rapet huhuhu. Udah gitu saking seriusnya ngurusin si lattice, sampe lupa motret penampakan akhir sebelum dipanggang.

Beef & Corn Lattice Pastry

Inti dari task kali ini adalah membuat lattice. Lattice pada umumnya berpola anyaman yang ditumpuk secara berselang seling. Namun saat ini, pola lattice sangat bervariasi. Ada yang menggunakan guratan yang dibut secara manual dengan pisau, menggunakan roller khusus berpola, bahkan menggunakan cutter beraneka bentuk. Tinggal pilih mau seperti apa latticenya. Semua terserah kreasi kita.

Beef & Corn Lattice Pastry

Bagaimana dengan rasanya ? Gak kalah kok dengan filled pastry buatan restoran, buktinya sekarang tinggal 1/4 loyang, orang rumah kedoyanan :D


Thursday, March 25, 2010

KBB #16 : Chiffon Cake ( Indonesian Recipe )

Wuih, gak kerasa KBB dah masuk putaran ke 16 ya... Eh eh logo barunya keren yaaaaa :D



Bulan ini temanya Chiffon Cake. Pasti dah langsung ngebayangin cake menul menul kempus kempus yang bolong ditengah itu deh. Yup, bener sekali. Beda dengan tantangan sebelumnya dimana admin membagikan resep untuk dipraktekan, putaran bulan ini justru admin memberi kebebasan bagi anggota untuk menentukan resep apa yang mau dipake alias terserah !. Eits.... tapi ada syaratnya, yaitu resep harus perkuliner Indonesia.

Untuk menyelesaikan peer kali ini, aku menjatuhkan pilihanku pada resep Yasaboga yang diambil dari buku mereka " Terampil Membuat Cake & Pastry ". Aku memilih resep Chocolate Chiffon Cake untuk ku ujicoba-kan.

Dan inilah hasilnyaaaa......

Choco Chiffon Cake

Chocolate Chiffon Cake
Originally by Yasaboga, modified by me *I only used half of the original recipe*

A :
75 gr gula pasir
85 gr tepung terigu
12 gr cokelat bubuk
1/4 sdt soda kue

B :
2 kuning telur
50 ml minyak goreng

75 ml susu cair

C :
3 putih telur
50 gr gula caster

Cara membuat :

Campur semua bahan A, aduk hingga rata. Buat lubang ( kawah ) ditengahnya. Campur bahan B kecuali susu cair, lalu tuang ditengah lubang ( bahan A ), aduk perlahan dengan gerakan melingkar sambil dituangi susu cair hingga tercampur dan adonan licin, sisihkan.

Kocok bahan C hingga kaku ( soft peak is ok ), ambil 1/3 bagian dan masukkan kedalam adonan A+B, aduk perlahan hingga rata. Tambahkan dan aduk sisa putih telur hingga habis dan adonan menyatu dengan baik.

compile1-wm

Tuang ke dalam loyang chiffon diameter dasar 18 - 20cm, panggang selama kurang lebih 45 menit, lalu naikkan suhunya menjadi 180 derajat C selama 15 menit atau hingga permukaan kecoklataan dan kering. Keluarkan dari oven lalu segera balikkan diatas tutup botol ( jika loyang tidak mempunyai kaki ). Biarkan hingga benar benar dingin, gunakan pisau untuk mengeluarkan cake dari loyang. Hias sesuai selera, potong potong dan sajikan.

chiffon5

Berhubung ini adalah pengalaman pertamaku membuat chiffon, awalnya agak sedikit takut hasilnya tidak sempurna. Tapi Alhamdulillah, meski tepiannya agak sedikit lengket diloyang, baik tekstur maupun rasanya tidak mengecewakan. Untuk menambah citarasa, aku menambahkan kenari cincang dan lelehan coklat pekat sebagai toppingnya. Tapi berhubung cakenya lumayan tebel, akhirnya ku belah dua cake-nya, dan kuberi topping lagi untuk belahannya. Abis klo dimakan gitu aja tanpa topping, rasanya kurang nendang.

Choco Chiffon Cake

Akhirnya, aku merasa cukup puas dengan pengalamanku kali ini. Dulu dalam bayanganku bikin chiffon cake tuh susah, dan rasanya gitu gitu aja, ternyata... bikin chiffon cake itu menyenangkan dan penuh tantangan, karena banyak sekali variasi yang bisa dibuat dengan chiffon cake ! Beberapa hari berikutnya, aku buat lagi dengan bahan dasar pisang. Aku post terpisah ya nanti.

So, wanna try ???



Eikeh luluuuuus bok !

Saturday, January 30, 2010

KBB # 15 : Mud Cookie Cake Sandwich

KBB pertama ditahun 2010, dengan tantangan Mud Cookies Cake Sandwich. Hihihi, kebayang gak gimana penampakannya ? Denger judulnya ada udah bingung kan. Sama ! Soalnya masing masing komponen katanya biasa berdiri sendiri. Cake, cookies dan sandwich. 3 jenis kudapan yang sangat berbeda jenisnya. Tapi memang belum bisa dibayangkan kalo belum mencobanya.

Actually, agak malu nih karena di putaran kali ini aku tidak menyelesaikan peernya dengan baik. Maaf sebesar besarnya ya ibu ibu host dan ibu kepala suku, aku ngaku lalai kali ini. Hiks !

Mungkin laporanku kali ini singkat saja, karena dari semua steps aku hanya sempat membuat mud cake-nya. Nih laporannya...

Resep KBB#15: Mud Cake Cookie Sandwiches

Source: The Australian Women's Weekly: cupcakes, cheesecake, cookies. ACP Magazine Ltd. 2008

Makes 24

250g butter, softened
330g firmly packed brown sugar
2 eggs
450g plain flour
75g self-raising flour
50g cocoa powder
2 Tbs cocoa powder, extra

Chocolate Mud Cake
150g butter, chopped
100g dark eating chocolate, chopped coarsely
220g caster sugar
125ml water
2 Tbs coffee liqueur
150g plain flour
2 Tbs cocoa powder
2 egg yolks

Combine butter, chocolate, sugar, the water and liqueur in small saucepan. Stir over low heat until smooth. Place mixture in medium bowl; cool 10 minutes. Whisk in sifted flour and cocoa, then egg yolks. Bake about 25 minutes. Cool cakes in pans. Using 6.5cm round cutter, cut 12 rounds from each cake.

Chocolate Ganache
80ml cream
200g dark eating chocolate, chopped coarsely

Bring cream to a boil in small saucepan; remove from heat. Add chocolate; stir until smooth. Refrigerate until spreadable.


  1. Preheat oven to 170C/150C fan-forced. Grease two 20cm x 30cm lamington pans; line with a strip of baking paper, extending paper 2cm above edges of pans.
  2. Make chocolate mud cake.
  3. Make chocolate ganache.
  4. Beat butter, sugar and eggs in small bowl with electric mixer until combined. Transfer mixture to large bowl; stir in sifted flours and cocoa, in two batches. Knead dough on floured surface until smooth; divide in half, roll each portion between sheets of baking paper until 5mm thick. Cover; refrigerate 30 minutes.
  5. Preheat oven to 180C/160C fan-forced. Grease oven trays; line with baking paper.
  6. Using 6.5cm round cutter, cut 48 rounds from dough. Place about 3cm apart on oven trays. Bake about 12 minutes. Cool on wire racks.
  7. Spread ganache onto underside of cookies; sandwich a mud cake round between two cookies.
  8. Using heart template, dust cookies with extra cocoa.


Ummm.... cake nya padeeeeeeeet banget, mirip kyak cake bantat gitu tapi nyoklat banget. Rasanya mirip mirip brownies tapi lebih padat lagi. Bikinnya gak sulit juga. Waktu pertama baca resepnya yang puanjang, pikirku tantangan kali ini bakalan susaaah. Tapi setelah dibaca dan dipelajari, ternyata gak terlalu sulit kok, hanya emang sih proses nya agak panjang.


Hanya ini yang bisa kulaporkan, udah gak tuntas, telat lagi postingnya. Hiks, muaap yaaaa.... siap deh dapet hukuman :(

Monday, December 14, 2009

LatBar Foodmonster Desember 2009

Alhamdulillah, hari Minggu kemarin 13 Desember 2009 saya sempat hadir di LatBar komunitas Food Monster Surabaya. Setelah berbulan bulan absen dari kegiatan ini, semua rasa rindu bertemu dengan kawan kawan yang gila, centil, narsis, en r***s terobati sudah. Ditambah dengan tema latbar yang sungguh.. aduhai... menggoda sekali yaitu PASTA.

This time, ibu mods mengangkat materi membuat home made pasta dan olahannya. Yang dipraktekan kemarin antara lain cara membuat pasta berbahan dasar tepung terigu, kemudian mengolahnya menjadi ravioli dan lasagna. Plus extra menu karena banyaknya permintaan, yaitu Meat Lover Pizza !

LatBar sendiri digelar dikediaman mbak Indah didaerah Simo Mulyo Surabaya. Dipayungi awan mendung dan diantar oleh supir yang *ehem* saya pun meluncur ke lokasi. Saya tiba kira kira pukul 11.30, sedikit terlambat 2 jam dari waktu yang ditentukan yaitu pukul 09.00. Ketika saya tiba, kegiatan sudah berlangsung hampir separuh jalan. Mbak Ceyza dan mbak Hermin sedang sibuk menggiling adonan pasta, sedang mbak Lia dan mbak Nana selaku ibu kepala koki sedang sibuk didapur membuat Bechamel Sauce. Setelah meletakkan potluck yang saya bawa, saya segera bergabung dengan mereka.

Mbak Lia memberi instruksi

pembagian hasil latbar ( mbak Ary en mbak Rachmah )

Potluck yang saya bawa adalah Bread Pudding dan Risoles isi Makaroni. Bagi yang belum tahu, potluck adalah istilah 'buah tangan' berupa makanan atau minuman yang bisa dibuat sendiri atau dibeli ditoko kue/ warung dsb. Potluck ini dikumpulkan bersama potluck lain untuk kemudian dimakan bersama sama. Suasana icip mengicip potluck ini menjadi salah satu bagian yang paling kurindukan saat latbar. Tentu selain suasana canda gurau bersama member lain yang hadir yang teramat selalu memiliki kesan tersendiri di tiap pertemuan.


Potlucks diawal acara ( tambahannya ada punya mbak Desi, mbak Raras en mbak Rachmah lupa kepoto )

Sempat terjadi kehebohan saat mobil mbak Desi tergelincir diselokan, lalu hujan deras yang turun disusul dengan listrik yang padam, pun tak menyurutkan semangat kami untuk meneruskan acara kami. Bahkan suasana menjadi makin ramai dengan kehadiran mbak Raras dan mbak Rachmah sebagai kloter terakhir yang datang paling buncit.

Hari pun menjelang sore. Sekitar pukul 15.00, si supir *ehem* sudah menjemput saya untuk pulang. Berat sebenarnya karena acara belum sepenuhnya berakhir, apalagi saya akhirnya tidak sempat mengikuti sesi terakhir yang menjadi puncak acara, yaitu FoKel alias Foto Keluarga. Meski begitu, saya pulang membawa hati senang, kawan baru, pengalaman baru dan yang pasti hasil latbar yang juga baru.... matang !

Meat Lover Pizza...

Lasagna...

See you guys in the next LatBar. Just can't wait until that time, hope I won't miss the day when all the crapy monster awake !!!

Saturday, November 28, 2009

KBB #14 : White Bread


It's KBB timeee !!
Rata Penuh
Time for another challenge !

Time for another experiment !

Time for another rush hour !

*lebay amat sih*

Oki doki. Tantangan KBB bulan ini adalah White Bread. Gampang laaah *sombong*. Eits, tapi bukan KBB kalo gak ada tantangannya. Jadi kali ini kita dituntut tidak hanya meng-uji coba sebuah resep tetapi juga berhitung. Hah ? Berhitung ?? Yup ! Karena resep kali ini bukan berupa jumlah jumlah komposisi bahan tapi persentase bahan atau rumus/ formula. Nah, kita dituntut harus menghitung sendiri jumlah bahan sesuai dengan persentase yang ditentukan. Aduh, kedengerannya kok rumit banget yah. Aku juga bingung kalo disuruh njelasin. Ya udah, langsung kesini aja deh buat jelasnya.

Jadi, setelah mempelajari formulanya *sok jenius* aku mutusin untuk bikin dikit ajah. Cuma 300gr tepung. Jadi masing masing bahan dipersentasikan dari 300gr itu. Kurang lebih gini aku ngitungnya :

(%) x jumlah tepung : 100 = jumlah bahan

dengan perhitungan diatas, aku dapatkan jumlah bahan lainnya seperti ini ( dengan patokan jumlah tepung 300gr ) :

Bread flour - 100% = 300gr
Salt - 1.8% = 5.4gr
Granulated sugar - 7.7% = 23 gr*
Powdered milk (Dried Milk Solid) - 6.2% = 19 gr*
Instant yeast - 1% = 3 gr
Egg, slightly beaten at room temperature - 7.7% = 23 gr* ( kira kira 1/2 butir telur )
Butter, room temperature - 7.7 %= 23 gr*
Water - 62.8% = 189 gr*

*) jumlah ganjil yang dibulatkan

Setelah mendapatkan jumlah jumlah tersebut, barulah kita pergi kedapur, hyuuuk...

KBB #14 : White Breads

Seperti yang kita tahu, roti membawa momok menakutkan bagi beberapa orang yang baru ingin mencobanya. Klo bantet gimana ? Klo keras gimana ? Susah deh kyaknya... Enggak sama sekali ! Bikin roti sendiri dirumah itu mudah kok. Iya tapi kan harus punya mixer khusus dulu... Eh, kata siapa ?? Bahkan manusia bisa bikin roti itu jauuuuuuuuuuh sebelum mixer ditemukan. Sebelumnya ? Ya pake tangan juga kan ! Mending beli deh, gak susah susah nguleni. Percaya deh, klo bisa bikin roti sendiri dirumah, perasaan bangga yang didapat itu yang gak bisa dibeli. Apalagi kalo dapat pujian dari orang orang tercinta dirumah, dijamin Breadt**k aja lewat deh enaknya, hihihi....

Jadi demi asas kebersamaan, aku bikin roti ini pake tangan ( gak 100% pake tangan sih, karena setelah foto foto step by step, adonan kucemplungin mixer, hehe... ). Ini hanya sedikit gambaran kalo mau nguleni pake tangan. Karena menurut aku, emang yang paling menentukan kalis enggaknya adonan nantinya, ya pada saat pengulenan pertama kali atau pada tahap homogenisasi/ penyatuan ( khusus pengulenan dengan tangan ). Semoga step by stepnya jelas ya..


1. Campur semua bahan kering ( kecuali garam ), aduk rata lalu buat kawah ditengahnya.

2. Campur bahan cair ( air & telur ), aduk rata lalu tuang persis ditengah kawah.

3,4,&5. Aduk dengan gerakan memutar menggunakan spatula, sendok atau garpu secara perlahan hingga adonan bagian tengah mengental dan tepung disekelilingnya luruh perlahan. Sembari diaduk, tekan tekan spatula agar tepung tidak terlalu bergerindil. Teruskan mengaduk.

6. Aduk hingga tepung disekelilingnya tercampur. Bila spatula sudah tidak kuat mengaduk, gunakan tangan. Dengan tekanan ringan, uleni adonan dengan gerakan melipat hingga tepung benar benar tercampur rata. Uleni sebentar hingga adonan menyatu/ homogen ( semua bahan sudah saling terikat ).

7. Adonan yang sudah homogen. Bila masih terasa lengket, tambahkan tepung sedikit demi sedikit ( masukkan sesendok demi sesendok ). Sebaliknya, jika terasa padat dan berat, tambahkan air, sesendok demi sesendok sekali masuk.

8,9. Masukkan mentega dan garam dengan mengoleskannya dipermukaan adonan. Uleni kembali dengan gerakan melipat, dorong, lipat kedalam, dorong keluar, mirip gerakan orang mencuci pakaian. Pada tahap ini, tangan akan terasa licin, lengket dan kurang nyaman. Teruskan menguleni karena lama kelamaan adonan akan terasa melunak dan kalis ( tidak menempel ditangan ). Bila adonan masih terasa padat dan berat, tambahkan mentega sedikit, bila terasa terlalu lunak, tambahkan tepung dengan cara menaburkan dipermukaan adonan. Pindahkan ke atas meja, atau kedalam wadah yang permukaannya luas ( talenan, nampan. dll ) untuk memudahkan pengulenan.

Perlu diperhatikan, bila menguleni dengan tangan maka suhu tangan kita akan mempengaruhi proses fermentasi menjadi lebih cepat. Jaga agar pengulenan tidak terlalu lama, karena adonan yang sudah profing saat masih diuleni akan sulit sekali kalis. Tandanya, adonan terus terasa lunak dan lengket padahal sudah ditambahkan tepung yang cukup banyak. Bila terjadi, sudahi pengulenan, taburkan tepung diatas adonan, lalu segera bulatkan dan mulai proses profing.

10. Adonan yang sudah kalis, dan dibulatkan. Istirahatkan selama 60 menit atau hingga mengembang dua kali lipat.

11. Adonan yang sudah mengembang. Kempeskan.

12. Potong potong, timbang dan bulatkan. Selain dengan ditimbang, agar memperoleh ukuran yang sama, gulung adonan memanjang, lalu potong potong dari tengah ke samping ( potong jadi 2, 4, 6, 8, dst ) Diamkan kembali selama 10 - 15 menit. Adonan siap dibentuk.

KBB #14 : White Breads

Kali ini, aku bentuk rotinya sederhana saja, sesuai dengan resepnya. Bentuk buns dan rolls. Finishingnya juga sederhana sekali. Karena bukan golongan roti manis, maka roti jenis ini akan lebih nikmat bila di sajikan gurih. Jadilah, kubuat roti ini menjadi spicy bread, bertabur dry herbs dan di nikmati dengan garlic sauce. A perfect snacks for me and my family.

KBB #14 : White Breads

KBB #14 : White Breads

Teksturnya sendiri, lumayan menurut aku. Tidak terlalu berongga besar, juga tidak terlalu padat, tapi tidak seempuk roti manis. Setelah disimpan 3 hari, agak sedikit keras tapi setelah dipanaskan sebentar di toaster, roti menjadi empuk kembali.

Jadi, tunggu apa lagi, bikin roti sendiri yuuukkk..... !


Monday, October 5, 2009

KBB #13 : 2nd Anniversary - Merah Putih !

[KBB#13+logo-320pxls.jpg]

Last minute lagiiii... huaaaaa !!!

Oke oke, tarik napas dulu... hembuskan... lalu...

" Met Ulang Taon Klub Berani Baking ! "
Semoga tetep eksis, tetep kreatif, en so pasti tetep berani !

Sama seperti tahun lalu, tantangan bulan September - Oktober yang bertepatan dengan ultah KBB, maka tantangannya diganti jadi lomba. Ada juri dan hadiahnya. Dan yang pasti temanya gak kalah menantang dengan tahun lalu.

Tema yang diangkat di ulang tahun yang ke dua ini adalah MERAH PUTIH. Hmmm... kedengaran sangat nasionalis sekali ya. Tapi justru kita harus bangga, karena ditengah banyak cobaan yang menimpa bangsa kita, kita bangsa Indonesia tetap harus jadi satu dari Sabang sampe Merauke.

Menyinggung tentang cobaan dan musibah yang menimpa saudara kita saat ini, mari kita heningkan cipta sejenak dan mendoakan saudara saudara kita yang telah menjadi korban. Semoga mereka diberikan tempat yang layak disisi Nya, dan diangkat semua dosa dosanya. Al Fatihah...

Kembali ke laptop...

Berhubung bulan ini juga bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, sudah pasti kesibukan selalu mewarnai sejak awal hingga akhir bulan. Niat mengerjakan peer KBB jadi terpaksa ditunda hingga kesibukan sedikit berkurang. Eits. tapi tidak ada alasan untuk tidak ngerjain peer lo...

Tidak ada persiapan khusus untuk menyelesaikan peer kali ini. Ternyata menyisihkan waktu ditengah jadwal kegiatan yang cukup padat sangat membutuhkan perjuangan *lebay*. But I'll do my best. Meskipun hasilnya kurang maksimal - I know- tapi semua kukerjakan dengan niat tulus dari hati.

So, untuk KBB tersayang, inilah persembahanku...

1. Cake Decorating

Beberapa hari setelah lebaran, Alhamdulillah ada yang memberi sekotak brownies kukus. Tanpa pikir panjang, bro-kus ini langsung kujadikan salah satu 'bahan' penunjang untuk menyelesaikan peerku. Niatnya pengen bikin dekorasi yang clean n simple. Semua cover serba putih, swirl kecil dan bunga gum paste kecil. Tapi apa daya, karena terburu buru dikejar pekerjaan lain yang sudah menunggu, hasilnya jauh dari apa yang ku bayangkan. Mungkin akan lebih rapi kalau pake fondant, tapi.... megang fondant aja belum pernah.

Cake icing menggunakan buttercream yang dilelehkan.

KBB13



My entry for cake decorating competition, kalau liat kategori penilaian yang ada disini, duh rasanya gak masuk semua deh dalam penilaian... *pasrah*

KBB13A

2. Food Photography

Apa ya ? Gak ada ide sama sekali ! Hiks... Ini idenya dapat dari praline. Tapi yaa gini deh hasilnya, hihihi...

KBB13B
My entry for Food Photography Competition...

Yah, apapun hasilnya aku tetep bangga bisa ikut ngeramein ultah KBB tahun ini. KBB, Teruslah berani !

Friday, July 31, 2009

KBB #12 : ( Cheesy ) Savoury Souffle


*Hua... huaa.. huaaa chiuuuuuw* Ya ampun, dah lama bener ya nih blog ku terlantarkan, sampe berdebu gini. Ck.. ck.. ck...

Ya wis lah. Yang penting sekarang dah ku update kaaan.

Oke seperti biasa, 2 bulan sekali, it's KBB timeeee !! Kloneng kloneng *ya ampun sekalinya muncul kok jadi lebay gini yah*

Tema bulan ini cukup menantang dan sekalipun belum pernah aku coba. Kalo denger dan liat penampakannya dimajalah majalah sih dah sering. Eh malah jadi tantangan KBB bulan ini. Yup, tantangan bulan ini adalah Savoury Souffle. Hmmm... konon sih berasal dari Le France alias negara Perancis, lengkapnya nih ada disini. Wuiiih... gimana rasanya ya ?? Ya makanya ini mau dicoba.

Cheese Souffles
Sumber: The Perfect Cookbook by David Herbert. Penguin Books Australia Ltd 2003.

Ingredients/Bahan-bahan:
  • 100g unsalted butter / mentega tawar
  • ½ cup plain (all-purpose) flour / tepung terigu
  • 300ml milk / susu
  • 1 cup grated cheddar / cheddar parut
  • 2 Tbs / sdM freshly grated parmesan / parmesan parut
  • ½ tsp Dijon mustard / mustard Dijon ( pake mustard biasa, ..mae )
  • pinch / sejumput cayenne pepper ( skip, ga punya, ..mae )
  • 4 eggs / telur, separated / pisahkan
Directions/Cara Pembuatan:

Preheat the oven to 190C (375F, Gas Mark 5). Grease and lightly flour six ½-cup-capacity souffle dishes.
Panaskan oven suhu 190C (375F, Gas Mark 5). Minyaki/olesi mentega dan taburkan tepung loyang souffle dengan kapasitas ½ cup sebanyak 6 buah.

Melt butter in a small saucepan over low heat. Add the flour and cook, stirring constantly, for 1 minute. Gradually add the milk and whisk continuously over medium heat until the mixture is smooth, thickens and comes to the boil. Allow to cool for 5 minutes.



Lelehkan mentega di panci kecil dengan api kecil. Tambahkan tepung lalu masak sambil diaduk-aduk selama 1 menit. Tambahkan susu sedikit demi sedikit dan whisk terus menerus dengan api sedang hingga adonan lembut, mengental dan mendidih. Biarkan dingin sejenak selama 5 menit.



Transfer the mixture to a bowl and stir in the cheddar, parmesan, mustard and cayenne pepper. Mix well.

Pindahkan adonan ke dalam mangkuk dan masukkan keju cheddar, parmesan, mustard dan cayenne pepper. Aduk rata.

Lightly beat the egg yolks and add these to the cheese mixture. Mix well.

Kocok ringan kuning telur dan masukkan ke dalam adonan keju. Aduk rata.

With an electric mixer, whisk the egg whites in a clean bowl until firm peaks form. Fold a quarter of the whites through the cheese mixture to slacken it slightly, then gently fold through the remaining whites.

Kocok putih telur menggunakan electric mixer hingga mencapai firm peak. Masukkan seperempat adonan putih telur ke dalam adonan keju untuk sedikit 'melemaskan' adonan, lalu masukkan sisanya perlahan.

Spoon the mixture into the prepared dishes and bake for 20-25 minutes, or until risen and golden. Don't be tempted to open the oven until the souffles have risen. Serve immediately.

Sendokkan adonan ke dalam loyang yang sudah disiapkan lalu panggang selama 20-25 menit, atau hingga mengembang naik dan kecoklatan. Jangan tergoda untuk membuka oven sebelum souffles betul-betul sudah mengembang/naik. Hidangkan segera.

Review :

Aku bikin setengah resep ajah. Stepnya ikutin sesuai resep, cuma ada yang kelewatan. Mustardnya lupa dimasukin ! Huaaaa... padahal ntu yang bikin huendang bok. Tapi ya wis lah, ya begini ini klo lagi banyak cucian kerjaan, pikirannya suka kemana mana, gak fokus sama yang dikerjain *ngeles*

Ngovennya pake suhu 200 degC, selama hampir 25 - 30 menit. Jadinya pas 3 cup. Untung aja deh cangkir dirumah oven safe, jadi bisa diberdayakan. Mo beli ramekin kok ya gak nemu nemu, klo pake alufoil kurang cakep ah. Bisa ilang deh kesan 'glamour'nya.

KBB #12 : Cheesy Savoury Souffle

Paling seru waktu motret. Kejar kejaran sama waktu. Soalnya hanya dalam waktu beberapa detik saja, permukaanya yang membumbung tinggi itu langsung ciuuuut, kempes. Kalo dah ciut, gantian ngambil cup berikutnya yang masih seger didalam oven. Makanya settingnya cuma satu, mo nyoba beberapa setting ya gak keburu.

KBB #12 : Cheesy Savoury Souffle

Waktunya incip incip. Sendokan pertama, yang terasa adalah..... PANAS !!! Main pede aja langsung masukin mulut, abis itu langsung melet melet. Setelah menunggu beberapa menit sampai panasnya berkurang, akhirnya Souffle siap masuk mulut lagi, dan rasanya, hmmm... ternyata enaaak ! *ini gak lebay loh ya* Bagi yang belum pernah ngicipin, tektur luar nya agak mirip kulit sus tapi dalemnya lebih lembut dan gurih. Aaaah, kebayang deh klo ada cincangan seledri, jamur dan ayam didalamnya. Pasti lebih maknyuss. Patut dicoba lagi.

Horeeeee lulus !

Saturday, May 30, 2009

KBB #11 : Ontbijtkoek

Tanpa terasa, KBB sudah memasuki putaran ke sebelas. Tantangan ke tiga ditahun ketiga. Dan tantangan ke delapan buat aku. Wow. Sudah genap setahun aku gabung di KBB.

Bulan ini, tantangannya begitu mudah. Selain resepnya yang simpel, pembuatannya juga sangat mudah dan cepat. Aku doyaaan banget ama kueh ini. Meski begitu, tetep aja ngerjainnya mepets deadline. Hehe, sudah tradisi kayaknya.

Tak perlu berlama lama ya, berikut ini laporanku.

KBB Challenge # 11 : Ontbijtkoek
KBB #11 : Ontbijtkoek
Onbitjkoek
Sumber: Kue-Kue Indonesia. Yasa Boga-PT Gramedia Jakarta. 2007.

125g gula palem/gula merah
5 kuning telur
3 putih telur
campur rata 125g tepung terigu, 1 sdt peres kayumanis bubuk, ½ sdt pala bubuk, ¼ sdt cengkih bubuk
50g kenari, iris tipis untuk taburan

KBB #11 : Ontbijtkoek

Kocok kuning telur dan putih telur, gula palem sampai kental dan naik. Masukkan campuran tepung ke dalam kocokan telur, aduk rata. Tuang ke dalam loyang roti (loaf) yang sudah dialas dengan lapisan kertas yang sudah diolesi mentega dan ditaburi tepung. Panggang kurang lebih 20 menit (setengah matang). Taburi irisan kenari. Panggang terus sampai matang, angkat. Potong menurut selera.

Semua proses aku ikuti sesuai resep. Karena memang tidak ada yang perlu di modifikasi lagi. Aku buat setengah resep, dan hasilnya lumayan banyak lo. Dapet satu loyang loaf oval. Cukup lah untuk aku sekeluarga. Kalo bikin satu resep takut kalo gak habis.

KBB #11 : Ontbijtkoek

Saatnya mencicipi. Dari segi rasa, rempahnya tajem banget tapi aku suka. Bener bener suka. Dari segi tekstur, agak sedikit lebih seret dari Ontbijtkoek yang biasa aku buat . Hal ini tentu karena pada resep ini tidak menggunakan lemak ( mentega/ margarin ). Tapi masih enak untuk dinikmati bersama secangkir teh hangat. Hmmm.... nyaman sekali.

KBB #11 : Ontbijtkoek

Yeaaah, I'm done !!!


Saturday, March 28, 2009

KBB #10 : Caramel Pots with Minted Shortbread Stick


Tak terasa, KBB sudah memasuki tantangan ke sepuluh yang merupakan tantangan ke tujuh untukku. Setelah panik didera pastry pada tantangan lalu, kali ini tantangannya termasuk dalam kategori dessert.

Resep yang dipilih adalah Caramel Pots with Minted Shortbread Sticks, oleh Chef Fred Wiesehutter, Heritage Christchurch, ( Foodtown Magazine ). Hmmm model dessert seperti apa ini ya...

Berikut laporanku...

Caramel Pots with Minted Shortbread Sticks

Caramel Pots with Minted Shortbread Sticks
( Click here for recipe )

Yang pertama dibuat adalah shortbread. Pembuatannya hampir tanpa kendala karena prosesnya sama seperti membuat kukis. Campur campur, giling giling, potong potong, lalu dipanggang. Beres. Rasanya, kres kres kres, renyah banget. Butter nya juga kerasa banget. Satu satunya yang sedikit agak mengganggu bagiku adalah aroma mint-nya. Hmmm, jujur, aku kurang begitu suka aromanya. Sayang aja aroma butter ketutup sama aroma mint-nya. Tapi a task is a task. Meski begitu, setengah toples habis dalam waktu kurang dari seminggu. Cepet cepet diungsiin keburu diabisin.


Selanjutnya bikin caramel pots. Jedanya dari waktu bikin shortbreadnya lumayan lamaaa. Hehe moods kedapur lagi ngilang entah kemana. Akhirnya baru sempet bikin pada minggu terakhir jelang deadline. Daaan seperti yang sudah dibahas di milis, karamelku sukses mengkristal. Padahal cuma bikin 2/3 resep, tapi ngabisin waktu sekitar hampir 2 jam. Oooh, prustasi, stress dan migren langsung kambuh. Udah gitu, jadinya bukan golden malah brownie karena kelamaan.

Hasilnya, muanissss bangeeetsss. Tapi enak en lembuuut. Kalo dimakan gitu ajah sih jelas bikin sakit gigi, tapi kalo dimakan sama shortbreadnya, baru deh agak terminimalisir manisnya. Pas pokoknya. Emang sengaja dijodohin ya caramel potsnya sama shortbreadnya.

Akan tetapi....

Menjelang pengumpulan tugas, aku diberi musibah. Laptop tempat aku menyimpan semua data data KBB tiba tiba rusak. Gak bisa nyala. Hanya beberapa data yang masih bisa tertolong ( yang tertinggal di SDcard ). Termasuk semua foto foto hasil akhir *huaaaaaaa.... nangis guling guling*. Sekarang masih diusahakan suami ke tukang laptop *hiks hiks* Semoga data datanya gak ilang.

Jadi mohon maaf ya bu Host, kali ini laporanku sederhana sekali. Sampai hari ini kalau inget data dataku yang disana, masih pengen nangis rasanya...

Friday, February 27, 2009

MFM 2 Februari 2009 : ( Nuansa Ungu ) Terong Ungu Sambal Santan



Tantangan MFM kali ini bener bener bikin idung kembang kempis. Gimana enggak, tema yang diangkat Ning Rachmah sebagai Bu RT MFM bulan ini adalah Nuansa Ungu. Yang pasti pengaplikasiannya dalam bentuk makanan, minuman dan kudapan sedikit terbatas. Bisa dihitung dengan jari, bahan makanan berwarna ungu alami yang bisa diolah menjadi kreasi makanan. Coba sebut, Telo ( ubi ) Ungu, Kubis Ungu, Blueberry / Blackberry ( bukan yang dipake nilpun, hehe ), terus apalagi ? Udah ?

Gimana gak kembang kempiiiis nih idung, yang ada ngembang gak kempis kempis... *yee itu mah alami dari sononya, hehe*

Sebenarnya banyak olahan berbahan dasar bahan bahan tersebut, dan semua tergantung kreatifitas kita. Mulai dari Talam Telo Ungu, JCC Blueberry, Cupcake Blueberry, Sus Vla Telo Ungu, Bolu Kukus Telo Ungu, Donat Telo Ungu, Roti Telo Ungu, dan banyak lagi jika kita mau menggali dan berkreasi. Tapi waktu sedang tidak bersahabat denganku saat ini, sehingga tidak satu pun dari daftar tersebut yang bisa ku praktekan untuk memenuhi tugas MFM bulan ini. Sempet mau dilewatkan aja, tapi melihat lirikan maut dari mata Jeung Rachmah, langsung buru buru batalin niatan bolosnya. Siap bu, kerjakan !

Setelah menimbang nimbang olahan apa yang murah meriah dan mudah untuk dibuat, aku putuskan untuk membuat Sawut Telo Ungu. Telo Ungu yang diparut kasar lalu dikukus dengan sedikit gula dan dihidangkan dengan parutan kelapa. Pasti cantik dan enak. Apa daya, list yang ini juga terpaksa dicoret dari daftar karena aku tak menemukan telo ungu di mana mana... *berasa pengen nangis dipojokan*

Padahal telo ungu biasa dijual disupermarket deket rumah dan hari itu stoknya sedang kosong. Tak ingin pulang dengan tangan hampa, aku mencari cari disekitar area vegs and fruits, dan menemukan 'benda' berwarna ungu.

Terong ungu ! Agak mekso memang. Tapi tak apalah demi melihat Jeung Rachmah tersenyum. Hihihi... senyuman maut yang bisa bikin orang klepek klepek.



MFM #2 : Terong Sambal Santan

Terong Ungu Sambal Santan a la Mae

1 bh terong ungu besar atau 2 bh ukuran sedang. Potong dan belah sesuai selera.

goreng atau panggang hingga matang dan layu. Atau sesuai tingkat kematangan yang dikehendaki.

Sambal :
2 siung bawang merah
1 siung bawang putih
2 buah cabe merah besar
3 bh cabe rawit ( atau lebih )
1/2 sdt terasi matang
1 buah kemiri

garam dan gula sesuai selera
1 - 2 sdm santan kental

Potong potong tebal semua bahan, lalu goreng setengah matang hingga harum dan layu. Tumbuk ( uleg ) dengan garam dan gula hingga halus. Tambahkan santan, aduk hingga rata. Tuang diatas terong, atau dipenyet bersama sambalnya. Sajikan dengan lalapan timun, kacang panjang dan tempe penyet.

Aku ini orangnya masih ndeso. Selera makan juga agak ndeso. Aku ingat dulu ibuku sering menghidangkan masakan ini saat kami sekeluarga sedang berkumpul dan makan bersama di kebun. Dulu, saat kami sekeluarga masih tinggal di Papua.

Sedikit mengenang masa itu, orangtuaku pernah memiliki sepetak lahan di pinggiran kota yang dimanfaatkan untuk berkebun dan berternak ayam. Diakhir pekan kami sering kesana, berkumpul dan mengundang beberapa kerabat untuk makan malam bersama dalam suasana outdoor, dibawah terang bulan. What a lovely days those times was... *tears*

Hyaaa.. Mae lebay-nya kambuh. Oke deh bu RT, setoranku lunas ya... tuing tuing *kedip kedip*

Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers