Showing posts with label obrolan. Show all posts
Showing posts with label obrolan. Show all posts

Monday, November 30, 2009

Curhat : My Up and Down ...

Kyaknya blog ini akan kembali ke fungsi awalnya, sebagai tempat curhat. Hihihi...

Manusia hidup ada naik turunnya. Ups and downs. Kadang diatas kadang dibawah. Aku juga manusia - yang teramat - biasa saja. Mudah naik dan mudah turun. Bahkan kadang kadang saat sedang turun, susah untuk naik kembali.

Memasuki bulan terakhir ditahun ini, ingin sekedar merenungi apa yang sudah kuperoleh sepanjang tahun ini. Suka duka. Sedih senang. Marah bahagia. Semua harmonika dan dinamika kehidupanku. Semua yang kulewati sepanjang tahun ini, yang benar benar menjadi pelajaran berharga buatku...

Aku ingat sekali awal tahun ini kubuka dengan kopdar dan serangkaian kegiatan dibulan Januari itu. Aku juga ingat betapa sibuknya aku saat itu karena tiap akhir pekan selalu diisi dengan acara diluar rumah. Menjadi host event virtual. Dan berbagai kesibukan khas ibu rumah tangga lainnya.

Bulan bulan berikutnya masih cukup sibuk dengan berbagai kegiatan komunitas. Yang masak masak bareng, hunting foto bareng, atau sekedar kumpul kumpul. Selain itu, aku juga diserahi sebuah tanggung jawab baru. Sebuah tanggung jawab -yang pada akhirnya- kuakui bahwa aku belum sanggup menjalankannya dengan baik. Meski begitu, aku mendapatkan sebuah pengalaman dan pelajaran besar di dalamnya, yang aku harap kelak dapat kujadikan motivasi untuk bisa berdiri lebih tegar lagi.

Tak terasa bulan demi bulan berlalu dengan cepat. Ramadhan tahun ini kuisi dengan berjualan kue kering. Lumayan menyita waktu, tapi aku menjalaninya dengan penuh semangat dan ikhlas. Alhamdulillah.... Memasuki trimester akhir tahun ini, aku didera dengan berbagai cobaan. Baik dari segi mental dan materi. Mulai dari perbedaan pendapat dengan 'pacar', pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai, wirausaha yang sedang butuh perhatian lebih, dan -yang terberat- melepaskan tanggung jawab yang telah diberikan untukku. Semua yang menguras tenaga, waktu, dan pikiran datang bersamaan dibulan yang penuh arti untukku. September tahun ini, bukan September ceria untukku... It's been a very hard September for me, but it's been a very meaningful September for me also...

Selalu ada pelangi setelah hujan. Ada terang sesudah gelap. Ada solusi untuk setiap masalah. Dan selalu ada hikmah dari tiap kejadian. Alhamdulillah, Allah telah menunjukkan jalan untukku, untuk melalui semua ujian ujian 'kecil' yang diberikanNya. Ibarat murid SD, memasuki tahun keenam adalah tahun penuh ujian agar mereka bisa melanjutkan pendidikan kejenjang selanjutnya. Atau ibarat anak kecil, memasuki tahun ke enam, adalah masa dimana mereka harus mengejar semua ke-bisa-an untuk mempersiapkan diri memasuki gerbang pendidikan SD, dimana anak anak dituntut harus memikul tanggung jawab lebih dari sebelumnya. Mungkin kamipun begitu. Mungkin ini hanya sebuah ujian agar kami bisa lebih kuat dari sebelumnya. Aku berusaha melewati semua dengan ikhlas, dan tak disangka sangka, hikmahnya sungguh luar biasa ! *apa hikmahnya cukup aku aja yang tahu ya.. hihi*

And this is the end of the 2009's journey. Masih ada 1 bulan lagi, semoga bulan penutup ini membawa berkah yang lebih bagiku dan keluargaku ( amin ). Aku merasa telah di 'refresh'. Semangatku kembali, semangat belajar yang selalu ke elu elu kan selama ini. Ya Allah, masih banyak hal yang ingin ku pelajari. Aku ingin belajar. Aku ingin terus belajar !! Selama ini aku terlalu manja untuk tidak peka melihat segala kesempatan yang telah Kau berikan. Semoga semangat ini tidak akan luntur, bahkan hingga akhir nafasku..

Ngomong ngomong soal belajar, aku mendapat kesempatan istimewa untuk belajar satu ilmu baru lagi dalam cake decorating. It is fondant decorating. Padahal sebelumnya sempet anti mau belajar yang satu ini. Ternyata it's so much fun ! Meski begitu, kyaknya harus bersabar untuk bisa menguasai teknik dekorasi fondant ini, karena tools pendukungnya mahal mahaaal. Harus nabung lebih giat nih. Tapi santai aja lah, peralatan bukan penghalang kreatifitas. Sementara pake benda benda yang ada dulu. Sedikit sedikit baru deh mulai ngoleksi pernak pernik yang 'mewah' itu.

Udah ah. Omongannya dah mulai ngelantur. Tidak ada konektivitasnya sama tema dan judul, hehehe... pokoke, semangat !!!

Monday, November 9, 2009

Obrolan : Sate... Sate... Satenya Dek !


Sate. Denger namanya ada pasti udah kebayang aromanya. Daging, ayam, atau kambing yang dipotong kecil, dibakar dan dihidangkan dengan bumbu kacang+kecap... Hmmm tak heran, kuliner satu ini jadi favorit semua orang, semua kalangan dan semua umur.

Sate juga menjadi salah satu makanan yang sangat mudah di jumpai. Bahkan hampir selalu ada dalam menu rumah makan khas Indonesia. Sate padang, sate ponorogo, sate madura apapun jenisnya ( you name it ! ), semua mempunyai penikmat masing masing. Saya yakin, anda pun menyukainya dan mempunyai tukang sate langganan kesukaan keluarga anda. Tidak terkecuali saya. Dan tukang sate pilihan saya adalah tukang sate yang selalu memisahkan wadah sate mentah dengan sate matang. Bingung ? Yuk, saya jelaskan dikit deh...

Seperti yang kita tahu - banyak diulas berulang ulang, di TV, majalah, internet, dan media informasi lainnya - bahwa daging mentah mengandung banyak kuman. Kuman tersebut hanya bisa dimusnahkan dengan cara memanaskan daging hingga suhu tertentu. Dalam hal ini, mematangkan daging dengan cara dibakar hingga matang. Untuk menghindari kuman ini berpindah tempat terutama pada makanan yang siap disantap, maka kita dianjurkan untuk memisahkan wadah bekas daging mentah ( dan benda benda yang kontak langsung ) agar tidak digunakan lagi pada makanan yang sudah matang/ siap santap. Tapi terkadang, hal ini tidak berlaku bagi beberapa tukang sate... ( I said beberapa lo ya... gak semua :D )


Saya sudah pernah menjajal beberapa tukang sate yang tersebar di daerah tempat saya tinggal. 80% ( menurut survey kecil kecilan saya ) meletakkan sate yang selesai dibakar pada piring tempat mencampurkan daging mentah dan bumbu sebelum dibakar. Yup, mereka menggunakan wadah yang sama untuk sate mentah dan sate yang selesai bakar ( untuk kemudian dihidangkan ). Well, they are ( absolutely ) out of my list :D


Pilihanku, adalah tukang sate yang menyiapkan dua piring disamping mereka. Satu untuk sate mentah siap bakar, dan satu lagi untuk meletakkan sate yang telah dibakar. Selain itu mereka ( yes, they are a spouse ) selalu menjaga 'meja kerja' mereka selalu bersih. Dan lagi, tukang sate langgananku ini punya rasa sate yang paling enak diantara yang lain ( promosi ). Well, sebuah kebetulan yang menyenangkan bukan ? What about yours ?

Semoga bermanfaat !

Friday, November 6, 2009

Madu Mongso

Saat saya pertama kali memosting foto dan resep cake madu mongso, beberapa kawan menanyakan pada saya, apa itu madu mongso ? Seperti apa bentuk dan rasanya ? Terbuat dari apa ? Saya cukup terkejut mendengarnya. Karena selama ini saya mengira madu mongso adalah kudapan/ jajanan yang sudah cukup di kenal di Indonesia. Akhirnya saya tergelitik untuk menulis sedikit mengenai madu mongso, sekedar perkenalan bagi yang belum tahu, tapi sebatas pengetahuan saya saja ya...

Madu Mongso / Fermented Sweet Tidbits

" Madu mongso adalah makanan yang terbuat dari ketan hitam yang difermentasi selama 3 hari dan setelah itu dimasak dengan santan dalam kuali sampai lekat " ( dikutip dari Wikipedia ).

Singkatnya madu mongso adalah olahan berbahan dasar tape ketan hitam atau yang biasa dikenal juga dengan sebutan peyeum ( Sunda ). Tape ini kemudian diproses lagi dengan dimasak dengan santan kental yang cukup banyak, ditambahkan gula jawa ( gula merah ) dan dimasak dalam waktu yang cukup lama hingga menjadi seperti pasta ( jenang ) yang manis, dan legit. Rasanya, tidak jauh beda dengan jenang pada umumnya. Hanya tidak sehalus dan selembut jenang karena butiran butiran biji ketan masih bisa dirasakan pada madu mongso. Setelah matang dan dingin, madu mongso kemudian dibungkus dengan kertas roti aneka warna yang menyerupai permen.

Madu Mongso / Fermented Sweet Tidbits

Biasanya madu mongso menjadi salah satu suguhan wajib saat Lebaran. Tapi saat ini madu mongso hampir dapat selalu ditemukan di beberapa daerah terutama di kota kota di Jawa Timur - Jawa Tengah sebagai oleh oleh ataupun bingkisan khas kota tersebut. Mengenai asal muasal kenapa di namakan Madu Mongso, saya sendiri belum menemukan jawabannya ( sudah coba cari di Google tapi tidak ketemu ). Saya juga belum menemukan resep yang sesuai untuk saya share disini. Masih belum pernah membuatnya sendiri. Apabila sudah, tentu akan saya share disini.

Hanya ini yang saya tahu tentang madu mongso. Semoga sekelumit informasi ini dapat memuaskan rasa ingin tahu teman teman yang sebelumnya memang masih asing dengan jajanan satu ini.

Semoga bermanfaat !

Monday, October 26, 2009

Strawberry Sorbet made of Haan's Instant Ice Cream Powder

Siapapun yang tinggal diwilayah Surabaya dan sekitarnya, pasti mengeluh akan panasnya cuaca di dua bulan terakhir ini. Tidak terkecuali saya. Memang, cuaca Surabaya sedang ganas ganasnya. Tak heran bila rasa haus sering melanda.

Bila ada yang kenal dekat dengan saya, pasti tahu bahwa saya adalah orang yang tidak terlalu banyak minum. Hanya kalau benar benar haus baru minum. Dan hausnya juga termasuk tidak terlalu sering. Tapi belakangan ini, stok es batu difreezer saya selalu penuh. Botol botol air dikulkas jangan sampai kosong. Dan anggaran belanja gula pasir juga mengalami peningkatan. Apalagi kalau bukan untuk menyediakan aneka es manis segar untuk menemani aktivitas siang hari dirumah. Atau sebagai bekal suami bekerja.

Minggu lalu saat sedang berbelanja disebuah swalayan midi di dekat rumah. Saya menemukan produk instant ice cream powder. Awalnya sih tidak tertarik untuk membeli. Tapi mengingat satu kotak strawberry segar yang sudah ngendon seminggu dikulkas, muncul niatan saya untuk mencoba 'mengawinkan' strawberry segar saya dirumah dengan bubuk es krim instan rasa stroberi ini.

Saya tidak begitu suka stroberi segar karena tidak tahan dengan rasa kecutnya. Jadi stroberi tersebut saya cincang dan kemudian dimasak dengan air gula yang lumayan pekat. Jadi seperti manisan stroberi gitu. Manisan ini kemudian saya simpan dikulkas.



Keesokan harinya, saya coba membuat es krim dengan bubuk instan tadi. Tambahkan air dingin sesuai takaran lalu kocok selama beberapa menit hingga kental dan sedikit kaku. Saya tambahkan satu cup yoghurt strawberry untuk menambah kesegaran. Lalu saya masukkan manisan strawberry yang sudah disaring ( air gulanya bisa dibuat punch ). Aduk aduk dan diamkan dikulkas selama kurang lebih 8 jam atau hingga beku. Dari satu sachet bubuk es krim instan ini, bisa menghasilkan satu liter es krim siap santap.

Strawberry Sorbet

Hasil akhirnya memang ( sudah bisa dipastikan ) tidak akan selembut es krim buatan pabrik. Apalagi saya tidak menggunakan mesin khusus es krim dalam membuatnya. Teksturnya kasar karena terjadi pengkristalan meski tidak sampai keras. Lebih mirip dengan sorbet kalau menurut saya. Jadilah saya namakan ini Sorbet Stroberi.

Tapi bagi saya, es krim jenis ini jauuuuh lebih memenuhi selera saya timbang es krim buatan pabrik yang lembut. Ya, mereka memang enak tapi tidak cukup enak untuk membuat saya menghabiskan 1 liter es krim dalam satu hari, seperti yang saya lakukan pada sorbet ini. Manisan strawberry yang saya tambahkan benar benar memberi sensasi tersendiri saat masuk kemulut. Butir butir biji strawberry masih terasa kasar saat digigit. Belum lagi sensasi kecut dari yoghurt, alamaaaak.... bikin hari yang panas itu menjadi terasa sejuk. Beruntungnya lagi, semua orang dirumah menolak sorbet ini, hmmm... sebuah keberuntungan atau sebuah kegagalan ?


Strawberry Sorbet

Thursday, October 22, 2009

WisKul : Pecel Bratang Surabaya

Pecel sepertinya ada dimana saja disetiap bagian negeri ini. Mungkin suatu saat bisa jadi salah satu masakan khas Indonesia. Di Surabaya sendiri, nasi pecel hampir bisa ditemukan dimana saja. Di warung warung pinggir jalan, sampai direstoran restoran besar. Mulai dari harga kaki lima sampai harga bintang lima. Tapi tetap saja, masing masing nasi pecel punya ciri khas masing masing. Biasanya sih, ciri khas tertentu dibawa dari daerah tertentu, misal Madiun, Ponorogo, Kediri, dll. Salah satu pecel khas daerah yang paling populer di Indonesia adalah pecel Madiun. Meski dari satu daerah, pecel Madiun juga memiliki citarasa berbeda beda di setiap warung/ depot/ resto yang tersebar dalam kota.

Salah satu nasi pecel Madiun yang paling aku ( dan keluargaku ) gemari adalah Nasi Pecel Madiun Bratang. Diberi embel embel Bratang, karena lokasi warung kecilnya memang berada ditepi jalan Bratang Surabaya. Bersebelahan dengan pasar bunga.



Konon warung ini sudah buka sejak suamiku masih berusia SD. Sekitar tahun 1989. Dan sudah menjadi favorit keluarga suami sejak dulu. Aku sendiri pertama kali mencicipi pecel disini sekitar tahun 2001-an, dan kebetulan juga cocok. Jadi tradisi keluarga suami diteruskan ke aku, hehehe.

Lalu apa sih yang menjadikan pecel diwarung sederhana ini istimewa ? Hmm... masalah selera sih... Menu yang disediakan cukup standar yaitu, bali tahu telur, serundeng daging, tempe goreng, telur ceplok, sambel tumpang dan tak lupa peyeknya yang super renyah. Bumbunya kental, dan tidak eneg. Yang pasti, antrian pelanggan yang memenuhi warung kecil yang tutup tiap hari senin ini cukup menjadi bukti bahwa pecel disini memang istimewa. Bahasa kerennya, eksis deh... :D Dulu, warung ini dikelola oleh ibu pemilik warung, tapi sejak beberapa tahun lalu, pengelolaanya diteruskan pada anak anaknya.


Jadi, kalau kapan kapan kebetulan lewat daerah sini, boleh deh mampir. Bukanya pagi - siang hari saja. Hari Senin warungnya tutup. Happy food hunting !!

Monday, May 4, 2009

Wiskul Food Monster Part. 3 ( End )

Liputan pertama dan kedua...

Setelah kenyang berburu oleh oleh di Gresik, kami melanjutkan perjalanan ke kawasan Ampel Surabaya. Saya termasuk yang paling antusias karena ini merupakan kunjungan pertama saya ke kawasan bersejarah bernuansa Timur Tengah ini.

6. Warung Jumbo

Memasuki kawasan Ampel, kami awali dengan mampir ke sebuah warung yang menyediakan aneka masakan khas timur tengah. Warung Jumbo, terletak persis diseberang Rumah Sakit Al Irsyad. Perut sudah mulai menggerutu karena selama perjalanan ke Gresik, kami memang tidak berhenti untuk makan, melainkan hanya berbelanja oleh oleh. Pukul 14.30 memang sudah lewat waktu makan siang. Wajar jika kami sudah merasa lapar.



Dari ruangan depan yang berisi beberapa set meja makan, kami diantar masuk lebih dalam, kesebuah ruangan berpintu kaca. Didalamnya tersedia beberapa meja rendah, dengan bantal bantal persegi tebal sebagai alas duduk. Tak berapa lama, pelayan datang dan membawa buku menu untuk kami. Kami sibuk sejenak, memandangi lembar demi lembar berisi gambar gambar makanan dan daftar masakan yang tersedia.


Sepuluh menit kemudian, kami sudah memutuskan semua pesanan kami. Sekitar 30 menit, semua pesanan sudah dihidangkan di meja kami. Saya memesan sate ayam, yang membuat teman teman heran, " Sate lagi ??? " dengan nasi Kebuli yang berbagi dengan mbak Ary dan mbak Nana, karena satu porsi nasi tersebut terlalu banyak untuk dihabiskan sendiri.



( dari ki - ka searah jarum jam ) : Ayam bakar, cah kangkung, roti maryam + urap sayur ( kombinasi makanan yang aneh menurut saya, pesanan mbak Lia ) dan nasi Kebuli.



( dari ki - ka searah jarum jam ) : Minuman, es teler, sate ayam, dan roti maryam.

Makan dan kenyang. Selanjutnya kami mengobrol santai sambil menunggu makanan diperut kami turun. Setelah merasa cukup berada disana kami bergegas meninggalkan warung tersebut, karena hari semakin sore.


7. Makam Sunan Ampel

Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore. Batere kamera saya habis, dan keluarga dirumah sudah menelpon untuk kesekian kalinya menanyakan pukul berapa saya pulang. Sempat mengurungkan niat untuk mampir sebentar di Makam Sunan Ampel, tapi dorongan teman teman juga rasa penasaran saya mengalahkan kegelisahan saya sore itu. " Baiklah, sebentar saja kan " Akhirnya bisikan dibenak saya menuntun saya sampai ke gerbang Makan Sunan Ampel.

Sampai didalam saya merasa sedang berada dikota lain. Sepanjang koridor yang menghubungkan gapura dan Kawasan Mesjid Ampel, dipenuhi dengan toko toko yang menjajakan barang barang Islami. Mulai pakaian, alat ibadah, sampai pernik pernik khas Timur Tengah, seperti gelang, teko, gelas, dan lain lain. Tidak ketinggalan kudapan khas Arab, seperti aneka jenis kurma.




Sembari melihat lihat, saya berjalan menyusuri koridor sempit itu. Para penjaga toko bersahut sahutan menjajakan barang dagangannya. Tidak jarang mereka juga melontarkan kalimat kalimat merayu sekedar menarik perhatian kami.


Saya akhirnya sampai di gerbang mesjid Ampel. Suasananya sangat ramai, dipenuhi pengunjung - yang bisa dilihat dari pakaiannya - berasal dari luar kota. Mesjid ini memang menjadi salah satu tujuan wisata religi di Jawa Timur. Tidak heran bila sehari harinya dipadati peziarah.



Tanpa membuang waktu saya bergegas menjelajahi bebebapa sudut dilingkungan ini. Indikator batere yang terus berkedip kedip membuat saya semakin tidak leluasa bergerak. Hingga akhirnya saya pasrah, dan menghentikan penjelajahan. Saya hanya sempat sampai ke gerbang makam, dimana terdapat bergentong gentong air yang konon kabarnya dialirkan dari sumur didalam mesjid. Sumur itu pun konon kabarnya merupakan aliran air zam zam. Wallahu alam. Para pengunjung pun bergantian meminum air tersebut menggunakan gelas metal yang diikatkan ke keran air.


Akhirnya, kami menyudahi perjalanan kami hari ini. Sungguh merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Saya juga mendapat pelajaran dari wisata kuliner ini, yaitu, selalu bawa batere cadangan, agar tidak kehilangan momen di mana saja kami pernah singgah. Sebuah pelajaran yang tidak penting ya..

Saya bergegas pulang, menginjak pedal gas agak dalam untuk segera sampai ke rumah. Karena satu jam setelah itu, saya masih harus menghadiri sebuah undangan resepsi pernikahan.

*****
Foto Keluarga





Surabaya, 26 April 2009

Thursday, April 30, 2009

Wiskul Food Monster Part. 2

Liputan sebelumnya....

Setelah cukup melampiaskan hasrat berbelanja bahan makanan laut, kami segera meneruskan petualangan kuliner kami menuju kawasan Sindujoyo yang terkenal sebagai pusat oleh oleh dan jajanan khas Kota Gresik.

3. Otak otak Bandeng Bu Muzanah

Kendaraan kami melaju pelan dijalanan kota Gresik yang ramai pagi itu. Melewati deretan toko toko dijalan Usman Sadar, berbelok ke kawasan Pasar Baru Gresik, memutar didaerah Kemasan ( Kota Tua ) dan berhenti tepat disalah satu sisi jalan Sindujoyo. Tepatnya di Jalan Sindujoyo XI, gang dimana sebuah toko kecil berada. Otak otak Bandeng Bu Muzanah, sudah demikian populer di kota Gresik bahkan gaungnya pun terdengar hingga keluar kota Gresik. Kami tiba di toko kecil yang terletak sekitar 40 meter dari depan gang.

Toko itu begitu mungil ,mungkin luasnya tidak lebih dari 2 meter persegi. Didalamnya terdapat beberapa etalase dan rak, tempat memajang aneka oleh oleh khas Gresik, seperti Jubung ( jenang hitam ), jenang, madu monggo, dan kletikan kletikan khas Gresik lainnya. Diatas salah satu etalase juga terdapat sebuah etalase kecil berisi beberapa potong bandeng asap yang digantung dengan rapi. Disebuah rak lain mirip gantungan handuk yang diletakkan di bagian depan toko, terdapat beberapa bungkus pudak yang digantung secara berkelompok atau paketan.

Lalu dimana otak otak bandengnya diletakkan ? Otak otak bandengnya tidak didisplay, melainkan diambil langsung kedalam ( dapur ) sesuai dengan jumlah yang dipesan pengunjung. Dan otak otak ini lah yang membawa kami kesini. Mengapa otak otak ini begitu istimewa, ulasan singkatnya bisa dibaca disini.

Beranjak dari Bu Muzanah, kami pindah kelokasi lain yang terletak tidak jauh dari Toko Bu Muzanah. Masih di jalan Sindujoyo kota Gresik, terdapat sebuah toko oleh oleh yang juga tidak kalah terkenalnya dengan lokasi sebelumnya. Toko itu bernama Sari Kelapa yang terkenal dengan Pudaknya. Bagi yang belum mengetahui, pudak adalah sebuah jajanan khas Kota Gresik yang terbuat dari tepung beras, santan, dan gula, yang dikukus dan dibungkus dengan daun Aren. Selain dari tepung beras ada pula pudak yang terbuat dari tepung sagu. Pudak jenis ini biasanya berwarna coklat.

Selain pudak, toko kecil yang terletak dipinggir jalan ini juga menjual aneka jajanan khas Gresik lainnya. Beruntung sekali, kami diperbolehkan untuk melihat secara langsung proses pembuatan pudak. Semua dikerjakan secara manual dengan peralatan yang sangat sederhana didapur kecil yang sangat sederhana pula.

4. Nasi Krawu Buk Tiban

Hari semakin siang. Matahari telah berada tepat diatas kepala kami, menandakan waktu telah menunjukan tengah hari. Beberapa tempat tujuan masih belum dikunjungi. Maka tanpa membuang waktu, kami menuju lokasi berikutnya, yaitu Nasi Krawu Buk Tiban.

Sepanjang sepengetahuan saya, dan selama hampir 3 tahun menetap di Gresik, Nasi Krawu Buk Tiban adalah salah satu warung Nasi Krawu yang paling populer di Gresik. Bersaing dengan Nasi Krawu Bu Azzah dan nasi Krawu Buk Su ( Habbah Sufa ). Tentu masing masing memiliki cita rasa dan keistimewaan masing masing.

Bagi yang belum mengetahui, Nasi Krawu adalah nasi dengan lauk daging suwir yang empuk ( krawu ), dengan dua macam serundeng, dan sambel hitam yang sangat khas. Kesitimewaan nasi krawu terletak pada nasinya yang empuk dan padat, daging krawu yang gurih dan ( kadang kadang ) manis berendam minyak, dan sambal hitam yang merupakan paduan dari petis dan terasi dengan rasa pedas yang menyengat. Konon, nasi krawu ini dibawa oleh orang Madura yang hijrah ke kota Gresik. Dan hingga kini, mayoritas penjual Nasi Krawu adalah orang / keturunan Madura asli di Gresik.

Disini kami tidak berhenti untuk makan. Selain masih merasa kenyang, kami juga berusaha menghemat waktu dengan hanya membungkus sebagai oleh oleh keluarga dirumah. Sejenak kami melepas lelah setelah berdiri cukup lama demi memborong oleh oleh di jalan Sindujoyo. Selesai berbungkus ria, kami melanjutkan penelusuran kami ke Rumah Makan Pak Elan, yang terletak di jalan Veteran Kota Gresik.

5. Es Legen Pak Elan

Ini termasuk salah satu tempat makan favorit di kota Gresik. Menu yang ditawarkan sebagian besar adalah olahan bandeng. Selain olahan bandengnya, adapula es Legen yang juga tak kalah populer. Dan kami tiba disini, untuk menikmati es Legen yang terkenal itu.

Legen adalah minuman yang berasal dari nira mayang yang disadap dari pohon Siwalan. Lebih lengkapnya telah ditulis disini. Di Pak Elan sendiri, legen disediakan dalam porsi porsi dan ukuran tertentu mulai dari gelas, botol, bumbung ( diminum ditempat ) sampai jerigen ( untuk dibawa pulang ).

Melepas dahaga, kami memesan satu bumbung legen untuk dinikmati bersama. Saya tidak ikut menikmati karena saya tidak begitu suka. Tapi melihat yang lain meneguk minuman dingin ini, saya sudah merasa senang. Terlihat bahwa segelas minuman ini sudah sangat menyegarkan bagi mereka. Meski begitu, saya membawa pulang satu jerigen kecil berisi 2,5 liter legen sebagai oleh oleh untuk keluarga dirumah.

Meninggalkan Pak Elan, kami meluncur ke sebuah mesjid demi menunaikan kewajiban kami, dan menutup perjalalan kami di kota yang terkenal dengan wisata religinya ini.

Selanjutnya, kami meluncur ke kawasan Ampel Surabaya....

( bersambung )

Monday, April 27, 2009

Wiskul Food Monster Part. 1

Alhamdulillah, Minggu 26 April kemarin, saya dapat ikut serta dalam event Wisata Kuliner bersama milis FoodMonster Surabaya, salam rangka merayakan ulang tahun ke dua milis pecinta makan tersebut.

Senang dan bersemangat. Demikian yang saya rasakan sejak awal event ini diumumkan dimilis. Meski sempat berada dalam ketidak pastian antara ikut atau tidak, akhirnya saya bisa berdiri diantara monster monster lain hari itu.

Adapun tempat tempat 'wisata' yang akan kami kunjungi antara lain : Sate Kelapa Ondomohen ( Bu Asih ) Surabaya, Pabrik PT. Kelola Mina Laut ( Gresik ), Otak otak Bu Muzanah ( Gresik ), Pudak Sari Kelapa ( Gresik ) Nasi Krawu Buk Tiban ( Gresik ), RM Pak Elan ( Gresik ), dan Warung Jumbo khas Timur Tengah di kawasan Ampel Surabaya.

1. Sate Kelapa Ondomohen / Sate Bu Asih

Berangkat sekitar pukul 07.30 dari meeting point di Mc.D Basuki Rachmat pagi itu, kami segera meluncur dalam tiga kendaraan, menuju kawasan Walikota Mustajab atau juga dikenal sebagai Jalan Ondomohen. Tidak lain untuk menikmati Sate Kelapa sebagai 'hidangan pembuka' kami hari itu.

Kawasan Walikota Mustajab Surabaya, atau dikenal dengan Jalan Ondomohen. Kalau saya biasa menyebutnya dengan Jalan Iyup ( iyup = teduh ).

Gang yang ditempati sebagai warung itu sudah penuh oleh antrian pengunjung. Asap tebal mengebul dari pembakaran sate, persis didepan warung utama. Semua meja yang disediakan sudah penuh. Kami terpaksa bergabung dengan pengantri lainnya, untuk menunggu giliran kami mendapat jatah sarapan.

Kurang lebih 30 menit, waktu yang cukup bagi kami untuk menunggu, sampai pesanan kami diantar. Beruntung kami mendapat meja, hasil 'nyanggong' pegunjung sebelum kami. 70 tusuk sate kelapa, 8 porsi nasi dan beberapa botol minuman memenuhi dua meja kecil yang kami tempati.

" Cepat dihabiskan, sebelum gajihnya keras lagi " Begitu kata pembuka dari ketua rombongan, mbak Lia.

Segera kami menyantap habis nasi sate yang sudah terhidang, dan sesaat kemudian perut ini sudah penuh, siap untuk melanjutkan perjalanan kami selanjutnya menuju kota Pudak, Gresik.

2. PT. Kelola Mina Laut, Gresik

Hampir 45 menit waktu yang kami tempuh untuk sampai ke kota Gresik. Tepat pukul 09.30, sejam lebih lambat dari jadwal seharusnya, kami sudah berada di pelataran parkir Wisma Ahmad Yani di lingkungan gedung Semen Gresik. Tidak berapa lama, pasukan kami digenapi oleh mbak Ani sekeluarga yang sekaligus akan menjadi guider kami selama menyusuri kota Gresik.

Tujuan pertama kami di kota kecil ini adalah PT. Kelola Mina Laut. Sebuah pabrik pengemasan dan pengolahan pangan hasil laut yang terletak disekitar kawasan industri Petro. Sayang pada hari Minggu, pabrik sedang tidak beroperasi jadi kami tidak dapat berkunjung dan melihat secara langsung proses pengolahan ikan. Jadi kami beralih ke sebuah kedai kecil atau yang biasa disebut showroom, sebuah toko mungil yang menjual aneka produk olahan maupun produk prepackage dari pabrik ini. Seingat saya, terdapat tujuh buah freezer case yang berisi aneka produk olahan dan beku seperti nugget, sosis, bakso, fillet ikan, udang matang, ikan utuh, maupun ikan potong yang semua sudah dikemas dan dalam kondisi beku. Selain produk olahan beku, pada bagian tengah toko juga terdapat beberapa rak yang memajang aneka krupuk mentah, krupuk matang dan snack snack ringan lainnya.

Segera saja, ibu ibu peserta rombongan sibuk berbelanja, memilih milih dan memenuhi keranjang belanja dengan barang belanjaan. Kegiatan ini tentu menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan bagi semua yang datang hari itu.

Bu Ketu yang paling sibuk belanja...

Puas melampiaskan hasrat berbelanja bahan makanan laut, kami segera meneruskan petualangan kuliner kami menuju kawasan Sindujoyo yang terkenal sebagai pusat oleh oleh dan jajanan khas Kota Gresik.

Ada apa saja disana ? Nantikan laporan berikutnya....

( bersambung... )

Friday, February 6, 2009

A Cupcake Fever

Gak tahu nih kok pengen banget bikin cupcake. Dibilang latah juga mah biarin, hihi... Ternyata sodara sodara, bikin cupcake tu menyenangkaaaan....

Ini cupcake yang aku buat untuk promosi jualanku. Ohya, Mae sekarang jadi bakul kueh looo... *gubraks* tapi masih ngemper alias baru buka tiker dipinggir jalan *sambil ngimpi punya toko kueh*

Trus ini ngapain dipajang disini ? Mo promosi maksudnya ? Hehehe...

My Project : Cupcake Bouquet

Cupcake Bouquet. 1 pot isinya 7 buah cupcake. Cocok nih buat yang bosen ngasih bunga buat pacarnya. Sekali kali ngasih bunga yang bisa dimakan. Hehe...

My Project : Cupcake Tier

Yang ini cupcake ( mini ) tier, dengan disposable cake stand. Jadi satu paket udah sama tiernya, yang bisa dibawa pulang sama yang beli. ( Bunganya gak termasuk ya... )

Ehem ehem, sebenarnya toko kuenya emang mo buka bentar lagi... hehe tunggu aja ya tanggal mainnya.

Thursday, January 29, 2009

Busy Like A Bee and Rolled Foccaccia

Apa kabarnya blog saya ? Rasanya lama sekali tidak diupdate. Luar biasa. Ini adalah bulan tersibuk kedua yang pernah saya rasakan selama saya menjadi seorang ibu rumah tangga. Bulan tersibuk saya yang pertama adalah bulan dimana saya melangsungkan pernikahan. Bahkan bulan pertama saat saya menjadi ibu, juga tidak sesibuk bulan ini.

Terhitung sejak akhir Desember lalu saat saya ditugasi sebagai host MFM #21, lalu dilanjutkan bulan ini saya kembali mengemban tugas yang hampir sama bahkan lebih berat, yaitu menjadi host KBB #9. Lalu di awal bulan juga, kesibukan saya bertambah dengan mengurusi kasus penyalahgunaan yang, untunglah, sekarang sudah selesai. Belum lagi proyek yang harus segera diselesaikan.

Baru sejenak merasakan santai, suami saya terserang sakit selama beberapa hari, yang mengharuskan saya mengambil alih sebagian tugas beliau. Tapi, syukurlah hari ini beliau sudah bisa beraktivitas kembali. Tapi bukan berarti saya sudah bisa bersantai, karena ada satu tugas lagi yang belum saya selesaikan. Juga tugas round up yang sudah didepan mata. Dan yang cukup menyita pikiran dan tenaga, adalah beberapa tugas kepengurusan milis lain yang saya ikuti. Termasuk kopdar, latbar dan pelatihan.

Bulan Desember lalu, disaat saya masih punya banyak waktu luang, saya sempatkan membuat Foccacia atas permintaan suami. Ya, beliau sangat menyukai makanan jenis ini. Sebagai variasi, saya buatkan lagi versi gulungnya dengan menambahkan sosis dan keju slice didalam gulungannya. Seandainya saja, saya punya mozarella untuk ditaburkan diatasnya saat saya membuat focaccia ini, mungkin saya tidak akan membaginya dengan suami saya. Hmmm...

Rolled Sausage and Cheese Focaccia

Click on the image for recipe.

Sepertinya waktu waktu kedepan, masih akan menjadi waktu yang sibuk buat saya. Tapi semoga, banyak manfaat yang bisa saya ambil dari kesibukan saya.

Tuesday, December 9, 2008

Basic Buttercream Cake Decorating Course

I've been longing so long for this day, when I, finally, got my very first cake decorating course.

Kemarin, bersamaan dengan Hari Raya Idul Adha, disaat umat muslim sedang bersukacita membagi bagikan kurban, aku mendapat kesempatan mewujudkan salah satu dari daftar wish list ku selama ini. Kursus Dekorasi Cake Tingkat Dasar. Akhirnya, aku coret juga dari daftar.

Kelas privat yang bertempat di dapur rumahku, diajarkan oleh Mbak Monica yang baik dan sabar. Kelas diawali dengan pengenalan bentuk bentuk dekorasi butter cream, setelah dicontohkan satu demi satu, aku kemudian mempraktekannya. Meski awalnya tampak mudah, ternyata menyemprotkan butter cream dengan berbagai variasinya ternyata tidaklah mudah. Selain belum terbiasa memegang kantong spuit, aku juga belum terbiasa membuat bentuk bentuk dari semprotan tersebut. Mbak Monica dengan sabar menuntun dan membimbing tiap kali aku melakukan kesalahan. Yang paling berkesan, adalah saat dimana aku belajar membuat mawar dari buttercream. Ini adalah bagian paling sulit. Tapi paling menyenangkan.

Setelah selesai mempraktekan beberapa teori dasar dekorasi, aku pun mulai beralih ke bidang latihan berupa kerucut tumpul dari gabus yang tidak lain adalah dummy cake berbentuk gaun boneka. Dalam bayanganku, dummy tersebut akan kuhias dengan penuh renda. Nyatanya, membuat renda bertumpuk amat sangat sulit. Terutama menstabilkan lekukan dan lipatan renda. Karena belum stabil, renda yang kubentuk tidak bisa lurus, sebagian masih bolong bolong, dan beberapa masih tebal tipis lekukannya. Jadi dipertengahan, aku memutuskan untuk menyelesaikan bidang yang tersisa dengan semprotan bintang kecil. Yang ini aja, sudah cukup membuat tanganku tegang dan pegal.


mae-barbie2

Barbie cake sudah selesai. Makan siang juga sudah selesai kami nikmati bersama. Akhirnya sampai kepuncak pertemuan kami kali ini, dimana aku harus mendekor sebuah cake sungguhan dengan buttercream sungguhan pula. Sebuah lapis surabaya bundar berukuran 20 cm yang dibawa mbak Mon, menjadi bidang latihanku kali ini. Tiba tiba aku disergap perasaan gugup dan panik. Gimana kalo salah ? Gimana kalo jelek ? Gimana kalo gak rapi ? Trus modelnya gimana ?

Karena bingung menentukan model, aku mencari ide model dari buku cake yang kumiliki. Aku memutuskan untuk membuat cake yang simpel, dengan warna warna yang simpel, dan dekorasi yang simpel pula. Hampir sejam berlalu ( mungkin lebih ) dan aku berhasil menyelesaikan cake tersebut, meski melalui beberapa kecelakaan. Aku menghembuskan nafas panjang, seakan akan beberapa menit sebelumnya aku tak bernafas karena tegang. Meski baru pertama, dan meski belum sempurna, tapi aku merasakan semangat dan kesenangan luar biasa melakukan aktivitas ini.


mae-cake3

Masih banyak latihan yang harus kutempuh untuk mencapai kesempurnaan. Setelah mahir menguasai buttercream, kursus dekorasi cake dengan fondant sudah aku tambahkan dalam daftar keinginanku. Menanti untuk segera diwujudkan.

Other photos, click here.

Saturday, November 15, 2008

Badge and Award

Senang sekali dapet hadiah dari temen temen mayaku. Meski belum pernah bertatap muka, tapi pertemanan di dunia maya makin hari makin terjalin kuat. Ah semoga bisa jadi teman baik seterusnya ya... en bisa nambah terus temennya, nambah.. nambah.. nambaaaah...


Sefa dari Negeri Dongeng yang telah menganugrahi aku sebuah "Good Job !" Award. Makasih ya mbak, semoga bisa terus sharing ilmu, resep, foto, cerita, en dongeng dongeng nya yang asyik. En siapa tahu bisa diajarin motret lebih baik lagi.

Lalu mbak Dhi yang sudah berbaik hati membuatkan aku sebuah badge Mae's Little Kitchen secara cuma cuma. Huaaaaa... makasih ya mbak ! Badgenya kwereeeen..... suka suka suka ! Semoga nanti bisa diajarin design en ilmunya diturunin ke aku, hwakakaka...


Pass it to the Front. Thanx to Ayu !

Kreativ Blogger Award by Mamajo

Terima kasih banyak teman, dan terima kasih banyak buat pertemanan yang indah ini. Nantikan awards dari aku ya....

Saturday, November 8, 2008

Demo Masak Bersama Sisca Soewitomo

Kamis kemarin atas ajakan dari mbak Rachma, aku berkesempatan hadir di sebuah acara demo masak bersama Sisca Soewitomo. Acara yang diadakan oleh Tabloid Nova dan Tupperware ini bertempat di Balai Desa Kelurahan Gunung Anyar, Surabaya. Meski cuaca terbilang cukup panas hari itu, tapi lokasi demo padat dipenuhi ibu ibu dari daerah sekitar lokasi demo.

Hari itu Ibu Sisca membawakan empat buah resep yang didemokan dengan cepat, jelas, dan mudah. Sesuai dengan ciri khas beliau saat membawakan salah satu acara masak ditelevisi. Siang itu juga, meski peluh bercucuran dari wajahnya yang masih terlihat segar tapi semangat beliau sangat luar biasa. Terbukti dari seringnya ibu ibu tertawa tiap kali beliau mengeluarkan celetukan celetukan lucu khas Surabaya sepanjang awal hingga akhir acara.

Photobucket

Photobucket
Segar, enerjik dan ceria

Empat resep yang dibawakan antara lain, Fermented Cassava Cake ( Cake Tape Kukus tanpa mixer ), Spaghetti Saus, Chicken Rice Bowl dan Rainbow Ice Rocks. Semua resep yang dibawakan tergolong mudah dibuat dengan bahan bahan yang juga mudah diperoleh dipasaran. Setelah selesai, semua masakan dan minuman ditata dengan apik didalam wadah Tupperware. Sebagian hasil demo juga dibagikan kepada pengunjung yang hadir. Aku sempat mencicipi Chicken Rice Bowl yang gurih dan Fermented Cassava Cake yang lembut dan enak. Hmm...

Photobucket
Fermented Cassava Cake

Photobucket
Spaghetti Saus

Photobucket
Chicken Rice Bowl

Photobucket
Rainbow Ice Rocks

Selain berbagai resep yang dibawakan, acara ini juga dimeriahkan dengan serangkaian pembagian doorprize. Sebuah kebanggan buat aku bisa bertemu langsung dengan pembawa acara memasak yang pengalaman profesinya sudah tidak diragukan lagi. Membawa pulang suvenir dari Nova, aku pulang dengan hati yang sangat senang.

Bu Sisca, Tasya en me. Photograph was taken by mbak Rahma.

Photobucket
Mbak Rahma berfoto bersama Bu Sisca

Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers