Showing posts with label kue. Show all posts
Showing posts with label kue. Show all posts

Thursday, October 22, 2009

Brownies Kukus Pisang ( Banana Steamed Brownie )

Beberapa minggu lalu, sepulang mudik dari Pulau Bangka, kakak iparku mampir kerumah membawakan beberapa oleh oleh. Salah satunya sesisir pisang kepok mentah yang masih sangat hijau. Pisangnya akhirnya kusimpan digudang dapur, sembari berpikir akan dijadikan apa nanti bila matang. Selain pisang goreng tentunya. Tapi pikiran tersebut ku abaikan saja karena kupikir, ah matengnya paling maish beberapa hari lagi. Santai santai aja lah...

Keesokan paginya, saat aku masuk kegudang dapur, aku terkejut melihat pisang yang malam sebelumnya berwarna hijau dan keras, sekarang berubah menjadi kuning dan lunak. Hah ?? Gak nyangka aja bisa matang dalam satu malam saja. Tapi karena belum ada ide mau diapain, jadi hari itu pisangnya tidak ku sentuh.

Memang sejak beberapa waktu lalu penasaran banget pengen berexperimen dengan pisang. Tapi diapain ? Dewa Google kayaknya menjadi satu satu nya tempat untuk mencari inspirasi. Siang itu, aku menyempatkan diri mencari berbagai resep resep cake berbahan dasar pisang. Banyak memang, tapi aku memilih beberapa diantaranya yang hasil akhirnya kira kira ( kubayangkan ) cocok dengan seleraku.

Dan ini lah hasil experimenku dengan pisang. Resepnya aku dapat dari dapurVeo , tapi aku modifikasi lagi.

Steamed Banana Brownies

Brownies Kukus Pisang

3 butir telur
50 gr gula pasir
1/4 sdt garam
1/2 sdt emulsifer
75 gr tepung protein sedang
15 gr coklat bubuk
75 gr dark cooking coklat, potong-potong, lelehkan
150 gr pisang ambon, haluskan ( aku pake pisang kepok matang, .. mae )
40 ml minyak goreng
1/2 sdt mocca pasta

Cara :
Siapkan loyang 20x20, olesi margarin dan alasi dengan kertas kue. Panaskan kukusan. Campur coklat leleh dan minyak, aduk rata. Campur tepung terigu dan coklat bubuk, aduk rata, sisihkan semuanya.
Kocok telur, gula, garam dan emulsifier hingga lembut dan mengembang. Masukkan pisang, kocok lagi. Tambahkan campurang tepung, aduk rata. Tuang pasta, aduk rata. Lalu tuang campuran coklat leleh, aduh hingga benar benar rata. Tuang dalam loyang, kukus kurang lebih 20 - 25 menit. Angkat, dinginkan dan hias sesuai selera.

Note : Kalo bener bener pengen kuat rasa pisangnya, bagi 2 adonan. Kukus 1/2 adonan pertama selama 10 menit, tata pisang yang diiris tipis memanjang ( or keju if you like, or both ! ) lalu tuang 1/2 adonan kedua, kukus hingga matang.

Hasilnya cocok sama seleraku. Aroma pisang tersamarkan dengan aroma coklat. Secara aku ga begitu suka pisang yang diolah jadi kue kue, apalagi yang aromanya strong banget. Teksturnya sedikit padat tapi tetep empuk. Ratingnya : 4 stars.

Wednesday, August 5, 2009

Pasta Panggang Cup

Sebulanan ini rajin banget masuk dapur. Bukan karena kerajinan sih, tapi emang lagi banyak acara, baik acara keluarga, acara ulang tahun, maupun acara bersama teman teman yang mengharuskan aku masuk dapur untuk sekedar membuat buah tangan.

Kira kira beberapa minggu yang lalu, mama minta dibuatkan bekal buat dibawa latihan tennis yang rencananya akan dibagi bagikan bersama rekan rekan mama. Karena mendadak, jadi aku sesuaikan dengan bahan yang ada dirumah. Ada macaroni, dan daging cincang. Ah cocok nih kalo diolah jadi macaroni panggang. Setelah melengkapi bahan dengan telur, susu dan bahan lainnya, mulai deh uplek uplek didapur. Macaroni panggangnya pake resep ini, cuma pengen dimodifikasi dengan memisahkan sausnya dari pasta dan hanya menuang diatas macaroninya nanti.

Setelah macaroni matang, dan siap dipanggang, tiba tiba mata ini tertuju pada bumbu kare instant yang sedang tergeletak tidak jauh dari kompor. Hmmm, tiba tiba terlintas ide bagaimana bila bumbu kare ini dimasukkan dalam saus ? Jadi macaroni panggang saus kare ? Gimana rasanya ya ? Beberapa menit kemudian tanpa berpikir panjang, satu sendok bumbu kare aku tambahkan kedalam saus bolognaise yang hampir jadi. Untung saja oregano belum aku masukkan, karena bila ikut dimasukkan juga maka rasa karenya akan berantakan karena bersaing dengan aroma oregano.

Setelah menuang saus dalam setiap cup dan menaburkan Kraft Quick Melt parut, macaroni pun siap dipanggang. Dan hasilnya ternyata tidak mengecewakan. Dan inilah hasil experimenku hari itu, Macaroni Panggang Saus Kare.

Baked Macaroni Cup
Macaroni Panggang Saus Kare

Bersyukur karena masih ada lebihan dari yang akan dibawa mama. Lebihan ini kemudian kujadikan buah tangan saat kopdar bersama mbak Elsye yang kebetulan sedang dinas ke Surabaya. Wah senangnya bukan main. Soalnya dari dulu cuma bisa berangan angan, kapan ya bisa ketemuan sama ibu cantik yang pinter motret ini. Eh ternyata waktu berangan angan, sedang ada malaikat lewat, dan hari itu duduklah aku berhadap hadapan langsung dengan mbak Elsye. Orangnya ramah, kalem dan cantik. Rasanya kurang waktu itu karena cuma sempet ngobrol kurang lebih satu jam. Ah, semoga suatu saat nanti bisa bertemu lagi dan melanjutkan obrolan kita yang kemarin ya mbak. It was a very pleasure moment to met you around.


Oke lanjut lagi ya ceritanya, mumpung lagi gak males ngetik, hihihi.

Masih tentang pasta panggang. Weekend kemarin suami berencana mengadakan acara piknik bareng bersama kawan kawan semasa sma dulu. Sekalian reunian gitu. Karena ini merupakan acara kekeluargaan ( maksudnya semua kawannya membawa keluarga ) rasanya kurang pantas kalo aku tidak membawa apa apa sebagai buah tangan. Berhubung tema nya piknik, outdoor pula jadi sebaiknya bekal yang dibawa yang praktis praktis aja tapi mengenyangkan. Maunya sih bikin macaroni pangggang saus kare lagi, tapi persediaan macaroni dan bumbu kare sudah habis. Belanja di minimart terdekat kok ya pada gak jual macaroni. Adanya spaghetti instan. Ya udah lah, gak ada rotan akarpun jadi. Karena ingat masih punya stok jamur kancing dirumah, jadi aku memilih spaghetti saus jamur untuk dibeli. Wah experimen lagi. Kok jadi ketagihan ya.

Hampir tidak ada perbedaan dengan cara membuat macaroni panggang saus kare kemarin. Masih dengan resep yang ini ( udah kadung cocok ). Sausnya tetap aku pisahin dari spaghettinya. Dan saus jamur yang disertakan dalam kemasan spaghetti instan, aku tambahkan pada saus bolognaisenya. Kali ini kutambahkan oregano dan dry herbs. Wah lupa beli kejunya. Eh tapi masih nyimpen parmesan yang dikasi tetangga kemaren ( makasih jeng R ), ya udah atasnya ditaburin parmesan parut ajah. Bikin rasanya makin gurih. En, taraaa... ini lah Spaghetti Panggang saus Jamur ala chef Mae ( Farah Quinn mode on :D ).

Baked Spaghetti Cups

Baked Spaghetti Cups
Spaghetti Panggang Saus Jamur

Sebagai pendamping spaghetti panggang ini, aku buatkan sus vla dan petit four ( dari olahan rhumballs ). Semua bekal sudah siap, and we were ready to had a picnik.

10 menit menjelang berangkat, kami mendapat kabar bahwa piknik dibatalkan karena banyak yang berhalangan hadir dengan alasan kesehatan. Oalaah... ya wis gak papa, ni kue jadi rejekinya para tetangga deh kalo gitu.

Friday, July 31, 2009

KBB #12 : ( Cheesy ) Savoury Souffle


*Hua... huaa.. huaaa chiuuuuuw* Ya ampun, dah lama bener ya nih blog ku terlantarkan, sampe berdebu gini. Ck.. ck.. ck...

Ya wis lah. Yang penting sekarang dah ku update kaaan.

Oke seperti biasa, 2 bulan sekali, it's KBB timeeee !! Kloneng kloneng *ya ampun sekalinya muncul kok jadi lebay gini yah*

Tema bulan ini cukup menantang dan sekalipun belum pernah aku coba. Kalo denger dan liat penampakannya dimajalah majalah sih dah sering. Eh malah jadi tantangan KBB bulan ini. Yup, tantangan bulan ini adalah Savoury Souffle. Hmmm... konon sih berasal dari Le France alias negara Perancis, lengkapnya nih ada disini. Wuiiih... gimana rasanya ya ?? Ya makanya ini mau dicoba.

Cheese Souffles
Sumber: The Perfect Cookbook by David Herbert. Penguin Books Australia Ltd 2003.

Ingredients/Bahan-bahan:
  • 100g unsalted butter / mentega tawar
  • ½ cup plain (all-purpose) flour / tepung terigu
  • 300ml milk / susu
  • 1 cup grated cheddar / cheddar parut
  • 2 Tbs / sdM freshly grated parmesan / parmesan parut
  • ½ tsp Dijon mustard / mustard Dijon ( pake mustard biasa, ..mae )
  • pinch / sejumput cayenne pepper ( skip, ga punya, ..mae )
  • 4 eggs / telur, separated / pisahkan
Directions/Cara Pembuatan:

Preheat the oven to 190C (375F, Gas Mark 5). Grease and lightly flour six ½-cup-capacity souffle dishes.
Panaskan oven suhu 190C (375F, Gas Mark 5). Minyaki/olesi mentega dan taburkan tepung loyang souffle dengan kapasitas ½ cup sebanyak 6 buah.

Melt butter in a small saucepan over low heat. Add the flour and cook, stirring constantly, for 1 minute. Gradually add the milk and whisk continuously over medium heat until the mixture is smooth, thickens and comes to the boil. Allow to cool for 5 minutes.



Lelehkan mentega di panci kecil dengan api kecil. Tambahkan tepung lalu masak sambil diaduk-aduk selama 1 menit. Tambahkan susu sedikit demi sedikit dan whisk terus menerus dengan api sedang hingga adonan lembut, mengental dan mendidih. Biarkan dingin sejenak selama 5 menit.



Transfer the mixture to a bowl and stir in the cheddar, parmesan, mustard and cayenne pepper. Mix well.

Pindahkan adonan ke dalam mangkuk dan masukkan keju cheddar, parmesan, mustard dan cayenne pepper. Aduk rata.

Lightly beat the egg yolks and add these to the cheese mixture. Mix well.

Kocok ringan kuning telur dan masukkan ke dalam adonan keju. Aduk rata.

With an electric mixer, whisk the egg whites in a clean bowl until firm peaks form. Fold a quarter of the whites through the cheese mixture to slacken it slightly, then gently fold through the remaining whites.

Kocok putih telur menggunakan electric mixer hingga mencapai firm peak. Masukkan seperempat adonan putih telur ke dalam adonan keju untuk sedikit 'melemaskan' adonan, lalu masukkan sisanya perlahan.

Spoon the mixture into the prepared dishes and bake for 20-25 minutes, or until risen and golden. Don't be tempted to open the oven until the souffles have risen. Serve immediately.

Sendokkan adonan ke dalam loyang yang sudah disiapkan lalu panggang selama 20-25 menit, atau hingga mengembang naik dan kecoklatan. Jangan tergoda untuk membuka oven sebelum souffles betul-betul sudah mengembang/naik. Hidangkan segera.

Review :

Aku bikin setengah resep ajah. Stepnya ikutin sesuai resep, cuma ada yang kelewatan. Mustardnya lupa dimasukin ! Huaaaa... padahal ntu yang bikin huendang bok. Tapi ya wis lah, ya begini ini klo lagi banyak cucian kerjaan, pikirannya suka kemana mana, gak fokus sama yang dikerjain *ngeles*

Ngovennya pake suhu 200 degC, selama hampir 25 - 30 menit. Jadinya pas 3 cup. Untung aja deh cangkir dirumah oven safe, jadi bisa diberdayakan. Mo beli ramekin kok ya gak nemu nemu, klo pake alufoil kurang cakep ah. Bisa ilang deh kesan 'glamour'nya.

KBB #12 : Cheesy Savoury Souffle

Paling seru waktu motret. Kejar kejaran sama waktu. Soalnya hanya dalam waktu beberapa detik saja, permukaanya yang membumbung tinggi itu langsung ciuuuut, kempes. Kalo dah ciut, gantian ngambil cup berikutnya yang masih seger didalam oven. Makanya settingnya cuma satu, mo nyoba beberapa setting ya gak keburu.

KBB #12 : Cheesy Savoury Souffle

Waktunya incip incip. Sendokan pertama, yang terasa adalah..... PANAS !!! Main pede aja langsung masukin mulut, abis itu langsung melet melet. Setelah menunggu beberapa menit sampai panasnya berkurang, akhirnya Souffle siap masuk mulut lagi, dan rasanya, hmmm... ternyata enaaak ! *ini gak lebay loh ya* Bagi yang belum pernah ngicipin, tektur luar nya agak mirip kulit sus tapi dalemnya lebih lembut dan gurih. Aaaah, kebayang deh klo ada cincangan seledri, jamur dan ayam didalamnya. Pasti lebih maknyuss. Patut dicoba lagi.

Horeeeee lulus !

Monday, July 6, 2009

Jamur Tiram Goreng Krispi

Lagi lagi, lagi lagi, nyobain resep tetangga. Yah, emang Ibu yang penuh obsesi satu ini punya banyak ide yang bisa dijadikan inspirasi di dapur. Dibilang latah, gak papa deh... *peace mbak R !*
Kali ini nyoba bikin Jamur Goreng Krispi sendiri. Setelah mencicipi Jamur Crispy yang sedang menjadi primadona jajanan khususnya di mall mall, saya baru mengetahui bahwa jamur, khususnya jamur tiram putih bisa diolah menjadi kudapan ringan yang enak sekali. Apalagi saya termasuk salah satu penggemar junk food a la mall.

Pada akhir pekan yang lalu, saya sempatkan mencoba membuatnya sendiri berdasarkan resep yang diposting beliau disini. Makasih banget sharingnya.

Membuatnya ternyata mudah sekali. Asal semua step diikuti dengan benar, maka tidak akan menemui kesulitan dalam membuatnya... Dan ini lah hasil percobaan saya, taraaa....

Udah ? Segini aja postingnya ? Hihihi, iya deh timbang gak di update sama sekali, lama lama ikut jamuran blog tercintaku ini... Thanks for coming !

Thursday, June 4, 2009

Linda Collister's Espresso Brownies

I put my credits to my superkind neighbor, Mrs. Rachmah who shared this recipe belongs to Linda Collister. Which has written on her precious book, BROWNIES.

Minggu ini, semangat baking sedang on the mood. Jadi pengennya masuk dapur en nguplek nguplek mixer dan bowl yang udah lumayan lama duduk manis di lemari. Jadi target hari ini adalah Espresso Brownies yang pernah diposting disini sama Jeung Rachmah.

Kenapa brownies ini ? Karena dulu aku sempat dikasi testernya sama mbak Rachmah, dan sungguh rasanya memikat hati. Setelah sekian lama, akhirnya baru hari ini berani nyoba sendiri. Dan hasilnya, wah sungguh bikin tambah jatuh cinta.

So, for the die-for-chocolaters, I recomended this recipe !

Linda Collister's Espresso Brownies

Espresso Brownies

Source : Linda Collister's Brownies Book

Ingredients :

230 gr Good quality plain chocolate ( aku pake Milk Cooking Chocolate, dilelehkan, ..mae )
115 gr unsalted butter, softened
300 gr caster sugar
5 large free range eggs, lightly beaten
4 tablespoons, strong espresso coffee, room temperature ( aku pake 4 bungkus instant coffee, larutkan dengan 1 sdm air panas,..mae )
70 gr plain flour
70 gr cocoa powder, plus extra for dusting ( cuma pake 50gr, .. mae )
15 gr susu bubuk full cream ( ngikut mbak Rachmah,.. mae )

Direction :

Siapkan loyang : alasi dengan kertas roti dan olesi dengan margarin. Panaskan oven hingga mencapai suhu 160 - 165 Celcius.

Kocok butter dan gula hingga lembut, sisihkan. Kocok telur dengan ringan menggunakan mixer sampai berbusa ( sengaja ngocoknya cuma bentar biar gak terlalu encer, sekitar 1 menit aja, high speed ). Masukkan kocokan butter+gula kedalam kocokan telur, kocok sebentar hanya hingga rata. Tambahkan larutan kopi, kocok hingga rata. Masukkan tepung, coklat bubuk dan susu, aduk rata. Lalu tuang coklat cair, dan aduk kembali hinga benar benar rata. Tuang pada loyang 20x20x4 cm ( aku pake loyang 22x22x4 jadi agak rendah ), panggang dalam oven suhu 160-165 degC selama 35-45 menit atau hingga matang.

Sedikit cerita saat pengovenan. Brownies aku panggang dalam oven suhu 165 C selama 40 menit. Saat waktunya habis, aku coba tusuk pake tusuk gigi dan ternyata bagian tengah masih basah. Akhirnya suhu aku naikkan menjadi 185 C dan kuteruskan memanggang selama 15 menit. 5 menit pertama permukaan tiba tiba naik dan mengelembung, permukaan juga retak retak. Sesudah matang, aku cek ternyata tepat pada bagian tengah tektur benar2 padat seperti fudge. Tapi sekelilingnya pas, baik tekstur dan rasanya. Jadi aku menyimpulkan bahwa, suhu yang sesuai tidak selalu sama pada oven yang berbeda. Dan bagian tengah yang memadat, mungkin diakibatkan pemanasan kurang saat awal pemanggangan. Jadi kenali benar ovenmu.


Linda Collister's Espresso Brownies

Akhirnya aku cuma bisa bilang, this is trully a sinful food thingy but this is exactly what I need for a weight gaining *LOL*

I also sent the last picture for Click Event this month : Stacks as my entry.


Saturday, May 30, 2009

KBB #11 : Ontbijtkoek

Tanpa terasa, KBB sudah memasuki putaran ke sebelas. Tantangan ke tiga ditahun ketiga. Dan tantangan ke delapan buat aku. Wow. Sudah genap setahun aku gabung di KBB.

Bulan ini, tantangannya begitu mudah. Selain resepnya yang simpel, pembuatannya juga sangat mudah dan cepat. Aku doyaaan banget ama kueh ini. Meski begitu, tetep aja ngerjainnya mepets deadline. Hehe, sudah tradisi kayaknya.

Tak perlu berlama lama ya, berikut ini laporanku.

KBB Challenge # 11 : Ontbijtkoek
KBB #11 : Ontbijtkoek
Onbitjkoek
Sumber: Kue-Kue Indonesia. Yasa Boga-PT Gramedia Jakarta. 2007.

125g gula palem/gula merah
5 kuning telur
3 putih telur
campur rata 125g tepung terigu, 1 sdt peres kayumanis bubuk, ½ sdt pala bubuk, ¼ sdt cengkih bubuk
50g kenari, iris tipis untuk taburan

KBB #11 : Ontbijtkoek

Kocok kuning telur dan putih telur, gula palem sampai kental dan naik. Masukkan campuran tepung ke dalam kocokan telur, aduk rata. Tuang ke dalam loyang roti (loaf) yang sudah dialas dengan lapisan kertas yang sudah diolesi mentega dan ditaburi tepung. Panggang kurang lebih 20 menit (setengah matang). Taburi irisan kenari. Panggang terus sampai matang, angkat. Potong menurut selera.

Semua proses aku ikuti sesuai resep. Karena memang tidak ada yang perlu di modifikasi lagi. Aku buat setengah resep, dan hasilnya lumayan banyak lo. Dapet satu loyang loaf oval. Cukup lah untuk aku sekeluarga. Kalo bikin satu resep takut kalo gak habis.

KBB #11 : Ontbijtkoek

Saatnya mencicipi. Dari segi rasa, rempahnya tajem banget tapi aku suka. Bener bener suka. Dari segi tekstur, agak sedikit lebih seret dari Ontbijtkoek yang biasa aku buat . Hal ini tentu karena pada resep ini tidak menggunakan lemak ( mentega/ margarin ). Tapi masih enak untuk dinikmati bersama secangkir teh hangat. Hmmm.... nyaman sekali.

KBB #11 : Ontbijtkoek

Yeaaah, I'm done !!!


Saturday, January 31, 2009

KBB # 9 : Classic Puff Pastry ( Pate Feuillette )


Saking konsennya jadi host bulan ini, aku sampe lupa sama kewajiban utama buat ngerjain peer. Akhirnya baru bisa setor last minute...

Awal tahun ini, Klub Berani Baking mengangkat resep Puff Pastry sebagai tantangannya. Mendengar judulnya saja, sudah bikin keder en dag dig dug derr. Secara bikin puff pastry itu terkenal sulit. Salah lipat saja, dijamin pastrynya gak mau nge-puff. Ditambah lagi, tugas sebagai host yang aku emban bersama mbak Rachma kali ini, bikin tegang luar dalam.

Jadi gak usah beribet lagi deh ya laporannya. Kali ini, aku laporannya singkat singkat aja. Nih, hasil peerku.

KBB #9 : Classic Puff Pastry ( Pate Feuillette )

Classic Puff Pastry : Herbs Cookies
Click on the image for recipe and direction.

Waktu baru mulai bikin sih, pede pede aja. Sampai pada proses bikin dough, bikin butter block dan chilling, semua berjalan dengan lancar sesuai resep. Sampai tiba pada saat paling menegangkan, yaitu folding. Turn pertama, adonan bisa digilas dengan mulus dan tidak ada masalah. Mulai pada turn kedua, sedikit bocor terutama ditepi tepian adonan, langsung disiram sama tepung. Masukkin kulkas lagi. Turn ketiga, mulai bocor dimana mana. Siram tepung lagi. turn keempat, tambah parah bocornya. Siram tepung lagi, masukkin kulkas lagi. Akhirnya cuma berani sampe turn ke lima, karena bocornya sudah parah dan kyaknya gak bisa ditambal lagi *pasrah*


Karena bingung mo dibentuk apa ( juga karena pasrah ) jadi pastrynya aku cetak bentuk lope lope dan diatasnya ditaburin dry herbs. jadi kayak kukie. Panggang dengan suhu hampir 250 deg C, selama 20 menit. Hasilnya, pastryku keraaaassss..... *nangis dipojokan sambil bawa toples* Soal rasa sih endang bambang suharto, tapi layernya cuma dikit dan tebel tebel. Teksturnya juga alot, meski ada kriuk kriuknya dikit. Dikiiiiit....

Classic Puff Pastry : Herbs Cookies

Analisaku : Layer tidak sempurna dan adonan mudah bocor mungkin karena butter block terlalu lunak saat penggilisan dan pelipatan. Hal ini disebabkan karena aku gak sabar nungguin butternya setengah beku ( atau karena ngebut deadline ? ) juga karena gilesnya terlalu bersemangat ( atau karena gak sabar ? ). Sedangkan tekstur yang keras akibat tepung yang terlalu banyak aku tambahkan untuk menambal adonan yang bocor. Kalau ditimbang sih mungkin ada se-ons kali tepungnya.

Well, apapun hasilnya, yang utama adalah kita udah berani mencoba ( sok menghibur diri ). Bagaimanapun, tantangan kali ini benar benar menantang. Next time aku harus bisa naklukin kue rontok ini ( my hubby always calls pastry with 'kue rontok' ).

Biar gagal, yang penting lulus !!! *mukul kentongan* horeeeeee !!!!

Wednesday, December 31, 2008

MFM #21 : Pancake Santan Saus Kinca



Baru pertama kali jadi host event baking/ cooking di dunia maya. Gak begitu sulit sih. Tapi jadi host saat kita sedang ditimbun segudang kerjaan dan aktivitas, rasanya gak sulit lagi, tapi suliiiiiiiiiiiiitttt....... Apalagi kalau sudah mendekati akhir masa tugas, mengumpulkan entry entry peserta, dan merangkumnya dalam sebuah round up.

Seperti yang aku lakukan beberapa saat lalu, sampai aku tersadar bahwa aku sendiri belum ngerjain tugas ! O-M-G *nepuk dahi*

Selama beberapa detik aku terserang amnesia *lebay*, beberapa menit kemudian yang kupikirkan hanya, apa yang bisa aku buat dalam waktu kurang dari satu jam, karena lebih dari itu, pekerjaan lain masih menunggu.

Sejenak otakku berpikir keras, sembari mengerutkan dahi dan mempertemukan kedua alis mataku dalam satu garis. That's it ! Bikin itu sajalah. Kudapan favorit cepat saji. Pancake.

Resepnya pake resep yang biasa aku pake sejak bertahun tahun yang lalu. Hanya komposisi susu cair aku ganti dengan santan cair ( /sedang ).

Pancake Santan Saus Kinca

Pancake Santan Saus Kinca


200 gr tepung terigu serbaguna
50 gr gula halus
60 gr susu bubuk
1 sdt baking powder ( double acting is better )
50 gr margarin / butter, lelehkan
250 ml santan sedang/ cair ( bila menggunakan susu cair, cukup 200 ml saja,..mae )
2 butir telur

Saus Kinca :

2 balok kecil / 100 gr gula merah
25 ml air

Direction :

Pancake :
Campur semua bahan, aduk hingga rata. Istirahatkan kurang lebih 10 menit. Panaskan wajan datar anti lengket, bila sudah cukup panas, kecilkan api. Tuangkan sesendok sayur adonan, tunggu hingga tepian/ permukaan adonan berlubang, lalu balik pancake dan biarkan hingga matang.

Kinca :
Masak semua bahan hingga mendidih dan kental. Saring dan tuang saat masih hangat keatas pancake yang ditumpuk. Sajikan hangat.

Tuesday, December 9, 2008

Donut With Thick Dough

Dapat resep donat lagi. Kali ini yang bikin aku ngebet pengen nyoba adalah karena adonan donat ini cair atau kental. Jadi gak perlu diuleni. Liat resepnya di Tabloid KoKi terbaru. Kalo soal ide, menurut aku, KoKi selalu top deh *nah lo kok pake bawa bawa nama brand, iklan kali...*

Jadi minggu pagi, saat yang tepat, untuk membuat donat sebagai sarapan. Actually, I didn't make it that day. Aku bikin adonannya hari sabtu malam, sekitar jam delapan-an. Trus adonan aku simpan di kulkas ( bukan freezer ) semaleman. Keesokan paginya, adonan siap digoreng. Sreng.. sreng.. donat hangat siap disantap bersama secangkir kopi susu. Aih nikmatnya tiada tara.... *lebayy mode on*

Let's see how I made it.

Donut with thick dough

Donut With Thick Dough
( Resep Asli : Donat Cair )
Sumber : Tabloid KoKi edisi 00137 / Desember 2008

Recipe* :

300 gr tepung terigu

1 sdm susu bubuk
2 butir telur ayam
100 gr gula
7 gr ( 1 sdm ) ragi instan
50 gr mentega, lelehkan
325 ml air hangat ( aku pake air suhu biasa,.. mae )

Direction :

Ayak terigu dan susu bubuk, sisihkan. Kocok telur dan gula pasir hingga mengembang. Tuang air hangat, tambahkan ragi instan. Lalu masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit. Aduk perlahan hingga rata.

Diamkan adonan selama kurleb 45 menit ( aku masukkan kulkas semalaman,.. mae ). Masukkan mentega cair, aduk kembali hingga rata. Masukkan kedalam plastik segitiga.

adonan donat setelah didiamkan

Panaskan minyak, celupkan cetakan donat, angkat lalu semprotkan adonan donat dalam cetakan. Goreng hingga matang. Angkat, tiriskan dan dinginkan.
Hias sesuai selera. Sajikan.


Aku beli cetakan donat ini mungkin sekitar dua tahun lalu waktu ada bazar produk Jepang di Plasa Araya Malang. Tanpa pikir panjang, langsung beli, padahal belum tau mo dipake apa. Ternyata memang tidak terpakai sama sekali. Karena tiap kali aku bikin donat ( dengan adonan biasa ) setelah dicetak dan didiamkan, adonan langsung dicemplungin aja kedalam minyak. Sempet mikir, ini ngapain dulu beli ginian. Dan akhirnya cetakan ini aku simpan dirak paling bawah lemariku, hampir tidak tersentuh sejak pertama kali aku beli.


Dan kemarin, akhirnya tuh cetakan ku perawanin juga, hihihi. Kalo gak punya bisa pake loyang tulban kecil yang dipasangin gagang. Baik textur maupun rasa, semua hampir sama seperti donat pada umumnya. Adonannya mirip sekali dengan adonan pisang goreng atau pukis. Saat baru matang, hasilnya agak kering, tapi bila sudah dingin, lumayan empuk kok. Satu satunya kelemahan adonan ini adalah, saat adonan mulai over proofing. Hasil gorengannya tidak bisa mulus dan bulat, melainkan berongga besar dan pipih.


Secara keseluruhan, donat ini tidak lebih istimewa dari pada donat biasa. Tapi lumayan lah kalo lagi pengen donat en males nguli. So, wanna try ?

*) separuh dari resep asli. Separuh ini aja sudah cukup banyak hasilnya.

Basic Buttercream Cake Decorating Course

I've been longing so long for this day, when I, finally, got my very first cake decorating course.

Kemarin, bersamaan dengan Hari Raya Idul Adha, disaat umat muslim sedang bersukacita membagi bagikan kurban, aku mendapat kesempatan mewujudkan salah satu dari daftar wish list ku selama ini. Kursus Dekorasi Cake Tingkat Dasar. Akhirnya, aku coret juga dari daftar.

Kelas privat yang bertempat di dapur rumahku, diajarkan oleh Mbak Monica yang baik dan sabar. Kelas diawali dengan pengenalan bentuk bentuk dekorasi butter cream, setelah dicontohkan satu demi satu, aku kemudian mempraktekannya. Meski awalnya tampak mudah, ternyata menyemprotkan butter cream dengan berbagai variasinya ternyata tidaklah mudah. Selain belum terbiasa memegang kantong spuit, aku juga belum terbiasa membuat bentuk bentuk dari semprotan tersebut. Mbak Monica dengan sabar menuntun dan membimbing tiap kali aku melakukan kesalahan. Yang paling berkesan, adalah saat dimana aku belajar membuat mawar dari buttercream. Ini adalah bagian paling sulit. Tapi paling menyenangkan.

Setelah selesai mempraktekan beberapa teori dasar dekorasi, aku pun mulai beralih ke bidang latihan berupa kerucut tumpul dari gabus yang tidak lain adalah dummy cake berbentuk gaun boneka. Dalam bayanganku, dummy tersebut akan kuhias dengan penuh renda. Nyatanya, membuat renda bertumpuk amat sangat sulit. Terutama menstabilkan lekukan dan lipatan renda. Karena belum stabil, renda yang kubentuk tidak bisa lurus, sebagian masih bolong bolong, dan beberapa masih tebal tipis lekukannya. Jadi dipertengahan, aku memutuskan untuk menyelesaikan bidang yang tersisa dengan semprotan bintang kecil. Yang ini aja, sudah cukup membuat tanganku tegang dan pegal.


mae-barbie2

Barbie cake sudah selesai. Makan siang juga sudah selesai kami nikmati bersama. Akhirnya sampai kepuncak pertemuan kami kali ini, dimana aku harus mendekor sebuah cake sungguhan dengan buttercream sungguhan pula. Sebuah lapis surabaya bundar berukuran 20 cm yang dibawa mbak Mon, menjadi bidang latihanku kali ini. Tiba tiba aku disergap perasaan gugup dan panik. Gimana kalo salah ? Gimana kalo jelek ? Gimana kalo gak rapi ? Trus modelnya gimana ?

Karena bingung menentukan model, aku mencari ide model dari buku cake yang kumiliki. Aku memutuskan untuk membuat cake yang simpel, dengan warna warna yang simpel, dan dekorasi yang simpel pula. Hampir sejam berlalu ( mungkin lebih ) dan aku berhasil menyelesaikan cake tersebut, meski melalui beberapa kecelakaan. Aku menghembuskan nafas panjang, seakan akan beberapa menit sebelumnya aku tak bernafas karena tegang. Meski baru pertama, dan meski belum sempurna, tapi aku merasakan semangat dan kesenangan luar biasa melakukan aktivitas ini.


mae-cake3

Masih banyak latihan yang harus kutempuh untuk mencapai kesempurnaan. Setelah mahir menguasai buttercream, kursus dekorasi cake dengan fondant sudah aku tambahkan dalam daftar keinginanku. Menanti untuk segera diwujudkan.

Other photos, click here.

Monday, November 10, 2008

Fermented Cassava Cup Cake ( Steamed )

Diicip, dirasa, jatuh cinta, lalu dicoba. Begitulah kesan pertamaku waktu mencicipi sepotong Cake Kukus Tape saat mengikuti demo masak bersama bu Sisca Soewitomo beberapa hari lalu. Dasarnya sih sudah suka sama gula merah dan tape. Bertemu jadi satu, sudah pasti cocok sama seleraku. Akhirnya, resep ini masuk dapurku dan kuuji coba.

Fermented Cassava Cup Cake

Cake Kukus Tape Gula Merah
Resep : Sisca Soewitomo dalam Demo Masak Persembahan Nova - Tupperware

Fermented Cassava CakeBahan :
125 gr gula pasir
125 gr gula merah, serut ( pake gula palem juga oke,.. mae )
150 ml air
200 gr tepung terigu
1 butir telur
100 ml minyak goreng
100 gr tape singkong, haluskan
1 sdt baking powder
1 sdt soda kue




Cara Membuat :
1. Campur gula merah dan gula pasir lalu didihkan bersama air hingga gula larut. Saring dan dinginkan.
2. Siapkan cetakan bolu kukus dan alasi dengan paper cup, sisihkan. Siapkan panci pengukus untuk mengukus.
3. Masukkan larutan gula yang telah dingin kedalam tepung terigu, aduk rata. Masukkan secara bertahap, telur, minyak, tape, baking powder dan soda kue dengan selalu diaduk tiap kali memasukkan satu jenis bahan, aduk hingga benar benar rata. Diamkan adonan selama 15 menit, sementara itu panaskan panci pengukus.
4. Sendokkan adonan kedalam cetakan ( bila punya ice cream scoop bisa dipakai untuk memudahkan,.. mae ) lalu kukus selama kurang lebih 20 menit. Sajikan.

Fermented Cassava Cake

Soal rasa, cake ini mempunyai rasa yang sangat familiar di lidah kita orang Indonesia. Coba bayangkan saja kue Mangkok, rasanya hampir sama.

Oya, adonan memang sedikit berat dan sangat kental, tapi hasilnya setelah matang bisa mekar dan teksturnya empuk. Saat demo, bu Sisca juga sempat menyampaikan bahwa komposisi tape bisa juga diganti dengan labu kuning atau ubi yang telah matang dan dihaluskan. Bila ingin mengganti tape dengan bahan lain, jumlah tepung ditambahkan menjadi 250 gram.

Kapan lagi aku pengen nyoba gimana kalo pake gula merah semua, dan komposisi air diganti dengan santan, eneg ga ya ? Soalnya santan, gula merah dan tape, aku suka semuanya !

Saturday, October 11, 2008

Cake Tape Tabur Keju

Liburan benar benar usai. Saatnya harus kembali kekesibukan sebelumnya. Suamiku dengan pekerjaannya. Anakku dengan sekolah dan permainannya. Dan aku ? Kembali menjadi ibu rumah tangga dengan segudang aktifitas. Mulai fajar hingga larut. Yang bangun lebih dulu dari yang lain dan tidur paling terlambat dari yang lain. Yang kembali menjadi babu, guru, supir, tukang delivery service, koki, cleaning service, laundry service, ojek, blogger, editor, potograper *gadungan *, photoshoper, en so on, en so on...

Tapi hawa liburan benar benar masih melekat didiriku. Aura malas masih melekat ditubuhku. Kedapur, malas. Masak, malas. Nyetrika, malas. Bersih - bersih, enggak dong. Yang ini wajib hukumnya. Meski masih banyak sudut sudut dirumah yang terlewat dari sapu, kain pel dan kemoceng.

Aktivitas baking pertamaku setelah liburan adalah Cake Tape ( resep ). How I luv this cake ! Seminggu sebelum lebaran, kakakku membawakan satu besek tape singkong. Belum sempat diolah sudah kutinggal mudik. Tapi karena takut rusak selama kutinggal pergi, tapenya aku simpan difreezer. Saat pulang mudik, aku lihat tapeku masih dalam kondisi baik seperti waktu kutinggalkan *thanks to freezer*

Cake Tape Keju

Lalu beberapa hari yang lalu, aku bertemu dengan sahabat dekat suamiku semasa SMA dulu. Beliau mengajakku janjian untuk jalan jalan bareng ke salah satu plaza andalan di Surabaya ( makasih ya mbak Dewi ). Dengan senang hati aku menerima ajakan tersebut. Lalu untuk menghargai ajakan tersebut, aku membuatkannya cake tape yang akan kubawa saat bertemu lagi nanti. Namun sayang, pada hari yang telah ditentukan, mendadak beliau ada keperluan yang tidak bisa ditunda. Jadi kami urung pergi bersama. Cake tapenya juga urung dikasi. Gak papalah, mungkin belum jodoh buat jalan bareng ( next time ya mbak ! ) karena beliau segera terbang ke Jakarta hari minggu besok. See you again... Cake tapenya, aku kasih secara virtual aja ya :)

Cake Tape Keju

Thursday, September 25, 2008

Most Chocolusious Chocolate Cookies

Belum bikin kukis buat lebaran ? He he you're not alone.

Entah kenapa, beberapa hari terakhir ini moodku sedang tidak ditempatnya. Justru saat lebaran tinggal sebentar lagi, aku malah terbuai bisikan setan untuk lebih banyak berada diatas kasur, dan tidur seharian. Reaksi biologisnya, aku mengalami kekurangan oksigen karena terlalu banyak meletakkan kepala diatas bantal. Saraf saraf otakku menjadi lemas. Urat uratku menjadi lemah. Dan otot ototku menjadi loyo. Huuuuh.....

Tapi lebaran sudah didepan mata. Mudik sudah tinggal hitungan jari. Mau ga mau harus 'bergerak' supaya mata ini gak cuma merem kayak kucing aja dikasur. Do something !!

Akhirnya, terpaksa 'berolahraga' agar semua tugas dan pe er jelang lebaran yang sudah kutunda tunda dari kemaren, terselesaikan. Bikin kukis salah satunya.

Chocolate Cookies

Ini adalah kukis yang selalu mengisi toples lebaranku tiga tahun terakhir. Bahkan lebih 'wajib' daripada nastar or kastengel. Udah berasa cocok aja dengan resep ini, sampai belum berniat mencoba resep resep kukis coklat yang lain.

Tapi tahun ini, pembuatannya aku variasiin dikit. Gak banyak sih. Kalau biasanya komposisi keju edam / keju tua seharusnya diparut halus, kali ini aku pengen nyoba gimana kalau diparut kasar. Gara gara kemaren makan kue sagu keju yang kalau dimakan, kejunya bisa berasa 'kriuk kriuk'. Soalnya kejunya diparut kasar. Jadi penasaran pengen nyobain ke kue ini.

Loh kue coklat kok pake keju ? Salah ketik kali. Enggak kok. Ini beneran pake keju. Karena itulah, aku merasa kukis ini sedikit berbeda dengan kukis coklat lain. Buat penggemar coklat dan keju, aku cuma bisa nyaranin, try this ! Tapi sebaiknya jangan gunakan resep ini untuk jualan, dijamin bangkrut. Resepnya disini ya ( He he bahkan untuk sekedar copy paste dari postingan lalu juga rasanya sedikit ogah ogahan )


Adonan yang sudah dipulung, dan dipotong potong. Ukurannya lumayan rata, asal pulungan dan potongannya sama.

Selain berexperimen dengan parutan keju, kali ini aku juga sedikit melakukan variasi bentuk. Ya tetep bunder sih. Cuma kalo tahun tahun yang lalu aku biasa bikin ini dengan cara diroll lalu dicetak, atau disendokin satu satu ( aku paling ga demen cara ini ), kali ini aku bikin teknik praktis, mudah dan efisien. Terutama karena itu tadi, males.

Setelah adonan jadi, adonan aku pulung pulung dengan diameter sekitar 2cm. Kecil kecil aja biar jadi banyak. Tadi ini jadi 3 pulungan. Terus, setelah dipulung masukin kulkas dulu sampe agak keras. Kalau udah agak keras, baru deh dipotong potong. Tipis tipis aja biar jadi banyak. Lagian kalo tebel kurang crunchy. Wah, kenapa gak dari dulu dulu pake teknik begini. Cepet banget ternyata. Boleh ditiru deh bagi yang sedang 'malas' hi hi hi.


Siap dipanggang. Yang polos dan yang beroles glasur. Boleh ditambahin trimit ato permen bintang warna warni buat variasi

Sedang untuk variasi toping / taburan, kali ini aku ( tetep ) pake glasur sesuai resep aslinya. Sama sebagian aku masukin choco chips ( kalo suka kacang kacangan boleh ditambahin ). Tapi berhubung lupa nambahin cream of tar tar, adonan glasurku leleh dengan mudahnya. Jadinya gak cantik lagi, hiks :( akhirnya sebagian aku biarin polos. Lumayaaaaan... :)

Coklat kukis polos yang sudah matang. Ukurannya sama kan ? Dulu dulu kalo bikin pasti peyang penjol. Mana yang besar, mana yang kecil

Chocolate Cookies

Harusnya glasurnya tetap kaku saat sudah matang. Tapi glasurnya leleh, bahkan sebelum dipanggang. Glasurnya meresap kedalam adonannya, jadi gak indah dipandang. Oya glasur ini juga bisa diganti white cooking chocolate leleh. Yang pasti tampilannya bakal lebih oke deh !

Jadi, ada yang mo nyoba bikin en nambah testimoni untuk kue kering ini ? Silahkaaaan.....

Monday, September 22, 2008

KBB #7 : Ultah KBB Warna Warni ( Baking Entry ) - Double Chocolate Mousse Cake



Akhirnya, selesai juga peer utamaku bulan ini. Inilah challenge of the month, KBB #7 : Ultah KBB Warna Warni. Putaran ini, tidak ada resep tertentu yang harus dipraktekan, melainkan semua anggota bebas menentukan apa yang mau dibuat. Mudah bukan ? Oh, tentu tidak karena tetep aja bingung mau bikin apa. Selain itu, putaran kali ini sedikit berbeda karena tantangannya juga dilombakan. Ini untuk memeriahkan ultah KBB yang pertama. Ada lomba cooking, baking, and food photography-ing. So, I decided to put my entries to baking and food photography contest.

Ditengah kebingunganku *karena ingin membuat sesuatu yang spesial* aku teringat sebuah resep yang sudah sejak lama ingin kupraktekan. Resep itu adalah Chocolate Mousse Cake, tantangan KBB #2, dimana saat itu aku belum menjadi anggotanya. Dengan alasan ingin ikut mengamalkan salah satu resep tantangan KBB, akhirnya kuputuskan untuk membuat resep ini.

Namun dipertengahan, aku mengalami kebimbangan lagi - tepatnya tergoda - setelah melihat Chocolate Coffee Mousse Cake milik mbak Ine yang dipraktekan mbak Arfi. Yang membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan meneteskan air liur dan tidak bisa berkata kata ( ini adalah pengalaman orang orang yang sudah mencobanya, oh really ? )

Jadi mana yang harus kucoba ?

Kuputuskan, dua duanya !

Sebenarnya bukan keduanya, tapi aku menggabungkan keduanya dalam satu resep. Cake coklat pake resep mbak Ine, dan mousse coklatnya pake punya KBB. Sebenernya pengen nyoba punya mbak Ine semua, tapi agak sedikit ragu ragu dengan penggunaan gelatin, meski pun bisa disubtitusi dengan jelly. Jadilah ini kusebut Double Chocolate Mousse Cake, yang kupersembahkan khusus untuk ultah KBB yang pertama.

Double Chocolate Mousse Cake

Double Chocolate Mousse Cake
Source : Gabungan antara resep mbak Ine dan arsip KBB #2

Bahasa version :

Chocolate sponge cake:
Versi mbak Ine

5 Kuning telur
2 putih telur
40 gr gula
30 gr terigu
10 gr maizena
15 gr coklat bubuk
65 gr margarine
1/4 sdt baking powder

loyang 20X20X4 cm

Kocok gula dan telur hingga mengembang dan mengental. Campur jadi satu, tepung terigu, maizena, coklat bubuk dan baking powder, ayak. Masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit sambil di aduk dengan spatula. Masukkan margarine yang sudah di cairkan, aduk rata. Tuang dalam loyang ukuran 20X20X4 cm yang sudah di alasi kertas roti, panggang dalam suhu 200 derajat selama 15 menit. Belah cake menjadi dua, sisihkan.

Mousse :
Versi KBB

250g dark cooking chocolate,
6 kuning telur,
250g mentega suhu ruang,
6 putih telur ( bisa diganti 250 gr thickened cream, kocok kaku )
*aku tambahin sedikit esens kopi mocca,... mae*


Tim coklat hingga leleh. Kocok kuning telur lalu campurkan dengan coklat, aduk rata. Tambahkan mentega sambil dikocok. Kocok putih telur hingga kaku. Masukkan adonan putih telur ke dalam adonan coklat. Tuang adonan ini ke atas cake. Tutup dan dinginkan selama 4 jam atau semalaman.

(Jika menggunakan thickened cream, pakai 250g lalu kocok dan campurkan ke dalam adonan coklat).

English Version :

Chocolate sponge cake :

5 egg yolks
2 egg whites
40 gr sugar
30 gr plain flour
10 gr corn flour
15 gr cocoa powder
65 gr margarine, melted
1/4 tsp baking powder

20X20X4 cm square cake tin

Beat the eggs and sugar until fluffy and thick. Sift together flour, cornflour, milk powder, cocoa powder and baking powder. Fold into the eggs mixture. Add in the melted margarine, mix gently. Pour into the prepared cake tin and bake on a preheated oven 200C for 15 minutes. Split the cake and set aside.

Chocolate Mousse:

250g cooking chocolate,
6 egg yolks,
250g soft butter,
6 egg whites
*I added few drops of coffe mocca flavouring essence,...mae*

Melt the chocolate over hot water. Beat the egg yolks and blend with the chocolate to mix well.
Beat in the softened butter. Beat the eggwhites stiff to the stiff peak stage.
Fold the stiffly beaten eggwhites into the chocolate mixture. Pour the chocolate mixture over thecake. Cover and refrigerate for 4 hours or overnight.

Waktu bikin sponge cakenya sih ga ada masalah. Begitu bikin mousse-nya baru deh bingung. Belum pernah bikin en ini baru pertama kalinya. Bisa dilihat kan texturnya kasar sekali. Mousse mulai bergerindil saat campuran coklat leleh dituang kedalam putih telur. Putih telurnya pecah pecah. Apa mungkin karena terlalu kaku dikocok. Aku cuma ikutin resep yang disebutkan bahwa puith telur dikocok hingga kaku.

Tapi rasanya, huenaaak ~~~~~~ Sponge cakenya lembyuut banget. Moussenya legit en nyoklat banget. Cuma sayang ga tahan udara panas. Jadi harus bolak balik masuk kulkas waktu mo difoto.

Double Chocolate Mousse Cake

Mousse-nya berasa es krim kalo masih dingin. Kalau gak di KBB, ga kebayang deh bakal nyoba bikin yang kayak ginian... Tapi penampakan sungguh jauh dari sempurna, belepotan.

Hmmm... tinggal ngurusin lomba foto... *huaaaaa*

Happy Birthday My Dearest KBB ! It's party tiiimeee... !

Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers