Showing posts with label wiskul. Show all posts
Showing posts with label wiskul. Show all posts

Thursday, October 22, 2009

WisKul : Pecel Bratang Surabaya

Pecel sepertinya ada dimana saja disetiap bagian negeri ini. Mungkin suatu saat bisa jadi salah satu masakan khas Indonesia. Di Surabaya sendiri, nasi pecel hampir bisa ditemukan dimana saja. Di warung warung pinggir jalan, sampai direstoran restoran besar. Mulai dari harga kaki lima sampai harga bintang lima. Tapi tetap saja, masing masing nasi pecel punya ciri khas masing masing. Biasanya sih, ciri khas tertentu dibawa dari daerah tertentu, misal Madiun, Ponorogo, Kediri, dll. Salah satu pecel khas daerah yang paling populer di Indonesia adalah pecel Madiun. Meski dari satu daerah, pecel Madiun juga memiliki citarasa berbeda beda di setiap warung/ depot/ resto yang tersebar dalam kota.

Salah satu nasi pecel Madiun yang paling aku ( dan keluargaku ) gemari adalah Nasi Pecel Madiun Bratang. Diberi embel embel Bratang, karena lokasi warung kecilnya memang berada ditepi jalan Bratang Surabaya. Bersebelahan dengan pasar bunga.



Konon warung ini sudah buka sejak suamiku masih berusia SD. Sekitar tahun 1989. Dan sudah menjadi favorit keluarga suami sejak dulu. Aku sendiri pertama kali mencicipi pecel disini sekitar tahun 2001-an, dan kebetulan juga cocok. Jadi tradisi keluarga suami diteruskan ke aku, hehehe.

Lalu apa sih yang menjadikan pecel diwarung sederhana ini istimewa ? Hmm... masalah selera sih... Menu yang disediakan cukup standar yaitu, bali tahu telur, serundeng daging, tempe goreng, telur ceplok, sambel tumpang dan tak lupa peyeknya yang super renyah. Bumbunya kental, dan tidak eneg. Yang pasti, antrian pelanggan yang memenuhi warung kecil yang tutup tiap hari senin ini cukup menjadi bukti bahwa pecel disini memang istimewa. Bahasa kerennya, eksis deh... :D Dulu, warung ini dikelola oleh ibu pemilik warung, tapi sejak beberapa tahun lalu, pengelolaanya diteruskan pada anak anaknya.


Jadi, kalau kapan kapan kebetulan lewat daerah sini, boleh deh mampir. Bukanya pagi - siang hari saja. Hari Senin warungnya tutup. Happy food hunting !!

Monday, May 4, 2009

Wiskul Food Monster Part. 3 ( End )

Liputan pertama dan kedua...

Setelah kenyang berburu oleh oleh di Gresik, kami melanjutkan perjalanan ke kawasan Ampel Surabaya. Saya termasuk yang paling antusias karena ini merupakan kunjungan pertama saya ke kawasan bersejarah bernuansa Timur Tengah ini.

6. Warung Jumbo

Memasuki kawasan Ampel, kami awali dengan mampir ke sebuah warung yang menyediakan aneka masakan khas timur tengah. Warung Jumbo, terletak persis diseberang Rumah Sakit Al Irsyad. Perut sudah mulai menggerutu karena selama perjalanan ke Gresik, kami memang tidak berhenti untuk makan, melainkan hanya berbelanja oleh oleh. Pukul 14.30 memang sudah lewat waktu makan siang. Wajar jika kami sudah merasa lapar.



Dari ruangan depan yang berisi beberapa set meja makan, kami diantar masuk lebih dalam, kesebuah ruangan berpintu kaca. Didalamnya tersedia beberapa meja rendah, dengan bantal bantal persegi tebal sebagai alas duduk. Tak berapa lama, pelayan datang dan membawa buku menu untuk kami. Kami sibuk sejenak, memandangi lembar demi lembar berisi gambar gambar makanan dan daftar masakan yang tersedia.


Sepuluh menit kemudian, kami sudah memutuskan semua pesanan kami. Sekitar 30 menit, semua pesanan sudah dihidangkan di meja kami. Saya memesan sate ayam, yang membuat teman teman heran, " Sate lagi ??? " dengan nasi Kebuli yang berbagi dengan mbak Ary dan mbak Nana, karena satu porsi nasi tersebut terlalu banyak untuk dihabiskan sendiri.



( dari ki - ka searah jarum jam ) : Ayam bakar, cah kangkung, roti maryam + urap sayur ( kombinasi makanan yang aneh menurut saya, pesanan mbak Lia ) dan nasi Kebuli.



( dari ki - ka searah jarum jam ) : Minuman, es teler, sate ayam, dan roti maryam.

Makan dan kenyang. Selanjutnya kami mengobrol santai sambil menunggu makanan diperut kami turun. Setelah merasa cukup berada disana kami bergegas meninggalkan warung tersebut, karena hari semakin sore.


7. Makam Sunan Ampel

Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore. Batere kamera saya habis, dan keluarga dirumah sudah menelpon untuk kesekian kalinya menanyakan pukul berapa saya pulang. Sempat mengurungkan niat untuk mampir sebentar di Makam Sunan Ampel, tapi dorongan teman teman juga rasa penasaran saya mengalahkan kegelisahan saya sore itu. " Baiklah, sebentar saja kan " Akhirnya bisikan dibenak saya menuntun saya sampai ke gerbang Makan Sunan Ampel.

Sampai didalam saya merasa sedang berada dikota lain. Sepanjang koridor yang menghubungkan gapura dan Kawasan Mesjid Ampel, dipenuhi dengan toko toko yang menjajakan barang barang Islami. Mulai pakaian, alat ibadah, sampai pernik pernik khas Timur Tengah, seperti gelang, teko, gelas, dan lain lain. Tidak ketinggalan kudapan khas Arab, seperti aneka jenis kurma.




Sembari melihat lihat, saya berjalan menyusuri koridor sempit itu. Para penjaga toko bersahut sahutan menjajakan barang dagangannya. Tidak jarang mereka juga melontarkan kalimat kalimat merayu sekedar menarik perhatian kami.


Saya akhirnya sampai di gerbang mesjid Ampel. Suasananya sangat ramai, dipenuhi pengunjung - yang bisa dilihat dari pakaiannya - berasal dari luar kota. Mesjid ini memang menjadi salah satu tujuan wisata religi di Jawa Timur. Tidak heran bila sehari harinya dipadati peziarah.



Tanpa membuang waktu saya bergegas menjelajahi bebebapa sudut dilingkungan ini. Indikator batere yang terus berkedip kedip membuat saya semakin tidak leluasa bergerak. Hingga akhirnya saya pasrah, dan menghentikan penjelajahan. Saya hanya sempat sampai ke gerbang makam, dimana terdapat bergentong gentong air yang konon kabarnya dialirkan dari sumur didalam mesjid. Sumur itu pun konon kabarnya merupakan aliran air zam zam. Wallahu alam. Para pengunjung pun bergantian meminum air tersebut menggunakan gelas metal yang diikatkan ke keran air.


Akhirnya, kami menyudahi perjalanan kami hari ini. Sungguh merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Saya juga mendapat pelajaran dari wisata kuliner ini, yaitu, selalu bawa batere cadangan, agar tidak kehilangan momen di mana saja kami pernah singgah. Sebuah pelajaran yang tidak penting ya..

Saya bergegas pulang, menginjak pedal gas agak dalam untuk segera sampai ke rumah. Karena satu jam setelah itu, saya masih harus menghadiri sebuah undangan resepsi pernikahan.

*****
Foto Keluarga





Surabaya, 26 April 2009

Thursday, April 30, 2009

Wiskul Food Monster Part. 2

Liputan sebelumnya....

Setelah cukup melampiaskan hasrat berbelanja bahan makanan laut, kami segera meneruskan petualangan kuliner kami menuju kawasan Sindujoyo yang terkenal sebagai pusat oleh oleh dan jajanan khas Kota Gresik.

3. Otak otak Bandeng Bu Muzanah

Kendaraan kami melaju pelan dijalanan kota Gresik yang ramai pagi itu. Melewati deretan toko toko dijalan Usman Sadar, berbelok ke kawasan Pasar Baru Gresik, memutar didaerah Kemasan ( Kota Tua ) dan berhenti tepat disalah satu sisi jalan Sindujoyo. Tepatnya di Jalan Sindujoyo XI, gang dimana sebuah toko kecil berada. Otak otak Bandeng Bu Muzanah, sudah demikian populer di kota Gresik bahkan gaungnya pun terdengar hingga keluar kota Gresik. Kami tiba di toko kecil yang terletak sekitar 40 meter dari depan gang.

Toko itu begitu mungil ,mungkin luasnya tidak lebih dari 2 meter persegi. Didalamnya terdapat beberapa etalase dan rak, tempat memajang aneka oleh oleh khas Gresik, seperti Jubung ( jenang hitam ), jenang, madu monggo, dan kletikan kletikan khas Gresik lainnya. Diatas salah satu etalase juga terdapat sebuah etalase kecil berisi beberapa potong bandeng asap yang digantung dengan rapi. Disebuah rak lain mirip gantungan handuk yang diletakkan di bagian depan toko, terdapat beberapa bungkus pudak yang digantung secara berkelompok atau paketan.

Lalu dimana otak otak bandengnya diletakkan ? Otak otak bandengnya tidak didisplay, melainkan diambil langsung kedalam ( dapur ) sesuai dengan jumlah yang dipesan pengunjung. Dan otak otak ini lah yang membawa kami kesini. Mengapa otak otak ini begitu istimewa, ulasan singkatnya bisa dibaca disini.

Beranjak dari Bu Muzanah, kami pindah kelokasi lain yang terletak tidak jauh dari Toko Bu Muzanah. Masih di jalan Sindujoyo kota Gresik, terdapat sebuah toko oleh oleh yang juga tidak kalah terkenalnya dengan lokasi sebelumnya. Toko itu bernama Sari Kelapa yang terkenal dengan Pudaknya. Bagi yang belum mengetahui, pudak adalah sebuah jajanan khas Kota Gresik yang terbuat dari tepung beras, santan, dan gula, yang dikukus dan dibungkus dengan daun Aren. Selain dari tepung beras ada pula pudak yang terbuat dari tepung sagu. Pudak jenis ini biasanya berwarna coklat.

Selain pudak, toko kecil yang terletak dipinggir jalan ini juga menjual aneka jajanan khas Gresik lainnya. Beruntung sekali, kami diperbolehkan untuk melihat secara langsung proses pembuatan pudak. Semua dikerjakan secara manual dengan peralatan yang sangat sederhana didapur kecil yang sangat sederhana pula.

4. Nasi Krawu Buk Tiban

Hari semakin siang. Matahari telah berada tepat diatas kepala kami, menandakan waktu telah menunjukan tengah hari. Beberapa tempat tujuan masih belum dikunjungi. Maka tanpa membuang waktu, kami menuju lokasi berikutnya, yaitu Nasi Krawu Buk Tiban.

Sepanjang sepengetahuan saya, dan selama hampir 3 tahun menetap di Gresik, Nasi Krawu Buk Tiban adalah salah satu warung Nasi Krawu yang paling populer di Gresik. Bersaing dengan Nasi Krawu Bu Azzah dan nasi Krawu Buk Su ( Habbah Sufa ). Tentu masing masing memiliki cita rasa dan keistimewaan masing masing.

Bagi yang belum mengetahui, Nasi Krawu adalah nasi dengan lauk daging suwir yang empuk ( krawu ), dengan dua macam serundeng, dan sambel hitam yang sangat khas. Kesitimewaan nasi krawu terletak pada nasinya yang empuk dan padat, daging krawu yang gurih dan ( kadang kadang ) manis berendam minyak, dan sambal hitam yang merupakan paduan dari petis dan terasi dengan rasa pedas yang menyengat. Konon, nasi krawu ini dibawa oleh orang Madura yang hijrah ke kota Gresik. Dan hingga kini, mayoritas penjual Nasi Krawu adalah orang / keturunan Madura asli di Gresik.

Disini kami tidak berhenti untuk makan. Selain masih merasa kenyang, kami juga berusaha menghemat waktu dengan hanya membungkus sebagai oleh oleh keluarga dirumah. Sejenak kami melepas lelah setelah berdiri cukup lama demi memborong oleh oleh di jalan Sindujoyo. Selesai berbungkus ria, kami melanjutkan penelusuran kami ke Rumah Makan Pak Elan, yang terletak di jalan Veteran Kota Gresik.

5. Es Legen Pak Elan

Ini termasuk salah satu tempat makan favorit di kota Gresik. Menu yang ditawarkan sebagian besar adalah olahan bandeng. Selain olahan bandengnya, adapula es Legen yang juga tak kalah populer. Dan kami tiba disini, untuk menikmati es Legen yang terkenal itu.

Legen adalah minuman yang berasal dari nira mayang yang disadap dari pohon Siwalan. Lebih lengkapnya telah ditulis disini. Di Pak Elan sendiri, legen disediakan dalam porsi porsi dan ukuran tertentu mulai dari gelas, botol, bumbung ( diminum ditempat ) sampai jerigen ( untuk dibawa pulang ).

Melepas dahaga, kami memesan satu bumbung legen untuk dinikmati bersama. Saya tidak ikut menikmati karena saya tidak begitu suka. Tapi melihat yang lain meneguk minuman dingin ini, saya sudah merasa senang. Terlihat bahwa segelas minuman ini sudah sangat menyegarkan bagi mereka. Meski begitu, saya membawa pulang satu jerigen kecil berisi 2,5 liter legen sebagai oleh oleh untuk keluarga dirumah.

Meninggalkan Pak Elan, kami meluncur ke sebuah mesjid demi menunaikan kewajiban kami, dan menutup perjalalan kami di kota yang terkenal dengan wisata religinya ini.

Selanjutnya, kami meluncur ke kawasan Ampel Surabaya....

( bersambung )

Monday, April 27, 2009

Wiskul Food Monster Part. 1

Alhamdulillah, Minggu 26 April kemarin, saya dapat ikut serta dalam event Wisata Kuliner bersama milis FoodMonster Surabaya, salam rangka merayakan ulang tahun ke dua milis pecinta makan tersebut.

Senang dan bersemangat. Demikian yang saya rasakan sejak awal event ini diumumkan dimilis. Meski sempat berada dalam ketidak pastian antara ikut atau tidak, akhirnya saya bisa berdiri diantara monster monster lain hari itu.

Adapun tempat tempat 'wisata' yang akan kami kunjungi antara lain : Sate Kelapa Ondomohen ( Bu Asih ) Surabaya, Pabrik PT. Kelola Mina Laut ( Gresik ), Otak otak Bu Muzanah ( Gresik ), Pudak Sari Kelapa ( Gresik ) Nasi Krawu Buk Tiban ( Gresik ), RM Pak Elan ( Gresik ), dan Warung Jumbo khas Timur Tengah di kawasan Ampel Surabaya.

1. Sate Kelapa Ondomohen / Sate Bu Asih

Berangkat sekitar pukul 07.30 dari meeting point di Mc.D Basuki Rachmat pagi itu, kami segera meluncur dalam tiga kendaraan, menuju kawasan Walikota Mustajab atau juga dikenal sebagai Jalan Ondomohen. Tidak lain untuk menikmati Sate Kelapa sebagai 'hidangan pembuka' kami hari itu.

Kawasan Walikota Mustajab Surabaya, atau dikenal dengan Jalan Ondomohen. Kalau saya biasa menyebutnya dengan Jalan Iyup ( iyup = teduh ).

Gang yang ditempati sebagai warung itu sudah penuh oleh antrian pengunjung. Asap tebal mengebul dari pembakaran sate, persis didepan warung utama. Semua meja yang disediakan sudah penuh. Kami terpaksa bergabung dengan pengantri lainnya, untuk menunggu giliran kami mendapat jatah sarapan.

Kurang lebih 30 menit, waktu yang cukup bagi kami untuk menunggu, sampai pesanan kami diantar. Beruntung kami mendapat meja, hasil 'nyanggong' pegunjung sebelum kami. 70 tusuk sate kelapa, 8 porsi nasi dan beberapa botol minuman memenuhi dua meja kecil yang kami tempati.

" Cepat dihabiskan, sebelum gajihnya keras lagi " Begitu kata pembuka dari ketua rombongan, mbak Lia.

Segera kami menyantap habis nasi sate yang sudah terhidang, dan sesaat kemudian perut ini sudah penuh, siap untuk melanjutkan perjalanan kami selanjutnya menuju kota Pudak, Gresik.

2. PT. Kelola Mina Laut, Gresik

Hampir 45 menit waktu yang kami tempuh untuk sampai ke kota Gresik. Tepat pukul 09.30, sejam lebih lambat dari jadwal seharusnya, kami sudah berada di pelataran parkir Wisma Ahmad Yani di lingkungan gedung Semen Gresik. Tidak berapa lama, pasukan kami digenapi oleh mbak Ani sekeluarga yang sekaligus akan menjadi guider kami selama menyusuri kota Gresik.

Tujuan pertama kami di kota kecil ini adalah PT. Kelola Mina Laut. Sebuah pabrik pengemasan dan pengolahan pangan hasil laut yang terletak disekitar kawasan industri Petro. Sayang pada hari Minggu, pabrik sedang tidak beroperasi jadi kami tidak dapat berkunjung dan melihat secara langsung proses pengolahan ikan. Jadi kami beralih ke sebuah kedai kecil atau yang biasa disebut showroom, sebuah toko mungil yang menjual aneka produk olahan maupun produk prepackage dari pabrik ini. Seingat saya, terdapat tujuh buah freezer case yang berisi aneka produk olahan dan beku seperti nugget, sosis, bakso, fillet ikan, udang matang, ikan utuh, maupun ikan potong yang semua sudah dikemas dan dalam kondisi beku. Selain produk olahan beku, pada bagian tengah toko juga terdapat beberapa rak yang memajang aneka krupuk mentah, krupuk matang dan snack snack ringan lainnya.

Segera saja, ibu ibu peserta rombongan sibuk berbelanja, memilih milih dan memenuhi keranjang belanja dengan barang belanjaan. Kegiatan ini tentu menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan bagi semua yang datang hari itu.

Bu Ketu yang paling sibuk belanja...

Puas melampiaskan hasrat berbelanja bahan makanan laut, kami segera meneruskan petualangan kuliner kami menuju kawasan Sindujoyo yang terkenal sebagai pusat oleh oleh dan jajanan khas Kota Gresik.

Ada apa saja disana ? Nantikan laporan berikutnya....

( bersambung... )

Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers