Saturday, August 23, 2008

Chocolate Cotton Cake

Semingguan ini, sembari menunggu tantangan rutin berikutnya, aku dan dua orang teman KBB ku, mbak Rachma dan mbak Vin sepakat untuk menguji coba sebuah resep cotton cake. Resep ini sendiri kami dapat dari demo baking Tulip yang beberapa waktu lalu sempet aku dan mbak Rachma hadiri bersama sama. Setelah cukup berdiskusi, kami memutuskan untuk membuat resep ini dan membagikan hasilnya diblog masing masing sebelum tanggal 25 bulan ini.

Teman, ini hasil uji coba dapurku. Enjoy !

Choco Cotton Cake

Chocolate Cotton Cake

Original recipe by : Tulip Baking Demo. ( Resep ini sudah di divided 1:3 dari resep aslinya
)

60 gr margarine / butter ( aku mencampurkan kedua dengan perbandingan 1:1,..mae )
50 gr tepung terigu protein rendah
15 gr coklat bubuk pekat ( aku pake coklat bubuk biasa,..mae )
73 - 75 gr susu cair
5 btr kuning telur
120 gr gula pasir
5 butir putih telur
3 gr cream of tar tar, optional
( aku juga menambahkan pasta moka dan rhum bakar sebagai penambah aroma. Bagi yang tidak suka aroma Rhum boleh digantikan dengan pasta vanilla,..mae )

Ganache :
50 gr dark cooking chocolate, cincang
1 sdt margarin
25 ml susu cair

Panaskan oven dengan suhu atas 170degC. Siapkan loyang kotak ( bulat juga boleh ) berukuran 22 x 22 x 4 ( ideal ) atau 24 x 24 x 3 ( lebih rendah hasilnya ) atau 20 x 20 x 5 ( lebih tinggi ). Kebetulan aku cuma punya yang ukuran 20 x 20 x 5, jadi pake yang itu. Alasi dasar loyang ( dasarnya saja ) dengan kertas roti tanpa dioles margarin sama sekali baik loyang maupun kertasnya. Sisihkan.

Didihkan margarine, matikan api lalu masukkan tepung terigu dan coklat bubuk. Aduk hingga rata, sisihkan.

Hangatkan susu lalu tuang kedalam kuning telur, aduk rata lalu masukkan kedalam adonan margarin dan tepung tadi ( adonan pertama ). Aduk keduanya hingga rata, sisihkan.

Photobucket

Photobucket

Kocok gula, putih telur dan cream of tar tar hingga mengembang sampai mencapai soft peak ( adonan membentuk sudut sudut tumpul saat diangkat dengan spatula ). Campurkan adonan ini dengan adonan pertama tadi dengan teknik 'dipancing' Artinya masukkan sedikit adonan putih kedalam adonan pertama, aduk rata terlebih dahulu lalu masukkan adonan pertama ini kedalam adonan putih telur. Aduk kembali hingga rata.

Photobucket

Photobucket

Tuang dalam loyang. Panggang dalam oven yang telah dipanaskan tadi selama kurang lebih 25 menit atau hingga cake matang. ( Aku kemaren ngovennya 35 menit dengan suhu 170 C di 20 menit pertama dan diturunkan 160 C di15 menit terakhir. Bila menggunakan oven biasa, tidak perlu terpaku pada oven yang digunakan diresep. Cukup letakkan cake dirak paling atas pada 15 menit pertama lalu pindahkan cake pada rak paling bawah pada 10 menit berikutnya. Ingat, selalu kenali oven masing masing. Lama pemanggangan bervariasi tergantung pada oven yang digunakan ).

Photobucket

Photobucket

Setelah matang dan didinginkan ( bisa juga dibiarkan dulu dalam oven selama beberapa menit setelah api dimatikan ), oles permukaan salah satu cake dengan coklat ganache. Ratakan, lalu tumpuk dengan cake yang satunya. Oles permukaan cake dengan coklat coating. Atau bila hanya membuat satu lapisan saja, langsung siram permukaannya dengan ganache atau coating. Biarkan coklat dingin dan mengeras, potong potong dan hias sesuai selera.

Sebelumnya aku berencana untuk membuat Vanilla Cotton cake yang nantinya akan kupoles dengan selai jeruk yang segar. Mirip dengan JCC. Tapi mendengar pengalaman mbak Rachma yang sudah terlebih dahulu membuat, aku jadi urung. Soalnya menurut mbak Rachma cotton cake polos tanpa coklat, bau telurnya kecium banget. Gitu ya...

Ditambah lagi saat mbak Rachma mengantarkan hasil uji coba CCC-nya yang kedua kerumah, aku kalap. Tiga iris CCC beroles ganache, bertabur kacang dan coklat putih yang dibawa mbak Rachma hari itu serasa tidak cukup aku nikmati. Jadi aku memutuskan untuk segera mempraktekannya sendiri. Hasilnya empuuuuk, menul menul, nyes nyes tapi cukup kokoh ( tidak sampai kempes ) cuma satu yang kurang puas, cakenya ketinggian. Tapi soal finishing dan penampakan, kalah jauh sama punya mbak Rahma en mbak Vin. Tapi puas banget ah !

Messy Cotton Cake

Aku rasa aku akan bikin ini lagi buat suguhan lebaran kalo mudik nanti. Mungkin dengan hiasan dan variasi yang lebih dari sekarang. Yang pengen coba, silahkan....

Semoga bermanfaat !

18 comments:

Arfi Binsted said...

sukseshh maeeeee!!

mae said...

sengkyuuuuu mbaaaak !!!

Cherry said...

Aku mau nyontek resep yaaaa....

Huhuhuhuhu, wish me luck!

Elsye said...

waaaaa pada bikin CC yaaa..aku minta aja dwehh, keliatan enak ini Mae

mae said...

Silahkan Uwie ( cherry ) klo mo dicontek, ntar laporin ya hasil contekannya :)

Buat mbak Elsye, apa sih yang enggak... silahkaaaan :) tengkyu ya...

Chrisna And Aisha Blogger said...

mbak, apa perlu dipanaskan juga diatas kompor pada saat mencampurkan adonan mentega dengan adonan telur?apa perlu juga kondisi campuran adonan mentega dan telur tetap hangat pada saat dicampur dengan adonan telur?saya buat 2 kali kok selalu bantat, dan kenapa adonan campuran telur dan mentega saya kok cair sekali ya...jadi susah nyampurnya sama putih telurnya. Tolong mbak, ditunggu jawabannya

mae said...

Saya coba jawab sebisa saya ya.. berdasarkan pengalaman saya membuat CC ini, pencampuran mentega dan telur tidak perlu dilakukan diatas kompor. Suhu adonan juga tidak terlalu byk mempengaruhi. Maaf, tp mbak tdk menyebutkan yg dimaksud dgn 'telur' ini putihnya ato kuningnya ?

Sependek pengalaman saya membuat CC, proses yg paling menentukan berhasil / tidaknya kue ini adalah saat pengeocokan putih telur. Kalau yg dimaksud mbak adonannya cair, bisa jadi pengocokan putih telur kurang sempurna. Sedangkan penyebab yg saya ketahui adalah pengocokan yang kurang lama, atau bahkan terlalu lama dikocok.

Untuk CC ini, konstitensi ( kekentalan ) putih telur yg dibutuhkan adalah kaku dan mengkilap, tp tidak berbusa. Memang agak sdkt tricky, tp hasil kocokan telur yang sempurna ( sejauh yg saya alami ) didapat dlm waktu sekitar 5-7 mnt. Hindari mengocok dgn speed kencang diawal2 pengocokan, sebaiknya speed mixer dinaikkan secara bertahap dgn tdk terlalu sering mengaduk2 kocokan putih telur dgn mixer. Cukup diaduk sekali kali saja ( atau lbh bagus bila baskomnya yg diputar, bkn mixernya ).

Terakhir saya cuma bisa menambahkan, jgn pernah putus asa bila gagal. Byk teman saya yg gagal berkali sebelum akhirnya berhasil membuat cake ini. Semoga berhasil ya mbaaak ! :D

Bila masih ada yg perlu ditanyakan, saya dengan senang hati akan membantu sebisa saya. Mungkin lwt email lebih enak :)

Chrisna And Aisha Blogger said...

terimakasih banyak mbak Mae, akhirnya dengan perbaikan yg mbak berikan, saya mulai mencoba lagi. Setelah 3 kali korban CC akhirnya berhasil. Ngocok putih telurnya itu lho, kalo enggak jadinya berbusa kering dipinggir baskom (itu kekakuan ya mbak), atau kalo enggak keenceran. Sampe akhirnya pake Cream of tartar. Cuma memang susah juga aduk baliknya ya mbak, campuran adonan kuning telor,tepung dan menteganya itulho....walah walah senengnya ngumpet didasar loyang. Jadi pada saat dipindahkan keloyang, keliatan dech endapannya, wis balikin lagi, ngaduk lagi, makin lama diaduk makin encer...., akhirnya ya jadi juga, cuma masih ada 3 mm lapisan yg agak gelap coklatnya didasar, itu mungkin adonan kuning, tepung, menteganya ya mbak. Tapi udah puas dech, rasa udah 99 persen lembut. 1 persennya ya 3 mm itu..ha ha ha. Pokoknya terimakasih banyak ya mbak Mae atas penjelasan super duper lengkapnya itu, sangat membantu sekali, tampaknya memang saya harus banyak latihan ngocok putih telur dan ngaduk balik dengan campuran adonan mentega.

alfianuriska said...

Salam kenal mbak. Saya baru aja coba resep cotton cake yang ada di majalah sedap. tapi hasilnya gagal, bagian bawah bantat seperti puding, tapi rasanya sih enak. yang jelas ada salah resep karena saya buat 1/2 resep eh adik saya nakar susu cair 1 resep, jelas terlalu cair kan. mbak mae oven lansung ya ga au bain marrie? di resep au bain marrie neh, beda ga hasilnya sama yang oven langsung? sepertinya faktor gagal juga karena terlalu lama ngocok putih telrunya. saya masih bingung neh soft peak yang betul tuh gimana? kalo pake mixer kitchen aid yang duduk dan kecepatan bisa tinggi, ada tips berapa kecepatannya dan berapa lama? apa sekitar 5-7 menit dengan kecepatan tinggi sudah cukup? mohon tipsnya ya mbak. penasaran neh... thx

mae said...

Halo Afianuriska, salam kenal juga dan makasih udah mampir ke blog saya...

Saya coba bantu sesuai dengan pengetahuan saya ya,
Penyebab bantatnya sudah ketahuan dari takaran susu cair yang berlebih kan. Kalo untuk teknik pengovenan tanpa au bain marie, kebetulan resep yang saya dapat memang tidak memerlukan teknik tsb, namun tekstur kue tetap lembut. Saya juga pernah mencoba resep CC dengan menggunakan teknik au bain marie, dan hasilnya juga sama. Jadi kesimpulan menurut saya, menggunakan teknik tsb atau tidak, kue akan ttp terasa lembut tentu kembali lagi pada resep yg kita acu. Saran saya sih, ikuti saja resep yang kita buat, agar hasilnya juga maksimal.

Pengocokan putih telur juga merupakan salah satu faktor yg mempengaruhi tekstur cake. Yang dimaksud dengan soft peak, adalah tingkat kekakuan putih telur yang tidak terlalu kaku. Pada tingkat ini, permukaan akan keliatan mengkilat, berbusa lembut kecil2 spt busa sampo, bila dikais akan menempel pada whisk dan membentuk sudut2 lancip. Bila terlalu kaku, biasanya tidak bisa dikais, dan berbusa kasar ( rongga besar2 ) seperti busa detergen.

Benar, bila dengan menggunakan standing mixer, pakai kecepatan tinggi selama 5-7 mnt udah cukup. Bila menggunakan hand mixer, lebih cepat kaku, tp sebaiknya menggunakan speed sedang karena putih telur akan cepat sekali kaku ( hard peak )dengan kecepatan tinggi menggunakan hand mixer.

Semoga membantu ya.... happy baking !

alfianuriska said...

Makasih tipsnya mbak. Kemarin saya coba buat seperti resep mbak mae (tapi kalo mbak mae 1/3 resep, saya 1/4 resep biar ga ketinggian). Alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan :) ga bantat, rasanya juga nyes enak. tapi tetep masih penasaran kalo pake teknik au bain marrie. kemarin sempat ragu sama pengocokan putih telur, agak kelamaan neh, hampir 10 menit. saya masih tetep bingung sama soft peak. karena kemarin setelah whisk diangkat whisk dipenuhi adonan. terus waktu saya lepas jadinya pisah-pisah gitu, ga lembut menyatu lagi. tapi juga ga berbusa besar seperti deterjen. apa udah bener ya punya saya? sekali lagi makasih. mohon ijin copy resepnya di blog saya (www.rumahkeluarga.com)

mae said...

Kalo denger dari cerita mbak, sepertinya semua prosesnya sudah benar, dan hasilnya juga tidak bantat kan. Selamat ya...

Kalau masih penasaran dgn teknik au bain marie, dicoba aja lagi mbak biar gak penasaran, hehe..

Silahkan mbak dicopy, semoga berguna...

dee ^o^ said...

halo mbak mae, salam kenal y..aq bole cb resepnya ini???baro blajar masak!!!heheheheh..btw mbak di sby jg y???wah bole2 tuw dolan bwt minta ajarin ^o^

artika box said...

Trima kasih mb Mae atas resepx...apalagi komplit dengan foto step by stepx jd mempermudah sy yg pemula ini dan hasilx ok mb. tapi untuk loyang uk 24 cake jadi agag sedikit tipis yah mb. pake telur brapa yah mb biar gag terlalu tebal ato tipis yh mb.... ijin copas resepx di blog sy yah mb (www.artikabox.blogspot.com)

Me n Mr F said...

Mbak mae.... seneng banget berkunjung ke blog nya. aku kmaren udah nyobain resep CC nya. dan hasilnya memuaskan.... cake nya lembut banget. Temen-temen kantor pada suka, karena ga terlalu manis.
tks ya mbak...
mau nyontek resep lainnya.... :)

Nana Yan said...

Udah nyoba resepnya... 2 kali cake nya kempes dengan sukses.... Wkwkwkwkwk.. Yg ketiga sukses ses ses ses..... Bagi2 ke temen2, langsung pada pesen... Hehehe... Makasih resepnyaaaaa.....

Srie Purwaty Permana said...

Mba margarine nya dipanasin cukup sampai leleh aja atau sampai bener2 mendidih?

Dwi Wahyuni said...

sy 2x bikin tetep kempes kira-kira salah dimananya ya.?takaran sudah sesuai resep juga

Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers