Friday, November 6, 2009

Madu Mongso

Saat saya pertama kali memosting foto dan resep cake madu mongso, beberapa kawan menanyakan pada saya, apa itu madu mongso ? Seperti apa bentuk dan rasanya ? Terbuat dari apa ? Saya cukup terkejut mendengarnya. Karena selama ini saya mengira madu mongso adalah kudapan/ jajanan yang sudah cukup di kenal di Indonesia. Akhirnya saya tergelitik untuk menulis sedikit mengenai madu mongso, sekedar perkenalan bagi yang belum tahu, tapi sebatas pengetahuan saya saja ya...

Madu Mongso / Fermented Sweet Tidbits

" Madu mongso adalah makanan yang terbuat dari ketan hitam yang difermentasi selama 3 hari dan setelah itu dimasak dengan santan dalam kuali sampai lekat " ( dikutip dari Wikipedia ).

Singkatnya madu mongso adalah olahan berbahan dasar tape ketan hitam atau yang biasa dikenal juga dengan sebutan peyeum ( Sunda ). Tape ini kemudian diproses lagi dengan dimasak dengan santan kental yang cukup banyak, ditambahkan gula jawa ( gula merah ) dan dimasak dalam waktu yang cukup lama hingga menjadi seperti pasta ( jenang ) yang manis, dan legit. Rasanya, tidak jauh beda dengan jenang pada umumnya. Hanya tidak sehalus dan selembut jenang karena butiran butiran biji ketan masih bisa dirasakan pada madu mongso. Setelah matang dan dingin, madu mongso kemudian dibungkus dengan kertas roti aneka warna yang menyerupai permen.

Madu Mongso / Fermented Sweet Tidbits

Biasanya madu mongso menjadi salah satu suguhan wajib saat Lebaran. Tapi saat ini madu mongso hampir dapat selalu ditemukan di beberapa daerah terutama di kota kota di Jawa Timur - Jawa Tengah sebagai oleh oleh ataupun bingkisan khas kota tersebut. Mengenai asal muasal kenapa di namakan Madu Mongso, saya sendiri belum menemukan jawabannya ( sudah coba cari di Google tapi tidak ketemu ). Saya juga belum menemukan resep yang sesuai untuk saya share disini. Masih belum pernah membuatnya sendiri. Apabila sudah, tentu akan saya share disini.

Hanya ini yang saya tahu tentang madu mongso. Semoga sekelumit informasi ini dapat memuaskan rasa ingin tahu teman teman yang sebelumnya memang masih asing dengan jajanan satu ini.

Semoga bermanfaat !

Wednesday, November 4, 2009

Cake Madu Mongso / Sweet Fermented Tidbits Cake

Belakangan ini mood ku sedang sangat baik. Hampir semua yang kukerjakan, kulakukan dengan semangat. Alhamdulillah... Tidak terkecuali mood bereksperimen didapur. Bawaannya pengen nyobain resep resep yang aku browse di Google. Banana cake, bread pudding, es krim, sorbet, dan masih banyak lagi lainnya. Semua resep yang aku kumpulkan dalam bentuk print out dari internet. Semakin hari semakin menumpuk. Menunjukkan banyak sekali yang ingin segera kupraktekan.

Sayangnya, udara benar benar sedang tidak mendukungku. Hawa panas dan kering yang mendera kota Surabaya 3 bulan terakhir ini sungguh - akhirnya- benar benar membuat aku bertekuk lutut tak berdaya di dapur. Seperti yang sering kuceritakan sebelumnya, dapurku terletak dibagian paling belakang, semi outdoor. Pada siang hari, dapur adalah bagian yang paling kuat terpapar sinar matahari dibanding bagian lain dirumah. Inilah yang akhirnya membuat aktivitas didapur pada siang hari sedikit kurang nyaman karena 'hangat'nya suhu ruangan.

Alhasil waktuku di siang hari banyak terbuang dengan hanya berdiam diri di kamar. Temperatur a/c yang sudah ku set di titik terendah 18 derajat pun hanya terasa seperti hembusan kipas angin yang - sedikit- sejuk. Padahal biasanya pada titik temperatur 24 saja tubuh ku sudah tidak kuat menahan hawa 'dinginnya'. Tapi mau gimana lagi, mengeluh juga rasanya kurang bersyukur... Karena diluar sana masih banyak orang yang menggantungkan hidupnya dengan bekerja dibawah terik matahari.

Minggu lalu saat berkunjung ke rumah keluargaku di Gresik, nenekku sedang membuat sewajan besar madu mongso. Tentu saja, saat akan kembali ke Surabaya, beliau tidak mengijinkan ku pulang tanpa membawa semangkuk besar madu mongso. Karena tak ingin membuat beliau kecewa, kuterima saja. Bisa ditebak, sesampai dirumah aku bingung sendiri bagaimana menghabiskan madu mongso sebanyak ini...

Dyptich - Madu Mongso

Teringat salah satu edisi tabloid KoKi yang pernah memuat aneka resep berbahan dasar madu mongso. Langsung saja ku bongkar tumpukan tabloid - yang biasanya hanya kubuka buka tanpa membaca isinya - dibawah meja. Edisi demi edisi kuamati untuk mencari di edisi mana aku pernah menemukan kumpulan resep itu. Ha ha, memoriku berfungsi baik saat itu ( aku adalah seorang pengidap penyakit lupa yang cukup akut ).

Dapat ! Resep aneka modifikasi madu mongso itu dimuat disalah satu edisi. Ada 4 resep yang dimuat disana. Aku memilih salah satu yang paling mudah dan yang semua bahannya ada dirumah. Yup, pilihanku jatuh pada Roll Gulung Madu Mongso. Roll ??? Umm ... lihat saja nanti lah...

Siang hari kemarin - sama seperti siang siang sebelumnya - cuaca sangat 'cerah' dengan matahari yang bersinar menyilaukan. Cucian yang baru saja kujemur kering dalam waktu satu jam saja. Hmm... bagaimana dengan kita ? Semangat yang sudah ku himpun sejak pagi untuk bereksperimen di dapur, tiba tiba saja menciut sepulangnya aku dari menjemput putriku dan kemudian masuk ke dapur. Ya ampun, bahkan untuk bertahan 5 menit saja aku rasanya tak tahan... Jadilah, alih alih masuk dapur, aku - pada akhirnya - masuk kamar lagi.

Setelah menidurkan putriku, aku kembali membuka lembar demi lembar tabloid yang tergeletak diatas meja kamarku. Kembali ku baca resep yang sudah aku tandai. Kemudian berfikir sejenak. Tit ! Udahlah, bodo amat ama cuaca. Masih syukur dapurku ada atapnya. Sesaat kemudian aku sudah berdiri didapur, menyiapkan kitchen scale, mixer, bowl, tepung, telur dan bahan bahan kue lainnya, dalam keadaan - tentu saja - basah berkeringat !

Aku berusaha menyelesaikan resep ini dengan cepat. Maksudnya agar tidak berlama lama berada di luar ( dapur termasuk area 'luar' bagiku ). Sekitar 45 menit, cake sudah matang. Hmmm... mencium aromanya, seketika hawa panas dan gerah tidak lagi kurasakan. Lega rasanya bila sudah menyalurkan 'hasrat' untuk bereksperimen.

Jadilah ini, hasil perjuangan ku melawan panasnya cuaca.

Cake Madu Mongso / Fermented Sweet Tidbits Cake

Cake Madu Mongso

( Sumber : Tabloid KoKi dengan sedikit modifikasi )

Bahan :

5 butir telur utuh
50 gr gula pasir ( resep asli : 75 gr )
1 sdt SP

100 gr tepung terigu
1 sdm susu bubuk
1 sdm tepung maizena
1/2 sdt garam

100 gr madu mongso / tape ketan hitam ( resep asli : 50 gr )
75 gr mentega /margarin, lelehkan

Direction :

Siapkan loyang 22 x 22 x 4 cm, olesi mentega dan alasi dengan kertas roti, olesi lagi dengan mentega, sisihkan. Atau bila ingin dibuat roll, bisa menggunakan loyang 27 x 27 x 3 cm. ( Karena ragu ragu dibuat roll, aku memutuskan dibuat cake potong aja. Lebih aman, hehehe.... mae )

Panaskan oven hingga kurang lebih bersuhu 180 degC.

Campur semua bahan kecuali mentega dan madu mongso. Kocok dengan mixer kecepatan tinggi hingga kaku dan pucat. Masukkan madu mongso, kocok sebentar hingga rata. Terakhir tuangkan mentega lalu aduk perlahan - dengan gerakan melipat - hingga rata. Tuang dalam loyang dan oven hingga matang ( kurang lebih 15 menit di suhu 160 derajat celcius )

Dyptich - Madu Mongso

Hasilnya ternyata tidak mengecewakan. Textur sedikit padat, lebih mirip butter-type cake timbang sponge-type cake. Mado mongsonya tidak terlalu berasa karena disamarkan oleh aroma butter yang lebih menonjol. Hmmm... sangat cocok di makan sebagai pendamping teh di pagi atau sore hari. Ohya, madu mongso dalam cake ini bisa diganti tape ketan hitam kalo mau. Karena berasal dari bahan dasar yang sama, aku rasa cocok cocok aja, bahkan mungkin akan lebih kuat aromanya bila menggunakan tape ketan hitam.

Jadi, kalau kebetulan dirumah punya persediaan madu mongso dan bingung mau diapakan, coba resep ini aja. Sekarang aku mo mikir lagi nih, gimana ngabisin sisa madu mongso yang - tetep aja - masih banyaaaak.....

Recent Post on Mae's Little Kitchen

My photo
Mom of a lil' girl who still longing for her passion. Obsessed to know more, learn more, take more and give more... Here, on her lil' kitchen.
Unless mentioned, described, or linked, all works and photographs are created by May Irianti. Copyright 2007 - 2008. You may copy only the recipes but please do make a link to this blog. DO NOT COPY . Please ask first !

Followers